kuliner sehat di jakarta dengan traveloka eats

Tetap Segar dan Fit Walau Sibuk Berkat Kuliner Sehat dengan Treats by Traveloka Eat

Ketika saya bepergian untuk urusan pekerjaan, hampir dapat dipastikan bahwa saya akan sangat sibuk selama perjalanan. Biasanya, bepergian selain membawa agenda kerja, juga disisipi agenda liburan dan silaturahmi keluarga. Sekalian! Ya konsekuensinya saya harus tahu menjaga agar tubuh tetap bugar dan fit walau skedulnya padat. Salah satunya dengan pola makan. Walau sedang dalam perjalanan, yang...
pangan dari hutan

Menyesap Manfaat Sehat Manisnya Madu Hutan Kawasan Ijen Bondowoso

Pada puncak kemarau tahun lalu, beberapa kawasan hutan di sekitar Pegunungan Ijen mengalami kebakaran parah. Bahkan bukan hanya di sekitar kawah Ijen. Kawasan Raung tak jauh dari Ijen juga mengalaminya. Saya memikirkan banyak hal. Mau tak mau hal buruk, mengingat luar biasanya peranan hutan dalam menyangga kehidupan juga luasan area yang terbakar bukan hanya sedikit (mencapai 500 hektar)....

Bahagia Bersama AirAsia, Menempuh Perjalanan International Conference Pertama di Malaysia

“Widya, pemenuhan syarat lulusnya nanti ikut conference saja, ya. Ini bakalan ada IPCB* di Malaysia Agustus nanti” Prof. YT, Dosen Pembimbing yang saya hormati itu berkata sambil asyik mengoreksi kertas berisi draft tesis saya. Di Department kami memang berlaku syarat kelulusan yang bisa dipilih salah satu yakni melakukan paparan di International Conference atau melakukan publikasi jurnal...

BULIKE: Dari Rumah, Menuju Masyarakat Berbudaya Literasi

Share

Ketika mengunjungi Kampoeng Batja, sebuah tempat hangat penuh buku dan kegembiraan di salah satu gang sempit di Jember, saya dan suami berbincang hangat dengan Bapak Iman Suligi. Pendiri Kampoeng Batja yang di kalangan pegiat literasi akrab dipanggil ‘Kung’ ini sempat mengungkapkan pada kami, kurang lebih begini: Literasi masyarakat kita masih rendah. Kemampuan membaca apalagi memahami juga masih memprihatinkan. Bahkan di media sosial tak jarang terjadi ketegangan gara-gara tak paham dengan apa yang ditulis. Memahami lelucon terkadang justru dipahami secara serius, sehingga menimbulkan salah tafsir yang berujung masalah.

kampoeng batja
Bersama anak-anak berkunjung ke Kampoeng Batja di Kabupaten Jember

Saya dan suami setuju dengan yang dikatakan beliau. Apalagi juga diperparah dengan etika berinternet yang masih sama memprihatinkannya. Ribut-ribut karena hal yang sebenarnya tak penting atau hanya sekadar salah paham, kini menjadi hal yang sering terjadi. Sepulang kami dari sana, kami berdua (saya dan suami) terlibat banyak diskusi asyik tentang literasi. Sebagian kecil saya tulis di sini.

Apakah Sebenarnya Literasi itu?

Literasi tak hanya soal baca dan tulis. Jauh lebih luas dari itu. Bagaikan sebuah paket, literasi adalah seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Istilah literasi atau literatus, dalam bahasa Latin yang mengandung makna, orang yang belajar. Jadi memang tak sekadan membaca dan menulis. Akan tetapi juga mengandung kemampuan untuk memahami bacaan, menganalisis dan memanfaatkannya.

Pengertian literasi memang tak terhenti di aktivitas baca dan tulis saja, namu jauh lebih luas. Walau demikian, kemampuan membaca dan menulis adalah hal yang sangat mendasar.

Benarkah Literasi Kita Rendah?

Kita sering disuguhi data literasi yang memprihatinkan. Meski demikian, menurut saya, tak lantas seluruh data kita telan bulat-bulat. Menurut penelitian Perpustakaan Nasional tahun 2017, orang-orang Indonesia rata-rata hanya membaca buku 3-4 kali per minggu, dengan durasi 30-59 menit (nasional.kompas.com).

Tapi benarkan tingkat literasi kita rendah? Saya mengamati di lingkungan terdekat saya. Beberapa tahun lalu, saat anak-anak kami masih kecil, ada seorang anak tetangga yang kerap bermain di rumah kami. Sangat betah bermain karena dia juga asyik sekali membaca buku-buku milik anak kami. Karena amat sulit diminta pulang, walau hari telah senja, saya merayunya. “Ayo pulang dulu, Nak. Bukunya besok bisa dibaca lagi. Atau, minta Mama membelikan, ya”.

Diluar dugaan, bocah cilik itu menjawab, “Mamaku enggak bakalan mau belikan, Tante”. Hari-hari selanjutnya memang saya amati, membelikan buku bacaan bukan sebuah budaya di masyarakat sekitar kami. Padahal kami tinggal di sebuah perumahan yang penghuninya terhitung cukup mampu. Sebagian besar ASN, berpendidikan setidaknya sarjana.

Ini hanya secuplik fakta. Hasil perbincangan dengan beberapa tetangga selanjutnya menyadarkan saya, bahwa kebiasaan membeli buku belum terbentuk. Keluarga yang memiliki anggaran untuk membeli buku, seperti kami, dipandang sebagai keluarga kaya. Cukup memprihatinkan juga. Ini masih di puau Jawa, bukan tempat terpencil. Bagaimana dengan lokasi-lokasi yang secara geografis lebih sulit dijangkau? Tanpa melihat data lain versi berbagai lembaga internasional, saya bisa merasakan. Literasi kita tidak sedang baik-baik saja.

Share
vivobook ultra

ASUS VivoBook Ultra A412DA Untuk yang Suka Berpetualang, Penelitian di Lapangan, dan Aktivitas di Luar Rumah Lainnya

Arundaya Taufiq: 24 Juni 2019 Hari Pertama Pencarian… Lebih dari seratus relawan yang datang dari Bondowoso dan sekitarnya, terlibat dalam pencarian tersebut. Walau telah berkali-kali menjejakkan kaki di beberapa gunung di Jawa, ini adalah keterlibatan saya yang pertama kali terkait pencarian orang hilang. Sebagian besar dari kami belum mengenal medan. Kami bergabung hanya bermodal rasa...
Kerja sampingan bermodalkan internet, peluang melimpah

Kerja Sampingan Bermodalkan Internet : Peluang Melimpah Ruah, Modal Minimalis!

Bondowoso adalah kota dimana Anda dapat menemukan hutan-hutan pinus dan jati hanya dalam waktu 15 menit berkendara dari pusat kota. Kota kecil saya dijuluki kota pensiunan bahkan kota mati, sebutan yang kadang bikin keki para petinggi kota ini. Saya tinggal di sini sudah sejak awal tahun 2003, ketika tugas sebagai PNS menempatkan saya di sini. Inilah kota yang awalnya memaksa saya menekuni usaha...
revolusi industri 4.0

Melongok Limpahan Peluang Bisnis Bidang Internet Marketing Di Era Revolusi Industri 4.0

Digantikan mesin, 50 ribu karyawan bank kena PHK. Bagaimana perasaan kita membaca ini?Prihatin, itu pasti, ya. Tapi zaman terus berubah. Pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 50 ribu karyawan bank di Indonesia sebagai dampak akumulasi berbagai faktor, termasuk disrupsi teknologi dan kebutuhan efisiensi dimana pekerjaan manusia bisa digantikan dengan mesin adalah salah satu dampak dari, apa...

Kampung Berseri Astra Keputih Surabaya, Tak Lelah Gapai Asa untuk Lingkungan Lebih Baik

Siang yang terik, taksi online yang membawa kami perlahan menepi dan berhenti di dekat Taman Harmoni. “Ada acara tampaknya, Mbak. Kita nggak bisa lanjut”.“Baiklah, kami turun di sini aja, Pak”. Saya bersama Ervin, sahabat saya yang dosen ITS melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Udara panas menyengat. Ah, kami seperti bernostalgia. Sekitar tahun 1997 atau 1998 kelompok kami pernah...
cegah stunting

Saya, Stunting, dan The Hidden Paradise

Tugas kehidupan membawa saya kembali ke tempat ini lebih dari lima belas tahun yang lalu. Sepotong serpihan surga yang terserak atau... entah siapa yang pertama kalinya memanggil tempat sejuk ini sebagai The Hidden Paradise. Nyatanya keindahan yang dipuji-puji sedemikian rupa ini tak mampu menghibur saya pada suatu masa. Ya... masa saya sempat mengalami tanda-tanda frustasi berada di sini....
sehat

Meraih Mimpi di Usia Matang dengan #AksiSehatCeria

Mimpi adalah energi ... (kata sebuah iklan pada suatu masa) Siap bilang impian cuma milik anak-anak, remaja atau anak muda. Bagi saya impianlah yang memberi tenaga lebih pada hidup ini. Saat berhenti bermimpi, maka rasanya sama dengan berhenti bergerak. Berhenti bergerak, sama dengan mati sebelum kematian yang sebenarnya. Saya baru saja mencoret satu hal dari daftar mimpi, artinya, untuk poin...
error: Content is protected !!