Jatuh Cinta Pada Flat Shoes Kawung The Warna

Share

sepatu etnik the warna

Kawung….

Ini adalah kawung ketiga yang saya miliki dalam 2 tahun terakhir. Sebagai pecinta batik, kawung punya arti khusus buat saya. Maka sangat bersemangat ketika saya disodori sebuah katalog dan menemukan kawung ada disana. Saya pilih ini! Ya, saya memilih kawung hadir dalam bantuk alas kaki. Flat tentu saja seperti biasanya, dan The Warna, seperti sepatu etnik yang sudah saya miliki sebelumnya. Ada cerita-cerita manis di masa kecil saya yang bersinggungan dengan batik dan itulah yang mungkin membentuk kesukaan saya pada batik dan benda-benda dengan unsur etnik lainnya.

Yak…buat garis mendatar

Lalu buat garis tegak

Sudah selesai?

Bikin lengkungan seperti ini, ya ….

Begitulah pertama kali saya berkenalan dengang motif kawung, dalam sebuah pelajaran saat di kelas 4 atau 5 SD kalau saya tak salah ingat. Takjub, karena ternyata dengan cara sesederhana itu, saya kemudian bisa menggambar sebuah motif batik. Bangganya minta ampuuuunnnn saat itu. Kawung, selain sidomukti kemudian menjadi salah satu motif yang sudah saya kenal dan ketahui namanya sejak usia dini.

 

Entah karena apa, motif ini menjadi salah satu kesukaan saya. Tadinya saya tak terlalu memperhatikan ada makna apa dibalik sebuah motif. Makin kesini, ketika saya coba mulai mencari tahu, ternyata mungkin karena makna dibaliknya yang klik dengan diri saya, itu kenapa kawung menjadi seperti dekat di hati. Konon, kawung adalah salah satu motif tua. Bentuknya simple, menyerupai kolang-kaling yang disusun pada empat sudut persegi. Menurut catatan, dia sudah ada sejak abad ke Sembilan, namun berkembang dalam masa kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat di tahun 1700 an. Kawung memiliki banyak makna, diantaranya adalah hati yang bersih serta pengendalian diri yang sempurna. Ah… makna dibaliknya ini yang bikin saya makin cinta dengan kawung.

Kawung saya yang pertama, saya beli dua tahun lalu dalam sebuah perburuan di Kampung Batik Laweyan-Solo. Kawung yang diaplikasikan pada sebuah scarf berwarna tosca berbahan linen halus. Kawung kedua, dibeli di Kawasan yang sama sekitar setahun lalu. Mampir di Laweyan dalam perjalanan pulang ke hotel di Jogja sehabis mengunjungi sahabat saya di Solo dan lalu kalap belanja. Kawung saya yang ketiga…. aakkk…. cintaaaa banget. Gak sangka bakal menemukan motif kawung dalam sebuah katalog The Warna. Dan sangat kebetulan, saya memang berencana menambah koleksi flat soes The Warna saya. Nemu kawung hitam putih ini, saya langsung jatuh cinta. Langsung main tunjuk! Saya mau ini!

 

sepatu etnik the warna

Santai, Super Nyaman Namun Tetap Istimewa Kalau Pakai The Warna

Pengalaman mengenakan Flat Shoes The Warna saya yang pertama (waktu itu tenun warna abu-abu) memang membuat saya suka, sih. Bahannya cukup nyaman, lentur. Dengan catatan, berjalannya biasa aja, tidak lari-larian atau another tingkah neko-neko, sepatu ini sanggup bikin kaki saya nyaman seharian tanpa lecet. Bahan imitasinya juga mudah dibersihkan dan cukup kuat. Sol karetnya juga suka banget. Karena dia bikin berjalan jadi nyaman, enggak mudah terpeleset saat jalan di permukaan yang rada licin.

Ini review sepatu The Warna milik saya yang sebelumnya: Sepatu Etnik Handmade Untuk Aktivitas Sehari-hari

Mengenakan sepatu etnis the warna juga member keuntungan lainnya selain kenyamanannya dipakai. Ceritanya, ketika saya baru akan mulai studi magister ini, suami berpesan. Salah satunya adalah untuk menjaga penampilan, jangan ngampus seperti saat S1 dulu, kata beliau. Nah lo, padahal hobi saya adalah pakaian-pakaian santai sajalah. Pakai kaos ke kampus memang tak akan saya lakukan. Tapi jeans dan kemeja? Wow, itu saya banget. Nah, mengenakan The Warna Sepatu Etnis ini di kaki saya, secara instan memberikan kesan lebih “wow” pada penampilan saya yang tadinya plain saja. Sungguh, saya suka banget tampilan yang dihasilkannya. Kasual, santai, simple, namun ada kesan Indonesia banget tercipta di sana.

Teman-teman ada yang sudah pakai The Warna juga? Share yuk apa tipe sepatu The Warna kesayangan teman-teman? Ada cerita apa dibalik pemilihan motifnya? Atau … apa kesan teman-teman menggunakannya?

 

Salam Hangat Penuh Cinta

5 comments

  1. Nabila says:

    Ah…. Sukak…. Kalo ada yang warna pink dan harganya cocok pasti saya beli… Hehehe

    Btw ini bisa di beli dimana ya? Kok kayaknya Ndak dicantumin diatas ya?

Leave a Reply