Site Loader

LOCATION

www.facebook.com/wyuliandari ; www.instagram.com/widyanti_yuliandari ; https://twitter.com/widyanti_y
Share

Halo.
Ada teman yang menulis status lucu. Apakah setelah Lebaran bakal terbit Lebar-an? Haha… ada-ada saja, ya. Tapi saya yakin, pasti diam-diam ada banyak yang galau soal kenaikan berat badan. Ssst….enggak usah acungkan jari di sini. Diam aja, enggak papa kok! Wkwkwk. Karena, ada yang ngaku atau enggak saya akan tetap menuliskan tips ini: bagaimana sih, cara praktis menurunkan berat badan pasca lebaran?

Mengapa Perlu Menurunkan Berat Badan?

Sebelum saya bercerita lebih panjang lagi, sebaiknya kita ketahui, mengapa perlu menurunkan berat badan? Ini tentu maksudnya untuk orang-orang yang berat badannya tergolong over. Kalau menurut pengalaman saya pribadi, banyak banget keuntungan berat badan ideal. Apalagi jika berat ideal ini mampu dipertahankan sepanjang hidup kita. Ya, pasti ada dong naik turunnya, tapi maksud saya, tidak ada lonjakan atau pun penurunan bb yang drastis.

Salah satu keuntungan yang saya rasakan dengan berat badan ideal adalah, tubuh terasa lebih bugar dan nyaman. Bergerak menjadi lebih gesit. Ini bukan berarti dengan berat badan yang berlebih/overweight lantas pasti tidak bisa gesit, lo. Banyak teman-teman saya yang overweight namun sangat lincah geraknya. Tapi…. ingat, tubuh kita memiliki kapasitas tertentu. Berada dalam kondisi overweight dalam jangka waktu yang lama, bisa mengancam kesehatan tulang dan sendi juga, lo. Ini dialami oleh ibu saya. Di usia sekitar 60 tahunan, beliau terdiagnosa skoliosis. Dokter mengatakan bahwa salah satu faktornya adalah berat badan berlebih yang dialami beliau selama bertahun-tahun.

Dalam kondisi overweight tersebut, dokter tidak menyarankan olah raga berupa jalan kaki. Boleh berjalan kaki, tapi terbatas saja. Sebabnya? Beban tubuh akan membahayakan lutut beliau, begitu kira-kira penjelasan dokter yang memeriksa ibunda beberapa tahun silam.

Beberapa tahun setelahnya, ibunda didiagnosa menderita radang sendi. Lagi-lagi, dokter mengingatkan tentang pentingnya berat ideal. Dokter yang merawat ibu meminta ibunda menurunkan berat badan sampai ke kisaran 50an kilogram (saat itu berat badan beliau masih di 60 kg lebih).

Dari sisi kesehatan, masih banyak alasan mengapa penting untuk menurunkan berat badan, jika kita memang berada dalam kondisi overweight. Keuntungan lainnya masih banyak. Salah satunya adalah bisa menghemat anggaran beli pakaian karena ukurannya tidak berubah. Keuntungan lain dari sisi penampilan dan meningkatkan percaya diri. Bukan berarti kalau overweight gak bisa pede ya. Semua memang tergantung orangnya.

Berat Badan Ideal, Bagaimana menghitungnya?

Sebentar… dari tadi kita ngobrolin berat badan ideal. Bagaimana mengukurnya? Saya sih tetap pakai hitungan body mass index. Teman-teman jika lupa cara menghitungnya, bisa browsing dulu, ya. Cuma begini, pengalaman saya, asalkan pola hidup sudah benar, lebih dikit atau kurang sedikit dari rentang BMI ideal, itu oke-oke aja, kok. Karena saya yakin, berat badan bukan satu-satunya indikator kesehatan tubuh. Asal, sekali lagi dengan catatan: Pertama pola hidup udah bener, kedua tak ada keluhan dengan kesehatan.

