pola makan sehat

Giveaway Buku 99 Tanya Jawab Food Combining: Makan Sehat Memang Penting, Tapi …

Share

Halo, Teman-teman.
Tahun 2020 ini adalah tahun ke sepuluh saya mulai menjalankan pola makan sehat Food Combining. Lumayan lama juga ya ternyata. Tapi, tunggu… bertahan sepuluh tahun dalam pola makan sehat, bukan berarti saya orang yang amat konsisten.

Saya kerap juga kok, cheating (makan di luar aturan pola makan sehat). Bahkan pernah juga beberapa saat hanya sanggup sarapan buah satu batch saja. Tapi sejauh ini, saya merasakan memang food combining lah yang bisa saya pilih sebagai pola makan dalam jangka panjang, mengapa?

Food combining tidak menyuruh saya menakar-nakar makanan. Saya bebas makan sampai kenyang. Food combining juga tidak meniadakah salah satu atau beberapa unsure makanan. Nasi dan karbohidrat lain misalnya, yang pada sejumlah metode diet lain termasuk substansi yang dilarang, di FC boleh saja kok dikonsumsi. Menurut saya, FC termasuk pola yang cukup santuy.

Tahun ke 10 ini pula, saya menerbitkan buku solo kelima saya, ini juga menjadi buku kedua yang bertema pola makan sehat Food Combining. “99 Tanya Jawab Food Combining“, memuat pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan ke saya, terkait pola makan sehat, beserta jawabannya.

Nah, teman-teman mungkin setuju bahwa pola makan adalah salah satu hal penting untuk mengupayakan sehat. Tapi …. setiap orang mungkin menemui godaan sehingga niat untuk makan sehat akhirnya sempat terganggu, bahkan bubar jalan. Yuk cerita di sini!

Dua cerita yang paling menarik akan saya berikan masing-masing 1 eksemplar buku “99 Tanya Jawab Food Combining”.

Syaratnya:

  1. Follow akun IG saya, ya: @widyanti_yuliandari
  2. Ceritakan singkat aja, apa sih godaan saat mempertahankan pola makan sehat bagi teman-teman? Boleh juga cerita tentang bagaimana teman-teman menyiasati kondisi tersebut. Tulis di kolom komentar pada postingan ini ya. Tulis juga username instagram teman-teman, ya.
    Contoh:
    Duh, repot banget mau makan sehat. Tiap hari di kantor banyak makanan enak tapi tidak sehat. Yang gorengan lah, kue-kue lah … ( widyanti_yuliandari)
  3. Jika sudah, komen DONE dan mention 2 teman, ajak buat ikutan GIVEAWAY ini, pada posting Instagram saya yang berupa flyer GIVEAWAY seperti di bagian akhir postingan ini, ya.
  4. PERIODE giveaway adalah tanggal 3 -15 Februari 2020.

Yuk ramaikan teman-teman. Saya tunggu, yaa …

pola makan sehat
Share

30 thoughts on “Giveaway Buku 99 Tanya Jawab Food Combining: Makan Sehat Memang Penting, Tapi …

  1. Yang bikin gagal niat makan dengan pola makan sehat adalah, malam-malam anakku pulang bawa martabak ayam lengkap dengan cabe dan acar timunnya.
    Demi menghargai anak yang niat bahagiakan emaknya, maka tuh martabak dimakan sampai tandas hahaha…
    Maafkan ya lambung, usus, dan organ-organ tubuhku🙏
    Saya janji deh, mau nurut lagi sama pola makan sehat.
    Tapi sepertinya niat makan dengan pola makan sehat itu akan sukses jika saya punya buku petunjuknya, sambil kedip-kedip ke yang punya buku “99 Tanya Jawab Food Combining.” Hahaha…
    Merayu tingkat tinggi

    1. Masalah saya gagal diet, saya itu tipe orang kalau lagi bad mood larinya ke makanan. Apapun. Saya merasa puas jika makan banyak bahkan makanan aneh sekalipun. Saya nggak bisa diet sendirian harus ramr-rame agar tidak mudah tergoda, makanan adalah kelemahanku. Bukannya saya tidak mau ber food combining, sangat mau malah. Tapi selalu kalah😭😭😭😭😭😭

  2. Unsur ke-mubadzir-an yang membuat saya belum melakukan pola makan sehat *duh ngelesnya niat banget. Godaan saat menyuapi anak² yang masih balita ( 4 tahun dan 1 tahun) itupun kalau anak pertama (umur 5 tahun) juga minta disuapi😆. Makan nasi, sayur+ lauk+ krupuk yang eman kalau gak dihabisin😅, mubadzir kan jadinya😆. Ditambah kalau anak² minta jajan yang serba manis², seperti: coklat, kue🙈🙈 (yuliapasca)

  3. Saya nih ya mbak, beberapa kali memulai pola makan sehat namun seringkali gagal. Hanya bertahan paling banter 2-3 bulan. Hiks.

    Jadi pertama kali mulai itu awal tahun 2018, dengan pola ‘piring makanku’. Jadi tetep makan nasi hanya porsinya dikurangi. Saat itu bertahan hingga dua bulan lebih dan saya pun perlahan mulai merasakan manfaatnya. Badan lebih enteng, baju yang tadinya sesak jadi muat lagi, yeay!

    Eh, karena sesuatu hal, mulai banyak lagi porsi nasinya hingga akhirnya piring makanku jadi penuh, gak seimbang lagi. Hahaha ini salah satu faktornya karena saya hanya sendiri menjalaninya. Sementara suami dan anak-anak makan seperti biasa. Godaan terberatnya adalah ngabisin makan anak-anak ketika gak abis dan ajakan untuk makan dan jajan di luar. Hohoho

    Kemudian akhir tahun mulai lagi dan kali ini berdua dengan suami. Dengan suami ini malah cuma bertahan 3-4 minggu karena suami gak tahan dengan banyaknya godaan di luar karena ia emang sering tugas di luar: rapat, urus ini itu, dsb.

    Hingga di awal 2019 ketika saya mau mulai lagi, eh alhamdulillah dikasih rezeki hamil. Sejak hamil makannya gak diatur lagi mbak. Apa aja dimakan. Hehe Dan sampai sekarang setelah melahirkan masih belum teratur nih pola makannya.

    Malah belakangan saya ngerasa sering laper mungkin karena menyusui, ya.

    Mau nyoba food combining tapi ragu kira-kira bisa gak, ya? Pengennya ngajakin suami juga biar sama-sama sehat dan bugar.

  4. Heran, kok komentarku jadinya seperti itu, pakai huruf kapital yang tak semestinya. Apa karena komen via hp yah? Saya ulangi yah.

    Bikin gagal makan dengan pola makan sehat adalah, ketika malam-malam anakku pulang bawa martabak ayam, lengkap dengan cabe rawit dan acar timunnya.
    Demi menghargai anak yang niat banget bahagiakan emaknya, maka martabak dimakan sampai tandas hahaha….
    Maafkan ya lambung, usus, organ dalam lainnya. Saya janji deh nurut lagi sama pola makan sehat.
    Tapi sepertinya niat makan dengan pola makan sehat itu akan sukses jika saya memiliki buku petunjuknya, seperti buku ini “99 Tanya Jawab Food Combining.” Kedip-kedip cantik ke penulisnya
    Merayu tingkat tinggi

    oh yah, silah berkunjung juga ke IG ku yah.
    @dawiah_nurdin

    1. Food Combining emang paling santuy dan saya juga nyaman melakukannya. Pernah 3 bulan FC, BB saya naik loh mbak. Seneng banget, soalnya saya paling susah naik BB. Nah, paling gemes tuh kalau mendapatkan surat tugas buat bimtek atau diklat. Buyar deh FC. Padahal sudah konsisten nih dua atau 3 bulan, ee tugas bimtek, bubar lagi FC nya. Selalu begitu. Ditambah godaan teman yang memang tahunya saya doyan makan, trus di hotel tempat menginap tidak menyediakan buah yang cukup alias jatah buah saya sudah keduluan peserta lainnya. Hahaha … ah, intinya saya kurang niat ya. (El_lisalestari)

      1. Pola makan sehat sedang berusaha saya terapkan karena ternyata dengan makan yang bebas dan semau saya pernah membuat kondisi kesehatan saya kurang baik.

        Berusaha menjaga pola makan yang baik, menghindari msg dan gluten ternyata ada saja godaannya. Saat jalan-jalan atau traveling bareng keluarga yang bikin saya kadang-kadang cheating, dikit-dikit atau sesekali boleh aja, lah, ya, gitu pikiranku bilang. Harusnya sih bisa bekel makanan sehat saat traveling, tapi, memang kadang pengen juga makan makanan yang kurang sehat. Ini yang buat agak melenceng, sih, dari tujuan awal pengen menerapkan pola hidup sehat.

        Buku 99 tanya jawab Food Combaining ini cukup menarik perhatian dan pengen juga saya memilikinya biar nantinya bisa konsisten menjaga pola makan. Bukan karena pengen turun berat badan atau melangsing, tapi bonus sehat yang bikin saya bisa beraktivitas sehari-hari tanpa keluhan sakit badan, pegal, dan lainnya sehingga bisa menjalankan peran sebagai seorang ibu dan istri yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

        Instagram : @lia.yuliani019
        (Silakan main ke sini biar sekalian di follback buketu, hehe 😄)

      2. Iya bener itu, FC memang gak melulu melangsingkan, FC itu bikin ideal. Aku pun ada periode kurus cungkring. FC memperbaiki pencernaan. Bikin apa-apa yang kita makan tercerna baik dan terserap lebih baik. ya ujung-ujungnya kalau yang ekstrem kuyusnya, jadi bisa rada berisi.

  5. Sudah manis dengan pola makan sehat, olahraga cukup lalu berada di luar, di lingkungan bukan keluarga inti. Biasanya aku dibilang sudah kurus kok diet. Lalu mereka maksa makan.sau
    Kalau yang nyuruh makan keluarga besar, bapak, ibu dan saudara, paling ambil dikit hanya untuk melegakan mereka sambil bilang aku lagi mengatur pola makan, biar berat badan tidak mengganggu saat berjalan. Dan mereka sudah tahu alasanku.
    Kalau dengan orang luar selain keluarga, biasanya aku pilih/ ambil makanan yang sehat saja. Lama-lama mereka juga tahu kalau aku tak lagi sembarangan makan.

  6. Sudah manis dengan pola makan sehat, olahraga cukup lalu berada di luar, di lingkungan bukan keluarga inti. Biasanya aku dibilang sudah kurus kok diet. Lalu mereka maksa makan.
    Kalau yang nyuruh makan keluarga besar, bapak, ibu dan saudara, paling ambil dikit hanya untuk melegakan mereka sambil bilang aku lagi mengatur pola makan, biar berat badan tidak mengganggu saat berjalan. Dan mereka sudah tahu alasanku.
    Kalau dengan orang luar selain keluarga, biasanya aku pilih/ ambil makanan yang sehat saja. Lama-lama mereka juga tahu kalau aku tak lagi sembarangan makan. (IG noerima.kaltsum)

  7. Godaan yang paling berat mempertahankan pola makan sehat adalah ketika ngumpul dengan keluarga. Ada banyak menu yang sayang kalau dilewatkan, ada coto Makassar, Barobbo (bubur jagung ditambah sayur, udang atau ayam, dan pernak pernik lainnya), Kapurung (makanan yang terbhat dari sagu ditambah sayur, ayam atau ikan rebus), dan banyak lagi makanan enak lainnya.
    Tapi kalau ada buku buketu pasti akan teratur dan bisa disiplin mengatur pola makan

    1. Assalamualaikum. Wr. Wb.

      Hmmmm jadi penasaran bagaimana Food Combining itu kok mbak Widyantj bisa sampai 10 tahun pagi. Apalagi tadi baca katanya gak perlu menakar – nakar makanan dan santuy. Jadi pengen ikut Food Combining juga.
      Kalau pernah gak konsisten mungkin masih wajar ya. Khan sesekali

      Saya pernah ikut – ikut diet gitu, cuma mungkin masih belum punya pegangan. Waktu itu dietnya yang gak makan nasi / karbo sama sekali.
      Cuma makan sayur, lauk dan buah – buahan.
      Mau tau bertahan berapa lama?
      Seminggu gaesss. Lha gimana lagi. Mungkin karena saya adalah orang Indonesia yang terbiasa belum makan kalau gak makan nasi.
      Jadi saat diet itu saya merasakan kok kayak menyiksa diri ya. Akhirnya , bubar jalan deh.
      IG : yuliawibisono

  8. Assalamualaikum Mbak. Daku itu pengen banget menjalankan pola makan FC. Biasanya saya mengawali hari dengan minum jeniper (ini alhamdulilah termasuk rutin Mbak) lalu makan buah. Nah, godaan pertama, stok buah habis…lalu daku makanlah nasi, kedua, sambal terasi ini menggoda banget, ngajak perang terus, akhire daku kalah dan makanlah nasi, ketiga, godaanku pas siang lapeeer parah, buka aplikasi pengen makan…biasanya sih pecel…soale favorit pecel dan ada sayuran hijau. Nah, untuk mengelola godaan terutama di kampus, daku bawa bekal Mbak, isinya buah, telur rebus, umbi-umbian yang dikukus gitu ajah. Cuma nggak konsisten daku. Kuncinya daku itu cuma satu: konsisten ajah. Wes. Semoga kalau dapat hadiah buku, konsistenku benar-benar terjadi. Amiin. Namun, sekarang tetap berusaha mengurangi Karbo Mbak. Terima kasih.

    1. Sebagai orang yang pernah operasi myom, saya sempat dua tahun berhasil makan sehat. Ya makan sayur, buah, no MSG. Tahun ketiga agak jenuh. Capek masak (dan nyuci perabotannya setelah masaj, hahaha). Terus masaknya cuma buat porsi dua orang, saya dan ibu.

      Kalau beli via Babang Grab/Go-food, resto yg non-MSG harganya lumayan mahal. Ujung-ujungnya mulai ndak konsisten ini.

      Godaan lainnya apalagi kalau bukan aroma mie instan dan ayam Ke-eif-si yang sungguh menggodaaa ~~~ (dan sungguh ini godaan paling berat sampai berasa halu itu ayam melambai-lambai minta dimakan).

      😅

  9. FC baru sekadar wacana buat keluarga saya. Soalnya dari kecil suami saya udah biasa sarapan nasi pecel yang beli di warung.

    Kebiasaan ini juga ditularkan ke anak-anak dan ke saya. Nah, lho. Dulunya saya ga terbiasa sarapan beli, eh akhirnya mau ga mau juga ikutan. 😅

    Jadilah tiap pagi, bahkan selepas solat subuh pun sudah terbiasa langsung cari nasi.

    Buah malah jadwalnya di siang hari, itu pun ga rutin ada. Waduh, gimana coba.

    @diahdwiarti

    1. Yang bikin gagal FC; pulang kampung, kangen masakan emak yang tiada dua. Kalau kuat sih tinggal pisahin karbo dan hewaninya, kalo enggak kuat…. cheating. 😂

      Atau….

      Lagi travelling, pengen nyoba makanan khas daerah. Kalo kuat ya pisahin aja karbo dan hewaninya, kalo enggak kuat, hmmmm, sekali-kali bolehlah. Wkakakakak.

      Tetapi memang FC bikin tubuh lebih fresh. Enggak gampang sakit. Biasanya aku hujan-hujanan masuk angin, sekarang asal trabas aja selama bawa mantol. Abah K pun Alhamdulillah sehatttt. 1 tahun FC, alhamdulillah. 💞

      @widut92

  10. Pola makan sehat? Tentu saja saya setuju banget. apalagi saya dan suami punya pengalaman yang langsung bisa merasakan dampaknya. dulu sebelum saya mengenal pola makan sehat, gorengan, minuman yang manis, makan nasi plus lauk yang wah, serta beberapa makanan cepat saji kerap hadir dalam kehidupan kami sekeluarga. belum lagi efek yang ditimbulkan dari banyaknya atau ketidak seimbangan makanan yang dikonsumsi tersebut. Menjadikan saya dan suami terutama sering sakit pinggang, pegal-pegal, pusing yang berkepanjangan-hingga akhirnya aktivitas terganggu. Namun, sejak pola makan sehat kami terapkan bersama-sama, dan tentunya bersinergi, alhamdulillah semua gangguan tersebut hilang seketika. Minuman jeruk nipis hangat saat pagi untuk menghilangkan racun-racun dalam tubuh, makan buah saat pagi hari, makan berat hanya di siang hari, makan buah di sore hari serta minum air rempah sebelum tidur telah menjadi kebiasaan kami.
    Jika sebelumnya beranggapan, makan untuk kenyang, namun sekarang tidak lagi. makan adalah untuk menguatkan otot-otot kita dalam rangka lebih banyak ibadah pada sang pencipta. Akhirnya secara tidak langsung, kita pun akan mengikuti pola yang telah diajarkan langsung oleh alquran. Yaitu makanlah yang halal dan baik. Halal saja tidak cukup terpenuhi jika dia tidak baik bagi tubuh kita.
    Berat memang meninggalkan sesuatu yang sangat kita sukai (ibarat meninggalkan kekasih hati), namun yakinlah semua akan indah pada waktunya. Cie cie….Selamat berjuang menerapkan pola makan sehat. setidaknya jadikan dia sebagai rasa kasihanmu terhadap tubuh yang sempurna telah diberikan oleh Allah. Allah telah menjadikan tubuh ini dalam keadaan baik, adalah kewajiban kita sebagai manusia yang bersyukur untuk menjadikannya baik serta mengembalikannya dalam keadaan baik pula di saat berhadapan denganNya. Insya Allah.

  11. Saya selalu kagum dengan teman-teman yang menerapkan Food Combining. Kok isooo… Gitu pikir saya. Ya, .. karena saya belum pernah dan terbayang ribetnya di awal. Padahal Mbak Wid sudah berhasil selama 10 tahun, ya.
    Saya ingat, saat bertemu di Bali itu, jauh lebih muda daripada saar bertemu di BN Yogyakarta.
    Harusnya saya ikutan agar badan lebih sehat dan wajah lebih cerah awet muda.
    Yang jelas, badan pasti ringan.

    Aih, saya pengen punya buku 99 pertanyaan ini, untuk menjawab aneka keraguan saya menerapkan FC.
    Buat saya ya Mbak.

    Hihihi…. Ngarep mode on tapi kok nunggu gratisan. Beli, MbakSus!
    Btw, selamat ya Mbak… Semoga laris manis bukunya, dan berkah untuk semua.
    Aamiin….

  12. Saya orang yang gak doyan buah gak doyan sayur. Dulu kalo makan sayur sampe hidung ditutupin iya. Cuma memang setelah nikah baru mau makan sayur meski beberapa dan buah bisa sih tapi yang di jus yang langsung rasanya gimana gitu. Daripada diet ala ala kayaknya food combaining ini lebih sehat. Cuma saya belum tahu lebih jelasnya kayak apa food combaining ini. Apakah bakalan menyiksa saya dalam prakteknya hahaha atau malah bikin hepi. Semoga daro buku ini ada solusinya
    IG saya @mamaindri12

    1. Wah… kalau FC basisnya buah dan sayur. Kalau emang belum suka buah dan sayur, perlu dibenahin mindsetnya dulu. Atau dicari masalahnya, kenapa sih belum bisa suka buah dan sayur? Karena mostly, pola makan sehat, pasti mengutamakan kecukupan serat vitamin dan mineral dari buah dan sayuran.

  13. Hai, Mbak. Seneng deh akhirnya ada giveaway buku ini. Semoga rejeki, hehehe.

    Aku dulu, tahun 2013-2014, sempat jalanin food combining selama lebih setengah tahun. Istri mendukung banget sih, tapi nggak ikutan food combining. Tantangannya di situ. Jadi, serumah itu cuma aku yang pola makannya food combining. Jadinya godaannya banyak banget. Terus, kendala lain yang agak lucu, buah-buahan yang kusimpan buat jatah beberapa hari, sering habis sebelum waktu yang kutargetkan karena ada yang makan. Wkwkwk. Jadinya, malah dobel-dobel deh pengeluaran.

    Kemudian datanglah puasa. Aku makin kenceng food combining. Tapi kemudian lebaran, mudik, di rumah orang tua di Jambi aku kalap. Maklumlah, jarang ketemu masakan ibu. Jadinya ya berantakan semua deh. Apa aja yang dimasak ibu aku sikat, nggak kenal waktu, nggak kenal kaidah.

    Balik ke Pemalang, kupikir-pikir kalau cuma aku yang food combining sedangkan penghuni rumah lainnya tidak, malah jadi boros di anggaran belanja. Jadinya, ya udah, aku kendor. Tapi tetap sih patuhi kaidah, jadi makan karbo nggak sama daging-dagingan. Kalau pas pagi-pagi ada buah, aku sarapannya buah. Kalau nggak ada, aku banyakin minum dan baru makan berat setelah jam 11 siang. Ya gitu deh, hehehe. (@bungeko_)

  14. Haii Mbaaaa

    Duluuuu banget saya pernah baca bukunya Andang Gunawan, tapi yaaaa karena merasa belum butuh, jadinya apa yang dibaca diabaikan gitu aja, dan bukunya juga udah entah dimana, karena itu bacanya pas jaman kuliah, artinya belasan tahun berlalu

    Tahun depan saya masuk 40 tahun, dan sejak usia diatas 30-35an, badan makin cepet lungkrah, sering drop, dikit-dikit capek. Nyadar banget, butuh ngatur pola hidup, dari mulai pola pikir, pola tidur, pola olahraga dan tentunya pola makan

    Selama ini, yang saya gagal adalah di pola makan. Pernah nyoba gak makan nasi sama sekali, alhasil kliyengan. Pernah nyoba pake rentang jam, tapi pagi gak kuatttt kalo gak diisi sama sekali

    Beberapa minggu ini, baru melatih diri sendiri, makan buah tiap pagi. Kalau air perasan jeruk nipis/ lemon, saya udah rutin setelah baca buku Andang Gunawan itu, dan memang cukup ngerasain efek enaknya ke badan

    Saat ini, saya pengen banget, lebih mengenal dan dekat dengan food combining ini. Semoga bisa menang giveawaynya Mba Wid, biar bisa belajar lebih banyak dan makin mantap jalanin food combining

    IG saya: @innaistantina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!