vaksin untuk dewasa

7 Jenis Vaksin untuk Dewasa: Yuk, Kenali Jenis, Manfaat, Serta Efek Sampingnya, Agar Tepat Memanfaatkan

Share

Siang tadi saya coba bertanya kepada teman-teman saya di Facebook. Seperti ini pertanyaannya.

Survei Santuy. Vaksin untuk orang dewasa. Apa aja dan apa tanggapan teman-teman? Jenis vaksin apa yang pernah dilakukan?

Jawaban terbanyak itu sekitar vaksin TT sebelum menikah dan semasa bumil, juga vaksin meningitis sebelum pergi haji atau umrah. Ya, mungkin sebagian dari kita sangat fasih vaksin pada bayi dan anak-anak, sedangkan untuk dewasa memang belum terlalu banyak dibicarakan apalagi dilakukan sebagaimana vaksin pada anak-anak.


Meski bukan satu-satunya cara sehat dan cegah penyakit, tak ada salahnya mengetahui jenis-jenis vaksin untuk orang dewasa. Siapa tahu kelak kita membutuhkannya. Ini saya tulisakan untuk teman-teman ya.

Vaksin Influenza

Influenza, mungkin ini salah satu jenis penyakit yang amat populer di kalangan masyarakat kita ya. Bahkan mungkin saking umumnya, kadang orang mengabaikan saja saat terkena penyakit ini. Eh tapi di lain tempat, lain masyarakat, justru penyakit ini ramai-ramai sudah dicegah dengan vaksin.

Belakangan, teman-teman saya sudah mulai banyak yang melakukan vaksin ini. Terutama mereka yang berada di perkotaan. Jadi tampaknya, kalau melihat trend, pencegahan influenza dengan cara vaksin ini sudah mulai dilakukan.

Ternyata teman-teman, tidak semua orang dianjurkan untuk mendapatkan vaksin ini. Kelompok yang kurang dianjurkan misalnya nih, bayi di bawah 6 bulan, orang sakit. Orang dengan alergi terhadap komponen vaksin dan mereka yang menderita GBS alias Guillain Barre Syndrome, disarankan berkonsultasi dahulu ke dokter sebelum memutuskan untuk mendapatkan vaksin ini.

Nah, bagi teman-teman yang berencana melakukan vaksin influenza, ada baiknya nih diketahu juga efek samping pasca vaksin. Supaya, andai terjadi, teman-teman tidak perlu panic ya. Beberapa efek samping yang terkadang ditemui adalah demam, sakit kepala dan nyeri otot, badan lesu. Ada pula efek samping yang terbilang langka misalnya demam tinggi, anafilaksis, hingga reaksi alergi.

Vaksin Pneumonia

Beberapa waktu lalu sebelum pandemi, saya pernah menghadiri sebuah acara sosialisasi tentang pneumonia. Ternyata teman-teman, penyakit ini menjadi ancaman cukup serius juga lo di Negara kita ini.


Dilansir dari sains.kompas.com, pneumonia atau radang paru termasuk dalam 10 besar penyakit rawat inap di Indonesia. Duh, kalau 10 besar juara kelas mah asyik ya? Tapi kalau 10 besar penyakit, jangan deh. Bahkan di rentang 2015-2018 kasus pneumonia yang terkonfimasi pada anak-anak dibawah 5 tahun meningkat sekitar 500.000 per tahun.

Silakan teman-teman baca liputannya ya: Aksi Melawan Pneumonia


Nah, vaksin pencegahan terhadap pneumonia untuk orang dewasa disebut PPSV23 atau pneumococcal polysaccharide vaccine. Angka pada bagian akhir nama PPSV23 menjelaskan bahwa vaksin ini dapat memberikan perlindungan terhadap 23 strain bakteri pneumokokus.

Lantas siapa yang memerlukan jenis vaksin ini? Paa umumnya ada beberapa kelompok yang dianjurkan mendapatkannya misalnya nih, lansia yang berusia di atas 65 tahun. Lalu mereka yang berusia di atas 2 tahun dan pengidap gangguan jantung atau paru kronis, diabetes mellitus, penyakit hati kronis, alkoholisme, kebocoran cairan tulang belakang, kardiomiopati, bronkitis kronis, dsb. Mereka yang mengidap disfungsi limpa (seperti penyakit sel sabit) atau kurang fungsi limpa (asplenia), leukemia, multiple myeloma, gagal ginjal, transplantasi organ, atau kondisi imunosupresif, termasuk infeksi HIV.

Soal efek samping, jenis vaksin ini dikabarkan jarang menimbulkan efek samping. Namun ada kemungkinan efek samping seperti sakit kepala, sakit otot. Dan jika ada reaksi alergi pasca vaksin, sebaiknya segera menemui dokter.

Hepatitis A dan Hepatitis B

Hepatitis tampaknya juga menjadi penyakit menular yang sering terjadi, ya. Hepatitis A adalah salah satu penyakit infeksi pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis tipe A (HAV). Vaksin hepatitis A diberikan untuk mencegah infeksi akibat virus HAV di atas. Namun demikian, ada juga beberapa kelompok yang tidak disarankan untuk melakukan vaksin ini misalnya pada kondisi alergi berat, sakit parah dan ibu hamil.

Jenis vaksin yang paling umum tersedia di Indonesia adalah vaksin yang hanya untuk hepatitis A atau vaksin kombinasi hepatitis A dan B. Untuk mengetahui jenis mana yang paling dibutuhkan, tentunya perlu berkonsultasi dengan dokter, ya teman-teman.

Vaksin HPV

vaksin untuk kanker serviks
Cegah Kanker Serviks

Teman-teman sesama perempuan yang perhatian terhadap jenis-jenis penyakit yang banyak dialami kaumnya, pasti kenal yang satu ini. Ya, Human Papiloma Virus yang disebut-sebut sebagai biang nya kanker serviks, salah satu penyebab kematian tertinggi di kalangan peremuan. Nah, si Vaksin HPV disebut sebagai salah satu upaya untuk mencegah jenis kanker ini.

Sama seperti beberapa jenis vaksin lain, vaksin ini juga memiliki efek samping. Namun dari sumber yang saya baca, sifatnya ringan dan sementara saja, seperti pembengkakan, kemerahan, dan rasa nyeri pada bagian bekas suntikan. Ada juga keluhan sakit kepala setelah pemberian vaksin.

Vaksin HPV dapat pula menimbulkan efek samping seperti mual, demam, bahkan rasa sakit pada area lengan dan kaki, juga ruam kemerahan yang menimbulkan gatal. Namun, hal tersebut jarang terjadi.

Tetanus, Difteri, dan Pertusis

Eh ternyata saya salah. Tadinya saya kira vaksin tetanus hanya buat calon pengantin dan bumil, juga anak-anak. Seperti halnya yang diketahui banyak teman-teman saya. Ternyata vaksin ini uga disarankan diberikan rutin kepada orang dewasa untuk mencegah infeksi bakter Clostridium tetani yang menghasilkan racun. Dalam pemberiannya, vaksin tetanus dikombinasikan dengan pencegahan untuk penyakit lain misalnya nih Vaksin Tetanus, Diphtheria, dan Polio atau Td/IPV.

Vaksin cacar

vaksin cacar untuk dewasa
vaksin cacar

Orang dewasa juga ternyata perlu mendapat vaksin ini. Efektivitasnya mencegah penyakit cacar mencapai 85 persen. Bisa saja tetap sakit meski sudah divaksin. Namun menurut banyak sumber, akan menjadi lebih ringan sakitnya.

Orang dewasa dengan risiko tinggi tertular cacar, dianjurkan untuk melakukan vaksin ini. Siapa mereka? Misalnya saja pengasuh anak, guru, tenaga medis, dan lainnya.

Measles, Mumps, dan Rubella (MMR)

Vaksinlah campak, agar nanti kamu tidak mudah dicampakkan! Wkwkwk. Sa ae. Begitu kata-kata yang banyak beredar. Vaksin MMR sebenarnya untuk mencegah penyakit measles atau campak, mumps atau gondong, dan rubella atau campak Jerman .

Nah, meskipun vaksin ini sering diberikan pada anak-anak, sebenarnya ada kelompok orang dewasa yang juga disarankan mendapatkan. Misalnya mereka yang berencana hamil, atau orang yang tinggl di daerah di mana kasus penyakit tersebit tinggi.

Info Lengkap tentang Vaksin di Halodoc

Mbak Wid kok fasih amat ngomongin vaksin? Eh, enggak juga. Ini juga saya lagi belajar lo. Belajar dari buka-buka laman Halodoc. Coba deh cek di sana.

sebenarnya Halodoc bukan cuma soal Vaksin ya. Laman ini dikenal sebagai salah satu Solusi Kesehatan terlengkap di Indonesia. Mulai dari chat dokter, kunjungi rumah sakit, beli obat, cek lab dan update informasi seputar kesehatan, semua bisa di Halodoc! Ya termasuk all about vaksin.

Kita bisa dapat banyak info Vaksin di sana. Mulai dari jenis vaksin dan konsul dokter soal vaksin untuk orang dewasa maupun anak-anak. Di mana kita bisa mendapat layanan vaksin, juga intip deh di Halodoc. Misalnya nih, saya mau nyari info untuk teman saya di Bandung, tinggal ketik saja vaksin bandung, udah dapat deh!

Nah, kalau info di sini kurang lenkap dan teman-teman masih haus info soal vaksin, langsung deh buka-buka Halodoc, ya. Banyak banget jalan menuju sehat dan cegah sakit. Nah, vaksin salah satunya.

Referensi: Halodoc

Gambar : Halodoc

Featured Image: Pixabay

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!