Site Loader

LOCATION

www.facebook.com/wyuliandari ; www.instagram.com/widyanti_yuliandari ; https://twitter.com/widyanti_y
peluang menulis
Share

Ada apa memangnya dengan gawai yang sangat ringkas, atau kita sebut saja ultraportable? Kalau ini diluncurkan 5 tahun lalu, mungkin saya tak terlalu tertarik. Bagi saya masa itu, gawai yang penting bisa ngebut, andal berperforma. Mau bodi segede bantal juga oke ajah. Lha wong saya kerjanya di rumah atau di kantor. Kerjaan juga enggak banyak-banyak amat.

Baca Juga: Menanti Kehadiran ZenBook Baru, Powerfull dan Ultraportable

Tapi, setahun dua tahun ini kriteria tentang gawai ideal bagi saya sudah mulai bergeser. Makin banyak berperjalanan dan bertambahnya usia membuat saya makin aware dengan berapa kilogram barang bawaan saya. Konsultasi dengan seorang expert kemarin menghasilkan kesimpulan, pol-polan-nya nih, barang bawaan yang bisa saya bawa di backpack maksimal hanya 5 kilogram. Itupun berat maksimal dan diharapkan tak sampai segitu lah yang saya bawa. Ini kenapa, gawai ringkas dan enteng menjadi cukup penting.

Jika batas maksimal 5 kilo itu, udah keambil berat laptop dua kiloan (berat rata-rata beberapa laptop lama saya), sudah enggak banyak lagi yang bisa saya bawa. Padahal, kalau ke kantor dan pergi agak lama, saya biasa bawa juga bekal makanan dan tumbler air minum. Belum lagi buku, berkas-berkas, pouch kosmetik, mukena untuk salat. Lebih-lebih kalau pergi ke luar kota, mesti ditambah lagi sejumlah pakaian ganti. Waduh… terlampau jatah 5 kilogram saya!

Baca Juga nih, sosok Laptop saya: ASUS X555QG Notebook Andal untuk Aktivitas Sehari-hari

Jadi? Ya tentu saya antusias banget memutuskan untuk hadir di perhelatan ASUS kali ini yang bertajuk Unleash Your Creative Vision. Gelaran Asus yang bakal ngenalin keluarga ZenBook baru yang disebut-sebut sebagai laptop paling ringkas di kelasnya.

Bandara Adi Sumarmo Boyolali

Enggak biasanya saya berangkat menuju perhelatan Asus di Jakarta dari Bandara ini. Tangan sibuk mengetikkan pesan WA kepada beberapa teman BLUS chapter Solo. Saya exciting banget bakal berangkat sama mereka. Ada Mas Rika Very, Dimas, Ditya Pandu, Andry Asedino dan Harry Oemar Bakery. Maklum, biasanya berangkat dari Juanda hanya berdua bersama Mas Kurniawan. BLUS Chapter Jawa Timur emang rada sepi sih. Baru beberapa waktu terakhir Sang Traveller Blogger, Dian Radiata bergabung di chapter Jatim.

launching asus zenbook
Akhirnyaaa … Bisa foto-foto dengan lega pasca landing (Dok: Dimas)

Mendekati 10.30, bocah-bocah lanang Blus itu belum ada satupun yang nongol. Akhirnya setelah berkali-kali chat, saya memutuskan masuk saja duluan karena jadwal boarding kami makin dekat saja. Beberapa menit sebelum boarding, Mas Dimas call dan mengabarkan dia sudah ada di depan gate 2. Okelah, saya ke sana.

Mas Rika Verry nyaris bikin drama. Hingga kami semua duduk rapi di kursi kami masing-masing, dia belum juga terlihat. Saya udah gelisah tolah-toleh. Hadeuhh… ini para lelaki emang santainya kebangetan ya. Syukurlah di detik-detik terakhir dia terlihat memasuki pintu pesawat. Enggak lucu kan kalau ada satu member BLUS yang ketinggalan. Wkwkwk …

Parade Oleh-oleh Nusantara di Launching ZenBook

Kamar di lantai 5 Pullman Central Park, sore itu penuh sesak oleh BLUS. Sebagian sedang melakukan sesi foto produk ZenBook baru, sebagian lagi ngobrol melepas rindu sembari mengagumi (baca: menghabiskan) aneka kudapan oleh-oleh teman-teman dari berbagai daerah.

Female BLUS, foto dulu sebelum disikat habisss! (Dok: BLUS)

Biasanya, biasanya sih … oleh-olehnya buanyakkkk, tapi entah kenapa kok kali ini paket hemat. Wkwkwk. Mungkin karena terimbas kebijakan bagasi berbayar? Entahlah. Yang jelas, kegembiraan sore itu tumpah ruah. Luber! Apalagi buat saya yang karena kesibukan sekolah dan tesis, sempat absen dari event-event Asus di sepanjang 2018 lalu.

