Site Loader

LOCATION

www.facebook.com/wyuliandari ; www.instagram.com/widyanti_yuliandari ; https://twitter.com/widyanti_y
Share

Tiba-tiba Ibu mengeluh kesemutan di separuh badan. Saya sangat kaget, yang terpikir adalah gejala stroke, maka langsung saya bawa klinik dekat rumah. Dua hari kemudian sudah dibolehkan pulang namun tak lama di rumah, serangan yang sama muncul lagi. Kali ini lebih parah dan membuat beliau ketakutan, maka segera saya bawa ke IGD Sebuah RS Swasta di Bondowoso. Neuropati DM dengan kolesterol tinggi, demikian kata dokter yang merawat beliau. Ya Allah….

Saya cukup kaget mendapati angka kolesterol total mencapai 246, karena tak sampai sebulan sebelumnya ketika dicek masih 196. Entah kesalahan di laboratorium atau apa. Karena kalau saya lihat pola makan beliau masih cenderung terkontrol.

Kolesterol itu apa?

Sebenarnya kolesterol itu apa, sih? Kolesterol itu adalah zat lemak yang terdapat dalam tubuh. Zat ini dubutuhkan untuk beberapa proses dalam tubuh seperti menghasilkan hormon, vitamin D dan produk penting yang lain. Pendeknya, sebetulnya zat ini bermanfaat bagi tubuh. Namun jika kadarnya terlalu tinggi, akan menumpuk di dalam darah. Kondisi ini akhirnya mengganggu aliran darah.

Angka kolesterol ibu saya di atas adalah kolesterol total. Sebenarnya tak dapat digebyah uyah atau disamakan semua. Ada beberapa pembagian lemak. High Density Lipoprotein (HDL) adalah lipoprotein (protein dan lemak) yang kandungan proteinnya lebih banyak dibanding lemaknya. Lemak jenis ini berfungsi mengambil kelebihan kolesterol dan lemak lainnya dari sel-sel tubuh untuk dibawa kembali ke liver. Maka, jenis yang ini biasa disebut si kolesterol baik. Nah, si baik ini keberadaannya dalam darah harus cukup tinggi.

Sebaliknya, ada juga yang disebut kolesterol jahat, yakni LDL atau Low Density Lipoprotein. Si LDL ini berfungsi membawa kolesterol ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Jika kadarnya terlalu tinggi, dia bakal menumpuk di dinding pembuluh arteri. Definisi ini saya dapatkan dari Wikipedia, ya teman-teman. Semoga tidak salah mengutipnya. Maklum, pelajaran biologi udah berpuluh tahu silam. Eh?! Ketahuan umur, deh!

Penyebab Kolesterol Tinggi

Lalu apa penyebab tingginya angka kolesterol khususnya koles jahat? Banyak sih yang disebutkan seperti faktor makanan, kurang gerak, asap rokok dan penyakit tertentu. Yang saya curugai menjadi penyebab di Ibu saya adalah faktor makanan dan jarang gerak. Iya, ibu kudu dipaksa banget baru olah raga. kalau makanan, walau ibu sekian persen menerapkan food combining, tapi beliau ini termasuk kebanyakan makan gorengan. Kesukaan beliau adalah makanan kriuk-kriuk digoreng. Bukan kolesterol ya, kalau dari tumbuhan. Tapi kan lemak buruk alias jahat.

Bahaya Kolesterol Tinggi

Memangnya mengapa jika kolesterol dalam darah kita kadarnya tinggi? Pernah kan, menemui orang yang enggak ke dokter, enggan cek up dengan alasan, khawatir ketahuan penyakitnya. Nah, konyol juga to? Termasuk urusan kolesterol tinggi ini. Karena risikonya sebenarnya bisa makin berbahaya.

Jika kolesterol tinggi terus menerus terjadi tanpa diketahui, tanpa ada tindakan mengatur pola hidup, tanpa ada pengobatan, lama kelamaan bisa terjadi yang disebut aterosklerosis. Kolesterol menumpuk di pembuluh sebagai plak, lalu ini menyumbat aliran darah, ujung-ujungnya menyebabkan penyakit jantung koroner. Dulu, almarhum bapak saya mengalami ini. Jika aterosklerosis ini terjadi pada pembuluh arteri yang memasok darah ke jantung, akan terasa nyeri dada atau juga gejala penyakit jantung lainnya.

Plak juga bisa pecah, gumpalan darah bisa terbentuk di permukaan plak. Jika gumpalan cukup besar, bisa menghalangi aliran darah ke jantung. Ini bikin jantung kekurangan oksigen, lo. Jika ini tidak pulih dengan cepat, bisa menyebabkan bagian otot jantung mati dan bisa terjadi serangan jantung.

Bukan cuma di jantung, plak juga bisa terbentuk di bagian pembuluh darah lainnya. Jika terjadi pada arteri yang membawa darah kaya oksigen ke otak atau bagian tubuh lainnya dan menyebabkan aliran darah tersumbat, maka yang bisa terjadi adalah penyakit arteri carotid, arteri perifer dan stroke. Tuh, ke mana-mana kan dampaknya si kolesterol tinggi yang tidak diatasi dengan baik.

Gejala Kolesterol Tinggi dalam Darah

Banyak sumber menyebutkan, kolesterol tinggi tidak menyebabkan gejala, karenanya kondisi ini biasanya terlambat untuk disadari. Namun banyak juga orang di sekitar saya yang meyakini bahwa pegal di sekitar pundak (tanpa alasan yang jelas) itu adalah gejala kolesterol tinggi.

Itulah mengapa, melakukan cek kadar kolesterol secara berkala, dinilai sangat penting. Untuk kasus yang terjadi pada ibu saya, memang beliau mengeluhkan pegal terutama di pundak. Pada saat saya lakukan bekam/hijamah (kami sekeluarga rutin berbekam, namun memang 2 tahun terakhir agak jarang) di bagian sekitar pundak, tak bisa mengeluarkan darah seperti biasanya. Ada sedikit saja darah yang merembes.

Untuk orang dewasa, disarankan untuk melakukan pemeriksaan kolesterol tiap 4-6 tahun sekali, mulai usia 20 tahun. Walaupun jarang mengalami kolesterol tinggi, pemeriksaan kolesterol pada anak-anak juga disarankan pada saat anak berusia 9-11 tahun, dan diulangi pada saat berusia 17-21. Pada anak-anak dari keluarga penderita diabetes dan kolesterol tinggi, pemeriksaan kolesterol disarankan pada saat anak berusia 2-8 tahun dan diulangi pada usia 12-16 tahun. Jujur, untuk anak-anak saya belum melakukan testnya.

Beberapa waktu lalu saya juga sempat melakukan pengecekan kolesterol darah. Walau belum ada keluhan apa-apa, enggak ada salahnya berjaga-jaga. Iya kan?

Lalu Berapa Sebaiknya Kadar Kolesterol Normal dalam Darah?

Nah, untuk senantiasa memastikan kadar kolesterol terjaga dengan baik, kita juga sebaknya tahu berapa nilai rujukannya, ya. Untuk kadar LDL tak lebih dari 100 mg/L sedangkan HDL minimal 60 mg/L atau lebih. Kolesterol totalnya sebaiknya tak lebih dari 200 mg/L. Begitu yang saya baca di beberapa sumber internet.

Saya lupa berapa pastinya angka kolesterol dalam darah saya yang dicek beberapa waktu lalu. Yang jelas, masih jauh di bawah angka maksimal. Jadi tenang kan, kalau begini. Meski saya terus melakoni pola hidu sehat khususnya juga pola makan.

Cara Mengatasi Kolesterol Tinggi

Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengendalikan kadar kolesterol jahat dalam darah, diantaranya adalah:

Mengatur pola makan sehat

Makan cukup buah dan sayur serta makanan berserat lainnya, membatasi bahkan skip gorengan dan makanan berlemak lain seperti jeroan. Mengupayakan makan cukup lemak baik, seperti avokad misalnya. Yang enggak boleh disepelekan juga cukup air minum. Air yang beneran air ya, buka teh, kopi, minuman manis atau berwarna lainnya.

cara mengatasi kolesterol dengan pola makan sehat

Menu di rumah sakit, selama Ibu saya dirawat, sama sekali tak ada lauk yang digoreng. Semua lauk kukus atau panggang. Sayuran pun bukan ditumis, melainkan sayur bening-beningan. Hihi…sekilas memang kurang mengundang selera, ya. Tapi kalau kita lihai memasaknya, juga bisa enak kok. Menu-menu chinesse yang serba di-Tim itu bisa dijadikan pilihan. Untuk lauk juga bisa mengkreasikan aneka pepes.

Berolah raga secara terukur dan teratur

Ternyata ada hubungannya lo, antara berolah raga dengan kadar kolesterol jahat. Olah raga yang dilakukan secara teratur dapat menaikkan HDL dan menurunkan LDL dalam darah. Makanya, saya mulai rutin olah raga. Belum bisa tiap hari sih, setidaknya seminggu 2 kali jalan kak sejauh 3 kilometer. Kalau yang tiap hari baru peregangan aja, semoga dalam waktu dekat bisa kembali ber-yoga.

Berhenti Merokok

Bagi yang setia menjadi ahli hisap, pasti ini tak akan mudah. Tapi, pikir panjang ya, teman-teman. Demi kesehatan Anda. Demi orang-orang terkasih di sekitar Anda.

Makanan mengandung lemak baik

Nah, si lemak baik ini sebenarnya dapat kita penuhi dengan mudah dengan cara mengkonsumsi beberapa jenis makanan mengandung lemak baik misalnya, buah avokad, beberapa jenis ikan, beberapa jenis minyak dan kacang-kacangan.

Nah, Cuma…. di masyarakat kita seringkali terjadi salah pengolahan sehingga mengkonsumsi lemak baik tak dapat memenuhi tujuannya. Contohnya beberapa jenis ikan yang sebenarnya berisikan lemak baik, kita oloh dengan cara digoreng garing bin kriuk. Enakkkkkk? Ya tentu. Tapi dalam mengolah makanan sehat, kan bukan hanya soal rasa yang harus kita utamakan, tetapi fungsi.

Contoh lainnya adalah santan, dalam kondisi segar dan dalam takaran tertentu, santan sebenarnya juga dibutuhkan tubuh. Tapi jika santan hadir dalam semangkuk kolak, apakah maksudnya terpenuhi? Ada komponen gula di sana, ada buah yang dimasak sehingga nutrisinya rusak, dan lemak baik berupa santan yang dipanaskan sehingga komponennya berubah, sifatnyapun berubah. Nah, yang seperti inilah yang sangat umum terjadi. Begitu pula dengan kebiasaan masyarakat kita mengkonsumsi degan alias kelapa muda. Kelapa mudanya sehat, tapi, kalau sudah hadir dengan tambahan serutan es yang menggunung, sirup frambozen merah merona, dan gurih legit siraman susu kental manis, dapat sehatnya?

Mengenal Virgin Coconut Oil Untuk Mengendalikan Kolesterol

Virgin coconut oil, saat ini termasuk salah satu substansi yang sering dibicarakan. Minyak kelapa murni alias virgin coconut oil ini adalah minyak kelapa yang dibuat dari bahan baku kelapa segar. But wait? Mengapa kolesterol tinggi justru disuruh nenggak minyak sih? Balik lagi ke konsep lemak baik dan lemak jahat. Jadi perlu diketahui, si VCO ini beda ya dengan minyak kelapa. Bahan boleh sama. Sama-sama kelapa, tapi proses beda, cin! Si minyak kelapa murni alias VCO ini, dibuat tanpa pemanasan atau dengan pemanasan yang terkendali.beda kan ya dengan minyak kelapa.

Savico, VCO Berkualitas dari Sagha

savico
Savico, VCO dari Sagha (Original)

Kalau bagi saya yang peminum minyak-minyakan pemula, aroma savico ini sangat enak. After tastenya juga masih ramah. Kelebihan yang utama buat saya, VCO ini sudah mengantungi registrasi BPOM. Nah, ini bikin ayem mengonsumsinya. Selain itu, Savico dibuat secara higienis. Proses pembuatannya pun dengan melewati proses pemecahan molekul menjadi ukuran sangat kecil sehingga lebih mudah diserap tubuh.

savico vco dari sagha
Savico Light

Savico saat diaplikasikan secara topical, dengan pengolesan langsung ke kulit, ataupun sebagai cleansing oil, sepat meresap dan tidak meninggalkan sensasi lengket. Ini menyenangkan sekali.

Penggunaan savico

Yang juga bikin kita untung membeli savico ini adalah, penggunaan VCO dari Sagha ini sangat beraneka. Savico enak dikonsumsi secara langsung. Ibu saya meminum 2 SDM Savico 2x Sehari setiap sebelum makan besar. Beliau juga menggunakan SAVICO light untuk dioles ke kulit beliau yang kering.

Selain itu, Savico juga dapat digunakan sebagai bahan dressing salad. Kalau saya sih, bikin dressing ga neko-neko, menyesuaikan dengan lidah juga. Cukup savico, sedikit garam dan perasan jeruk nipis. Kasih irisan bawang sedikit, udah inukkk. Savico juga bisa dicampurkan ke smoothie atau minuman lain, misalnya coklat. Untuk teman-teman yang doyan sambal matah juga bisa lo, dicampur dengan 1-2 SDM savico untuk memberikan aroma khas, dan tentu memperkaya nutrisinya.

Manfaat dan Khasiat Savico

Ibu memang belum lagi dicek kolesterolnya. Namun melihat kondisi tubuhnya, dokter kemarin pada saat control sudah tidak menyarankan cek kembali. Secara umum kondisi setelah hampir sebulan ini, beliau sudah jauh lebih segar. Sudah bisa beraktivitas seperti sedia kala, dan masakin kami makanan enak-enak. Haha….

Tapi memang kondisi ini dicapai dengan dampingan suster galak. Eh…uupsss… enggak ya, serius. Jadi ibu menjalani pola makan sehat yang cukup ketat. Selama sebulanan ini nyaris tidak ada cheating. No gula pasir sama sekali. Tidak makan makanan yang digoreng sama sekali. Semua lauk beliau diproses dengan cara kukus dan panggang. Selain itu, beliau juga sarapan dengan buah sebanyak dua kali, masing-masing 1 porsi.

Saya menulis ini karena saya ingin teman-teman punya pemahaman seperti yang saya pahami. Makanan lah “bahan bakar” utama tubuh, jadi ketika sakit, jangan hanya mengandalkan obat atau suplemen. Karena, seberapa banyak sih tubuh kita dapat menahan masuknya bahan tersebut? Enggak banyak kan? Jauh lebih sedikit dibandingkan makanan. Jadi ya makananlah yang harus diperbaiki dengan serius.

Di mana bisa membeli Savico?

Savico dan produk-produk Sagha berkualitas lainnya, biasanya tidak dijual secara bebas/luas. Produk-produk sagha dipasarkan oleh sejumlah distributor yang dipanggil Sagha Angel. Sagha Angel ini bukan sekadar jualan produk. Tapi, mereka share semangat dan bagaimana cara hidup sehat alami dan seimbang. Value ini yang saya laff banget.

Nah, kali ini Savico saya peroleh dari Mbak Intan Eka. Teman-teman bisa mengontaknya di: +62 856-3003-323

Atau langsung ke lapak beliau DURUMI SEHAT di SHOPEE: Durumi Sehat Sagha

Nah, segini aja dulu pengalaman mengatasi kolesterol dengan pola makan baik dan savico. Masih banyak petualangan mencari sehat (dan cantik) yang akan saya share di blog ini. So…. ikuti terus yaaa…

Post Author: wyuliandari

Momblogger, penulis buku, pebisnis online sekaligus seorang PNS yang suka menulis. Tema-tema green, health, travelling , teknologi dan pendidikan adalah topik yang diminatinya.

38 Replies to “Kolesterol Tinggi Bisa Berujung Kematian! Yuk, Ketahui Penyebab dan Cara Mudah Memanfaatkan VCO Untuk Mengendalikannya”

  1. Baru dengar tentang minyak VCO merk Savico ini. Sewaktu anak saya masih bayi, minyak VCO ini khusus saya gunakan untuk mengoleskannya di kepala bayi supaya rambutnya lebat. Eh ternyata ada kegunaan lainnya yang banyak.

    1. Betul teh, untuk penggunaan secara dioles dia juga macam-macam manfaatnya. Bahkan juga ada yang pakai buat mengatasi ketombe. Multifungsi banget lah sebenernya minyak ini. Makanya di rumah stocknya cepet banget habis. Wkwkwk.

  2. wahhh aku nih belum pernah cek kolesterol…huhuhu takut juga sih..meski sering olahraga tapi kanan masih suka-suak banget..heheh Tapi kalo sedia VCO aman ya…

  3. Duh aku jarang ngecek koleseterol. Sudah ada rasa gak nyaman dih di bagian tubuh, soale emang berat badanku lumayaaaannn…. btw, sering sih melihat VCO di supermarket, mau beli tapi mehong. Rupanya bisa diminum juga ya. Semoga suatu saat nanti bisa membelinya.

  4. Berarti kalau sering kesemutan di setengah badan gitu tandanya kolestrol tinggi ya?
    Kakakku sering ngeluh gitu, dia emang overweight dan doyan ngerokok, udah tau sebabnya, tapi nggak mau berhenti rokok dan susah bgt buat ngecilin badan. Padahal gerak terus dan makan juga normal 😅

    1. Kalau yang dialami ibuku itu akibat neuropaty-nya, Kak. Cuma kalau kesemutan secara umum bisa jadi juga pertanda gejala penyakit atau bahaya lainnya, stroke misalnya. lebih baik segera cek, Kak.

  5. Makjlen ini sama kalimatnya Mbak Wid, “Seberapa banyak sih tubuh kita dapat menahan obat/suplemen? Jauh lebih sedikit dibandingkan makanan. Jadi ya, makanlah yang harus diperbaiki dengan serius.

    Wah iyo ih, Mbak. Aku suka gitu T_T pengen kayak Mbak Wid, hidup sehat, makan makanan yang sehat, tapi kalo ditraktir gorengan di kantor, aku kok yo ora iso nolak T_T

  6. Savico ini bisa diminum langsung? Kayak minum madu gitu ya mbak, saya kok jadi penasaran sama rasanya.

    PR banget nih buat saya, belum bisa menjauh dari gorengan. Seharian nggak makan nasi masih bisa, tapi gorengan? No, ya minimal kerupuk lah. Makan pecel atau urap kan paling enak tuh kalau ditemani tempe goreng dan kerupuk.

  7. Bisa dioleskan di kulit yang kering ya, jadi multi manfaat kalo gini.
    Aku kalo bikin salad sayuran malah nggak pakai dressing mayo, tapi cukup pakai cincangan nanas. Kalo ada strawberry juga bisa, seger rasanya. Aku dulu sempat kolesterol rendah loh, gara-gara ikut diet terlalu ekstrim

  8. Jadi mengonsumsi Savico-nya ini sebelum makan ya mba. Ini kayaknya kolesterolku ya agak tinggi mungkin ya, lha wong pencinta gorengan garis keras hehehe… Harus berusaha sekuat tenaga untuk mengurangi sedikit demi sedikit dan mengganti dengan asupan yang lebih sehat.

    1. Oh iya. Bener. Sekarang berbagai penyakit tidak melulu monopoli orang tua. Bahkan penyakit degeneratif kaya DM, dsb, yang dulu identik dengan orang berumur, kini juga banyak diidap orang muda bahkan anak. Emang sedari dini kita seharusnya waspada.

  9. Kalau mengonsumsi VCO sih belum pernah. Paling baru pemakaian luar aja. Untuk campuran essential oil.
    Ngebayangin minum minyak ke apa? Belum siap untuk nyoba.
    Semoga ibunya sehat selalu mba.

  10. Awalnya aku mikir, mesti berhenti makan yang berminyak-minyak niih…
    Tapi alhamdulillah, ada jalan keluarnya dengan mengganti minyak yang digunakan di rumah dengan minyak VCO yaa…
    Sipp…siip~

  11. saya belum pernah general check up nih mbak, sebenarnya udah ada niat tapi belum terlaksana. Pengen tahu juga kadar kolesterol dan asam urat karena pundak sering pegel dan kesemutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!