Seru Dan Tegangnya Meliput Exercise ISPS Code 2017

Share

Exercise ISPS Code 2017 Terminal teluk lamong

 

Bagaimana rasanya melihat dua penyusup mensabotase fasilitas strategis di depan mata kita?

Deg-degan enggak sih, melihat penyusup membakar gudang bahan bakar persis hanya beberapa meter dari tempat kita berdiri?

Untunglah, semua itu hanyalah sebuah simulasi. Sepanjang sejarah menjadi blogger, baru kali ini saya meliput sambil deg-degan dan tegang. Kenapa? Karena ada adegan lumayan berbahaya di sana. Ha..ha… dasar emak-emak cemen ya? Jadi ceritanya, ini adalah rangkaian acara yang kami ikuti saat Blogger Goes To Teluk Lamong. Exercise ISPS Code 2017 ini dilaksanakan hari rabu, tanggal 6 Desember.

Exercise ISPS Code 2017 Terminal teluk lamong

Ibu Dothy, Dirut Terminal teluk Lamong, Bersama Beberapa Undangan (Image Courtessy: Terminal Teluk Lamong)

Saya juga baru tahu, bahwa ISPS (International Ship and Port Security) Code itu adalah regulasi yg ditetapkan International Maritime Organizations (IMO). Jadi IMO ini adalah lembaga khusus United Nation alias PBB yang tugasnya dalam hal keamanan laut dan mencegah polusi yang disebabkan oleh kapal, itu menurut website resmi mereka. Nah, ISPS ini dimaksudkan untuk mengatur kegiatan dan prosedur yang harus diambil untuk menanggulangi ancaman keamanan di laut.  Kata kunci “safety” membawa saya bernostalgia pada masa 1998-1999, ketika saya duduk berdesakan bersama dengan teman seangkatan dan kakak tingkat mengikuti sebuah mata kuliah yang kalau tidak salah namanya Kesehatan Lingkungan dan Lingkungan kerja. Dosennya kebetulan juga adalah dosen pembimbing tugas akhir saya saat S1 yang sangat menginspirasi. Sosok yang sangat menekankan pentingnya kenyamanan, kesehatan dan keselamatan terkait dengan apapun yang kita kerjakan. Dimanapun kita bekerja, keselamatan adalah hal utama.

Salah satu agenda Exercise ISPS Code 2017 siang itu adalah peragaan skenario menghadapi keadaan darurat. Kegiatan ini merupakan latihan bersama dalam rangka pengamanan wilayah pelabuhan Tanjung Perak. Latihan gabungan ini adalah persyaratan bagi pelabuhan yang memenuhi standar ISPS. Fasilitas pelabuhan berstandar internasional wajib melaksanakan ISPS 8 bulan sekali. Terminal Teluk Lamong telah mendapatkan lisensi dari ISPS Code berkode SUB-0018 dan bahkan United States Coast Guard telah mengunjungi Terminal teluk Lamong di Bulan Juni lalu untuk melihat secara lansung penerapan ISPS di terminal teluk lamong ini.

Skenario latihan siang ini adalah sabotase terhadap fasilitas penyimpanan bahan bakar. Jadi ceritanya begini: Siang itu, diketahui ada dua orang penyusup memasuki Terminal Teluk Lamong. Singkatnya, mereka melakukan sabotase dengan cara membakar tempat penyimpanan bahan bakar di pelabuhan tersebut. Lalu serangkaian upaya dilakukan oleh pihak yang berwenang di Terminal Teluk Lamong dalam mengatasi upaya tersebut, mulai dari memadamkan api, menyelamatkan korban, memburu penyusup hingga meningkatkan kesiagaan dalam area. Singkat cerita, penyusup dapat dilumpuhkan berkat kerjasama pihak TTL dengan Polsek Benowo.

 

 

Exercise ISPS Code 2017 Terminal teluk lamong

Penyusup Membakar Penyimpanan Bahan Bakar

 

Exercise ISPS Code 2017 Terminal teluk lamong

Dua Petugas Menjadi Korban Ketika Hendak Memadamkan Api

 

Exercise ISPS Code 2017 Terminal teluk lamong

Api Dapat Dipadamkan

 

Exercise ISPS Code 2017 Terminal teluk lamong

Polsek Benowo Turut Membantu Penaggulangan Kegawatan

 

Rasanya seperti sedang menonton film action, menyaksikan acara siang itu. Tapi kadar deg-degannya lebih sih, karena peristiwanya terjadi persis di depan mata. Deg-degan, rada takut, tapi tetap memotret dan memvideokan peristiwa itu sampai akhir. Ha..ha… rasa penasaran lebih mendominasi sih!

Menurut saya, simulasi seperti ini penting banget dilakukan secara berkala. Maksudnya, ketika ada kegawatan yang sebenarnya, para petugas yang berada di lokasi sudah tidak kagok lagi mengatasinya. Well, namanya juga usaha, ya. Saya rasa mirip dengan simulasi menghadapi bencana alam. Kabarnya, di Jepang, korban gempa or tsunami bisa diminimize, salah satu faktornya adalah karena masyarakat sudah tahu, apa yang harus dilakukan ketika kejadian. Dan itu, salah satunya adalah hasil dilakukan simulasi semacam ini. Yukkk nonton dulu videonya…. biar pada ngerasa tegang juga. Wkwkwk

Safety first! Semoga upaya ini dapat terus berlanjut bukan hanya di Teluk Lamong, tetapi juga di seluruh pelabuhan dan fasilitas strategis yang ada di Indonesia. Kan kalau ngerasa aman, bekerjanya juga pasti lebih produktif. ya enggak?

12 comments

  1. Retno says:

    dulu pernah ke teluk lamong, waktu itu masih proses pengerukan tanah…
    emang ya mbak… meskipun tau kalo itu simulasi, masih aja ikutan tegang hehehhe. Btw aku galfok sama sepatunya Ibu Dothy…

Leave a Reply