Memaksimalkan teknologi informasi di tengah pandemi

Memaksimalkan Teknologi Informasi untuk Terus Berkarya dan Menciptakan Peluang Bisnis di Tengah Pandemi Covid-19

Di tengah pandemi Corona ada hal yang semula membingungkan saya yaitu banyaknya tawaran review produk untuk dituliskan di blog saya, www.widyantiyuliandari.com ataupun di-post-kan di kanal media sosial baik instagram , facebook maupun di twitter . Mengapa saya bingung ? Alasannya adalah di situasi pandemi covid-19 ini banyak kegiatan instansi dan perusahaan yang berhenti. Tidak ada kopdar atau...
vivobook s14

ASUS VivoBook S14 S433FL Laptop Tipis Berkinerja Mumpuni dengan Warna Atraktif yang Mengekspresikan Kepribadianmu

Warna bukanlah sekadar asesoris saja. Warna memiliki arti yang mewakili kondisi emosi, karakter dan kepribadian. Warna menunjukkan siapa diri kita. Wassily Wassilyevich Kandinsky seorang pelukis sekaligus teoretikus seni mengatakan “ Color is a power which directly influences the soul “. Warna adalah kekuatan yang secara langsung mempengaruhi jiwa kita. Hampir mirip dengan ini, pelukis dunia...
berbagi kebaikan

Menebar Kebaikan : Menjadi Lilin untuk Menyalakan Jutaan Lilin Kebaikan Lainnya di Sekitar Kita

Apa Kabar? Tidak ada yang kebetulan, dan tidak mungkin juga tiba-tiba tanpa sebab saya terdorong mengontaknya. Dia teman baru, belum lama kenal. Kami baru terhubung di media sosial untuk keperluan pekerjaan. Tapi, saat itu saya tiba-tiba ingin bertanya, “ Apa kabarmu? ” saya bahkan setengah mendesak, meminta jawaban jujur. Bagaimana kondisimu di tengah situasi sulit begini. "Sebenarnya,...
avana social commerce

Ternyata Manusia Zaman Now Itu Suka Belanja Online! Yuk Layani Kebutuhan Mereka dengan Membuka Toko Online di Avana Social Commerce

Bukan monopoli masyarakat di perkotaan saja lo, kebiasaan belanja online telah merambah hingga ke pedesaan. Asal masih ada babang kurir yang mengantar, hayuklah kita shopping online. Saya enggak sedang mengarang, karena saya juga tinggal di kota kecil, dan sering belanja online. Kadang ada kesempatan selo untuk sekadar berbincang dengan babang kurir, atau saat akan mengirim barang, informasi...
cara mengatasi stress

Tegang Akibat Beban Pekerjaan dan Kondisi Kurang Menguntungkan? Jangan Galau, Yuk Coba Mindful Bathing, Cara Menghilangkan Stress Sambil Mandi Parfum

Bagi saya, banyak kondisi akhir-akhir ini rentan memicu stress. Salah satunya pandemi Covid 19. Apalagi saat ini saya juga sedang sibuk banget. Anak juga belajar di rumah, berarti tugas saya jadi bertambah. Sementara deretan deadline sudah antre dengan padatnya. Well, tidak perlu dikeluhkan. Mari cegah saja agar jangan sampai stress. Makanya kali ini saya akan berbagi bagaimana sih, cara...
kuliner sehat di jakarta dengan traveloka eats

Tetap Segar dan Fit Walau Sibuk Berkat Kuliner Sehat dengan Treats by Traveloka Eat

Ketika saya bepergian untuk urusan pekerjaan, hampir dapat dipastikan bahwa saya akan sangat sibuk selama perjalanan. Biasanya, bepergian selain membawa agenda kerja, juga disisipi agenda liburan dan silaturahmi keluarga. Sekalian! Ya konsekuensinya saya harus tahu menjaga agar tubuh tetap bugar dan fit walau skedulnya padat. Salah satunya dengan pola makan. Walau sedang dalam perjalanan, yang...
pangan dari hutan

Menyesap Manfaat Sehat Manisnya Madu Hutan Kawasan Ijen Bondowoso

Pada puncak kemarau tahun lalu, beberapa kawasan hutan di sekitar Pegunungan Ijen mengalami kebakaran parah. Bahkan bukan hanya di sekitar kawah Ijen. Kawasan Raung tak jauh dari Ijen juga mengalaminya. Saya memikirkan banyak hal. Mau tak mau hal buruk, mengingat luar biasanya peranan hutan dalam menyangga kehidupan juga luasan area yang terbakar bukan hanya sedikit (mencapai 500 hektar)....

Bahagia Bersama AirAsia, Menempuh Perjalanan International Conference Pertama di Malaysia

“Widya, pemenuhan syarat lulusnya nanti ikut conference saja, ya. Ini bakalan ada IPCB* di Malaysia Agustus nanti” Prof. YT, Dosen Pembimbing yang saya hormati itu berkata sambil asyik mengoreksi kertas berisi draft tesis saya. Di Department kami memang berlaku syarat kelulusan yang bisa dipilih salah satu yakni melakukan paparan di International Conference atau melakukan publikasi jurnal...

BULIKE: Dari Rumah, Menuju Masyarakat Berbudaya Literasi

Share

Ketika mengunjungi Kampoeng Batja, sebuah tempat hangat penuh buku dan kegembiraan di salah satu gang sempit di Jember, saya dan suami berbincang hangat dengan Bapak Iman Suligi. Pendiri Kampoeng Batja yang di kalangan pegiat literasi akrab dipanggil ‘Kung’ ini sempat mengungkapkan pada kami, kurang lebih begini: Literasi masyarakat kita masih rendah. Kemampuan membaca apalagi memahami juga masih memprihatinkan. Bahkan di media sosial tak jarang terjadi ketegangan gara-gara tak paham dengan apa yang ditulis. Memahami lelucon terkadang justru dipahami secara serius, sehingga menimbulkan salah tafsir yang berujung masalah.

kampoeng batja
Bersama anak-anak berkunjung ke Kampoeng Batja di Kabupaten Jember

Saya dan suami setuju dengan yang dikatakan beliau. Apalagi juga diperparah dengan etika berinternet yang masih sama memprihatinkannya. Ribut-ribut karena hal yang sebenarnya tak penting atau hanya sekadar salah paham, kini menjadi hal yang sering terjadi. Sepulang kami dari sana, kami berdua (saya dan suami) terlibat banyak diskusi asyik tentang literasi. Sebagian kecil saya tulis di sini.

Apakah Sebenarnya Literasi itu?

Literasi tak hanya soal baca dan tulis. Jauh lebih luas dari itu. Bagaikan sebuah paket, literasi adalah seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Istilah literasi atau literatus, dalam bahasa Latin yang mengandung makna, orang yang belajar. Jadi memang tak sekadan membaca dan menulis. Akan tetapi juga mengandung kemampuan untuk memahami bacaan, menganalisis dan memanfaatkannya.

Pengertian literasi memang tak terhenti di aktivitas baca dan tulis saja, namu jauh lebih luas. Walau demikian, kemampuan membaca dan menulis adalah hal yang sangat mendasar.

Benarkah Literasi Kita Rendah?

Kita sering disuguhi data literasi yang memprihatinkan. Meski demikian, menurut saya, tak lantas seluruh data kita telan bulat-bulat. Menurut penelitian Perpustakaan Nasional tahun 2017, orang-orang Indonesia rata-rata hanya membaca buku 3-4 kali per minggu, dengan durasi 30-59 menit (nasional.kompas.com).

Tapi benarkan tingkat literasi kita rendah? Saya mengamati di lingkungan terdekat saya. Beberapa tahun lalu, saat anak-anak kami masih kecil, ada seorang anak tetangga yang kerap bermain di rumah kami. Sangat betah bermain karena dia juga asyik sekali membaca buku-buku milik anak kami. Karena amat sulit diminta pulang, walau hari telah senja, saya merayunya. “Ayo pulang dulu, Nak. Bukunya besok bisa dibaca lagi. Atau, minta Mama membelikan, ya”.

Diluar dugaan, bocah cilik itu menjawab, “Mamaku enggak bakalan mau belikan, Tante”. Hari-hari selanjutnya memang saya amati, membelikan buku bacaan bukan sebuah budaya di masyarakat sekitar kami. Padahal kami tinggal di sebuah perumahan yang penghuninya terhitung cukup mampu. Sebagian besar ASN, berpendidikan setidaknya sarjana.

Ini hanya secuplik fakta. Hasil perbincangan dengan beberapa tetangga selanjutnya menyadarkan saya, bahwa kebiasaan membeli buku belum terbentuk. Keluarga yang memiliki anggaran untuk membeli buku, seperti kami, dipandang sebagai keluarga kaya. Cukup memprihatinkan juga. Ini masih di puau Jawa, bukan tempat terpencil. Bagaimana dengan lokasi-lokasi yang secara geografis lebih sulit dijangkau? Tanpa melihat data lain versi berbagai lembaga internasional, saya bisa merasakan. Literasi kita tidak sedang baik-baik saja.

Share
vivobook ultra

ASUS VivoBook Ultra A412DA Untuk yang Suka Berpetualang, Penelitian di Lapangan, dan Aktivitas di Luar Rumah Lainnya

Arundaya Taufiq: 24 Juni 2019 Hari Pertama Pencarian… Lebih dari seratus relawan yang datang dari Bondowoso dan sekitarnya, terlibat dalam pencarian tersebut. Walau telah berkali-kali menjejakkan kaki di beberapa gunung di Jawa, ini adalah keterlibatan saya yang pertama kali terkait pencarian orang hilang. Sebagian besar dari kami belum mengenal medan. Kami bergabung hanya bermodal rasa...
error: Content is protected !!