Melongok Aktivitas Pelabuhan Canggih Dan Ramah Lingkungan

Share

Terminal Teluk lamong

Ke mana?

Terminal Teluk Lamong

Hah?

Iya. TTL itu Green Port lo!

….

Entah mengapa, cuplikan percakapan tadi melemparkan saya kembali ke masa 98-99 lalu. Ketika kami sekelas mengikuti mata kuliah AMDAL, berlatih menyusun dokumen AMDAL, lalu bersimulasi memerankan penyusun-penilai, dll. dalam sebuah sidang AMDAL boongan. Lalu fragmen berikutnya terputar di kepala. Itu masa awal 2003, di saat saya CPNS unyu-unyu, fresh graduate, dan tiba-tiba diminta membantu penilaian sebuah dokumen AMDAL project infrastruktur, mewakili instansi mengikuti rakor nasional Tim AMDAL, dan lain-lain….

Kenapa teringat AMDAL?

Karena buat orang banyak, embel-embel “Green” seringkali terkait dengannya. Ya… sebuah project yang mau membawa tempelan green, seyogianya dimulai dengan langkah yang benar, dari perizinan lingkungannya termasuk AMDAL, lalu banyak rentetan proses mengikutinya. Dan, TTL ternyata mendapat apresiasi baik untuk proses AMDAL nya. Ini saya baca di sebuah media nasional, dan dari obrolan santai bersama seorang sahabat saya yang seorang praktisi lingkungan.

Soooo…. Bahagia banget rabu dan kamis kemarin saya akhirnya bisa berkunjung ke Terminal Teluk Lamong (TTL), dalam rangkaian peringatan ultah ke 4 Teluk Lamong. Bagaimana “green” nya Terminal Teluk Lamong as a greenport? Ini dia cerita saya untuk Anda.

 

Green Strategy Dengan Semangat Zero Emission

Saya sangat antusias mendengar pembahasan mengenai green strategi di TTL ini, baik oleh Ibu Dothy selaku Dirut TTL maupun saat sesi sharing bersama Mas Reka Yusmara Corporate Communication dari PT TTL ini. Ada beberapa strategi yang dilakukan oleh TTL dalam mencapai cita-cita menjadi sebuah korporasi yang hijau dan ramah lingkungan.

green port

Meski Tergolong baru Beroperasi, Penghijauannya Sudah Cukup Terlihat

 

green port

Bersih, Rapi, No Ceceran dan Sampah

Strategi hijau yang pertama dilakukan dengan konversi bahan bakar. Jadi disini, yang digunakan adalah bukan lagi fuel yang berupa bahan bakar minyak, tetapi sudah beralih ke gas. Mereka bahkan tengan mempersiapkan sebuah PLTMG yang semoga saja akan beroperasi dalam waktu dekat, dan bakalan dioperasikan oleh anak perusahaan mereka yakni PT Lamong Energi Indonesia. Truk yang masuk juga melalui pengecekan emisi sesuai dengan standar emisi euro 3, dan jika tidak memenuhi, maka tidak bisa masuk.

Salah satu upaya menjadi perusahaan yang hijau juga dilakukan melalui pemantauan kualitas lingkungannya. Misalnya saja terkait air dan sedimen yang secara periodic dilakukan pengambilan serta analisis sampel. Tak heran, ketika saya datang kemari saya bisa melihat ekosistem mangrove yang masih sangat rapat tepat di area pintu masuk TTL, lengkap dengan kawanan burung camarnya yang menyuguhkan keindahan yang harmonis dengan megah dan canggihnya TTL. Coba yuk…jumpai kawanan burung ini di video sederhana saya berikut ini:

Green strategy juga dilakukan melalui penggunaan energi surya sebagai sumber energi untuk penerangan PJU di area Terminal Teluk Lamong. Lalu penghematan energi juga dilakukan dengan cara penggunaan Combined Terminal Tractor  (CTT) yang menggunakan sistem start and stop technology engine. Pemakaian ban pada CTT yang lebih sedikit juga sehingga dapan minimize limbah berupa karet. Waste minimization ini juga saya pelajari di kampus lo… dan ini persis seperti teori yang diajarkan oleh dosen saya.

Semangat green juga saya lihat dari pemilihan kegiatan CSR (Corporate Social responsibility) nya. Ketika saya amati list CSR TTL yang berderet-deret itu, saya menjumpai beberapa kegiatan yang sangat berpihak pada sustainability, misalnya saja: penanaman mangrove, penyediaan air bersih serta pembangunan sarana sanitasi bagi masyarakat sekitarnya. Saya sangat mengapresiasi bagian ini. Serius! Mau tahu sebabnya? Selama bertahun-tahun saya duduk dalam Kelompok Kerja Sanitasi, di tempat kerja saya. kami berpacu dengan waktu dalam memenuhi target 100-0-100. Seratus persen pelayanan air bersih, Nol persen angka Buang Air Besar Sembarangan dan 100 persen akses sanitasi. Dan saat ini rata-rata di Jatim masih ada di angka 60-70 persen. Baru beberapa Kabupaten dan Kota yang mencapai angka di atasnya. Terbayang bagaimana upaya mencapainya? Kaki di kepala, kepala jadi kaki, saking beratnya target yang kami harus capai. Dan kontribusi dari korporasi lewat CSR seperti ini sangat…. sangat….. membantu. Dua jempol buat TTL!

 

Automated Stacking Crane Yang Hanya Ada 5 Di Dunia!

Sistem ASC Nan Canggih ini, kalau saya tak salah mengingat, hanya ada di 5 pelabuhan saja di dunia, diantaranya di Busan Port dan di TTL ini. Bangga rek jadi orang Jawa Timur, punya port secanggih ini. Penggunaan ASC ini banyak memiliki keuntungan, dengan system ini bisa dihindari terjadinya pungli seperti yang biasa terjadi di pelabuhan-pelabuhan umumnya di Indonesia. Sistem ASC ini juga amat tinggi tingkat keamanannya, sehingga dapat dicapai zero accident. Selain itu, sistem ini juga mudah dioperasikan, presisi dan akurat, penggunaannya juga mempermudah handling di pelabuhan ini.

Terminal teluk lamong

The Cranes

 

 

terminal teluk lamong

Sumpah! Merinding disko berdiri di ketinggian 40 meter di atas permukaan tanah. Tapi demi pengalaman baru, apa sih yang enggak?

 

Terminal teluk lamong

Sungguh Sis…. Ini Cuma Gaya!

Oh, ya. Beberapa operator yang saya temui di ruang control ASC ini, perempuan lo…. saya senang banget melihatnya. Bukan karena perempuan harus sama dengan lelaki lo ya… tapi bahagia aja karena zona-zona seperti ini dulunya memang hanya dipandang sebagai wilayah kaum lelaki.

 

Lingkungan dan Budaya Kerja Dinamis

Sebuah perusahaan keren demikian, pastilah tidak serta merta dapat dicapai. Ada upaya keras dan smart dari pimpinan hingga seluruh stafnya. Di sini saya terkagum-kagum, karena saya seorang PNS dan sudah terbiasa bekerjasama serta melihat BUMN pada umumnya. Di sini beda! Kesan dinamis juga fun sangat terasa. Mulai dari pengaturan ruang-ruang kerja, juga budaya kerjanya.

terminal teluk lamong

Keren mana coba, Mbaknya apa Quotenya?

 

terminal teluk lamong

Ruang kerja dilengkapi sudut-sudut untuk bersantai sejenak

Memasuki office TTL ini yang dominan terasa adalah suasana segar, bersemangat  dan fun yang dihasilkan dari penataan ruang. Di banyak tempat, terpasang quote-quote penggugah semangat yang sangat menginspirasi yang didesain dengan ciamik! Coba lihat gambar di atas…. Keren kan?

Penerapan benda-benda hias dan element lain yang colourful juga sukses menarik perhatian saya. Biasanya, sih, penataan begini Cuma bisa saya jumpai di perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bisnis kreatif. Disini beda. Menurut Ibu Dothy, salah satunya adalah karena pegawai di sini rata-rata berusia muda, maka inilah salah satu approachment yang dilakuakn untuk memperoleh performa kerja yang jempolan.

Suasana dinamis juga tercermin dalam uniform yang digunakan. Karyawan disini  menggunakan jeans, Lo. Maksudnya supaya suasananya kerjanya lebih dinamis. Mereka juga memiliki uniform berupa batik dengan motif khas teluk lamong, dengan gambar crane dan lain-lainnya.

Secara keseluruhan, saya melihat TTL adalah sebuah port yang keren, pelabuhan masa depan yang hadir saat ini, seperti kata Ibu Dothy. Harapan saya ke depan lebih menyeluruh lagi green strategy nya. Bukan hanya menyangkut energy dan penggunaan bahan bakar, namun juga dapat mencakup pula aspek penggunaan material bangunan yang ramah lingkungan, water and waste water managementnya, hingga ke pengelolaan LB3 nya. Pokoknya, label “green” nya itu, seksi banget deh! Jadi wajib banget terus dirawat secara paripurna. Bravo TTL!

 

Baca Juga:

Seru dan Tegangnya Meliput Exercise ISPS Code 2017

 

27 comments

  1. Nurulrahma says:

    ASC juga ada di amrik, Catalunya spain, Dubai. Pokoke mantab jiwaaa lah TTL enih. Pan kapan aku pingin ajak geng macan ternak (mamah cantik anter anak) buat visit ke sini huehehehe

  2. Yati Rachmat says:

    Keren tulisan Mbak Wied ini. Melihat tulisan AMDAL dgn huruf besar langsung deh “melemparkan” #iicchikutikutanpakekataitu ingatan bunda ketika bekerja di Perusahaan Jawa Power yg berkaitan dengal AMDAL ini, tapi dah lupa blaaas AMDAL itu abbreviation stands for apa ya? Mbak Widyanti, foto2nya hadil jepretan Camera apa tuh #OOT koq bersiiih n cetar bngt.

    • wyuliandari says:

      Amdal, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan ya Bunda. Wow…Bunda pernah di sektor energi berarti ya? Keren pasti pengalamannya untuk di share nih!
      Fotonya aku ngandelin kamera smartphone aja Bun. Ini pakai Asus Zenfone 3 yang udah lumayan lama. Asal tahu cara mengoperasikan dg benar, insyaallah bisa tajem hasilnya Bun.

  3. Zia says:

    Pengalamannya seru banget, mba. Tulisannya bagus dan ciamik, berasa aku juga ada di sana ikut tour. Mupeng liat foto-fotonya. Hehe

    Tempat kerja yang mendukung, nyaman, dan mengutamakan safety itu mantep banget.

  4. Mustika Sari Virginia says:

    Teknologi canggih yang dimiliki oleh Pelabuhan Indonesia di TTL membuat kita bisa “sombong” di mata negara lain, jangan melulu kita yg ikut2 negara lain, justru saatnya kita menjadi pusat percontohan dunia. So proud TTL!!

Leave a Reply