Sepatu Etnik Handmade Untuk Aktivitas Sehari-hari

Share

sepatu etnik handmade

Sudah lama sebenarnya melirik sepatu etnik sebagai salah satu fashion item saya. Mungkin, banyak teman-teman yang belum pernah atau jarang berjumpa langsung dengan saya tidak tahu, kalau saya pecinta kain dan aneka perintilan bernuansa etnik. Hanya saja, selain sejumlah blus batik yang sering dipakai ngantor, ditambah 1-2 potong skirt batik yang terkadang dipakai kuliah, unsur etnik dalam penampilan saya biasanya berupa asesoris seperti bros, gelang. Jadi, kalau di foto kadang enggak terlihat ya.

 

 

Ajining Diri Saka Lathi, Ajining Raga Saka Busana …

 

Siapa yang masih ingat? Saya ingat banget, karena guru PMP masa SMP dan PPKN masa SMA berkali-kali mengulang-ngulang dan menjelaskan pepetah Jawa tersebut. Secara luas, saya memaknai bahwa pilihan busana seseorang juga menggambarkan seperti apa orang tersebut, pikiran, ide-ide juga keberpihakannya. Mengenakan sesuatu bernuansa etnik, kalau bagi saya, juga mewakili rasa bangga serta kecintaan pada Indonesia. Mungkin remeh bagi orang lain, tapi enggak buat saya.

Salah satu kekhawatiran terbesar, kenapa tidak segera mewujudkan keinginan mengenakan sepatu etnik, adalah soal kenyamananya. Karena, sehari-hari saya banyak berjalan kaki dan banyak bergerak. Jadi, urusan memilih sepatu, nomor satu adalah soal nyamanya. Saya rada khawatir, sepatu yang terlihat cantik menawan dengan sentuhan etnik itu akhirnya tidak dapat mendukung aktivitas saya sehari-hari. Apakah sepatu etnik handmade yang banyak ditawarkan di online shop bisa nyaman di kaki saya? Itu masih menjadi tanda Tanya. Tapi tunggu….tunggu hingga sepatu etnik wanita yang satu ini datang.

sepatu etnik handmade

The Warna

 

Jreng….jreng…

Pasti sudah banyak yang kenal sepatu etnik The Warna, ya? Iya…iya…saya telat deh, nyobanya. Saat saya buka kotaknya, lalu kantung di dalamnya, pertama yang diraba adalah solnya dulu. Iya solnya… karena bagian terbawah ini kan yang langsung bersentuhan dengan media yang saya pijak nanti ketika berjalan. Jangan sampai ketika berjalan di lantai yang rada licin, saking kinclongnya, sepatu ini bikin kepleset. Eh, ternyata, solnya itu karet yang kerasa keset banget. Coba dipakai berjalan deh, mondar-mandir pakai sepatu etnik handmade ini, ternyata nyaman dan mantap pijakan saya. Amaaaan….

Sepatu etnik pilihan saya, cantik kan?

 

Sol karet, keset, anti slip!

 

sepatu etnik handmade

Lihat detail tenunnya. Saya sukaaaaa

Oh ya, sepatu etnik yang ini, sengaja saya pilih yang netral. Saya ingin dia match sama semua pakaian sehari-hari saya yang hampir selalu casual kalau kuliah. Nyaris selalu pakai jeans. Cie….embak kuliahan cie…. Kebetulan juga, saya belum punya sepatu warna abu, jadi saya pilih Jepara Abu, ini. Saya suka, cakep banget sih dan tampilannya persis seperti yang saya lihat di katalog.

Kalau teman-teman ingin lihat-lihat model lainnya, bisa tengok akun Instagram Sepatu Etnik The Warna: @thewarna banyak kok pilihan model juga kain etnik yang digunakan. Mulai dari batik, tenun, songket. Tolong yang imannya rada lemah, dompetnya dikekepin agak kuat. Haha… kalau enggak, bisa-bisa Anda kalap dan ngeborong semuanya.

 

Baidewei…baswei…. ada yang merasa sepatunya selalu cepat rusak? Coba, alih-alih menyalahkan sepatunya yang kurang tangguh, cek terlebih dahulu cara perawatannya. Kenapa? Saya pernah menemukan seseorang yang dengan santai membersihkan sepatu kulit sintetisnya dengan cara melemparkannya  ke dalam satu bak cucian penuh air. Haduhhh….

 

Cara merawat sepatu etnik handmade ala saya:

  1. Sehabis dipakai, bersihkan sepatu etnik dengan sikat halus bagian kainnya, dan dengan lap lembut bagian kulit sintetisnya.
  2. Angin-anginkan sejenak jika akan disimpan di dalam box
  3. Letakkan silica gel dalam box sepatu etnik Anda, untuk mencegah lembap dan berjamur
  4. Jika jarang dipakai, secara berkala keluarkan dari box, bersihkan dan angin-anginkan kembali, baru disimpan dalam box.
  5. Jika terkena air, misal kehujanan, lekas keringkan dengan lap lalu angin-anginkan sampai kering. Jangan dijemur dibawah terik matahari, ya.

 

Satu lagi, ada yang penasaran  berapa harga sepatu etnik nan cantik ini? Ahaiii… enggak bakal bikin kantong bolong kok. Yang saya pilih ini jika dicek di web The Warna, harganya hanya 185K,  beda model beda harga, tetapi masih tetap hemat, kok. Harga termahal, kalau enggak salah untuk jenis wedges, sekitar 299K. Masih sangat masuk akal, kan?

Penasaran dengan pilihan model lainnya? Silakan intip Instagram The Warna, di: @thewarna atau juga di web: www.thewarna.com. Sedangkan untuk memesan, teman-teman bisa langsung ke CS nya di nomor WhatsApp: 081517509265.

Nah, jika teman-teman sedang mencari sesuatu bernuansa etnik untuk menjadi pelengkap fashion sehari-hari, saya rasa Sepatu Etnik The Warna ini patut banget dipertimbangkan. Kalau sudah jadi beli, boleh deh, tunjukin ke saya, ya….

23 comments

  1. Sri mulyani says:

    Indonesia itu keren motif etniknya ya? Kalau mau yang asli handmade, ke The Warna kayaknya. Soalnya barang import dari China motifnya juga etnik, nyatis sama. Saya pernah nyaris ketipu. Pas nanya buatan mana untungnya teman bilang itu barang dari China. Harganya juga hampir-hampir sama lho. Ya mending beli buatan kita kan? Eh jangan-jangan sehabis diimpor dari kita diekspor balik? Wadduh….😕

Leave a Reply