Menyalakan Kembali Cinta Indonesia Dengan 4 Pilar MPR

Share

4 pilar mpr

Menyalakan Kembali Cinta Indonesia Dengan 4 Pilar MPR – Kenapa bahasanya menyalakan kembali? Memangnya pernah padam ? Hmmm… Enggak begitu juga kali ya… tapi begini…Saya termasuk orang yang terkadang prihatin dengan kondisi Indonesia saat ini. Tsah…bahasa lu Mak? Ha..ha… pernah mengamati sosmed terutama saat jelang pemilu atau pilkada. Huah…. panas? Iya banget.

Bukan Cuma itu, caci maki, saling menjelekkan, saling menjatuhkan bahkan memfitnah seperti sudah menjadi makanan sehari-hari. Enggak Pemilu juga sebenarnya kondisinya beda tipis aja. Yang momwar di sosmed lah, yang saling bully lah, endebrai…endebrai….Saya seperti tidak mengenali bangsa saya sendiri. Mana Indonesia yang katanya sopan santun, yang katanya penuh toleransi? Kita seperti berada dalam posisi mengkhawatirkan, bahkan seperti kehilangan ke-Indonesiaan-kita.

Maka, waktu tahu bahwa Majelis Permusyawaratan Rakyat bakal hadir ke Surabaya dan menggelar acara Ngobrol Bareng MPR dengan Tema Empat Pilar MPR, saya langsung say yess. Ya, saya bergabung! Meski akhir pekan adalah waktu seharusnya saya pulang ke Bondowoso, tapi kali ini saya absen dulu pulang. Tentu saja setelah terlebih dahulu mengantongi izin suami.

4 pilar mpr

Peserta Sedang Melakukan Registrasi

Acara yang digelar pagi hingga siang tadi, di Fairfield Hotel Jl. Mayjen Sungkono Surabaya ini diikuti dengan antusias sekitar 70an netizen. Mereka ini bukan hanya berasal dari kota Surabaya saja, lo. Tetapi, ada juga yang dari Malang, dan beberapa kota di Jawa Timur lainnya. Tadinya sih, saya berpikir, jangan-jangan saya harus menyiapkan diri untuk mengikuti diskusi yang berat nih! Maklum, temanya yang seputar kehidupan berbangsa bernegara kan. Ternyata enggak sama sekali. Bapak Ma’ruf Cahyono, sekjen MPR yang hadir bersama Bapak Andrianto, Kepala Bagian Pengolahan Data dan Sistem Informasi Sekjend MPR RI, membawakan diskusi pagi tadi dengan gayeng, santai namun tak mengurangi maknanya.

4 pilar mpr

Sebagian Peserta Sedang Menyimak Dengan Asyik

Nah, mungkin teman-teman sudah pada tahu apa saja 4 pilar MPR tersebut? Yang pertama adalah, Pancasila sebagai dasar dan idelologi bangsa. Lalu kedua, UU NKRI Tahun 1945 sebagai konstitusi Negara. Yang ketiga, NKRI sebagai bentuk Negara, serta bhinneka tunggal ika sebagai semboyan negara. Menurut Pak Ma’ruf, tak perlu terlalu rumit-rumit memahami dan menerapkannya. Masing-masing dapat diterapkan secara simple, sesuai kondisi dan peran kita masing-masing.

Contoh simple namun cukup mengena yang disampaikan Pak Ma’ruf adalah untuk mahasiswa misalnya. Penerapan nilai-nilai Pancasila misalnya dengan tidak mencontek saat ujian, atau juga tidak TA alias Titip Absen. Hayo…. adakah teman-teman saya mahasiswa yang masih melakukan keduanya? Malu dong! Zaman sudah semaju ini kok nyontek?! Gak keren ah… Untuk pilar selanjutnya, yakni UUD 1945 sebagai konstitusi Negara, Pak Ma’ruf meminta peserta Ngobrol Bareng siang tadi menyempatkan kembali membacanya, supaya tahu konstitusi kata Beliau.

Lalu menyebut kebhinnekaan sebagai pilar berikutnya, Sekjen MPR mengingatkan agar jangan terpaku sampai pada kebhinnekaan saja, alias keragaman saja. Jangan lupa, bahwa kita adalah satu kesatuan dalam keberagaman tersebut. Nah…

Dalam diskusi yang berlangsung ringan namun renyah tersebut, Ma’ruf Cahyono menghimbau agar para netizen menjadi agen perubahan. Netizen diminta turut menyebar luaskan nilai-nilai Pancasila termasuk pula ketiga pilar lainnya tentu saja. Mengakhiri acara sekitar pukul 12 siang tadi, sekjen MPR RI tersebut membacakan sebuah puisi (atau manifesto?) yang bagi saya sangat menyentuh. Berikut cuplikannya …

Masih Indonesiakah kita

Setelah sekian banyak jatuh bangun
Setelah sekian banyak tertimpa dan tertempa
Setelah sekian banyak terbentur dan terbentuk

Masihkan kita meletakkan harapan di atas kekecewaan

Persatuan di atas perselisihan

Musyawarah di atas amarah
Kejujuran di atas kepentingan

Ataukah ke-Indonesia-an kita telah pudar
Dan hanya tinggal slogan dan gambar?

Tidak!

Karena mulai kini nilai-nilai itu kita lahirkan kembali
Kita bunyikan dan kita bumikan
Menjadi jiwa dan raga setiap manusia Indonesia

…….

Saya Widyanti Yuliandari
Sekian persen Arab
Sekian Persen Cina
Sekian Persen Jawa
Sekian Persen Sumatera
Sekian Persen Madura
Saya…
Indonesia!

Mari bersama saya, menyalakan kembali cinta Indonesia di dalam dada setiap kita.

Salam!

4 comments

  1. Triani Retno A says:

    Sekian persen Arab, Cina, Jawa, Madura, Sumatra…. untung akur ya di badan Mbak 😀

    Btw, zaman kuliah dulu sering ada temen mendemo pemerintah (maklum, mahasiswa 90an), tapi nitip absen. Nggak konsisten ya. 😀

Leave a Reply