Site Loader

LOCATION

www.facebook.com/wyuliandari ; www.instagram.com/widyanti_yuliandari ; https://twitter.com/widyanti_y
Share

Sepintas sepele, ‘hanya’ peradangan pada sendi. Jangan salah, di Indonesia walau ini adalah penyakit degeneratif, ternyata makin mendekati usia produktif bukan lansia saja. Selain membatasi gerak, ternyata bahayanya bisa sampai memicu depresi.

***


Ibunda kami dianugrahi berbagai gangguan kesehatan sejak sekitar 10 tahun terakhir. Salah satunya keluhan nyeri mulai dari lutut hingga di sekitar pinggang. Beberapa dokter telah didatangi, mulai dokter spesialis syaraf hingga ortho. Diagnosanya berbeda-beda, mulai dari skoliosis hingga radang sendi. Owalah, Nek… sabar yaaa. Mungkin teman-teman yang masih diberi rezeki mengurus orang tua, juga ada yang mengalaminya?

Melihatnya sedih ya? Apalagi orang tua-orang tua kita yang dulunya lincah dan super aktif. Kadang kemudian menjadi uring-uringan karena geraknya menjadi terbatas. Ibu saya yang mantan aktivis PKK, dulunya gesit terjun ke desa-desa, kini jalan di halaman rumah saja nyeri. Duh… Coba kita ulik, apa sih, si osteoarthrithis ini?

Osteoarthritis atau Radang Sendi, Sebenarnya Apa Sih?

Nah, ceritanya di bagian sambungan antar tulang, ada bagian tulang rawan dan synovial sebagai bantalan alami. Ketika terjadi degenerasi di bagian itu, tulang rawan yg tadinya halus menjadi kasar. Seiring waktu, tulang bertabrakan dan ini memengaruhi sendi. Yang dirasakan biasanya adalah nyeri dan kesulitan bergerak.

Ternyata osteoarthritis bukan Cuma bisa terjadi pada panggul, seperti yang dialami ibu saya. Pada bagian lutut atau persendian lainnya juga bisa.

Mengenali Penyebab Radang Sendi

Beberapa sumber menyebutkan ada sejumlah faktor risiko diantaranya adalah faktor usia. Wah, ya kalau ini. Usia Ibu sudah 64 tahun. Sudah termasuk lanjut juga kan ya. Lalu jenis kelamin. Perempuan lebih sering mengalami OA dibanding lelaki. Lalu cedera pada sendi. Faktor obesitas juga, ini masalah ibunda sejak usia 50-an. Dan masih banyak beberapa faktor risiko lain seperti: aktivitas fisik, cacat tulang, kondisi arthritis lainnya juga faktor keturunan.

Nah, hayooo…siapa yang masih memandang urusan kegemukan bahkan obesitas sebagai masalah ukuran semata? Enggak sesederhana itu ternyata ya.

Cara Pengobatan Osteoarthritis

Beberapa sumber menyebutkan, pada tahap awal sekali sebenarnya osteoarthritis hampir tidak menunjukkan gejala. Ibu saya baru diketahui jika mengalami osteoarthritis baru ketika nyerinya sudah mulai mengganggu, tidak sekadar nyeri karena lelah yang ketika istirahat selesai sudah. Pada saat itu dokter hanya meresepkan glukosamin dan kondroitin dan meminta ibunda mengendalikan berat badan. Jika bisa diturunkan. Ini yang cukup sulit. Dengan disiplin ketat saat saya rawat di rumah, ibu memang turun beberapa kilo, tapi kemudian naik lagi setelah beliau pulang ke rumahnya sendiri. Hiks…

Dua tahun kemudian terjadi kondisi makin parah, kali ini dokter memberikan terapi berupa fisioterapi. Selama berbulan-bulan ibu menjalani fisioterapi dua kali seminggu. Dokter juga menyarankan penggunaan korset khusus. Again… berat badan harus dikontrol. Sampai di titik ini saya merasa, urusan menjaga berat badan bagi beliau adalah hal yang sudah tidak bisa DITAWAR. Saya tak ingin makin parah.

Pengobatan Osteoarthritis Stadium 4

Ketika kondisinya sudah sangat parah, ternyata pengobatan osteoarthritis bisa sampai membutuhkan tindakan operasi. Jika terjadi di lutut misalnya, ketika sudah amat parah ya harus menjalani total knee replacement (TKR). Salah seorang sahabat saya ibunya mengalami OA lutut ini, syukur belum sampai ke tahap operasi.

Perbandingan Kondisi Persendian Sehat (Kiri) dengan yang Mengalami OA (kanan)
Kondisi Sebelum dan Sesudah Operasi

Tak ada salahnya mencari informasi. Siapa tahu teman-teman di sini ada yang membutuhkannya. Pengobatan osteoarthritis dan operasi lutut terbaik ternyata bisa dilakukan di Negara tetangga, lo.

Mengapa Dokter.My?

Dokkter.My ini adalah startup dari Eropa yang membangun platform bebas biaya untuk memfasilitasi second opinion juga perjalanan medis terutama di Asia Tenggara.  Beberapa alasan untuk memilih Dokter.My adalah:

Pengalaman. Rumah sakit yang menjadi mitra sudah berpengalaman melakukan operasi lutut dan panggul selama lebih dari 20 tahun dengan kasus yang sudah ditangani oleh mereka sebanyak lebih dari 350 per tahunnya.

Pembedahan menggunakan teknik minimal invasive, pemulihan pasca operasi pun lebih cepat. Kabarnya TKR satu sisi, sudah bisa berjalan sehari setelah operasi. Alasan lain adalah harga operasi beserta perawatannya relatif terjangkau. Juga ditunjang dengan post operasi dengan rehabilitasi yang lengkap

Jika telanjur telah parah, memang dibutuhkan kebutuhan dan serius menanganinya, ya teman-teman. Yuk, teman-teman jangan pernah remehkan rasa nyeri. Segera minta bantuan ahlinya sebelum kondisinya makin rumit.

Post Author: wyuliandari

Momblogger, penulis buku, pebisnis online sekaligus seorang PNS yang suka menulis. Tema-tema green, health, travelling , teknologi dan pendidikan adalah topik yang diminatinya.

33 Replies to “Radang Sendi (Osteoarthritis ) Bisa Picu Depresi. Jangan Sepelekan, Kenali Penyebab dan Pengobatannya”

      1. Aku ini kadang suka ga enak bagian lutut. Cuma lebih ga enak pinggang tetep karena krna hnp aku ini mba 🙁

        Aplagi wanita rentan ya kena ini :(. Kalau kurang sreg bisa pakai rujuk

    1. Ibu aku jg ada masalah sendi mba. Melahirkan anak 4 laki2. Bolak balik pengobatan. Ibu masih takut utk operasi. Beliau milih suntik dan terapi aja…moga ibu kita makin membaik ya mbaa

  1. Wah teryata ada hubungannya ya antara radang sendi dengan depresi? Saya kira lebih hanya pada aktifitas yang kemudian terganggu. Tapi mnurutku memang penting juga untuk tahu penyebab dan pengobatannya. Makasih ya

  2. Aku kena OA di jari tangan dan akhirnya fisioterapi., sembuh. Ibuku punya ini jadi sepertinya menurun. Sekarang karena nyetir matic banyakan pakai kaki kanan, ada keluhan juga di bagian kanan, sekitar persendian di telapak kaki.
    Sudah periksa tapi hanya perlu obat minum dan oles saja. Belum dan semoga tidak parah.
    Terima kasih sharing infonya, Mbak Wied. Keep noted!

  3. Masalah ibuku banget, Mbak. Sejak melahirkan anak keempat, trus jadi single parent ibuku memang overdosis dalam bekerja. Mungkin juga pola makan udah nggak kayak zaman masih ada alm. papa. Akhirnya berat badan agak naik, trus dengkul kena. Sekarang beliau juga lagi diet plus terapi untuk memperbaiki syaraf kejepit dan masalah persendian ini. Kadang ya jadi sedih karena kerja sekeras itu demi kami. HIks, jadi melow.

  4. Ibuku juga mengalami nih nyeri di lutut, tapi memang dulu waktu mudanya pernah jatuh dan lututnya geser. Ketika sudah usia lanjut baru kerasa banget efeknya.
    Memang kalau sudah lanjut usia gini, masalah persendian harus mendapatkan perhatian khusus ya, terutama bagi yang sudah terkena OA.

  5. Radang sendi ini kalau sudah akut emang bahaya ya mbak. Ada tetanggaku di kampung yang kena. Biasanya lincah dan ceria kemana-mana sendiri, sekarang lebih banyak diam dan nampak murung. Mungkin merasa nggak enak juga kalau mau minta tolong untuk menuntun membantu pindah tempat, iya geraknya sekarang jadi terbatas dan mengandalkan bantuan orang lain.

  6. Kalau penderita gangguan ini, olahraga yang paling aman kira-kira apa ya, Mbak? Karena persendian lutut ini kan vital banget. Jalan agak jauh ya rawan capek. Lari apalagi. Apa mungkin renang ya?

  7. Duh jangan sampai ya mengalami radang sendi, makanya udah 3 tahun terakhir ini ku rutin minum suplemen untuk tulang. Ya namanya usia, nggak bisa bohong kalau udah banyak yang menua, hehehehe

  8. Langsung ingat kejadian beberapa tahun lalu sempat mengalami syaraf kejepit yang bikin susah berdiri tegak karena punggungnya sakit banget, udah mikir yang enggak2 saking sakitnya, tapi Alhamdulillah setelah dijadwalkan fisioterapi 3x di RS, rasa nyerinya berangsur membaik dan tulang belakang gak kaku lagi.
    Sakit sendi memang bukan hal sepele, dan gak boleh dianggap sepele.

  9. Dokter my ini semacam platform yang bisa bantuin kita klau mau second opinion ke negeri sebelah gtu ya mbak?
    Radang sendi ternyata sebahaya itu ya, bahkan sampai ada yg perlu tindakan operasi ya mbak….

  10. Ibu saya juga sering mengeluh lututnya sakitnya, Mbak. Dan setelah membaca postingan ini, saya jadi paham. Jadi memang tidak boleh disepelekan, harus segera diambil tindakan.
    Terima kasih sharingnya, Mbak Widya.

  11. Bacanya agak gimana gitu. Radang sendi itu nyerinya subhanallah, banyak juga yang udah ngalamin. Terutama usia lanjut. Bagus nih mba share-nya jadi pada tahu radang sendi itu apa. Dan juga apa yang harus dilakukan bila melanda orang tuanya. Memang usia lanjut dan obesitas rawan penyakit.

  12. saya pernah mbak mengalami sakit di bagian lutut sampai rasanya susah buat digerakkan dan tindakan saya cuma diam di tempat sambil dipijat saja. kalau sudah begini musti ada pemeriksaan dini ya biar tahu kondisi lutut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *