Ini Dia 9 Kebiasaan Sehat yang Harus Kita Bawa Hingga Pasca Corona

Share

Kenapa Tuhan menciptakan penyakit seperti ini?

Arundaya

Anak lelaki saya yang menginjak abg mulai mempertanyakan hal yang menjadi sumber ketidaknyamanannya beberapa minggu terakhir ini.

Ya, serbuan corona di banyak tempat di berbagai negara, hingga WHO menjadikan status pandemi, memang bikin kalang kabut kita semua. Tapi di balik itu, rasanya ada banyak hal positif yang wajib banget kita ambil dari kejadian luar biasa ini. Terkait kebiasaan sehat, salah satunya.

Pandemi ini Bikin Kita Makin Sadar untuk Makan Makanan Sehat

kebiasaan-sehat


Seharusnya, makan sehat sih bukan hanya karena ada serbuan virus ya. Ibaratkan mobil, yang butuh bahan bakar sesuai dan berkualitas, tubuh butuh makanan sehat tepat seperti yang dibutuhkannya.


Pandemi ini membuat kita disadarkan kembali untuk menjaga pola makan sehat. Saya melihat banyak teman berusaha makan sesehat mungkin dengan makan lebih banyak buah dan sayur.
Meski demikian, sayangnya, kebosanan stay at home membawa banyak orang melakukan petualangan memasak dengan pilihan makanan dan minuman yang sebenarnya justru kontra dengan kebutuhan tubuh untuk sehat dan imunitas kuat selama masa pandemi.

Sekali dua kali tentu tak apa. Repotnya, jika ini kemudian menjadi aktivitas rutin sehari-hari. sebut saja, dalgona coffee, churos, donat dan entah apa lagi. Tubuh yang harusnya dilimpahi makanan segar bervitamin justru dibanjiri makanan minuman full gula, kafein, bahkan gluten.

Mencuci Tangan dengan Sabun, Sekilas Sepele. Maka Corona Membuat Kita Sadar Betapa Penting Hal Ini!


Sebelum pandemi, mungkin amat sedikit dari kita yang sadar untuk disiplin cuci tangan. Saya juga kok! Kalau pun rajin cuci tangan, jarang melakukannya dengan saksama, dengan cara benar seperti anjuran para nakes.

Berbicara soal cuci tangan, saya jadi teringat dosen mata kuliah Kesehatan Lingkungan saat saya S1. Udah lama banget tapi amat berkesan sehingga sampai kapan pun akan saya ingat. Beliau amat rajin dan disiplin cuci tangan. Dalam kondisi sesibuk apapun, meski hanya sekadar mau ngemil snack, pasti buru-buru cari wastafel untuk mencuci tangan.
Kebiasaan seperti beliau nih, yang harus kita teladani. Jangan Cuma sadar (atau terpaksa?) cuci tangan hanya saat ada virus corona saja.

Berbekal Hand Sanitizer, Jaga-jaga untuk Kondisi Emergensi


Ini sebenarnya kebiasaan saya sejak lama. Biasanya pergi ke mana-mana selalu ada Hand Sanitizer di tas saya. Tujuannya tak lain sebagai senjata saat emergensi, butuh cuci tangan tapi tak ada air.


Di musim pandemi ini orang beramai-ramai menyetok HS. Bahkan saat HS menjadi langka dan harganya melambung, masih banyak yang rela merogoh koceknya dalam-dalam demi memiliki HS. Sebenarnya prihatin juga melihatnya. Apalagi bagi orang yang bisa benar-benar stay at home, di mana akses terhadap air bersih untuk cuci tangan selalu ada. Nah, untuk mereka ini sebenarnya tak perlu memaksa memiliki HS. Cuci tangan pakai sabun, tetap lebih baik.

Ganti Pakaian Begitu Sampai di Rumah, Ajaran Orang Tua yang Ternyata Harus Terus Diingat!


Ternyata ibu saya keren! Iya, jauh sebelum pandemi, sejak saya masih kecil, ibu sudah membiasakan hal ini. Ketika habis bepergian, sampai di rumah walau capai, minimal tetap sempatkan segera ganti pakaian lalu cuci tangan dan kaki.

Nah, di masa pandemi ini terutama orang-orang yang tinggal di episentrum, kebanyakan akan melakukan hal ini jika terpaksa harus keluar rumah. Ganti pakaian dan mandi begitu sampai di rumah.

Kebiasaan sehat yang bagus dipertahankan meski nanti corona telah pergi. Saat kita keluar rumah, kita bertemu dengan banyak orang, duduk di tempat umum, terkena debu jalanan dan lainnya. Siapa yang bisa menjamin, pakaian kita tetap bersih seperti saat kita pakai saat meninggalkan rumah?

Mengenakan Masker Saat Keluar Rumah


Sebenarnya pergi keluar rumah memang butuh masker, walau sedang tak ada pandemi. Polusi udara menjadi alasan, mengapa kita membutuhkannya.


Masker juga diperlukan ketika kita sedang sakit, walah “hanya” flu biasa. Ini sebenarnya wujud tanggung jawab, agar orang lain tak sampai tertular penyakit kita.
Walau nanti pandemi telah usai, kebiasaan bermasker ini baik juga untuk diteruskan. Setidaknya saat keluar rumah, apalagi mengendarai motor, dan saat sakit.

Menutup Mulut Saat Bersin atau Batuk


Konon masih banyak orang Indonesia yang batuk atau bersin seenak udel. Iya, saya menyaksikan sendiri ini. Seharusnya virus corona mengajarkan pada kita, bahwa penting membiasakan diri menutup hidung dan mulut saat kita bersin atau batuk menggunakan lekukan siku atau tisu.

Kebiasaan baik ini seyogianya tetap dipelihara hingga seterusnya. Menutup mulut atau hidung saat bersin, bagi saya bahkan menjadi salah satu indikator ke-cool-an seseorang. Anda abai saat batuk or bersin? Anda gak cool!

Berjemur, Kebiasaan yang Nyaris Kita Lupakan Bahkan Cenderung Dihindari. Kini Kita Tahu, itu Penting!


Sebelum virus corona datang, mungkin banyak dari kita yang sudah melupakan manfaat berjemur. Bahkan, mungkin karena kondisi, kita sampai jarang melihat matahari. Pergi saat masih gelap dan pulang ke rumah juga saat suasana telah gelap.


Corona bikin orang jadi semangat untuk berjemur. Setidaknya, itu yang saya lihat di linimasa. Saya juga melakukannya, walau tak setiap hari.
Semoga pasca corona nanti kita tak lupa kebiasaan ini yah. Kan asyik, apalagi kalau berjemurnya di pantai. Uhhh…lalaaaa…

Berolah Raga

kebiasaan-sehat


Selain berjemur, saya melihat banyak teman mulai terpikir mengurangi kemagerannya. Ya, karena berolah raga juga kunci tubuh sehat, sehingga kekebalan tubuh juga kuat. Kebiasaan ini penting untuk dipelihara. Bukan hanya saat ada corona.

Lebih Aktif Mencari Informasi Kesehatan


Saya tebak deh, banyak teman-teman yang tiba-tiba jadi rajin menyambangi situs-situs penyedia informasi kesehatan dan searching dengan kata kunci misalnya: gejala infeksi virus corona, cara mencegah virus corona, dan semacamnya. Kekhawatiran terinfeksi membawa kita pada tindakan-tindakan logis, salah satunya dan yang memang amat penting ya, mencari informasi yang benar. Iya enggak?

Halodoc, Aplikasi Kesehatan Pilihan

halodoc


Pasti sudah banyak yang kenal Halodoc, mungkin juga sering mengunjungi websitenya atau bahkan menginstal aplikasinya di ponsel pintar masing-masing?

Mampir ke Halodoc sih, bukan sekadar karena kita butuh info kesehatan saja ya. Halodoc sebagai salah satu aplikasi kesehatan terbaik, juga menyediakan fitur Tanya Dokter, Rumah Sakit, Cari Dokter bahkan Obat dan Vitamin.

Nah, itu teman-teman kebiasaan-kebiasaan terkait kesehatan yang tumbuh subur di masa pandemi ini. Kalau teman-teman, punya kebiasaan baik apa setelah corona ini? Yuk share di sini!

Share

29 thoughts on “Ini Dia 9 Kebiasaan Sehat yang Harus Kita Bawa Hingga Pasca Corona

    1. Semoga pandemi ini lekas berlalu. Etapi kebiasaan sehatnya jangan ikutan berlaku. Tetap harus dilakukan. BTW, Halodoc membantu banget ya di saat seperti ini.

  1. Bener Mba Wid apa yang dianjurkan pemerintah seperti harus sering cuci tangan, pakai masker keluar rumah, berjemur dan lain-lain itu sebenarnya anjuran dan gaya hidup sehat yang memang harus kita biasakan dalam hidup kita ya. Bukan karena takut virus ya tapi harusnya itu kesadaran sendiri untuk hidup bersih dan sehat itu ya *lagi ngingetin diri sendiri ceritanya.

    Untungnya allhamdulillah lewat aplikasi Halodoc jadi memudahkan kita untuk mencari informasi tentang kesehatan dan konsultasi ama dokter ya di tengah pandemi begini

    1. Iya, Mbak Yeni. Sebenernya kalau soal informasi sehat itu, kita dimudahkan banget ya. Cuma selama ini penerapannya yang memang butuh niat banget. Nah, corona ini menjadi faktor pemaksa.

  2. Makin rajin berjemur akutu sekarang, biasanya ga pernah ketemu matahari. Tapi lumayan tambah eksotik. Kalo sehari ga berjemur rasanya ada yang kurang.

    Nah, iyess banget tuh app kesehatan seperti halodoc, membantu banget buat kebutuhan saat ini.

  3. Aku juga jadi rajin berjemur sejak pandemi ini, Mak. Padahal dulu mah mager amat meski lagi di rumah hihihi. Hand Sanizer juga suka bawa ke mana-mana tapi pas pandemi gini malah ga nyetok. Selain dulu sempet jadi langka juga aku jarang banget jalan ke luar. Manfaatin cuci tangan pake sabun aja jadinya

  4. Selain kebiasaan-kebiasaan yang diesbutkan di atas, aku punya kebiasaan baru bersama anak-anak. tentunya, tarawih karena ini bulan ramadan, selain itu, ada aktivitas masak bareng dan disiplin membersihkan rumah secara bergantian

  5. Ada hikmahnya juga sih pandemi ini. Waktu bersama keluarga lebih intens, bagi tugas rumah tangga juga bisa dibicarakan bersama anak-anak dan suami, lalu jadi lebih kreatif memasak, bikin makanan untuk cemilan karena ternyata di rumah aja bikin gampang lapar. Haha..

  6. Bagus semua itu kebiasaan baik di atas, yang sebenarnya sepele tapi sering enggak dilakukan ketika merasa sehat-sehat saja dan lingkungan baik. Kini dengan kondisi pandemi yang lama banget ga kelar-kelar ini, semua jadi rajin menjaga tubuh. Tapi aku kehilangan moment olahragaku bareng teman-teman, malah jadi mager nih saat corona begini.

  7. Setuju banget Mbak Wid artikelnya, Alhamdulillah beberapa kebiasaan sudah lama kami praktekkan tinggal dilanjutkan lagi..semangat sehat..

  8. AKu tuh sebelum pandemi ini jalan, kebiasaan banget pulang kerja langsung mandi bersih cuci baju keramas. Dan alhamdulillah walaupun kejadian gini ya ga kesulitan ama kebiasaan ini

  9. Banyak hal positif yang kudu tetep dilakukan setelah semua ini kelar ya kak.. Semoga kita sehat selalu.. aku mau kepoin Halodoc buat cari2 info seputar Corona..

  10. Ada hikmahnya y mba semakin kesini jadi bener2 menerapkan pola hidup Sehat, Dan jaga kebersihan bngt dh gitu utk inf ttg kesehatan bisa dr halodoc jd praktis

  11. Bersin dan batuk haru ditutup itu lho, sering bangettttt kita lupakan ya, Mbak. Aku nih sebelum pandemi, suka pakai masker. Tapi dipandang miring sama orang2. Saat seperti ini, mereka baru bilang ke saya kalau pakai masker mmg penting.

  12. Urusan cuci tangan ini aku sejak dulu udah saklek deh, sampai suami suka protes. Masa udah di dalam rumah disuruh cuci tangan lagi. Aku bilang kan mau makan, hahaaa. Ya Allah sekarang kejadian seperti ini, kebiasaan baik yang secara turun temurun diajarkan bapakku dan aku tularkan ke keluargaku sejak lama sekarang jadi kewajiban.

    Aku udah dua tahun ini suka baca artikel kesehatan di Halodoc. Alasanku karena diampu oleh para ahli dan dokter yang cakap di bidangnya, pasti artikelnya valid

  13. Banyak sekali hal positif yang kita lakukan pada pandemi ini ya mbak, hal positif yang aku lakukan juga adalah tidak menumpuk banyak baju kotor di rumah, karena kalau habis keluar rumah langsung mandi sekalian cuci baju

    semoga kebiasaan baik ini selalu melekat walaupun pandemi sudah berlalu

  14. Pokoknya corona ini tuh musibah yang bawa banyak hikmah. Selama ini mungkin kita gak segitunya urusan cuci tangan atau pakek masker. Sekarang. Opo-opo dicuci. Beli tissue aja sampek rumah kemasannya tak cuci duliu, lap kering baru dibuka. Wis pokoknya boros sabun, kekekeke.

  15. Dulu kuliahnya FKM, kak…?
    Kebiasaan sederhana seperti cuci tangan saja, kita kurang aware yaa..
    AKu banget ini mah…bahkan dulu kalau ada temen yang bawa-bawa hand-sanitizer kemana-mana, aku mengernyit…”Emang butuh gitu…?”
    Mau makan mah…bismillah.

    Huhuu…menyesal aku punya pendapat sesat seperti itu setelah ada Covid-19 ini.

  16. “Kunjungan Si Covid 19” ke negara tercinta ini memang bikin sulit pada awalnya, tapi bagi yang patuh akan himbauan sebenarnya membawa kebaikan. Ya, banyak sekali kebaikan yang bisa kita dapat dan langsung direalisasikan dalam kehidupan yang jauh berbeda dengan sebelum ada Covid 19 ini. Namun, banyak segi positif ya dan mudah-mudahan setelah Covid 19 hengkang dari negara kita, tetap kita akan jaga kebisaan2 baik yang terjadi ketika Covid 19. Se7?

Leave a Reply to Yati Rachmat Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *