Site Loader

LOCATION

www.facebook.com/wyuliandari ; www.instagram.com/widyanti_yuliandari ; https://twitter.com/widyanti_y
cara memilih pola makan sehat
Share

Sudah menjadi kebiasaan, setiap muncul trend pola makan sehat baru, saya mendapat pertanyaan dari teman-teman, tentang pola makan tersebut. Pola makan sehat mana yang lebih baik, pola makan X atau Food Combining? Ya, mungkin karena banyak teman yang tahu bahwa saya sudah lama melakukan food combining, makanya kemudian dijadikan perbandingan. Nah, maka sebelum terlanjur “repot” menjawab satu persatu, sebaiknya saya tulis saja dulu tentang pola makan yang saat ini hits banget saat ini. Iya, yang suka main IG pasti sebagian besar udah tahu JSR alias jurus sehat rasulullah yang dipopulerkan oleh akun @zaidulakbar. Well, meski sebenarnya JSR katanya sih bukan pola makan. Mari sepakat untuk menyebutnya pola makan, saja untuk memudahkan.

Pola Makan Sehat, Bukan Soal Mana yang Terbaik

Namun sebelum saya membahas lebih lanjut, sebaiknya saya clear-kan dahulu bahwa tulisan ini sama sekali bukan untuk mencari mana lebih benar? Atau mana lebih baik? Karena saya rasa perbandingan tersebut kurang bijak. Karena memilih pola makan, sama kaya milih jodoh. Wkwkwk. Buat saya udah oke, eh … ternyata buat teman-teman masih kurang kaya, kurang baik, kurang mancung, kurang putih, endebrei … endebrei. Jadi tulisan ini, sifatnya lebih sebagai share pengalaman saja. Dan sebenarnya sifatnya global saja.Jangan dikira saya sudah mentok di Food Combining. Meski saya sudah hampir 10 tahun FC, saya tidak menutup mata, kok, terhadap kemunculan pola makan-pola makan baru. Ilmu itu dinamis, selalu berkembang. Biasanya tetap saya pelajari, ambil yang cocok tinggalkan yang menurut saya tidak logis atau tidak cocok.

Cara Memilih Pola Makan Sehat

Pola makan itu udah kaya model baju aja, datang dan pergi silih berganti. Food combining pernah sangat ngetren sampai sekitar sekitar 2016 an, lalu kemudian booming banget keto. Belum lagi berbagai jenis diet lainnya. Jadi bagaimana kita memilihnya? Pola makan mana yang kira-kira benar-benar sesuai untuk kita? Ini beberapa tips memilih dan menerapkan pola makan tertentu.

  1. Sebelum memutuskan, pelajari dahulu masing-masing pola makan. Sebaiknya benar-benar pastikan teman-teman sudah memahami prinsip-prinsip penting dalam pola makan tersebut, berikut tata cara pelaksanaannya. Mengapa saya menyarankan demikian? Karena selama sepuluh tahun ber-Food Combining dan sering menerima pertanyaan terkait pola makan ini, masih banyak lo, yang belum paham. Lucunya, dalam kondisi belum paham ini kemudian menerapkannya. Biasanya hanya bersenjatakan “contoh menu”. Akibatnya apa? Salah di sana-sini, lalu men-judge, “Food Combining tidak cocok untuk saya”.
  2. Pikiran terbuka, jangan lupakan logika. Banyak sekali informasi bertebaran di dunia maya. Kini siapapun bisa menjadi pewarta. Jangan asal pilih informasi. Berfikiran terbuka itu penting, namun jangan tinggalkan logika dan kemampuan memilih info terpercaya. Saya kadang sedih, ada yang baru nerapin pola makan tertentu seminggu dua minggu langsung dituliiis dan diikuti pembacanya. Gak salah, sih. Tapi yang menulis juga harus ingat tanggung jawabnya atas keselamatan pembaca, sementara pembaca? Ya jangan mau kalah smart ama hpnya.
  3. Setelah memahami, baru jalankan pelan-pelan. Maksudnya supaya tubuh tidak kaget dan adaptasinya berjalan smooth. Banyak kasus yang langsung stel kenceng, apalagi ditambah acara tegang, biasanya tidak akan mendapatkan hasil optimal. Pola makan yang sedang dicoba, akan memberikan kesan tidak cocok untuk tubuh.
  4. Lakukan dengan senang hati dan pikiran terbuka. Banyak yang percaya bahwa emosi juga mempengaruhi tubuh. Jadi misalnya masih menyimpan ketakutan bahwa pola makan tersebut membahayakan tubuh, ya jangan lakukan. Contohnya dalam food combining, paling “menakutkan” adalah jeruk nipis peras alias jeniper dan sarapan buah. Ya kalau masih parno bahwa jeniper bakalan bikin perut sakit, ya jangan dilakukan dulu. Ambil bagian lain dari pola makan tersebut yang paling bisa diterima dan bakalan enjoy dilakukan sebagai langkah awal.
  5. Kenali tubuh dan beri waktu tubuh untuk menunjukkan responnya. Enggak sabaran biasanya sih gejala umum, ya. Haha… susahnya lagi, kalau tidak mengenali betul kondisi tubuhnya.
  6. Konsisten memelihara. Nah, setelah sudah mulai beradaptasi, sebaiknya mulai mengupayakan konsistensi. Biasanya di sini juga gagalnya. Belum konsisten, lalu buru-buru menilai bahwa pola makan ini enggak pas buat tubuhnya.
  7. Waspada overclaimed. Maaf, buka meragukan, tapi menurut saya skeptis itu penting. Kenapa? Khawatirnya kita terlalu mendewakan sebuah pola baru yang lagi hype. Apalagi buat yang punya masalah kesehatan. Contoh gampil, nih: Minum ramuan ini tubuh langsung seger, racun luruh, kuman keok, dsb. Hello … kalau dengan sekali dua kali minum bener-bener langsung seperti yang diklaim, gak ada kali cerita rumah sakit selalu penuh pasien.

Nah, soal cara memilih pola makan, sampai di sini dulu ya cerita-ceritanya. gantian dong kalau teman-teman punya pengalaman soal ini, silakan diceritakan di kolom komentar. Next saya akan lanjut dengan mencoba memberikan sedikit gambaran masing-masing pola makan. Stay tuned, ya …

Salam Sehat,

Widyanti Yuliandari

Post Author: wyuliandari

Momblogger, penulis buku, pebisnis online sekaligus seorang PNS yang suka menulis. Tema-tema green, health, travelling , teknologi dan pendidikan adalah topik yang diminatinya.

38 Replies to “Tips Memilih Pola Makan Sehat yang Sesuai [Bagian 1]: Jurus Sehat Rasulullah atau Food Combining, Pilih Mana?”

  1. Jujur…2 bulan nerapin FC berat badanku naik loh mbak. Pipi kelihatan tembem dikit, nggak kelohatan kuyuuusnya. Padahal makan mah banyak, sampek dibilang aku bukanv lagi cacingan tapi anacondaen. Hehee..ditunggu lanjutannya mbak.

    1. Kalau berat idealnya memang masih belum terlampaui, FC emang bisa bikin nambah BB. Itu kalau dilakukan dengan benar. Jadi FC sebenernya fleksibel. Naikin bisa, nurunin pun bisa. Karena tubuh sehat akan mencapai bb ideal dengan sendirinya.

      1. Kutunggu catatan selanjutnya Mbak Wiiid. Ku lagi mulai tertib buat makan sehat lagi. Jeniperan, banyak sayur dan buah. Kalau malam masih suka tergoda nasi goreng, huhu. Memang butuh tekat kuat buat mengubah pola makan sehat!

        1. Kalau baca begini ati yakin banget mau memulai ikut food cobining. Tapi selalu paling lama cuma bertahan semingguan. Hahaha. Lepas tu apa aja masuk lagi dah. Wakakak

  2. Nah,yg no 7 itu jg yg selalu jadi perhatian saya tiap ada pola makan baru. Aku jg lagi memikirkan pola makan yg lagi hits itu, Mbak. Makasih udah dibahas, ditunggu kelanjutannya☺

      1. Hebat sudah 10 tahun FC. Aku cuma bertahan 1 tahun mbak. Apalagi pas sering harus ngincipi makanan. Bubar jalan deh. Segala makanan masuk semua. Sempat bertahan balik rumah FC lagi. Akhirnya bablas dah. Cuma diusahain makan buah dan sayur yang porsinya lebih banyak plus no carbo kalau lagi makan protein.

  3. Hiyaa… aku malah belum pernah mraktekkin Food Combining, Mbak
    Cuman pernah baca beberapa postingan teman tentang JSR, Jeniper juga tapi belum dipraktekkan sendiri hehheee
    Makasih banyak buat sharingnya mbak

  4. Aku sempat nyoba tiap bangun tidur pagi minum jeniper. Itu kalo dicampur madu, khasiatnya berubah nggak? Suamiku dulu seringnya minum jeniper + madu dan cocok. Kalo aku tanpa madu. Perut nggak apa-apa sih, cuma kenapa gigiku rada2 ngilu hehe, udah coba pake sedotan biar ndak kena gigi, tapi susaah. Jadi sudah lama aku nggak minum jeniper lagi.

    1. Karena tidak terlalu repot mau ikut yang mana saja saya mah setuju aja. Pernah juga menerapkan dua-duanya secara tidak sengaja dalam waktu yang berbeda. Alhamdulillah badan emang berasa sehat.

  5. Yang seringnya membuat TIDAK BERHASIL memang over whelming atau over exciting ya Wid, secara gitu tubuhnya udah berpuluh tahun dimanjakan dengan makanan apa aja. Terus ujug-ujug ingin TURUN DRASTIS ATAU MUDA SEKETIKA

    hahahhaha… saya dulu termasuk orang yang begitu. Over react. sih jelas, karena merasa kecewa dengan bobot tubuh yang melejit tak terkendali. semoga dengan tamparan Widya ini saya bisa memulai kembali dengan fun. makasih yooooo

    1. Ayukkk dibikin fun Mbak Tanti. Share-share dong di sosmed, feel free to tag me. Kita bikin hore-hore lah soal hidup sehat ini. Bukan sesuatu yg keknya formal, berat dan membosankan.

      1. Kalo saya lebih cocok pakai menu gizi seimbang, karena bisa kenyang makan nasi dan lauk pauk, hehe. Pernah nyoba food combining nggak tahan saya mbak, asa hampa gitu kalo cuma makan nasi plus sayur doang 😆

        1. Haha..asa hampaaaa. Tapi baidewei…mungkin ada sedikit yang kurang pas dalam memahami FC. Boleh kok makan nasi, sayur plus lauk. Cumaaaa…lauknya yang protein nabati aja.

  6. aku rajin ikutan diet diet kekinian begini, tapi ya gituuuu… aku tidak konsisten dan ketakutan gemuk lagi, sehingga hasilnya saat diet aku jadi ga optimal, malah dibayangi takut kembali ke pola makan lama (which is bener)

    baca tulisan dirimu jadi berasa ditabok lagi …

  7. Setuju banget mba Wid, harus bijak mengikuti suatu hal dan belajar terus ya, bete juga kalau ada yang ngece-ngece suatu pola makan tanpa melihat lebih dalam, lagian kenapa juga harus nyinyir sih

  8. Menerapkan pola makan sehat dan sesuai dengan kondisi tubuh itu memang perlu konsistensi. Karena enggak hanya sekali dua kali kita makan langsung seger bugar kayak iklan di tipi-tipi. Benar banget, Mbak, kalau misal minum sesuatu langsung ada efek sembuh, bisa dipertanyakan itu. Apa benar begitu? Kadang informasi yang beredar suka overclaimed. Hihihi…

  9. Aku kurang konsisten food combining, padahal tahun 2003 udah mulai FC dan tubuh pun ideal BB nya. Tahun 2017 sempat ikut herbalife, tubuh bagus tapi sayangnya kolesterol, kalium, guldar semua jadi terlalu low. Nah, suami nggak suka, malah nyuruh sarapan lagi. Huhueee, jadi lah BB naik lagi.

    Sekarang sih udah jeniper lagi, trus sahur juga selalu makan buah aja, udah 4 tahun malah. Tapi kalo nggak puasa kok ga bisa konsisten sabu-sabu, hihiii. Kalo Dr Zaidul, aku nggak cocok yang jahe itu, suami juga, malah tensinya jadi rendah. Food combining sebenarnya yang paling cocok buat aku, tinggal konsisten aja

    1. Oh…aku baru tahu efeknya jahe. Berarti memang semua harus disesuaikan dg kondisi tubuh. Iya, Mbak kalau berpuasa kita memang cenderung disiplin. Aku pun pas ramadan relatif aman dari cheating. Mungkin dari niat yang kuat, membuat disiplin kita jadi lebih baik selama berpuasa.

      1. Ingat jaman hitsnya FC banyak teman yang ikut-ikutan, tiap hari posting menu tapi akhirnya pada bosan hehe. Kalau saya dasarnya nggak telaten ya. Pola makan ya agak berantakan. Cuma sekarang belajar rajin minum lemon peras tiap pagi. Mumpung punya pohon sendiri. Eman-eman kalau nggak digunakan.

  10. Kini semua bisa jadi pewarta.
    Jadi, berfikiran terbuka itu penting!
    Setuju, mba.

    Saat ini aku juga belum paham secara HQQ tentang food combining.
    Cuma beberapa ritual seperti minum air hangat saat bangun tidur dan menunggu 15-20 menit baru sarapan, sudah aku lakukan.

    Nah kalau yang begini, termasuk FC kah, mba?

    1. Belum, Kak. Masih amat banyak prinsip food combining yg belum teraplikasi di situ. Sila baca tulisan-tulisan di folder Food Comining, Kak. Di situ baaaanyak sekali tulisannya.

    2. Alhamdulillah nih kak aku udah Nerapin FC,, setekah baca2 banyak buku juga,, Dan ngikutin Cara Rosul juga, bneran bnget badan jadi lbih enteng Dan gak mudah sakit,, bner sih jangan parno dulu yg pnting jalankan psti terbiasa

  11. Saya pribadi nggak terlalu ngikuti trend diet. Mana yang nyama buat tubuh saya, ya saya makan. Yang penting saya menerapkan pola kesimbangan antara kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral sesuai dengan porsi dan kebutuhan tubuh 🙂

  12. Sepakat mba kalau harus meragukan yang overclaim. Sering banget emang tapi bikin ngiler juga. MIsalnya nih minum dua sendok jus, langsung turun badan sekilo. Ada loh kayak gitu mba. BAgi yang pengen cepet, akan tergiur padahal bahaya

  13. Gak pernah FC, tapi berusaha menerapkan pola makan sehat manut kata/ teori dokter gizi, kalau dewasa kudu mengandung 4: karbo, protein hewani, protein nabati, dan sayur, kalau anak tambah buah (jadi 5). Itu aja hehe. Yang penting tidak berlebihan dalam hal makan.

  14. Aku pernah melakukan food combining, dan emang efeknya terlihat sekali di aku. Begitu beberapa bulan aku iseng nih balik makan kayak biasa, perutku langsung gak enak banget. Kalau yang jurus sehat rasullah aku belum pernah coba dan kepengen sekali cobain.

  15. Setuju banget mbak, hahaha. Saya pun masih tetap memilih FC meskipun kadang pakai KSR tapi tetap yang paling sreg ya FC karena menurut saya paling fleksibel dan masuk akal (menurut saya loh). Mungkin karena saya enggak bisa menjauhi protewan hahaha. Nice share mbak wid

  16. Ahh maacih sharingnya, mak!
    Aku selalu salut sama mereka yang menjalankan ini, ku masih banyak belajar tapi masih banyak cheatingnya huahaha. Tiap hari alhamdulillah selalu diingetin sma mentemen lingkungan dokter. KOnsisten kadang yang sussah dijalankan yaa, wkkwkwkwk, sering kena semproot juga nih.
    Aku suka jeniper, tapi kalo ada yang bikinin xixiixixi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *