Novel Ala-ala: The Beautiful Girl Gank

Share

Beautiful Girl Gank! Apa yang ada dalam pikiran Anda? Norak? Alay? Ndeso? Haha…. apapun itu, saya adalah salah satu pelakunya, di masa itu. Masa saya masih pakai rok putih biru. Masa saya masih suka menyembunyikan kalung berbandul kepala tengkorak dibalik kemeja putih seragam saya.

Saat itu saya suka nulis. Entah bagaimana awalnya, saya benar-benar lupa. Beautiful Girl Gank alias BGG adalah gank kami ber 6. Saya, Wenny, Afifah, Frihadina,Nike dan Lala. Dan enggak tahu kenapa, rasanya asyik aja menjadikan mereka, teman-teman segank saya ini sebagai tokoh dalam buku cerita berseri yang saya tulis.

Jangaaan…. jangan bayangin itu novel terbitan penerbit mayor, seperti yang menerbitkan 4 buku solo saya saat ini ya. Masa itu, cerita berseri tersebut saya tulis dalam sebuah buku tulis biasa aja. Udah gitu, nulisnya pakai takut-takut ketahuan orang tua. Ceritanya apa? Ya cerita keseharian abg masa itu, ya. Mulai ngecengin gebetan (yaelah, bahasanya?!), jadian, berantem, putus, endebrai…endebrai….Tokohnya, ya teman-teman segank saya yang diubah namanya sedikit-sedikit. Konfliknya ya mirip-mirip konflik mereka di kehidupan nyata, tentu dengan bumbu penyedap berupa imajinasi saya.

Eh, enggak disangka, novel ala-ala itu ternyata laris dibaca. Karena hanya ada 1 eksemplar dan tidak ada kopinya, maka ngebacanya kudu gentian. Maka berkelanalah buku tulis bercover putih itu dari tangan satu ke tangan lainnya. Lama kelamaan si buku lecek, deh! Lalu, dia berakhir tanpa diketahui dengan jelas nasibnya. Saya bayangin, jika hal itu terjadi saat ini, mungkin saya akan menerbitkannya dalam bentuk indie. Iyalah… biar itu teman-teman saya pada beli dan saya bisa dapat duit lebih buat jajan teh botol sos** di kantin pojok belakang sekolah. Habis, masa itu, duit jajan saya ngepas banget sih, bahkan sekadar buat jajan teh botol aja. Kaciaaaaan…

Nah, itu mungkin salah satu bagian yang tanpa disadari turut membangun karier kepenulisan saya hingga saat ini. Walau masa itu, sama sekali belum kepikiran buat jadi penulis, tapi dengan terus berlatih nulis dengan cara-cara lucuk itulah, barangkali, passion nulis saya terus terjaga. Tapi heran juga ya, sekarang saya malah udah enggak pernah nulis fiksi euy…

Oh iya, sya juga masih penasaran dengan keberadaan buku novel ala-ala bercover putih itu. Jadi, lewat blogpost ini saya menghimbau kepada sesiapapun ex member BGG maupun teman-teman saya sesama alumni SMP1 Situbondo, “Oiiiii ….siapa dari kalian yang bawa buku saya? Tulung balikin yaaaa”

 

 

5 comments

  1. Yati Rachmat says:

    Mbak Widyanti, kenapa linknya gak dimasukkin ke LIST ya, jadi enak blogwalkingnya langsung dari situ. Ich, keren ya punya kenangan di masa SMP. Btw buku Mak Wdyanti yang lain apa judulnya, #kepo. Apa bisa di pesan untuk menambah wawasan menulis bunda ni. Makasih.

Leave a Reply