Hiking Kilat ke Puncak P 81 Patirana Bondowoso

Share

patirana p 81

Pasca wisuda, setelah saya kembali ke rumah pekerjaan saya “hanya” ngeblog, nulis, ngereview naskah dan ngajar kelas online. Ada lainnya sih, jalan-jalan bedua Pak Suami.  Dan suatu hari saat Pak suami tahu bahwa saya baru harus masuk kantor setelah ada semacam SK penempatan kembali, beliau mengajak saya kembali ke Patirana.

Patirana, tempat wisata alam yang sudah berulang kali kami kunjungi ini memang terhitung sangat dekat dari rumah dan beragam aktivitas atau tujuan yang bisa kami kunjungi di sana.

“Ke mana lagi kita?”

“Puncak P81.”

“Jauh?”

“Ah, enggaaaak.”

“Oh, baiklah. Berangkattt! “

Bagi saya, ini adalah kunjungan ke wisata alam patirana yang ke 3, sedangkan bagi Pak suami entah yang ke 7 atau 8. Uh…doyan betul lelaki satu ini kalau disuruh hiking. Pada kunjungan-kunjungan sebelumnya, saya sudah pernah mengunjungi salah satu puncak lain yang cukup beken di Patirana Bondowoso, yakni P28. Saya ke sana juga hanya berdua dengan pak suami.

Hari belum begitu siang ketika kami sampai. Antara pukul 9-10 pagi lah. Setelah memarkir motor, kami mengeluarkan perlengkapan yang mungkin diperlukan. Mengenakan topi rimba, menyiapkan tongkat dan meneguk sedikit air minum bekal kami dalam tumbler. Perjalanan pun dimulai.

Patirana di hari kerja sepi. Nyaris hanya kami berdua saja yang melintasi jalanan setapak berkanopi rimbun pepohonan. Kami kaya anak remaja kabur dari kelas untuk pergi pacaran saja. Suit…suit… cie in dong pemirsahhhh…

Sekitar setengah jam berjalan, jalanan makin nanjak. Hmmm lumayan  juga pikir saya. Beberapa kali saya bertanya, masih jauh? Dan dijawabnya ah… paling 30 menit lagi. Begituuu … begitu saja. Saya jadi merasa, ada yang enggak beres nih! Sampai ketika kami sudah berjalan satu jam lebih, saya memastikan. Ayah emang tahu track nya? Ya tahu dong. Wong sudah pernah. Okelah… kami berjalan kembali. Berkali-kali jalanan menanjak dan luar biasa susah dilewati. Karena selain tanjakannya sangat tajam, juga tanah yang dipijak sangat mudah longsor dan berupa debu yang sangat halus. Kami berkali-kali terpleset.

p 81 patirana

wisata alam pesona patirana

Hampir dua jam berjalan, udara mulai terasa lebih dingin dan angin makin kencang. Kami berpapasan dengan seorang warga setempat yang sedang menuruni bukit sambil memikul batang-batang bamboo. Kami mengobrol sebentar. Bapak itu ternyata mengambil bambu-bambu di hutan di atas sana. Seterong banget dah si bapak. Beban mendekati sekuintal (perkiraan saya) dibawanya menuruni bukit.

Kami melanjutkan perjalanan. Tak lama kami mencapai padang yang tak terlalu luas, namun sungguh cantik ditumbuhi bunga-bunga berwarna kuning. Cekrek dulu lah kami.

 

patirana

Tak sampai setengah jam dari padang bunga kuning itu, kami sampai di puncak. Eyalah…ini lo yang namanya P 81. Hore! Sampai juga akhirnya, setelah berjalan lebih dari 2 jam. Di sini kami menemukan pondok-pondok yang terbuat dari bambu. Entahlah milik siapa. Mungkin pondok petani-petani  yang mengolah hutan milik perhutani untuk menanam tanaman budidaya.

Pemandangan di puncak, kalau mau dibilang istimewa banget sih, enggak juga. Karena konon daya tarik tempat ini ya jika saat memandang sunrise. Ada yang bilang di sini adalah tempat terbaik untuk memandang sunrise di Bondowoso. Perlu dibuktikan kayanya dengan jalan camping di puncak sini.

Kami tak terlalu lama bedara di puncak. Sejenak melepas lelah dan berfoto, lalu segera turun. Waktu yang diperlukan untuk naik, membuat kami gegas kembali ke area parker. Khawatir terlambat menjemput anak-anak pulang dari sekolah.

Lokasi:

Wisata Alam Patirana

Desa Wonosari, Grujugan Bondowoso

 

Catatan:

Maafkan beberapa foto yang backlight parah dan proses editing menghasilkan foto yang begini. Terlihat sih, tapi rada buram saya termasuk lumayan culun untuk urusan editing foto kondisi begini.

 

 

One comment

Leave a Reply