Ya kerja, ya hepi-hepi … (Dok: BLUS)

Jujur, bagi saya yang ASN, suasana seperti ini tuh menyegarkan jiwa banget. Bertemu, berdiskusi dan bekerjasama dengan orang-orang pencipta konten kreatif seperti teman-teman BLUS ini bener-bener nyegerin. Suasana kerja yang santai, seru, dan penuh tawa yang sulit untuk saya dapatkan di lingkungan kerja ASN.

Launching ZenBook Rasa Reuni Blogger

Seperti launching produk Asus Desember 2018 lalu, event kali ini juga menjadi kesempatan untuk Blogger Reunion. Kenapa?  Selain BLUS yang sudah biasa berpartisipasi dalam setiap gelaran event Asus, kini diundang juga puluhan blogger ibukota dan sekitarnya. Wuih…bakal ramai nih, pikir saya. Itulah kenapa saya rela menempuh jalan panjang dari Bondowoso hingga ke Pullman Central Park demi untuk bertemu mereka yang selama ini hanya bisa ber-haha hihi lewat media sosial.

Beberapa hari sebelumnya sudah kasak-kusuk dengan beberapa blogger untuk ketemuan di event tersebut. Pagi itu Damar Aisyah mengirim pesan mengabarkan sudah berangkat menuju Pullman. Saya segera bersiap, sedikit touch up.

Ballroom mulai ramai, ketika saya dan Dian Radiata memutuskan turun dari kamar 905 dan menuju venue. Saya melihat Maseko datang, Blogger asal Jember ini langsung saya todong untuk memotretkan saya. Sesuai janji sebelumnya. Haha … Saya minta difoto beberapa pose, termasuk foto berdua Dian roommate saya. Sesuai janji. Karena kalau difotoin dia bagus sih hasilnya.

Senyuuuuum (Dok: MAseko)

Beberapa wajah seperti saya kenal. Di luar BLUS, saya memang belum bertemu banyak blogger Jakarta. sebatas berkomunikasi di media sosial saja.  Sebagai blogger ndeso, antusian dooong memanfaatkan kesemmpatan salaman sana-sini, dan menyapa banyak kawan yang baru pertama kali saya temui. Saya menemui Damar dan Ajeng, futu-futu lah kami ya sebagai sesama Ibu-ibu Doyan Nulis. Saya juga bertemu dan sempat bersapa dengan Mbak Prima dari Yogya, Mak Icoel Mak ketu Kumpulan Emak-emak Blogger, ada juga Mas Dede bersama Icha, Fania Surya dan banyak lainnya. Doh… kaya reuni blogger, deh!

Jamuan ASUS untuk para tamu selalu number one, sayang untuk dilewatkan. Tapi antusiasme saya bertemu kawan-kawan seketika membuat perut kenyang. Seporsi kecil gado-gado dan mencicip sepotong sushi, sudah membuat saya kekenyangan.  Apalagi Zenbook-Zenbook baru yang dipajang di demo area juga sudah melambai-lambai untuk dicoba. Meski kemarin sorenya kami sekilas sudah sempat mengelus gawai baru ini dan sesaat mencobanya. Hati belum juga puas (dan baru bakal puas mungkin kalau sudah berhasil memeluk dan memiliknya. Ihirrrr)

B L U S

Tak lama berada di demo area, kami diminta memasuki ballroom. BLUS menempati area tersendiri di sisi kiri bagian depan. Bisa dibayangkan kalau BLUS ngumpul, kan? Heboh!

Kolaborasi Asus dan Museum Macan dan Sebastian Gunawan

Pada kesempatan itu, juga ditampilkan kolaborasi ZenBook dengan desainer terkemuka Indonesia, Sebastian Gunawan. Beberapa model menampilkan ZenBook-ZenBook baru sambil mengenakan desain rancangan Sebastian Gunawan. Oh, ya untuk fans Sebastian Gunawan, ataupun pecinta ZenBook, ada penawaran menarik banget, nih. Untuk pembelian selama 17 Januari-17 Februari 2019 pembeli berkesempatan mendapatkan tas eksklusif Asus Feat Sebastian Gunawan. Pembeli dapat memasukkan serial number perangkat barunya ke link ini untuk melakukan klaim:

Lalu dengan Museum Macan, Asus  siang itu melakukan penandatanganan kesepakatan kerjasama. Saya juga belum tahu apa bentuk riilnya nanti dari kolaborasi ini. Tapi, mari kita tunggu saja kabar selanjutnya.

Mengulik Spesifikasi dan Harga Zenbook 13/14/15 Baru

ZenBook 15 yang baru, nyaman ditenteng (Lensed By: Andry Asedino)

Siang itu, Jimmy Lin (South East Asia Regional Director Asus), memperkenalkan tiga gawai ultra-portable yakni ZenBook baru. Ketiganya adalah: ZenBook 13 UX333, ZenBook 14 UX433 dan ZenBook 15 UX533. Apa yang menarik dari ketiga keluarga baru Zenbook tersebut? Mari kita cek satu per satu.

Laptop Paling Ringkas di Kelasnya

Keluarga ZenBook baru ini hadir dalam ukuran sangat ringkas. Bahkan, dinyatakan sebagai perangkat paling ringkas di kelasnya. Teknologi NanoEdge Display yang diterapkan pada gawai baru ini membuat mereka memiliki screen-to-body ratio yang sangat tinggi (mencapai 92%). ZenBook 13 inchinya terlihat nyaris tanpa bingkai. Bezelnya ultra-tipis hanya 2,8 mm pada bagian samping, 3,3 mm di bagian bawah, serta 5,9 mm di bagian atasnya. Karenanya, layar terlihat lebih lega walau dalam bodi yang sangat ringkas yang bahkan lebih kecil dari kertas A4, lo. Pandangan ke screen jadi lebih leluasa walau dalam bodi yang ringkas.

Performa dan Ketangguhan, Sebuah Tradisi Asus

Mengorbankan performa demi ukuran ringkas? Oh, tampaknya itu bukan karakter ZenBook. Untuk urusan performa, tak perlu dikhawatirkan, karena pendatang baru ini ditenagai prosesor Intel Core generasi ke-8. Sedangkan bagi pengguna yang membutuhkan performa grafis ekstra, ASUS juga menyediakan model dengan GPU Nvidia GeForce.

ZenBook pendatang baru ini juga telah memenuhi standar Military Grade MIL-STD-810G. Artinya laptop ringkas ini memiliki keandalan dan ketahanan tinggi. Selain lolos standar uji ketahanan internal ASUS, gawai terbaru ini juga lolos berbagai pengujian pada berbagai lingkungan ekstrem termasuk pengujian pada ketinggian ekstrem, suhu dan kelembapan ekstrem.

Apakah pentingnya kekuatan sebuah perangkat? Penting banget sih kalau menurut saya. Apalagi bagi pengguna yang sangat aktif dan sering berperjalanan. Risiko-risiko seperti terjatuh, terbentur dan terpaksa berada pada lingkungan ekstrem, terkadang tak bisa dihindari atau tak terprediksi sebelumnya, bukan? Nah, di saat itulah benar-benar diperlukan keandalan sebuah perangkat. Bukan hanya cukup sekadar ringkas sehingga memudahkan untuk dibawa ke mana-mana, namun juga kudu ada jaminan keamanan perangkat tersebut dari risiko kerusakan saat dibawa ke banyak tempat dengan berbagai risiko di atas.

Kenyamanan Pengguna Tetap Utama

Bagaimana Asus memberikan kenyamanan pada perangkat mungil ini? ErgoLift Hinge! Ini salah satunya. Engsel eksklusif ErgoLift ini drancang untuk memberikan perangkat ini kemiringan keyboard pada posisi kemiringan yang paling nyaman untuk mengetik. Bukan hanya kenyamanan yang didapat, kemiringan ini juga memberikan ruang kecil di bawah perangkat yang juga mengoptimalkan kinerja pendinginan dan audio.

ZenBook  baru ini juga dapat dibuka hingga sudut bukaan 145 derajat, ini lebih lebar dari bukaan maksimum laptop pada umumnya. Dengan demikian, pengguna dapat menyesuaikan bukaan sesuai kebutuhan dan kenyamannya.

Yang unik lagi dari ZenBook baru ini adalah touchpad yang bisa berfungsi pula sebagai NumPad. Bagi pengguna yang banyak bekerja dengan angka-angka, tentu ini sangat memudahkan pekerjaan. Saya sempat mencobanya di demo area, baik touchpad maupun ketika difungsikan sebagai NumPad itu sangat responsive, akurat dan nyaman dipegang.

Tampilan Elegan dan Gaya

Ohh .. ini menggoda banget. Karena laptop-laptop asus aku sebelumnya semuanya berwarna hitam. Jadi semangat banget lihat warna Royal Blue, Icicle Silver dan Burgundy Red, pada gawai keluarga ZenBook baru ini. Kilau dan motif melingkar khas Zen, memberikan gawai ini tampilan yang elegan.

Konektivitas Sangat Baik

ZenBook terbaru ini tetap tampil dengan USB 3.1 Type-A sehingga penggunanya tetap bisa menghubungkan berbagai perangkat yang dibutuhkan. ASUS sediakan port USB 3.1 Gen 2 Type-C yang memiliki kecepatan transfer data hingga 10Gbps. Port HDMI, combo audio jack, dan pembaca kartu MicroSD ikut dihadirkan seri ZenBook baru ini.

Lalu, dengan segala kelebihan di atas, berapa harga yang harus kita bayar untuk membawanya pulang? Ini dia harga untuk ketiganya.

Nah, udah dulu tulisan panjang ini deh. Nanti Anda lelah membacanya. Wkwkwk. Bagaimana? Sudah ada yang mulai berminat mengadopsi salah satu dari ketiga ZenBook pendatang baru ini? Bilang-bilang dong kalau mau beli, biar saya juga ikut seneng lihat teman yang udah punya ZenBook. Haha.. saya sendiri? Sumpah, naksir banget! Makanya mulai tebar kode pada Pak suami. Hihi..

Spesifikasi
ASUS ZenBook 13 UX333, ZenBook 14 UX433, ZenBook 15 UX533

Main Spec. ASUS ZenBook 13 UX333, ZenBook 14 UX433, ZenBook 15 UX533
CPU Intel Core i5 8265U Quad Core Processor (6M Cache, up to 3.4GHz) Intel Core i7 8565U Quad Core Processor (8M Cache, up to 4.6GHz)
Operating System Windows 10 Home
Memory Up to 16GB LPDDR3 RAM
Storage Up to 512GB M.2 NVMe PCIe SSD
Display 13,3” (16:9) FHD (1920×1080) with NanoEdge Display (UX333) 14” (16:9) FHD (1920×1080) with NanoEdge Display (UX433) 15,6” (16:9) FHD (1920×1080) with NanoEdge Display (UX533)
Graphics Discrete graphics NVIDIA GeForce GTX 1050 Max-Q (UX533) Discrete graphics NVIDIA GeForce MX150 (UX333 & UX433) Integrated Intel UHD Graphics 620
Input/Output 1 x USB3.1 Type-C (GEN 2), 1x USB 3.1 Type-A (Gen 2), 1x USB 3.1 Type-A (Gen1), 1 x HDMI, 1 x Microphone-in/Headphone-out jack, 1 x MicroSD Card Reader
Camera HD IR/RGB Combo Camera
Connectivity Dual-band 802.11ac gigabit-class Wi-Fi, Bluetooth 5.0
Audio Harman Kardon certified audio system with ASUS SonicMaster surround-sound technology, Array microphone with Cortana voice-recognition support
Battery 50WHrs 3-cell battery (UX333 & UX433) 73WHrs 4-cell battery (UX533)
Dimension (WxDxH) 302 x 189 x 16,9 mm (UX333) (WxDxH) 319 x 199 x 15,9 mm (UX433) (WxDxH) 354 x 220 x 17,9 mm (UX533)
Weight 1,19Kg with Battery (UX333 & UX433) 1,67Kg with Battery (UX533)
Colors Royal Blue, Icicle Silver, Burgundy Red
Price Start from Rp15.299.000
Warranty 2 tahun garansi global

Post Author: wyuliandari

Momblogger, penulis buku, pebisnis online sekaligus seorang PNS yang suka menulis. Tema-tema green, health, travelling , teknologi dan pendidikan adalah topik yang diminatinya.

6 Replies to “Menyaksikan Peluncuran ZenBook Baru, Laptop Paling Ringkas di Kelasnya”

    1. Wkwkwk…iya Mbak Chi, dan karena itu udah sore banget, kami kucel pun setelah seharian di perjalanan. Akhirnya banyak juga yang ngulang berfoto lagi esoknya. Termasuk aku. Wkwkwk

  1. Yang motoin mas Ihwan ya?? Pengen ih diundang ASUS dan ketemu bloger keren, ada beberapa nama yang sudah gak familiar, mas Bai, Mas Eko, Mas Ihwan Om Yahya juga kan ya?!. Asus memang keren ya, inovasi tiada henti dan promosinya kenceng menggandeng para bloger, gimana produknya gak dikenal luas coba.

    Mengenai laptop ultratipis ini naksir banget, baik dari segi desain maupun fiturnya, keren2 ah…

  2. Wahahaha aku ngakak liat foto ketiga. BTS female bongkar oleh2 dan para male yang sibuk foto produk. Itu Ihwan yang jepret kan? Keseruan yang selalu ada saat blus kumpul, asli bikin kangen!

    Ulasan menarik mbak Wid! *kecup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!