Cara Mudah Mempersiapkan Tiket Kereta Api Mudik

Share

Minggu sore, kursi tua peninggalan Mbah, foto-foto perjalanan kami yang mengundang sejuta rasa dan tiket kereta api ….

Ini sudah menjadi semacam rutinitas, terutama sejak saya mulai kembali ke bangku kuliah, sekitar setahun lalu. Duduk di kursi jati dengan jok anyaman rotan peninggalan Mbak, sambil memandangi foto-foto yang diambil saat kami berperjalanan sekaluarga. Ah… terkadang bikin baper, seperti halnya sore itu. Sore ketika saya duduk kembali di sini dalam diam. Memandang dan mengenang cerita dibalik semua foto itu. Lalu tiba-tiba teringat si cantik Raniah, yang baru beberapa saat lalu protes.

“Bunda, kita sudah lama lo, enggak jalan-jalan”.

Maksudnya, tentu bukannya benar-benar tidak jalan-jalan. Karena meski setahunan ini saya sibuk memperjuangkan pendidikan master saya, anak-anak tetap bisa jalan-jalan, meski sakadar ke kota sebelah, mengunjungi tempat wisata alam dekat rumah atau berenang di dalam kota saja. Tapi, saya paham, maksudnya nggak jalan-jalan adalah: Tidak bepergian jauh, ke luar provinsi misalnya. Iya sih, memang perjalanan jauh terakhir kami sekeluarga adalah akhir tahun 2016, hanya 1 hari sebelum pengumuman yang menyatakan bahwa saya diterima di Program Magister Teknik Lingkungan ITS. Oh…. Sudah lama rupanya ya.

Dan bagi anak-anak, memang mungkin perjalanan itu menjadi perjalanan mudik sekaligus berpetualang yang paling mengesankan hingga saat ini. Iya, kami memang belum pernah mudik saat Lebaran. Toh Mbah Semarang (panggilan anak-anak untuk ayah-ibu suami) sudah lama berpulang. Karena mempertimbangkan keleluasaan waktu, kami justru selalu mudik saat Natal hingga akhir tahun. Nah, sebagai PNS saya bisa cuti saat itu. Jadi selain tujuan mudik untuk memelihara silaturrahmi dengan keluarga di Semarang dan sekitarnya, biasanya agenda kami cukup padat yaitu: bertemu dengan teman-teman saya dan teman-teman suami, mengunjungi beberapa tempat wisata, tak lupa berbelanja batik dan oleh-oleh. Jadi memang, perjalanan mudik tahunan kami setidaknya mencakup 3 kota: Semarang-Solo-Yogyakarta.

Lebaran Tahun ini akan beda. Mungkin saya tidak harus terburu-buru kembali ke kantor pasca cuti bersama lebaran usai, karena toh saya sedang menjalani Tugas Belajar dan tak ada kewajiban ngantor. Bapak-Ibu mertua memang sudah tidak ada untuk menerima sungkem kami, tapi mungkin membersamai Paklik-Bulik, Pakde-Bude yang sudah sepuh saat Lebaran nanti, bisa menjadi hal yang menyenangkan hati mereka. Maka, rasanya mencari tiket kereta api mudik, sangat perlu dilakukan mulai sekarang.

Kenapa  kereta? Karena selain nyaman dan ekonomis, di rumah kami punya seorang pecinta kereta api garis keras. Haha. Bujang sulung kami, setiap hari di waktu luangnya kerjaannya adalah nonton youtube tentang kereta api, pergi kemana-mana selalu minta dengan kereta api, selalu senang jika diberikan brosur kereta api. Pokoknya…. All about kereta, deh! Dan kami pernah melakukan perjalanan rada gila dengan kereta. Perjalanan Kereta Jember-Banyuwangi dan bablas nyebrang selat Bali. Berapa bajet? Seratus ribuan saja sekeluarga. Haha…..

Bersama anak lanang, fans KA garis keras!

Kalau urusan pesan tiket kereta, kami biasa lakukan di Tokopedia. Setiap minggunya, saya menggunakan kereta juga wira-wiri Jember-Surabaya atau sebaliknya Surabaya-Jember. Bagi saya yang tiap minggu harus bolak-balik, menggunakan kereta sangat membantu. Cukup kereta ekonomi aja udah nyaman kalau buat saya. Biasanya sih saya pakai Kereta Sri Tanjung. Atau kalau sedang ingin pulang sore, saya pakai Kereta Probowangi dari Jember ke Surabaya.

Urusan pesan tiket, si bujang sudah bisa lo. Beberapa waktu lalu Ayah mengajarkan dia memesankan tiket buat saya. Meski tetap dibawah supervisi Ayah, mayan lah… nantinya dia bakal bisa diandalkan untuk meng-arrange perjalanan-perjalanan kami selanjutnya.

Oh ya, cek-cek pesan kereta api mudik di Tokopedia, ternyata banyak keuntungannya lo. Saya lihat ada fitur pesan nanti, yang keuntungannya sangat menarik. Kita bisa mendapatkan tiket lebih awal, sebelum tiket tersedia. Selain itu kita jauh-jauh hari sudah bisa memilih dua alternatif kereta, jadi makin leluasa membuat pilihan. Ketiga, kita akan mendapatkan pengingat untuk melakukan pembelian tiket saat waktunya tiba, dan terakhir booking mudah super praktis hanya dengan sekali klik.

Selain berbagai keuntungan tersebut, menggunakan fitur ini juga cukup mudah. Pertama, kita pilih fitur “Pesan Nanti”  jangan lupa tentukan kota keberangkatan, tujuan, jumlah penumpang, juga tanggal keberangkatan. Kedua, tentukan alternatif kereta, kita bisa memilih dua dari beberapa pilihan yang ditampilkan. Lalu jangan lupa isi data penumpang dan simpan data perjalanan. Selanjutnya kita akan mendapatkan email pengingat pada H-1 waktu pembelian tiket. Lalu ketika tiket tersedia, kita akan mendapatkan email berisi link untuk melakukan pembelian tiket. Nah… urus deh pembelian tiket, kelar! … Kita enggak perlu khawatir lagi bakalan kehabisan tiket.

Oh, ya. Ternyata juga, di Tokopedia kita bisa order Tiket Event juga ya… wah… enak bener ini buat yang suka nonton konser, menghadiri seminar or training atau berbagai event lainnya. Praktis kan ordernya.

Baiklah, yang memang berencana mudik lebaran mendatang, boleh banget manfaatkan info di atas. Maklumlah ya, namanya musim mudik, itu rasa-rasanya disediain transportasi sebanyak apapun tetap bakal rebutan juga. Jadi daripada gigit jari, mending lakukan langkah pengamanan jauh-jauh hari. Selamat merencanakan mudik. Selamat berburu Tiket Kereta Api Mudik!

 

Salam hangat

18 comments

  1. Dian Restu Agustina says:

    Byuuh..Mbak Wied..kalau ngomongin berburu tiket kereta api apalagi buat mudik saya sudah merasakan jatuh bangunnya hahaha
    Itu dia kenapa, bersyukur sekali saya, ada Tokopedia. Jadi mudah cari tiketnya 🙂

  2. Ransel Peri says:

    Aku juga kebiasaan pesan tiket KA online, males banget kalo beli langsung di stasiun ngantriiiinya lamaa. Meski skrg ada mesin khusus sih. Tapi ngapain jauh-jauh ke stasiun kalo pesen tiket cuma menggerakkan jari tangan aja. Hwakaka

Leave a Reply