Penurunan Berat Badan yang Aman, Seperti Apakah?

Berdasarkan banyak sumber, serta dari pengalaman pribadi dan mengamati pola diet teman-teman di sekitar saya, ada beberapa hal yang saya catat. Beberapa hal ini penting dipertimbangkan jika ingin menurunkan berat badan dengan aman, yakni:

  1. Menurunkan berat badan tidak secara drastis
    Berapa batas aman penurunan berat badan? Banyak sumber mengatakan, penurunan BB yang aman adalah 0,5 sampai 1 kg per minggu. Jadi sebaiknya tidak perlu terlalu terburu-buru ya teman-teman. Step by step aja asal terus ada kemajuan dan hasilnya awet. Daripada menurunkan berat badan cepat lalu tersiksa?
  2. Tidak berfokus pada pembatasan porsi makan
    Makan dikiiiit banget, seolah-olah itu terlihat keren ya? Tapi percayalah, alih-alih langsing, yang ada rasa tersiksa. Diet kemudian bikin frustasi dan balik lagi ke pola lama. Apakah saya pernah menjadi pelakunya? Pernah dong! Dan sekali lagi, trust me, itu enggak akan bekerja bagus. Sejumlah suplemen pelangsing bekerja dengan cara ini, menekan keinginan untuk makan sehingga diharapkan efeknya bakal menurunkan berat badan. Tanpa berniat untuk menutup jalan rezeki teman-teman penjual obat-obatan diet, BIJAK lah jika benar-benar ingin mengkonsumsi. Menjadi langsing memang menyenangkan, namun langsing dalam tubuh yang sehat, menurut saya jauh lebih berarti.
  3. Seyogianya tetap memperhatikan berbagai unsur makanan yang diperlukan tubuh. Pernah mendengar metode diet dengan hanya makan makanan tertentu saja? Saya termasuk orang yang akan berpikir ribuan kali untuk melakukannya. Kecuali jika untuk keperluan detoks ya, detoks buah misalnya (dengan hanya mengkonsumsi buah). Jika dilakukan hanya dalam rentang waktu yang singkat, mungkin (mungkin, lo) tidak apa-apa. Tapi bisa bayangin tubuh yang dalam jangka panjang mengkonsumsi makanan itu-itu aja? Lalu apa gunanya Tuhan mencipta teramat banyak jenis makanan di muka bumi?
  4. Tidak melewatkan salah satu (atau lebih) waktu makan. Masih banyak lo, orang yang berharap menjadi langsing dengan melewatkan salah satu (bahkan lebih dari satu) waktu makan, tidak sarapan misalnya. Ada sebagian lagi yang justru melewatkan makan malam. Well, sebenarnya saya juga bukan tipe orang yang saklek kudu makan sehari sekian kali, kudu terjadwal, dan semacamnya. Tapi, jika melewatkan waktu makan dilakukan dengan keterpaksaan dan rasa tersiksa demi menurunkan berat badan, apa gunanya? Alih-alih langsing, yang ada malah sakit perut akibat tak sarapan.

Beberapa Cara Efektif Menurunkan Berat Badan

Tanpa harus tersiksa rasa lapar, sebenarnya kita bisa sukses menurunkan berat badan. Asal tahu cara efektifnya, penurunan berat badan dapat dicapai dengan cepat, efektif, aman dan tetap menyenangkan. Berdasarkan pengalaman saya, ini dia beberapa caranya.

Penurunan berat badan dengan berfokus pada makanan berkualitas

Makanan seperti apa yang dibutuhkan untuk menurunkan berat badan dan menuju langsing dengan sehat? Saya rasa sudah banyak yang tahu sih, sebenarnya, pasti pada nyebut buah dan sayur. Iya, kedua substansi itu memang penting banget bukan sekadar buat turun berat badan tapi buat kesehatan tubuh secara umum. Sayangnya, masih banyak cara konsumsi kurang pas yang menyebabkan kurang optimalnya manfaat buah dan sayur. Beberapa hal yang saya amati misalnya:

Kurangnya porsi

Saya sering menemui lo, orang yang merasa sudah cukup banyak makan sayur tapi pas dicek lebih lanjut ternyata makannya Cuma sesendok sayur dalam gunungan sepiring nasi dan lauk protein. Cukup? Kalau saya sih merasanya kurang ya.

Beberapa guru saya menyarankan makan sayur setidaknya setengah piring, sisanya baru nasi dan lauk. Saya biasanya makan dengan porsi seperti ini, kecuali jika sayur yang tersisa di meja makan sudah terbatas. Atau kondisi-kondisi mendesak lainnya.

Kurang mengunyah

Ada teman yang menekuni pekerjaan sebagai product consultant sebuah makanan diet. Suatu saat ada kastemer yang membuatnya pusing. Pola makan udah bener, tapi berat badan sangat susah untuk turun. Apa sebab? Baru ketahuan saat diminta menceritakan pola makannya secara lengkap. Ternyata yang bersangkutan memang makan makanan sehat, banyak buah. Tapi tahu enggak, sebiji semangka besar, bisa dihabiskannya sendiri. Iya, semangka sak bunder serrr itu dimakannya sendirian. Kok bisa sih?

Saya termasuk yang sering mengamati cara orang-orang makan, terutama keluarga sendiri yang terdekat. Anak saya yang sulung cenderung mudah naik berat badannya, itu masih dalam tahap belajar mengunyah dengan baik. Kak Asa kalau makan cenderung lap-lep, paling hanya dikunyah 5 kali paling banter 10 kali, langsung telan. Dia memang bisa menghabiskan buah dalam porsi yang jauh lebih besar, tapi langsingnya juga perlu effort banget. Berbeda dengan adiknya yang kalau makan khusyuk macam orang dzikir. Wkwkwk. Si adek ini, meski secara porsi makan hanya beda dikit dengan kakaknya, tapi badannya nyaris enggak pernah overweight. Langsing terus dia. Nah, ini sejalan dengan yang ditulis di banyak literature. Makan dengan kunyahan yang baik, maka tubuh akan terbiasa untuk tepat mengenali sampai mana batas kenyangnya. Dia tidak pernah terlambat member sinya “berhenti makan”.

Jadi salah satu PR penting bagi para pejuang langsing adalah belajar mengunyah. Kenapa harus belajar kembali? Karena kalau tidak terbiasa mengunyah sampai lumat betul, kita cenderung segera menelan.

Mengkombinasikan dengan bahan yang kurang pas

Makan salad buah dengan limpahan mayo dan susu kental manis, lalu berharap turun berat badan dan jadi langsing aduhai dengan cepat? Duh… Pastikan untuk mengetahui apa yang masuk dalam makanan Anda. Buahnya sih oke, SKM nya itu berlimpah gulpas, jadi sami mawon.

Cara pengolahan yang kurang tepat

Makan sayurnya udah cukup banyak, tapi memasak sayur sampai emfukkkk banget, bahkan dipanasin berulang. Nah, ini juga sering kejadian, padahal sayang sekali kan?

Rawfood, Makanan yang Efektif untuk menurunkan berat badan

Dokter Hwang Sung Joo dalam salah satu bukunya pernah merekomendasikan rawfood sebagai jenis makanan yang sangat efektif untuk program penurunan berat badan. Menurutnya, rawfood walau dimakan sedikit saja dapat memberikan dampak cukup signifikan bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan.

Anda tak harus menjadi pemakan makanan mentah secara total, lo. Bagi pemula, 1-2 porsi rawfood per hari biasanya sudah bisa member manfaat. Anda bisa mengkonsumsi 1 piring buah di pagi hari dalam perut kosong. Konsumsi pula salad sayuran segar sebelum makan siang atau malam. Jika Anda ingin meningkatkan persentasenya, naikkan saja secara bertahap.

Pelajari juga seluk beluk Rawfood, ya…

Pandangan yang Positif

Yakin enggak, kalau Anda pasti bisa melangsing? Saya paling kesal kalau melihat orang yang ngakunya ingin melangsing, ingin menurunkan berat badan, tapi ragu dan sering melontarkan pernyataan semacam:
Ah, kalau saya mah udah gemuk dari sononya.

Please, jangan “menyerah” dengan konsep “keturunan”! Tuhan menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk. Faktor genetik memang berperan dalam membentuk seperti apa kita saat ini, tapi berapa persen sih? Berdasar pengalaman, yang diwariskan itu adalah kebiasaan makannya. Seperti apa isi meja makan keluarga kita, itu yang biasanya diwariskan. Bukan berarti jika orang tuanya overweight, anak-anaknya bakal auto-overweight juga.

Ah, Mbak Wid mah ngomong doang, belum ngerasain sih “jahatnya” faktor genetik! Mungkin ada yang berpikir demikian. Jika benar ada, maka Anda salah. Mbah saya dari pihak ibu, keduanya tak ada yang overweight. Rata-rata mereka bertubuh langsing dari muda hingga akhir hayatnya. Namun, Ibu saya bersaudara semuanya obesitas (setidaknya pernah mengalami obesitas dalam jangka waktu lama). Bapak saya pernah selama beberapa tahun berada dalam kondisi kegemukan sebelum kemudian serangan demi serangan jantung merampas kesehatan beliau.

Apakah saya lantas men-setting otak saya dengan, “ santai wae, udah cetakan gemuk mah bakal gemuk juga nantinya”. NO, saya enggak mau terjebak dalam pemikiran yang membatasi kebaikan bagi diri saya sendiri. Saya coba berusaha mengevaluasi apa kesalahan orang tua saya dalam hal pola hidup terutama pola makan, lalu berusaha untuk tidak menduplikasi kesalahan yang sama. Anda juga pasti BISA!

Tentang Pentingnya Minum Air dalam Proses Menurunkan Berat Badan

Sebenarnya, ini terkesan klasik banget. Saya ragu untuk menuliskannya. Tapi setelah dipikir-pikir dan diamati baik-baik, saya sering melihat di sekitar saya, masih banyak orang yang sedang berjuang menurunkan berat badan, abai dengan hal ini.

Hidrasi itu penting banget. Iya, saya tahu, ini ucapan berulang-ulang kita temukan di mana-mana. Tapi mari baca sekali lagi tentang hidrasi. Banyak teman yang berjuang langsing mengalami masalah dalam mencukupi kebutuhan cairannya. Yang saya maksud di sini adalah air bening (kalau air putih, ntar dikira susu. Wkwkwk).

Contoh paling riilnya adalah ibunda saya sendiri yang berjuang berkali-kali untuk keluar dari kondisi kegemukan. Jika ditanya, beliau selalu mengaku, “aku sudah minum banyak air”. Suatu titik, saya merasa harus skeptis dengan ucapan beliau. Mengapa? Ukurannya hanya perasaan. Maka saya meminta beliau menakar kebutuhan hariannya dan memasukkan ke dalam tumbler. Dari situ barulah ketahuan, bahwa ternyata untuk menghabiskan 2 liter air saja, beliau mengaku kesulitan. Jadi, yang selama ini merasa sudah cukup minum, coba deh dicek kembali.

Tidak semua orang mudah untuk minum 2,5 liter air per hari. Maka memang harus menyusun strategi agar kebutuhan cairan ini tercukupi. Beberapa tips:

  1. Minum air putih saat perut kosong. Bangun tidur adalah saat paling ideal. Jika Anda terbiasa minum jeruk nipis peras atau lemon peras sesaat setelah bangun, makan minumlah air putih beberapa saat setelah jeniper tersebut. Minum hingga batas nyaman perut Anda, jangan memaksakan. Tapi, lakukan penambahan secara bertahap. Jika Anda tidak terbiasa minum jeniper, maka minum saja langsung air putih saat bangun tidur.
  2. Minum 1-2 gelas air sebelum makan (1-2 jam sebelumnya). Kebiasaan masyarakat kita adalah minum air setelah makan. Segelas saja air jika diminum setelah makan, bisa bikin perut enggak nyaman bagi sebagian orang. Nah, kalau saya perhatikan, ini juga salah satu faktor yang membuat kesulitan memenuhi kebutuhan harian air kita.
  3. Lebih banyak minum dalam rentang waktu pagi ke siang, sedangkan malamnya lebih sedikit saja, terutama mendekati jam tidur.

Agar minum air makin asyik, bisa juga sesekali mengkonsumsi infused water.

Hati-hati “Jebakan” Produk Diet, Rendah Kalori dan Semacamnya

Kadang, saking semangatnya menurunkan berat badan, kita tergoda untuk mengganti semua yang kita konsumsi dengan produk berlabel: “low calorie”, “low sugar”, dan semacamnya. Kok, Mbak Wid tahu? Lhaaaa… saya salah satu pelakunya. Tapi itu dulu banget!

Yang perlu diwaspadai dari produk berlabel khusus ini adalah perasaan “aman” sehingga kita cenderung mengkonsumsinya dengan bebas. Kalau dihitung-hitung, akhirnya sama saja dengan makan produk biasa tanpa label khusus tersebut.

Nah, tulisan ini sudah sangat panjang. Sebenarnya saya masih ingin membahas, bagaimana jika dengan upaya di atas ternyata BB masih enggan turun? Tapi next blogpost aja, ya. Supaya enggak lelah bacanya.

Bagaimana? Sudah yakin dan optimis untuk bisa sukses ,menurunkan berat badan? Jangan malu mengakui bahwa ANDA ingin LANGSING. Enggak DOSA Kok!

Post Author: wyuliandari

Momblogger, penulis buku, pebisnis online sekaligus seorang PNS yang suka menulis. Tema-tema green, health, travelling , teknologi dan pendidikan adalah topik yang diminatinya.

30 Replies to “Cara Mudah Menurunkan Berat Badan dengan Cepat dan Aman”

  1. wah pas banget nih postingannya buat aku yg lagi pengen menurunkan berat badan. Makasi info dan tipsnya ya maaaaak

  2. Komprehensif banget ulasan dan tipsnya Kak.
    Btw, Mba Widyanti bisa lho bikin akun YouTube yg niche-nya tentang Food combining gini.
    Ntar banyak yg nonton dah

    1. Nah…ini udah dikonsep sejak lamaaa banget Mbak. Bahkan konyolnya, akutu udah minta renov dapur segala ke suami, supaya kalau keshoot dapur tampak rapih gitu. Eh, giliran udah beres, aku males bikin vidionya. Wkwkwk. Kayanya emang harus menyempatkan nih. Thanks Mbak, udah mengingatkan.

    1. Haha…hidup emang aneh, Ya Mak. Ini kaya aku dulu pas alergian. Kurus kering badanku. Coba food combining, Mbak. Biasanya saat pencernaan terbantu, enyerapan nutrisi makin baik. Bohay bohay deh…

    2. Makasih tipsnya, Mbaaak. I need it most. Lagi stress nih nurunin berat badan..udah over weight parah. Emang bener, pola makan dan konsumsi air tu ngaruh bangeeett

      1. Aku sejauh ini masih ditahap mengurangi porsi makan mba buat nurunin BB, karena masih mager olahraga. Cuma emang pencernaanku kurang lancar jadi harus banyak minum sama serat yang banyak.

  3. Aku juga gak mau nyoba diet yang mewajibkan makanan tertentu. Karena aku yakin kalo makan itu harus seimbang. Tapi sejak gula darahku rendah, satu yang gak bisa aku tinggalkan yaitu ngeteh manis. Padahal udah makan seporsi buah tiap pagi.

    Tapi kalo dibaca dari atas, urusan mengunyah makanan yang butuh evaluasi. Kadang aku gak sabar ngunyah makanan, hihii

  4. Berat badanku turun dengan sendirinya karena lagi menyusui. Selalu begitu sih, ntr pas disapih baru naik wkwkwk. Pengen mempertahankan BB yang sekarang aja, enakan nih baju2 yg dulu sempit bisa dipakai lagi.

  5. Alhamdulillah tipsnya sudah saya adopsi mbak, suka baca tulisan mbak wid yang konsisten tentang hidup sehat. Jadinya suka referensikan blog ini ke teman-teman yang pengen berfood combining termasuk pengen langsing, hehehe

  6. Aku termasuk yang agak susah gendut tapi kalau udah naik gitu suka pengen nurunin lagi karena ga nyaman aja. Setuju nih diet dengan membatasi makanan tertentu malah menyiksa. Mendingan dikurangi aja porsinya karena sekalinya balik makan lagi malah bisa bikin kalap dan balik gendut. Soal ngunyah kayaknya aku termasuk kurang deh kayaknya wkwkkwk

  7. Aku lagi nyoba ngurangi gula, Mbak Wid. Pengen banget badan ideal sehabis melahirkan. Bukan karena langsingnya tapi lebih ke gampang capek, huhu. Daan, aku sering minum jeniper lho kalo lagi. Dulu pas di Jakarta ikutan food combining dan sering baca ulasan bang Erikar. Tapi pas puulang kampung bubar jalan :(. Mau memulainya lagi, banyak alesan T-T

  8. Wah tulisannya informatif banget Mba Wid, lengkap penjelasannya 👍. Kalau aku bukannya nurunin berat badan tapi susah naikin berat badan Mba Wid. Dulu waktu masih ABG badan aku cepef naiknya. Tapi pas udah masuk dewasa awal jadi susah naiknya sampai sekarang 🙈.

    Mba Wid tadi aku baca klo nurunin berat badan bagusnya 0,5 smpai 1 kg seminggu. Nah, apakah kalau naikin berat badan bagusnya segitu juga ga ya jumlahnya?

  9. Aku tadi nimbang berat badan, dan tercengang banget waktu liat angkanya duh naik drastis tp muggkin wajar kali yah kak kalau hamil muda

  10. Alhamdulillah proses menurunkan BB yang saya lakukan berjalan lancar. 10 bulan ini bisa berkurang 8 kg jadi 45. Bener mbak dengan pembatasan porsi makan, dan tetep memperhatikan asupan. Satu lagi yang nggak kalah penting, olahraga. Olahraga yang bikin BBnya nggak yoyo.

  11. ngakak langsung baca kastemer yang pola makan udah sesuai tapi BB ga turun-turun lah doi makan semangka abisin sendiri wkwkwkw..

    aku kasi tahu ah buat kakak yang emang lagi program diet dan baru tau idealnya juga turun ga drastis y mba ikg /minggu

  12. Wahh. Aku nih pas Puasaan BB ku 50 begitu udah lebaran ke berapa ya, turun jadi 48.an mbak hehheee
    Aku dulu malah nggak diet mbak. Karena aku cungkring trus sering senam, pas minum air putih, dan perbaiki pola makan, jadinya nambah sendiri BB nya. Dari juara bertahan 40kg smpe jadi 40 ke atas stabil smpe 50 hehheee.

    Setuju banget sama tulisan dan poin2 soal diet di atas Mbak Widya. Karena emang beberapa poin juga diungkapkan sama org2 di sekitar aku pula heheeee

  13. Soal mengunyah, bener juga ya. sejak punya bayi aku mengunyah cenderung tidak sampai lumat BB jadi segitu-segitu aja. Anak ku yang kecil pun begitu mengunyah tidak sampai lumat makanya BB nya lebih cepat naik dibanding kaka yang mengunyah sampai lumat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *