Cara Aman Menurunkan Berat Badan Pasca Melahirkan

Share

Cara Aman Menurunkan Berat Badan Pasca Melahirkan – Segera kembali langsing setelah melahirkan? Siapa yang tidak mau? Saya menuliskan ini dengan banyak sekali faktor pendorong. Yang utama adalah atas nama alasan kesehatan dan keselamatan teman-teman di sekitar saya. Terlalu banyak hal dapat menjadi penyebab bahkan tekanan bagi seorang ibu baru melahirkan yang mendorong mereka untuk segera kembali langsing pasca melahirkan. Baiklah saya tak akan tergoda untuk membahas penyebab ini, Anda pasti paham lah, bahkan juga mengalaminya mungkin. Nah, yang membuat prihatin, kemudian berbagai cara ditempuh demi untuk menjadi langsing instan pasca lahiran. Berbagai cara, dari yang normal-normal saja dalam pandangan umum semacam menakar makan atau mengurangi makanan berlemak dan tinggi kalori, sampai yang rada mengkhawatirkan seperti asal tenggak pil ini itu.

Cara Aman Menurunkan Berat Badan Pasca Melahirkan

Sumber: Pixabay

Saya mengalami dua kali masa hamil-melahirkan-menyusui, yang sama sekali berbeda. Hamil pertama dengan lonjakan BB sangat banyak (18 atau 19 kilogram) dan hamil kedua saya lupa angka timbangannya, namun dilihat dari foto-foto, tampaknya jauh dari yang pertama. Hamil pertama dengan sangat ngalem, maunya makan enak-enak, minum cucu hamil yang paling enak dan mahal, makan es krim nyaris saban hari, senam hamil jarang-jarang, jalan kaki juga sekadarnya. Pasca melahirkan pertama, sempat ada tanda-tanda baby blues, BB susah turunnya dan sampai berbulan-bulan saya masih gendut.

Saaat menyusui anak pertama ini saya sangat rakus makannya. Sering banget ngerasa kelaparan yang berlebihan saat menyusui. Bahkan, saat anak baru mulai nenen, biasanya saya sudah minta tolong pada suami untuk ambilin makanan. Waktu itu, makan sambil nenenin Kak Asa, udah biasa banget. Saya ingat sekali, saat harus menyusui malam hari, suami langsung saya minta ke dapur, bikinin susu coklat. Jadi sambil Kak Asa nenen, saya juga mimik cucu coklat ditambah ngemil biskuit atau roti. Amboiii…..antara lapar dan doyan memang kadang beda tipis, ya? Wkwkwk…. Apalagi ada semacam “pembenaran” yang didukung pula oleh pendapat sekitar. Orang menyusui itu mudah lapar, jadi bagusnya makan banyak-banyak.

Berbeda banget saat hamil anak kedua. Hamil kedua, pola makannya biasa saja (belum kenal food combining tapi kalem aja makannya, bukan yang ngerasa harus makan untuk dua orang), mulai jarang makan protein hewani, minum susu hamil juga sekadarnya aja (enggak pengen dan enggak ngerasa butuh banget). Hamil kedua juga makin aktif bergerak, jalan kakinya niat banget keliling alun-alun dan senam hamilnya juga hampir setiap hari. Oh…. pokoknya hamil kedua, saya rajinnnn….. banget! Pasca melahirkan kedua, saya juga langsung sesegera mungkin nerapin senam nifas (ini sudah saya pelajari sejak hamil), makan juga lebih terkontrol, enggak segawat menyusi pertama.

 

Setelah saya belajar food combining, barulah saya ngeh dimana letak kesalahan saya mengatur pola makan kala hamil hingga menyusui, terutama anak pertama. Saya melihat, teman-teman yang sudah mengenal food combining sejak sebelum hamil dan tetap konsisten FC saat hamil hingga menyusui, ternyata bisa mendapat banyak manfaat dari pola makan tersebut. Salah satunya Mbak Siska kawan saya yang juga seorang dosen sebuah perguruan tinggi di Surabaya. Mbak Siska adalah seorang food combiner yang cukup konsisten sejak sebelum hamil anak ketiganya. Menurut beliau, enjoy saja hamil dan hingga menyusui dengan menerapkan pola makan food combining. Kalau lapar, ya makan. Tetap dengan memperhatikan prinsip food combining. Berat badan saat hamil mengalami kenaikan dari 55 kg menjadi 69, tak sebanyak lonjakan BB saat hamil pertama dan belum FC yakni 49 menjadi 72. Penurunan BB pasca melahirkan juga mudah, dalam 36 hari turun 10 kg. Yang perlu dicatat adalah, semua itu dapat dilakukan dengan aman dan sehat. Food combining enggak bakal bikin bumil dan busui kelaparan, FC bahkan membantu agar bumil mengasup makanan berkualitas saja.

Buat teman-teman yang mau coba food combining, pastikan dulu memahami juklaknya. Pahami prinsipnya sehingga penerapannya tidak sampai salah. Ada baiknya Anda membaca artikel ini: Menu Food Combining

Nah, berdasarkan hal-hal di atas, saya menuliskan beberapa hal penting yang dapat Anda jadikan pertimbangan ketika Anda memutuskan untuk segera mendapatkan BB ideal pasca melahirkan. Ini dia!

  1. Dimulai Dari Saat Sebelum Hamil

Kalau sejak sebelum hamil pola makan dan pola hidupnya sudah cukup sehat, sebenarnya akan lebih mudah untuk kembali ke berat ideal. Yang kadang susah itu, sebelum hamil sudah cenderung obesitas, pola makan juga cenderung salah, lalu menginginkan berat ideal segera sesudah melahirkan. Nah! Dalam kasus begini, mungkin perlu effort extra. Tapi tetap bisa kok.

 

  1. Menyusui Tak Selalu Membuat Anda Cepat Langsing

Banyak yang mengatakan, menyusui membuat Anda cepat langsing. Saya pikir, kok enggak selalu ya…. oke, memang secara alamiah menyusui membuat kita kehilangan sekian ratus kalori dalam sehari. Tapi…. kalau kita tetap berpersepsi bahwa busui itu sangat mudah lapar dan BOLEH makan sesukanya…. eh…tunggu dulu. Yang ada jangan-jangan kejadian seperti saya saat menyusui anak pertama.

 

  1. Cek Persepsi

Banyak hal yang diyakini seputar hamil-melahirkan-menyusui. Celakanya, banyak juga diantaranya yang sekadar dilontarkan lalu dipercaya, bukan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggung jawabkan. Contohnya, saat hamil, sering ada yang bilang: β€œmakan yang banyak, kamu makan buat dua orang lo!”

Serius nih, kita makan buat dua orang?

Eh, iya sih. Benar juga buat dua orang. Tapi orang yang satu lagi, sungguh mungil. Masa iya dia butuh nasi sebakul?

 

Saran saya, selalu kaji terlebih dahulu hal-hal yang sering disarankan orang pada Anda. Cek juga apa yang menjadi persepsi Anda sehubungan dengan pola makan. Jangan-jangan, ada hal yang merugikan yang ternyata sedang Anda pegang teguh. Saya pernah mengalami ini, dulu. Anda jangan, ya. Untuk itulah saya menuliskan blogpost ini.

 

  1. Bergerak Itu Penting

Anda memang TIDAK boleh langsung jejingkrakan zumba begitu selesai lahiran. Wkwkwk….jebol…jebol…. Tapi, ada baaaaanyak cara yang bisa dilakukan untuk sesegera mungkin meraih kesempatan Anda untuk segera bugar dan langsing. Cari saja bukunya. Saya sendiri melakukan beberapa gerakan senam nifas beberapa saat setelah saya melahirkan. Dan itu sangat membantu. Mendapatkan kebugaran segera setelah bersalin, telah mendorong saya untuk banyak berbegerak sesudahnya. Ada perasaan positif, rasa sehat dan fit tanpa kekhawatiran hal-hal buruk. Segera setelah melahirkan anak kedua, saya sudah dapat mengenakan skinny jeans yang saya kenakan sebelum masa kehamilan. Jangan segan berkonsultasi pada dokter atau bidan, ya.

 

Oh ya, senam hamil juga enggak kalah pentingnya. Kalau tak salah SpOG saya membolehkan saya mulai senam hamil setelah kandungan 4-5 bulan. Nah, bagi saya senam hamil ini bikin kita fit dan menjalani pemulihan yang cepat pasca melahirkan. Ini akan mempermudah kita segera aktif nanti pasca bersalin. Kitanya enggak kelamaan mager.

 

  1. Kesehatan Anda dan Bayi Tetap Utama

Pada akhirnya, saya tetap menyarankan focus pada dua hal ini. Ada ukuran-ukuran yang diberikan para professional, tentang berapa banyak Anda boleh menurunkan berat badan. Ada yang mengatakan sekitar 0,6 kilogram per minggu, ada pula yang mengatakan sekilo turun perminggunya masih amanlah. Mana yang Anda pegang? Tanyakan dengan jujur pada tubuh Anda sendiri dan cek kondisi bayi Anda juga.

 

  1. Patokannya: Makan Sehat Saja!

Mungkin ini akan lebih mudah bagi Anda. Jadikan pola makan sehat sebagai acuan, daripada Anda repot mengawasi sudah berapa banyak BB Anda turun? Jangan sampai kelaparan, jangan juga terlampau kekenyangan, fokus saja pada pola makan sehat. Klasik ini mah! Banyak buah, banyak sayur, cukup air putih dan utamakan bahan makanan segar disbanding yang pabrikan. Kalau lapar, ya makan. Kenyang, berhenti. Iya, sesederhana itu saja, cara langsing pasca melahirkan. Jika Anda masih khawatir terlampau banyak makan, pastikan makan dengan kunyahan yang paripurna. Duduk tertib, kunyah perlahan hingga halus. Percayalah, tubuh Anda sudah dibekali kemampuan untuk mengenali kebutuhannya.

Akhirnya, ada yang jauh lebih penting untuk Anda nikmati: detik demi detik mengasuh si baby pendatang baru di pelukan Anda. Makan sehat itu penting. BB ideal juga penting. Tapi jangan sampai itu semua membuat perhatian teralih dari menikmati luar biasanya pengalaman menjadi Ibu.

 

Salam Sayang.

4 comments

  1. Reyne Raea says:

    Kikikikikkkk ngakak baca yang bagian menyusui sambil minum atau makan.
    Lah ini saya juga komen sambil nyusuin sambil ngemil kacang πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Btw thanks sharenya ya mba, bermanfaat banget dan pas juga saya baru aja lahiran dannn..
    Merasa gemuk πŸ˜‚πŸ˜‚

    Sebenarnya sih gak gemuk2 banget.
    Orang sebelum hamil BB saya 69 πŸ™ˆπŸ™ˆ
    Syukurlah pas lahiran kemaren BB cuman 72 (naik 3kg doang hahahaa)

    *semacam mau salim ama hyperemesis πŸ˜‚πŸ˜‚

    Kalau saya setiap abis lahiran badan langsung turun drastis.
    Abisnya capeeekkk ngurus bayi sendiri.
    Mau huhuhu nangis, tapi bersyukur juga.

    Sekarang 4 bulan pasca melahirkan BB naik lagi gegara suami terlalu rajin beliin jajan huhuhu.

Leave a Reply