Site Loader

LOCATION

www.facebook.com/wyuliandari ; www.instagram.com/widyanti_yuliandari ; https://twitter.com/widyanti_y
vivobook ultra
Share

Arundaya Taufiq:

24 Juni 2019

Hari Pertama Pencarian…

Lebih dari seratus relawan yang datang dari Bondowoso dan sekitarnya, terlibat dalam pencarian tersebut. Walau telah berkali-kali menjejakkan kaki di beberapa gunung di Jawa, ini adalah keterlibatan saya yang pertama kali terkait pencarian orang hilang. Sebagian besar dari kami belum mengenal medan. Kami bergabung hanya bermodal rasa kemanusiaan. Ada yang mencari ke puncak, ke sungai, ke kebun dan kemana pun di area itu. Informasi di titik mana survival hilang, tidak jelas. Karena informasi dari teman–teman survival berbeda–beda. Tak ada koordinasi di antara relawan.

Senin siang, tim Basarnas dari Jember datang, dan langsung ke puncak. Sedangkan kami (sebagian dari tetangga, penduduk lokal dan relawan pecinta alam berjumlah belasan orang) mengambil inisiatif menyusuri sungai hingga mendekati hulu. Tidak ada hasil di sungai.

laptop untuk petualang

Menjelang asar, kami mengambil inisiatif merambati dinding jurang menuju ke atas, mendekati puncak. Menjelang magrib tiba di atas dan bertemu dengan 2 orang dari Basarnas yang bertugas berjaga di atas. Selepas magrib kami turun berbekal lampu HP menyusuri jalan dalam kegelapan.

Dua jam perjalananan, kami tiba di posko. Sudah banyak relawan, termasuk dari tempat yang jauh. Basarnas melakukan koordinasi dan memfasilitasi niat baik semua relawan termasuk mereka yang melakukan ritual mistik.

(Ditulis sesuai penuturan Pak AT, suami saya)

Widyanti Yuliandari:

Penelitian Kualitas Air Sungai

25 April 2018, 12.45 – Tepi Sungai Jl. Diponegoro, pintu masuk Bondowoso bagian barat

Saya berkali-kali melirik jam tangan. Mempercepat perlakuan pada sampel air dan bergegas melakukan packing. Okta, asisten sampling saya terlihat sudah jauh lebih cekatan dari beberapa tahun lalu, ketika saya pertama kali mengajarinya teknik dasar sampling air sungai. Saya membantunya menyelesaikan pengukuran beberapa parameter kualitas air yang harus dilakukan saat itu juga di lapangan, lalu menulis cepat-cepat beberapa data lapangan yang harus dicatat di dalam form yang sudah kami siapkan.

Mengambil sampel air sungai
laptop untuk petualang
Preparasi sampel sebelum dikemas dan dibawa ke laboratorium

Untuk mengetahui kondisi air sungai di sistem Sungai Sampean ini, saya menggunakan 3 metode. Metode fisik kimia dan biologi. Metode fisik dan kimia dilakukan dengan mengambil sejumlah contoh uji air sungai atau yang disebut sampel, lalu melakukan pengukuran terhadap beberapa parameter kualitas air. Sejumlah parameter harus dilakukan saat itu juga di lapangan, sedangkan beberapa parameter lain harus saya lakukan di laboratorium. Metode biologis saya lakukan dengan mengambil contoh makhluk yang disebut makroinvertebrata. Hewan-hewan kecil ini nanti akan saya identifikasi lalu saya analisis untuk mengetahui secara pasti, seperti apa kondisi sungai ini. Baikkah? Cemar ringankah? Atau justru cemar berat?

sampel makroinvertebrata
Penampakan beberapa hewan makroinvertebrata yang membantu saya mengetahui kondisi sungai

Suami sigap bersiap di dekat kami, mengambil beberapa foto untuk dokumentasi. Lalu membantu mengemasi peralatan sampling, setelah sebelumnya memposisikan mobil pada arah titik sampling selanjutnya. Ini masih titik ke 4, masih ada 6 titik lagi harus kami selesaikan hari ini.

Sampling yang cukup menguras energi ini adalah bagian dari tesis magister teknik lingkungan, yang harus saya selesaikan. Sebanyak 10 titik di sepanjang sistem sungai Sampean dari Bondowoso hingga ke muara di Situbondo sejauh 60 km harus kami kerjakan. Butuh stamina yang kuat untuk turun, mengambil sampel, dan naik dari sungai. Terkadang bahkan, lokasi sungai jauh dari titik dimana mobil memungkinkan untuk diparkir. Maka tak ada pilihan lain selain berjalan kaki agak jauh. Begitu pula untuk memetakan lokasi sungai, mengambil gambar sampel dalam jumlah ribuan foto dan menganalisisnya. Di luar urusan tesis, riset semacam ini adalah pekerjaan rutin saya sebagai ASN.

Kafe, Kantor Kedua dan Tempat Bersantai

Kafe adalah ‘tempat kerja’ saya dimana mood tertinggi bisa saya temukan di sana. Berjam–jam saya bisa menulis dan menghasilkan banyak tulisan, mulai dari menulis buku, isi blog hingga tugas kuliah serta mengerjakan tesis. Kerja menulis di cafe berjam–jam tentunya melelahkan jemari saya.

Selain untuk menulis, saya dibantu suami, atau anak perempuan kami, juga kerap melakukan sesi foto di kafe. Tempat yang instagramable, dengan atmosfer yang hangat, sangat mendukung untuk memproduksi konten.

Terkadang saya dan suami datang ke kafe pada saat jeda, di saat jam istirahat siang kantor. Waktu satu jam bisa kami gunakan setengahnya untuk menulis, setengahnya lagi untuk ngobrol sambil menikmati makanan. setengah jam menulis, dalam kondisi mood yang sangat bagus, biasanya saya bisa menyelesaikan hampir 1000 kata. Lumayan …

Lain waktu, saya datang saat weekend atau hari libur lainnya. Berjam-jam di kafe bisa memproduksi ribuan kata. Kalau udah begini, buku saya bakalan bisa cepat beres, deh!

Stasiun Jember, 29 Juni 2019

Tradisi Liburan Keluarga Gaya Ransel

Saya duduk menggelesot diantara tumpukan ransel dan barang bawaan kami lainnya. Ini adalah perjalanan ala ransel kami sekeluarga yang pertama untuk tahun ini. Kereta yang akan membawa kami ke stasiun Purwosari Solo, masih lama akan tiba.

Sudah sering saya backpakeran baik sendirian maupun bersama keluarga. Berganti moda transportasi mulai dari colt, bus, kereta api dan pesawat terbang, taksi online. Berjalan ratusan meter menuju loket dan tempat parkir. Bahkan, jika terburu–buru mengejar kendaraan, saya sedikit berlari dengan ransel di pundak dan tentengan oleh–oleh di tangan. Backpakeran ini juga menjadi waktu untuk bekerja, apalagi kalau bukan di depan laptop. Nah, laptop yang ringan, ringkas dan memiliki kinerja mumpuni tentunya sangat membantu aktifitas ini.

Gawai Seperti Ini yang Kami Butuhkan!

Hilangnya pendaki di gunung adalah kasus yang butuh penanganan cepat karena berkejaran dengan waktu untuk menolong jiwa. Ada batas waktu manusia bertahan hidup tanpa bekal makanan dan minuman. Pencarian membutuhkan informasi lengkap tentang jenis medan apapun. Informasi yang lengkap bisa meringkas waktu pencarian karena tim pencari sudah punya bekal cukup sebelumnya mengenai medan pencarian.

Berpetualang di alam bebas, apalagi melakukan tugas pencarian korban sambil tetap terhubung dengan media sosial dan melakukan tugas taktis kehumasan untuk menangkal hoax seperti kasus di atas, ternyata juga butuh gawai pendukung. Saat ini saya baru sadar, bahwa memang ada kondisi di alam dimana dibutuhkan gawai yang mumpuni.

Melakukan riset di lapangan, seperti yang saya lakukan, juga akan sangat terbantu jika saya membawa sekaligus laptop sebagai salah satu perangkat kerja. Saya bisa langsung mengentri data-data saat itu juga. Sehingga, proses pengolahan data secara keseluruhan akan bisa lebih singkat.

Bekerja di kafe dan backpackeran juga demikian. Ini membawa saya pada kesimpulan bahwa perlu laptop yang ringkas, ringan, tipis dan kerja mumpuni untuk multitasking, transfer data cepat dan jika boleh memiliki tampilan yang wow.

Bayangkan jika saya, yang sudah berumur lebih dari 40 tahun dan suami yang sudah di atas 45 tahun, harus membawa laptop dengan berat lebih dari 2 kg masih ditambah bawaan lainnya, berjalan di track yang curam, naik turun sungai, berlarian di bandara supaya tidak tertinggal pesawat, tentu sangat menguras tenaga.

ASUS VivoBook Ultra A412DA memenuhi Ekspektasi yang Kami Butuhkan

asus vivobook ultra

ASUS VivoBook Ultra A412DA adalah laptop terbaru keluaran Asus yang memiliki tampilan stylish dan colourful, performa powerful, ringkas dan ringan. Bodi laptop ini mungil. Mudah dibawa ke mana–mana.

Seperti apa detail laptop mungil yang dilaunching bulan Juni lalu ?
Laptop ini memiliki berat 1,5 kg, ukuran diagonal 14 inch dengan ketebalan 1,9 cm. Dengan dimensi seperti itu, rasio layar ke body mencapai 87 persen dengan bingkai atau bezel 5,7 mm. Seperti ditulis di atas, laptop ini terhitung mungil. Asus sendiri menyebutnya ” laptop ultrabook 14 inci warna-warni terkecil di dunia. “

Resolusi layar laptop 1080 p full HD. Jadi terhitung tajam untuk memuat foto dan gambar berukuran besar. Memiliki tampilan menarik dengan beragam pilihan warna merah, abu–abu, silver dan biru. Jadi enak dilihat, baik kita ada di kafe, di pinggir sungai atau di alam bebas.

Satu hal yang menarik adalah, ketika kita membuka layar, maka body laptop akan terangkat 2 derajat sehingga kita akan nyaman untuk mengetik berjam–jam tanpa pergelangan tangan harus lebih menekuk ke bawah jika dibandingkan dengan posisi laptop mendatar. Asus menyebutnya sebagai ErgoLift Hinge. Desain dengan rongga ekstra ini memungkinkan terjadinya aliran udara yang lebih lancar dari komponen perangkat dalam bodi ke luar.

ASUS VivoBook Ultra A412DA sudah dilengkapi dengan windows 10 preinstalled. Kita tidak perlu membeli lisensi windows 10. Dukungan update software akan stabil dan mulus dari Microsoft kedepannya.

vivobook laptop paling ringkas di kelasnya

Nah, bagian di bawah ini yang menarik lainnya. Laptop ringan dan ringkas yang dinilai sebagai “The World’s Smallest 14 inch Colorful Notebook ” sudah membawa fitur Windows Hello dan finger print. Melalui fitur tersebut, kita dapat mudah masuk ke windows 10 dengan face recognitions dan sidik jari tanpa harus mengetikkan password.

vivobook ultra
vivobook

Spesifikasi Dan Harga ASUS VivoBook Ultra A412DA

Membahas spesifikasi ASUS VivoBook Ultra A412DA bahwa laptop yang ringan ini sesuai dengan spesifikasi yang saya harapkan adalah prosesornya AMD Ryzen 3000 series terbaru yaitu AMD® Ryzen™ 3 3200U , AMD® Ryzen™ 5 3500U dan AMD® Ryzen™ 7 3700U Processor, selain prosessor AMD® Athlon™ II Dual-Core 300U.

ASUS secara default menyematkan RAM 4 GB ke laptop ini dan 1 slot lagi bisa diupgrade hingga 12 GB. Upgrade RAM hingga 12 GB dimungkinkan bila pemakaian RAM 4 GB sudah tidak mencukupi dan SSD yang sudah ditanaman secara default akan membantu kinerja RAM dengan menggnakan pagefile windows 10.

Perlu diketahui bahwa ASUS VivoBook Ultra A412DA memiliki dual storage SSD 128GB/256GB SATA 3.0 M.2 atau 512GB PCIe® Gen3 x2 SSD dan HDD 500GB/1TB 5400 rpm SATA. Melalui perpaduan ini, laptop ASUS seri ini akan memiliki performa yang andal.

Untuk masalah konektivitas , ASUS VivoBook Ultra A412DA sudah mendukung gigabite networking dengan keberadaan adapter Integrated Wi-Fi 5 (802.11 ac (2×2) dan bluetooth 4.2.

Input-output Port ASUS VivoBook Ultra A412DA sudah terbilang lengkap yaitu 1 buah COMBO audio jack yang penting untuk multimedia, 1 buah USB 2.0 type A , 1 buah USB 3.1 type A , 1 buah USB 3.0 type A dan Type C, 1 micro SD card slot dan 1 buah slot HDMI. Laptop ini dibekali baterai dengan berkapasitas 37 Wh.

Dengan spesifikasi di atas, harga laptop ASUS VivoBook Ultra A412DA yang dijual di market place kisaran 6,3 juta hingga 8,4 juta rupiah. Menurut saya, terbilang hemat untuk ukuran sebuah laptop ringkas yang cukup berperforma.

Tabel spesifikasi ASUS VivoBook Ultra A412DA

Spesifikasi laptop Asus Vivobook Ultra A412DA
Spesifikasi ASUS VivoBook Ultra A412DA. Terlihat dari spesifikasi bahwa laptop ini memiliki ukuran yang mungil, ringan dengan performa yang mumpuni untuk aktifitas harian.

Kesimpulan

ASUS VivoBook Ultra A412DA dirancang dengan desain yang menarik, colorful, ringan, mungil dan ringkas sehingga enak untuk dibawa kemana – mana. Desain engsel ergolft yang secara otomatis mengangkat keyboard selain memberikan rasa nyaman untuk mengetik, meningkatkan sirkulasi udara juga meningkatkan performa audio dari kedua speaker.

Dilihat dari spesifikasi di atas, terlihat performa ASUS VivoBook Ultra A412DA mumpuni.Teknologi media penyimpanan berupa SSD (Solid State Drive) akan menawarkan transfer rate tinggi dengan konsumsi listrik lebih hemat sehingga loading lebih cepat dan responsif.

Hal lain, yang perlu diulang adalah laptop mungil ini menawarkan ekspansi atau upgrade baik dari kapasitas media penyimpanan maupun RAM. Artinya, kita tidak perlu kuatir untuk banyak menyimpan foto, video atau media digital lain dan saat yang sama performa laptop tetap terjaga.

Terakhir, karena laptop ini akan sering di bawa kemana – mana, maka ASUS merangcangnya memiliki kemampuan fast charging. Butuh waktu kurang dari 2 jam untuk mengisi 100 % kapasitas baterai dan hanya 49 menit untuk mengisi 60 % kapasitasnya. Waktu yang dibutuhkan saat rehat sejenak di stasiun.

Post Author: wyuliandari

Momblogger, penulis buku, pebisnis online sekaligus seorang PNS yang suka menulis. Tema-tema green, health, travelling , teknologi dan pendidikan adalah topik yang diminatinya.

40 Replies to “ASUS VivoBook Ultra A412DA Untuk yang Suka Berpetualang, Penelitian di Lapangan, dan Aktivitas di Luar Rumah Lainnya”

  1. Laptop VivoBook Ultra ini emang menarik banget mbak.. selain speknya, desain ringkas, ringan dan warna-warni cerianya bikin kita tampil makin awet muda dan makin senang membuat konten pastinya..

  2. Kalau saya baca laptop asus VivoBook utra A412DA, juga dari namanya yang ada kata “Book” dan “Ultra”, laptop ini menyasar ke anak muda, sekolahan, kuliahan, dengan performa lebih. Wujudnya yang kecil, ringan dan tipis memudahkan untuk dibawa ke mana-mana spt travelling dan kegiatan outdoor.

    Saya kira ASUS perlu memikirkan bahwa sebagian anak2 muda yang disasar adalah anak2 yang suka petualangan alam bebas dan sebagian pengguna laptop jenis VivoBook Ultra A412DA ini juga kalangan berumur yang suka juga travelling dan petualangan. Intinya, laptop ini bisa menyasar ke banyak usia. Apalagi harganya juga terjangkau.

  3. Kasih kode ke suami apa ya, ulang tahun minta ganti laptop baru? Aku naksir yang warna birunya nih, apalagi si ASUS Vivobook ini ringan banget ya. Jadi mau dibawa-bawa setiap hari pun aman banget, gak bikin pundah pegel.

  4. poin plus banget bisa charging kurang dari 2 jam. Pas lagi berpergian itu kita hanya punya sedikit waktu utk rehat… recharged perlengkapan perang barang2 elektronik ini… Jadi mupeng…

  5. huhu..aku juga mupeng ama laptop inih kak…lebur waaa…pas demmang kiya…tak berree’ mon egibe ka man demman…hahaha…cocok ka reng se dujen ajalan…

  6. Meski aku bukan petualang, peneliti lapangan dan enggak pernah ngafe sambil bawa-bawa laptop..tapi mau juga dong ASUS VivoBook Ultra ini. Selain tipisnya juga naksir berats sama performanya. ASUS memang selalu bikin orang tergoda.

  7. setiap melakukan traveling, entah ke luar kota ataupun luar negeri seringnya bawa laptop buat update kerjaan. Apalagi pas masih kerja di digital agency, yang clientnya posesip, hukumnya kudu wajib bawa hahaha.. dan kala itu laptopku beratnya masyaaaallah.. banget. Coba saat itu ASUS VivoBook Ultra a4212da udah lahir ya

  8. Masyaallah emak setrong beneran nih sampai ambil sample sendiri ke sungai. Saya doakan bisa dapat ASUS yg diidamkan ya mbak karena ASUS emang keren dan saya pakai laptop ASUS juga. Alhamdulillah kok awet

  9. Mbak itu hewannya lintah bukan sih yang di foto?

    Wih asyik kalau beli laptop ini gak usah install2 windows lagi ya udah disediakan ma asusnya?
    Apik2 pilihan warnanya, aku naksir yang merah D

  10. Keluarga petualang dan periset seperti keluargane njenengan memang cocoknya punya gadget yang kayak gini. Ringan, fast charging, was-wes tapi tetap cakep karena colorfull. Wihh, aku juga pengin, hahaha.
    Btw, aku gak nyangka loh, proses pengambilan sampling tesis njenengan seberat itu ya. !0 titik dengan jarak tempuh sekian kilometer dan cuma sehari. Wih, setrong, Mbak. Dan cumlaude sisan. Mantap!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!