Site Loader

LOCATION

www.facebook.com/wyuliandari ; www.instagram.com/widyanti_yuliandari ; https://twitter.com/widyanti_y
makanan sehat untuk anak
Share

Bulan Oktober tahun lalu, saya berhasil memenangi sebuah kompetisi blog yang bertemakan stunting. Kemenangan yang sebenarnya jika ditelisik, mengundang keprihatinan. Lalu baru-baru ini hashtag #DaruratDHA juga sering terlihat. Bahwa 8 dari anak Indonesia mengalami kekurangan DHA, ah .. sungguh masih panjang PR Republik ini.

Kalau dulu yang sering disebut-sebut adalah kurang gizi, dan ini acapkali dikaitkan dengan kemiskinan. Kini, saya rasa lebih tepatnya, masalah kita adalah salah gizi. Bisa kekurangan nutrisi tertentu, bisa kelebihan, bisa ada yang tidak imbang, kira-kira begitulah.

Baca Juga: Ternyata 80 Persen Anak Indonesia Kekurangan DHA

Salah satu yang mendesak adalah soal makanan sehat bagi anak-anak. Kenapa anak-anak? Karena generasi yang lemah, adalah ancaman bagi keberlanjutan. Bukankah demikian?

Syarat Makanan Sehat, Memangnya Seperti Apa?

Amat banyak orang merasa sudah makan sehat. Tapi sehat versi siapa? Kita berpuluh tahun mengenal makanan sehat sebagai makanan yang memenuhi prinsip empat sehat lima sempurna. Kemudian, kriteria makanan sehat kembali berubah, mengikuti pedoman gizi seimbang dari kemenkes. Kalau mau versi yang lebih global, bisa tengok versi WHO.

Menurut WHO dalam 5 kunci makan sehat, kunci pertama adalah memberikan ASI bagi bayi hingga usia dua tahun. Kedua, makan makanan yang variatif. Yang dimaksud variatif di sini adalah berbagai jenis, baik makanan pokoknya, polong-polongannya, kacang-kacangannya, dan protein hewaninya. Bukan makan yang itu lagi, itu lagi.

makanan sehat untuk anak
Sayuran, salah satu unsur makanan yang harus tercukupi

Kunci makan sehat ketiga yang saya baca dari sebuah bulletin WHO, adalah makan cukup buah dan sayuran. Disarankan juga untuk menjadikan buah dan sayur sebagai kudapan alih-alih kudapan tinggi kandungan gula, lemak ataupun garam seperti yang biasa kita temui pada camilan populer.

makanan tidak sehat
Kudapan sarat gula, salah satu jenis makanan kesukaan anak yang seyogianya kita batasi

Selanjutnya WHO menyarankan untuk makan dalam jumlah sedang saja lemak dan minyak. Dianjuran pula memilih ikan daripada mengkonsumsi daging merah, serta membatasi daging prosesan. Kunci terakhir yang disarankan WHO adalah untuk membatasi gula dan garam.

Cara Memasak Makanan Sehat

Bukan hanya jenis yang perlu diperhatikan, kalau kita bicara soal makanan yang sehat, tentu cara membuat atau memasaknya juga turut mempengaruhi nutrisi. Kalau mengacu ke bulletin tadi, saya bisa simpulkan beberapa poin tentang bagaimana sebaiknya membuat atau mempersiapkan makanan sehat.

  1. Sebagian memang tak perlu dimasak. Buah dan beberapa jenis sayur memang seharusnya tidak diolah macam-macam apalagi dimasak
  2. Jangan memasak sayur terlampau lama. Sayuran yang tadinya penuh gizi akan kehilangan sebagian besar kandungan baiknya jika kita memasaknya terlalu lama.
  3. Sebaiknya jangan menggoreng ataupun memanggang makanan menggunakan sesuatu yang mengandung lemak trans
  4. Untuk MP-ASI jangan menambahkan gula atau garam pada masakan.

Makan Sehat Sesuai Ritme Alami Tubuh

Ini yang coba diterapkan di rumah kami, sejak sekitar 9 tahun lalu ketika saya memulai menganut pola makan food combining. Sejujurnya, tidak ada proses pemaksaan bahwa suami dan anak-anak harus mengikuti pola makan seperti saya, namun lambat laun mereka mulai mencoba.

Anak-anak bangun sesudah subuh, setelah minum segelas air biasanya kalau sedang musim jeruk mereka akan minum jeruk manis peras murni. Tanpa gula atau tambahan apapun. Terkadang masih ditambah segelas smoothie. Paling sering sih buah naga-mixed pisang. Mengapa? Karena itulah buah lokal paling mudah didapat.

Jika Anda penasaran, silakan baca : Food Combining untuk Anak

Setelah mandi dan bersiap untuk ke sekolah, anak-anak menyantap seporsi makanan berat. Ini sih sudah tidak masuk juklak food combining, karena memang anak-anak masih FC setengah tiang. Kalau mengadopt FC secara total, semestinya sampai sekitar 1 jam sebelum makan siang masih bisa mengudap buah.

Mengapa makan buah di pagi hari? Karena pagi hingga sekitar pukul 12 siang tubuh memasuki fase buang. Pada tahapan ini, sebagian besar energi dialokasikan untuk proses membuang sisa metabolisme. Jadi enggak heran jika di rentang waktu ini kita cenderung BAB dan sering BAK. Maka dari itu, pada fase ini kami memilih tidak membebani tubuh dengan makanan yang sulit dicerna. Supaya penggunaan energi sesuai dengan fase yang sedang berjalan yakni untuk membuang. Buah adalah makanan ideal untuk fase ini, fruktosa buah adalah energi alami siap pakai yang akan memberi saya cukup energi untuk beraktivitas tanpa meminta energi besar buat mencernanya.

Selain itu, sarapan adalah waktu ideal untuk makan buah. Lambung dan saluran pencernaan yang kosong sangat ideal untuk dapat membuat buah terserap dengan baik. Ini banyak kok rujukannya. Pertama kali dulu saya membaca di bukunya Hiromy Shinya. Beliau ini adalah dokter asal Jepang disebut-sebut sebagai salah satu dokter terbaik di dunia.

Penerapan Makan Sehat untuk Anak SD di Indonesia, Seperti Apa Kondisinya?

Melihat langsung cara anak-anak masa kini makan, bagi saya sebenarnya membuat saya sedih. Ini saya amati dari kiri-kanan saya dan hasil menginvestigasi anak wedok tentang apa bekal teman-temannya dan apa yang dibeli teman-temannya di sekolah.

Sayangnya Indonesia memang belum punya survei yang sangat menyeluruh soal ini. Kalaupun ada biasanya hanya sebagian-sebagian saja. Salah satu survey yang pernah saya baca adalah yang dilakukan oleh YLKI. Lembaga ini pernah melakukan survei pada 600 orang tua murid TK dan SD di lima wilayah Jakarta. Dari situ ada beberapa temuan yang bisa kita ambil benang merahnya dengan kondisi Indonesia saat ini, seperti stunting misalnya, atau darurat DHA yang sedang ramai dikampanyekan.

makanan tidak sehat anak sd
Salah satu makanan populer, yang sayangnya seyogianya dibatasi konsumsinya

Sebanyak 85 persen anak-anak SD tadi, membawa bekal makanan, tetapi hanya separuhnya membawa setiap hari. Bekal yang dibawa pun didominasi oleh produk olahan seperti sosis/nugget, biskuit dan makanan ringan (snacks).

Anak saya juga masih bawa snack pabrikan, belum mampu saya menyediakan homemade food total untuk keseluruhan bekalnya. Tapi, beberapa kali dalam seminggu, saya menyingsingkan lengan (yahelah, heroik bener, mak!?) untuk membuat kudapan ringan rumahan. Anak wedok juga selalu bawa nasi, lauk beserta sayur. Jarang sekali lauknya berupa sosis atau nugget atau apapun daging olahan. Bisa dihitung jari, kadang belum tentu sebulan sekali.

Kita lanjut, ya.

Ternyata, 93% anak-anak yang disurvai tadi biasa mengonsumsi makanan instan di rumah, dan separuhnya mengonsumsi dengan frekuensi 2-3 kali seminggu. Jenis yang dominan dikonsumsi adalah mi instan serta produk olahan hewan seperti sosis dan nugget.

Omigod!!! Jadi enggak heran ya kita menjadi salah satu negara pengonsumsi mie instan terbesar di dunia.

Memangnya kenapa kalau makan mie instan? Bukankan itu jenis makanan murah, sejuta umat, enak pula? Bentar… saya nafas dulu … Nah, sekarang kita mulai dari soal bagaimana suatu makanan diproses. Mie instan berbahan dasar terigu. Proses menjadi tepung saja udah paaaanjaaang dan laaaamaaa. Yakin akan kandungan baik di dalamnya masih terjaga? Tambahan lagi soal gluten. Gluten ini bukan masalah ringan di pencernaan. Saya pernah menulisnya juga di blog ini. Substansi ini bakalan menjadi mirip lem yang lengket di pencernaan kita.

Anda bisa baca:
Bahaya di Balik Lezatnya Makanan ber-Gluten


Lebih menyedihkan lagi dari hasil survey YLKI tadi, ditemukan 10.1% penduduk di atas usia 10 tahun yang mengonsumsi mi instan dengan frekuensi lebih dari 1 kali sehari. Alamakjaaang! Republik ini punya PR banyak!

Ini baru soal makanan kosong gizi. Kita belum sampai pada seberapa banyak anak-anak kita makan buah? Berapa banyak anak-anak kita makan sayur? Saya belum menemukan datanya. Lain kali lah kita bahas juga. Yang jelas, kalau menurut feeling saya, kondisinya ya tak kalah memprihatinkan dari data yang di atas.

makana sehat untuk anak yang harus tercukupi
Salah satu pe er besar orang tua, membiasakan anak suka rela makan sayur

Saya tanya anak saya, berapa temannya yang mau makan sayur? Jaraaaang. Si anak wedok bahkan sering menjadi “tempat sampah”, dia kebagian jatah menghabiskan sayuran dari menu makan teman-temannya, karena mereka ogah makan. Misalnya sawi dan acar dari mie yang dibeli di sekolah, atau lalapan yang mendampingi ayam lengkuas, menu favorit di sekolahnya.

Apa Konsekuensinya? Nanti ya, di tulisan mendatang. Karena tampaknya tulisan yang ini sudah teramat panjang. Yang jelas, ini PR besar bukan buat pemerintah saja, lo. Anda dan saya juga wajib turut menyelesaikannya. Sebagai clue, saya sudah mulai berperan dengan sering menulis soal makanan sehat ini. Saya juga sangat selektif dalam memilih produk makanan yang dapat direview di blog ini.

Saya juga menaruh respek pada para tokoh yang konsisten mengkampanyekan pola hidup atau pola makan sehat. Mereka bersedia menjadi minoritas, seringkali dimusuhi, demi menyampaikan keyakinan mereka akan pola makan yang benar. Siapa saja mereka? Ada Ibu Andang Gunawan dan dokter Tan Shot Yen yang kerap saya baca buku-bukunya. Ada Erikar Lebang yang bisa kita nikmati cuitannya di twitter. Ada Dokter Zaidul Akbar yang rajin update gaya hidup sehat melalui akun instagramnya. Dan masih banyak orang-orang yang menginspirasi lainnya.

Setiap tulisan adalah reminder untuk diri saya sendiri. Apa yang masuk ke perut keluarga saya,adalah tanggung jawab saya sebagai ibu. Maka saya terus belajar dan bersedia update selalu info seputar makanan sehat untuk anak. Pasti ada pasang surut perjuangan. Tapi setidaknya selalu ada waktu untuk memperbarui kembali semangat makan sehat. Bagaimana dengan Anda?

Gambar: Pixabay

Share

Post Author: wyuliandari

Momblogger, penulis buku, pebisnis online sekaligus seorang PNS yang suka menulis. Tema-tema green, health, travelling , teknologi dan pendidikan adalah topik yang diminatinya.

32 Replies to “Mari Ketahui Tentang Makanan Sehat untuk Anak Agar Tak Terancam Bahaya Salah Gizi”

  1. Luar biasa mbk.. Aku FC setahun doang tahun 2013 xixi.
    Selalu mengusahakan memasak makanan sehat dan bergizi untuk di kecil, minum susu, madu buah dan vitamin. Sosis, mi instan, alhamdulillah anakku masih aman.

  2. Beda banget sama makanan anak anakku

    Mereka jarang banget makan karbohidrat kecuali kentang goreng kalo lagi ke McD dan nasi goreng kalo weekend pas emaknya malas masak

  3. Kekurangan nutrisi sekarang ini bukan karena mereka berasal dari keluarga gak mampu aja tapi karena kurangnya ilmu mengenai asupan gizi.
    Aku lebih milih mie yang dimasak dengan keruwetan dibandin yg isntan karena rasanya juga beda lebih maksyuss yg harus dimasak 🙂
    Anak-anak akan terbiasa makan makanan sehat kalau diawali dulu dari rumah

      1. Aduh, trus inget PR sendiri di rumah : ngajari anak makan sayur
        Susah banget memang karena sadar sih sudah salah pola sejak kecil
        Dan masih banyak juga sih mak orang tua yang merasa : sehat itu berarti gemuk
        Padahal nggak begitu, memang pengetahuan tentang gizi secara lengkap itu penting banget

    1. Menanamkan pola hidup sehat itu perlu perjuangan mba. Aalagi jika sudah terbiasa hidup apa adanya tanpa memikirkan gizi yang masuk. Tapi tetap harus dicoba, jika sudah terbiasa akan menjadi kebiasaan.

    2. Bersyukur banget emak di rumah juga getol banget nyuruh anaknya maem sayuran sama buah ketimbang jajan yg bikin jebol di kantong juga
      Walau sulit sih, tapi ya lumayan bisa mengurangi pengeluaran dan makan sayuran sama buah enak bener.
      Pengen deh punya buka FC nya Mbak Widya, smoga bisa terbeli. 🙏🙏🙏🙏
      Makasih yah mbak

  4. Mba, yang mpasi tidak perlu tambah gula garam dan akupun belum tambahkan gula garam baru menginjak 1 tahun dan itupun seuprit banget

    namun pernah kubaca ada yang share kalau mpasi gpp dikasih gula garam nah part ini bikin galau :p

    1. Haha… iya. Kita inginnya anak makan rada enak gitu yak. Auku pun dulunya keukeh gak pakai. Trus dipegang ibuku, udah deh gul gar plang plung semua masuk. Aku juga kurang tahu kalau yg di atas 1 tahun harusnya bagaimana. Krn kalau di bulletin yg aku baca, enggak ada penjelasan lanjutannya.

  5. Banyak yg kurang faham sih syarat makanan sehat itu seperti apa dan cara memasak makanan sehat itu seperti apa. Aku ter masuk salah satunya, dan baru melek ketika punya anak 😀 Alhamdulillah anak2 suka banget makan sayur & buah jadi semua ortu di sekolah suka nanya apa rahasianya, padahal ngga ada rahasia apa2.. yg penting anak liat emak-bapak makan sayur & buah pasti ngikutin 😀

    1. Anakku susaaah banget makannya Mak. Apalagi sekarang kenal jajan. Terus usia dah 28 bulan tapi berat masih antara 9 – 10. Bingung saya. Tapi ya anaknya lincah dan aktif. Terus kalo dibandingkan anak seusianya dia lebih kelihatan berisi badannya.

  6. tiap baca blognya mbak wid ini rasanya….duuuuh masih jauh dari sehaaat makanan diri ini. meski sudah mengusahakan menu (mendekati) lengkap, tapi juga masih sering bolong. anak2 juga masih makan mie instan seminggu skali (karena kalau ga dikasih jadwal seminggu skali, bisa tiap hari minta itu huhuhu).

  7. Memang kalau mau anak2 suka makan apa aja termasuk sayur itu ngajarinnya bener2 harus pas mpasi.
    Soalnya kalau udah tahu rasa2 makanan manis, sayur kalah 😅

    Penting banget selalu kasih anak makanan yg banyak nutrisinya, baik di runah maupun di sekolah. Aku kalau anaknya gak mau makan berat di sekolah, ya kasih buah dan sayur potong kesukaan mereka aja. Bisa dikasih deep cheese 😁 terbukti katanya temen2 sekolah yg ga doyan sayur ikutan comot2

    1. Nha…. benerrr. Kalu aku dulunya emang salah sih di MP ASInya. Masa itu masih banyak campur tangan orang tua. Jadi ya rada effort juga awalnya bikin mereka mau makan sayur. kalau buah sih oke terus.

  8. Hu..hu, pr buatku juga mba…anak2ku…apalagi yang cowok..susah banget klo makan sayur. Buah juga pilih kasih.. buah yang agak mahal semacam apel, anggur, kelengkeng..baru dia suka. Giliran makan pake nuget, lahap. Eh…ganti tempe yang lebih sehat ..ditinggal dipiring.

    Padahal aku makannya apa2 doyan..cenderung suka sayur, buah .. tp anakku masih susah…

    1. Aku pernah baca, laki-laki mencapai kedewasaan dalam hal makan sayur itu jauh lebih lambat daripada perempuan. sabar saja, terus dicari menu yg sekiranya anak mau.

      1. Baca tulisan ini aku jadi langsung khawatir apa makanan buat anakku udah cukup memenuhi kriteria gizi seimbang belum ya? Pengen banget anak anakku sehat, asupan gizi nya terpenuhi, biarlah emaknya kurus kurang gizi, tapi anaknya mah jangan.

  9. Langsung kena. PRnya aku ternyata banyak banget yaa.. So far anak suka banget sama sosis. Dan aku juga suka kasih. Gimana sih, sosis itu praktis banget. Juga, anakku picky eater banget. Huhuhuhu… Gimana yaa.. biar dia mau makan makanan sehat apapun ragamnya.

    1. PR kita semuaaaa. Tenanglah, banyak kawannya. Tiap masa ada tantangannya. Nih skrg anakku mulai kenal kafe. Walah…mengganggu kesahatan dompet juga kalo sering2. WKwkwk

  10. Alhamdulillah anak-anakku doyan makan sayur dan tiap hari aku kasih buah sejak kenal MPAsi. Food combining ini yang aku jadi berhenti, padahal udah menjalani sejak tahun 2003 – 2012. Gara-gara sakit, disuruh sarapan nasi lagi, dan badan pun melebar hingga kini.

    1. Anak2 saya malah yang suka sayur dan makanan biasa daripada junk food. Malah saya yg kalah. saya pernah coba belikan anak2 burger, fried chicken, apalagi kentang goreng yg biasa ada di resto cepat saji gak mau mereka sentuh. kalaupun iya dikit. ini malah akhirnya saya yg makan…jadi gendut deh saya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!