Site Loader

LOCATION

www.facebook.com/wyuliandari ; www.instagram.com/widyanti_yuliandari ; https://twitter.com/widyanti_y
peluang menulis
Share

Beberapa hari setelah saya sampai di semarang, tiba-tiba saya dapat pesan dari Mak Irit, aka Rahmi Aziza. Rupanya IIDN Semarang berniat mengajak ikutan kopdar. Hayuk aja, saya senang banget, mumpung saya lagi ada di Semarang, kan? Lha kalau di Bondowoso, saya susah banget bisa ketemu dengan teman-teman sesama penulis atau blogger. Melalui Mbak Rahmi, IIDN Semarang mengajak sharing mengenai Tantangan dan Peluang Penulis Zaman Now. Hayuk, lah… bungkusss.

Kopdar IIDN Solo, liputannya dapat teman-teman intip di sini:

Dari Kopdar IIDN Solo Raya: Ngeblog Untuk Mendapatkan Uang, Bolehkah?

Peluang dan Tantangan Menulis, Sebuah Paket Tak Terpisahkan

Sebenarnya keduanya bisa hadir bersamaan, bisa bertukar peran silih berganti. Keduanya juga selalu hadir di zaman apapun, menjadi sebuah keniscayaan. Ya, karena dunia terus bergerak.

Dalam menyikapi pergerakan zaman, yang bisa dilakukan adalah memahami kondisinya. Lalu memetakan bagian mana yang akan kita ambil sebagai peluang, lalu bagian mana yang menjadi tantangan. Lalu kira-kira seperti apa kondisi saat ini? Salah satu yang sering dikeluhkan para penulis buku, adalah: masyarakat makin beralih dari membaca buku ke menikmati konten digital. Apakah itu membaca blog, menonton youtube dan berbagai konten di media sosial.

Nah, yang bisa kita anggap tantangan dari kondisi ini, contohnya adalah:
Bagaimana menciptakan buku yang tetap dibutuhkan atau menarik untuk dibaca atau terasa penting untuk dibeli.
Bagaimana membuat konten di internet yang menarik dan bermanfaat buat follower.

Mari Sambut dan Manfaatkan Peluangnya!

Nah, justru saya melihat lebih banyak peluangnya, misalnya saja:
Penulis buku bisa juga menjadi kreator konten digital, ini tidak harus lo. Sah-sah saja jika ada penulis yang tidak terlalu suka mengikuti pergerakan zaman. Cuma, ya sayang aja jika dilewatkan. Apa-apa kalau lagi hype, itu penikmatnya banyak. Nah, kenapa tidak kita manfaatkan saja. Hitung-hitung kita jadi memiliki lebih banyak media untuk berbagi.

Kedua, maraknya pengguna sosmed sebenarnya bisa mempermudah pekerjaan penulis untuk melakukan branding, penjualan buku, sampai riset untuk menambah kualitas isi dari buku. Bikin bedah buku, kini tak harus offline. Tak harus repot datang berkeliling berbagai kota yang tentu memakan banyak biaya. Bedah buku online? Bisaaaa….promosi melalui media lain, instagram misalnya, cukup ngefek, lo. Sampai sekarang, saya masih sering menerima permintaan buku pertama saya, food combining, pola makan enak-sehat-mudah. Padahal bukunya udah lama banget sold out. Kawan saya memanfaatkan twitter dan youtube untuk melakukan campaign bukunya, dan hasilnya fantastis bingits. Ribuan eksemplar sold out dalam waktu singkat dan langsung dicetak ulang.

Nah, peluang ini bisa juga dikombinasikan dengan pemanfaatan penerbitan indie. Penulis bisa memarketing sendiri bukunya dengan memanfaatkan saluran-saluran yang tersedia di dunia digital. contoh paling sederhana, beberapa antologi IIDN. Terutama yang bagus penjualannya adalah Blogging Seru Ala Ibu-ibu dan Antologi Hijrah. Keduanya buku indie bekerjasama dengan Najmu Books, terjual ratusan eksemplar dalam periode PO yang cukup singkat.

Kunci Penting Survive Sebagai Penulis

Salah satu kunci yang menurut saya paling penting dalam mengantisipasi perubahan zaman adalah, jadilah unik! Tidak perlu meniru orang lain. Kenali kekuatan dii kita sendiri. Menurut saya, memiliki spesialisasi itu penting banget. Karena zaman akan terus berubah, trend media juga akan terus berubah. Sekeras apapun upaya kita untuk mengikuti trend, jika kita tidak memiliki keunikan, rasanya akan kesulitan juga nantinya.

Kunci lain yang tak kalah pentingnya dalah kemampuan untuk terus belajar dan bergerak. Dunia terus bergerak dan berubah. Bisa dibilang, yang pasti yang adalah perubahan itu sendiri. Maka, individu-individu yang siap untuk terus bergerak menyambut perubahan, dialah yang akan survive.

Jadi, penulis buku, penulis di media cetak, kenapa harus takut? Ke depan justru peluang makin bertebaran. Siap-siap aja disambut dengan mesra. Tsah….

Post Author: wyuliandari

Momblogger, penulis buku, pebisnis online sekaligus seorang PNS yang suka menulis. Tema-tema green, health, travelling , teknologi dan pendidikan adalah topik yang diminatinya.

One Reply to “[Kopdar IIDN Semarang] Peluang dan Tantangan Penulis Zaman Now”

  1. Mba Wiid makasih sharingnya. Bener setuju untuk menjadi unik. Dan menemukan keunikan itu tantangan lagi hahahaa. Semangaat penulis sekarang itu harus ekstra kreatip emang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!