Site Loader

LOCATION

www.facebook.com/wyuliandari ; www.instagram.com/widyanti_yuliandari ; https://twitter.com/widyanti_y
program bayi tabung di penang
Share

Dilansir dari theasiaparent, cukup ramai juga kalangan artis di Indonesia yang menjalani program bayi tabung. Sederet nama seperti Inul Daratista, Surya Saputra bersama Cynthia Lamusu, Lula Kamal, dan masih ada beberapa nama lainnya, dikabarkan telah menjalani program bayi tabung. Bukan Cuma kalangan pesohor aja sih, saat ini sudah banyak masyarakat yang memanfaatkan teknologi ini untuk mendapatkan keturunan. Di sekitar saya aja ada beberapa kawan dari kalangan ASN yang menjalaninya. Wajar, hadirnya anak adalah salah satu kebahagiaan berumah-tangga. Enggak heran kan, jika pasangan menikah tak keberatan memperjuangkannya.

Bayi tabung itu apa sih? Mari Ketahui Dulu

Apakah teman-teman pernah seperti saya? Saat saya masih kecil, saya mengira bayi tabung itu adalah bayi yang tumbuh dan membesar dalam sebuah tabung, semacam tabung reaksi. Haha… namanya juga pikiran simple anak-anak, ya? Walau sebenarnya bayi tabung atau disebut juga vertilisasi in vitro adalah suatu proses pembuahan sel telur oleh sel sperma, di luar tubuh si perempuan. Dalam proses ini, proses ovulasi perempuan dipantau dan distimulasi lalu kemudian diambillah ovum untuk dibuahi sel sperma dalam sebuah medium cair di laboratorium.sel telur yang telah dibuahi, lantas diambil untuk dipindahkan ke rahim perempuan yang sama (atau yang lain) untuk mencapai keberhasilan kehamilan (wikipedia).

Untuk Anda yang tertarik menjalani program bayi tabung, sebaiknya ketahui beberapa hal berikut ini.

1. Kapan dan Mengapa Memutuskan Program Bayi Tabung?

Tentunya tak semua pasangan yang menginginkan momongan lantas langsung menempuh prosedur ini ya. Cara ini hanya ditempuh ketika tidak memungkinkan proses kehamilan secara alami. Menurut Ali Baziad, spesialis obstetri dan ginekologi, melalui Republika, bayi tabung baru akan dilakukan saat semua metode mendapatkan momongan sudah ditempuh.
Pasangan suami istri yang baru saja menikah beberapa bulan, menurutnya tak layak untuk menjalankan program bayi tabung. Karena menurut WHO, kesulitan punya anak adalah jika pernikahan sudah berjalan lebih dari satu tahun. Pasangan LDM juga tak bisa serta merta menyebut dirinya sulit punya momongan.

2. Faktor Penentu Keberhasilan Bayi Tabung

Ini penting banget diketahui, setidaknya bagi yang menjalani telah siap dengan berbagai kemungkinannya. Walau, tak dapat dimungkiri, dalam upaya apapun optimisme itu sungguh diperlukan. Beberapa waktu lalu, seorang kawan menjalani program bayi tabung, dan belum berhasil. Sebelumnya kawan saya yang lain mengaku berencana menjalain program bayi tabung untuk berusaha mendapatkan momongan kedua, setelah anak pertamanya pun diikhtiarkan dengan jalan ini.

Salah satu faktor penentu adalah faktor spesifik si pasien, seperti usia lalu penyebab infertilitasnya serta kondisi pisikis seperti stress. Pada kasus kawan pertama yang gagal, pasangan ini melakukan program pada usia si perempuan sekitar 40 tahun. Sedangkan kawan kedua yang berhasil, melakukannya di usia sebelum 35 tahun.

Menurut berbagai sumber yang pernah say abaca, pengalaman klinis seorang dokter, fasilitas laboratoriumnya termasuk teknik transfer embrio, juga turut mempengaruhi keberhasilan program bayi tabung. Kalau mempertimbangkan hal ini, berarti pemilihan dokter dan rumah sakit tempat dimana program akan dilakukan, juga berperan penting terhadap keberhasilannya.

3. Persiapan Sebelum Menjalani Program Bayi Tabung

Dari pengalaman orang-orang yang pernah menjalaninya, program bayi tabung itu cukup menyita energy juga biaya, jadi persiapan penting untuk dilakukan. Persiapan dana saja enggak cukup, ya. Saya rasa juga perlu dukungan orang-orang terdekat.

Persiapan fisik juga penting banget. Bahkan ada yang menyarankan, treat yourself as a pregnant women. Jadi sejak awal memulai sudah mulai menjaga pola hidup selayaknya perempuan hamil. Mulai dari pola makan yang sehat dan menghindari paparan toksin juga, hehe…termasuk toxic people juga ya?

4. Kiat Sukses Menjalani Program Bayi Tabung

Banyak sekali kiat sukses menjalani program bayi tabung yang di share di internet. Tapi poin penting yang saya catat adalah di seputaran jaga pola hidup sehat! Itu luas banget. Mulai dari jaga pola makan, cukup istirahat, menghindari stress, menghindari alcohol dan lain sebagainya.

Hal-hal tadi mengingatkan saya pada kawan yang berencana menjalai bayi tabung keduanya. Sebelum menjalani program, dia bela-belain minta mundur dari jabatan yang sedang didudukinya. Seserius itu? Iya, karena menurutnya, amanah yang waktu itu dijalaninya cukup berat. Bikin capek fisik juga psikis.

Tentang pola makan, saya ingat cerita Andra Alodita, pada saat dia menjalani program bayi tabung di Penang. Makanan yang sering dikonsumsinya ya makanan sehat, real food, dan dia pernah share saat ngemilin buah (saya lupa jenisnya) dan satu lagi adalah avokad.

5. Program Bayi Tabung di Penang

Kalau yang follow blognya Alo, pasti hapal bener yak, dimana doi menjalani program bayi tabung. Iya di Penang, seperti udah saya sebut di atas. Emang kenapa sih, berobat ke luar negeri segala? Kalau saya amati, ada berbagai alasan teman-teman berobat atau sekadar general check up di luar negeri.

Ada yang bilang, “ya sekalian jalan-jalan Mbak”. Itu mungkin pertimbangan buat yang sekadar mau medical check up kali ya. Tapi saya pernah mendengar alasan dari yang ambil program bayi tabung Penang, pertimbangan biaya yang kadang justru terasa lebih kompetitif. Selain itu, ada juga yang beralasan bahwa, sekalian ke Penang adalah supaya bisa fokus menjalani programnya, sudah enggak kepikiran pekerjaan dan lainnya seperti kalau menjalaninya di kotanya sendiri.

Keandalan dokter dan tenaga medis, salah satu daya tarik berobat ke Penang

Selain alasan di atas, saya juga mendapat info bahwa program bayi tabung di Genesis IVF Penang success ratenya mencapai 70%. Atau pilihan lain yang juga favorit pasien Indonesia yakni Loh Guan Lye Specialist Centre, tempatnya Alo menjalani bayi tabung. Alasan lain berobat ke Penang, yang saya simpulkan dari membaca tulisan di beberapa blog dan cerita orang-orang yang pernah berobat ke sana adalah, layanan dokternya.

Menjalani Program Bayi Tabung di Penang Dibantu Medisata

Ketika opsi untuk berobat ke luar negeri diambil, mungkin salah satu yang kemudian menjadi kebimbangan adalah: bagaimana milih rumah sakit di Penang, bagaimana memilih dokternya, ntar di sana nginepnya di mana? Dan printilan lainnya. Iya kan?

Nah, salah satu layanan yang bisa manfaatkan adalah yang ditawarkan oleh Medisata. Jadi, MediSata itu adalah perwakilan Rumah Sakit Malaysia dan Singapura di Indonesia”. Kita bisa nanya-nanya ke sana dulu sebelum memutuskan, dan layanan mereka 100% Bebas Biaya. Jadi menggunakan layanan Medisata enggak bikin biaya bayi tabung di Penang nanti bertambah, ya.
Lantas layanan apa saja yang bisa diberikan Medisata? Ini dia:

  1. Memberikan rekomendasi dokter
  2. Memberikan perkiraan biaya berobat
  3. Mengecek jadwal dokter
  4. Membuat appointment
  5. Mengatur jemputan bandara
  6. Booking hotel
  7. Membantu kelengkapan dokumen untuk klaim asuransi
  8. Hingga transfer uang ke rumah sakit

Berikut kontak Medisata:
Medisata Indonesia
Grand Puri Niaga, Jalan Puri Kencana, Blok K6/1N, Kembangan, Jakarta Barat, 11610
Telp. 021 58351523
Website. Medisata.com

Nah, sekian dulu cerita-cerita kali ini tentang bayi tabung. Cerita di sini yuk kalau teman-teman ada juga pengalaman berhubungan dengan program bayi tabung ini. Atau bahkan udah ada yang pernah menjalani bayi tabung di Penang? Mari cerita di sini.

Salam hangat.

Post Author: wyuliandari

Momblogger, penulis buku, pebisnis online sekaligus seorang PNS yang suka menulis. Tema-tema green, health, travelling , teknologi dan pendidikan adalah topik yang diminatinya.

7 Replies to “Makin Banyak Pasangan Pilih Program Bayi Tabung, Ini 5 Hal yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Menjalaninya”

  1. Kalau mengingat perjuangan orang lain untuk punya anak, saya jadi bersyukur ya karena mudah diberi keturunan. Bayi tabung ini biayanya ratusan juga kan ya. Terus kalau gagal lagi, sedihnya bukan main.

    1. Betul Kak. Teman saya sekitar 5 tahun lalu aja 85 juta, itu biaya programnya aja. Belum transpor n akomodasi, dll. Eh anak kedua dia juga bayi tabung. Bisa dibayangin nominalnya buat ihtiar itu. Kita sepatutnya bersyukur.

  2. mbak kalau sumber di wikipedia itu bisa di edit sih.. itu di tulisan ada yg di masukkan ke rahim ibu atau lain.. kalau ke lain sih menurutku menyalahi aturan agama. lagi pula bayi tabung di indonesia harus suami istri dan masih hidup..

    btw, kakak sepupuku juga bayi tabung, beberapa kali KET terus.. dan alhamdulillah berhasil

    1. kalau di wiki kan umum, Mbak. Jadi emang gak bisa disalahkan kali ya. Itu pengertian secara umum saja. Bukankah yang mengakses dan membaca juga belum tentu yang beragama islam atau agama yg menganggapnya terlarang? Iya kan. Tapi kalau mau melengkapi setahuku bisa. Mbak bisa menulisnya di sana.

    1. Wah…Mbakkkk. Semoga ananda menjadi penyejuk pandang orang tuanya ya Mbak. Dua teman yang kuceritain ini di Surabaya. Yang 1 gagal. Rasanya aku mau ikut nangis. Hiks…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *