Kiat Menghalau Energi Negatif

Share

 

Hidup ini indah, bergairah namun jujur tidak mudah. Iya kan? Terkadang tantangan hidup terasa begitu luar biasa. Dalam kondisi demikian, kita sangat mutlak membutuhkan sebanyak mungkin energi positif melingkupi kita. Semakin positif kita, makin mudah rasanya kita menaklukkan tantangan hidup. Tapi, terkadang stock energi positif kita tidaklah terlalu melimpah. Nah, saat itulah, bagi saya sangat penting untuk menghindar dari energi negatif dan berusaha kembali mengisi stock energi positif sebanyak-banyaknya dengan cara ini:

Hindari Monster Energi

Pernah enggak, berdekatan dengan orang yang kerjanya ngeluh, ngomel, bergosip dan kita merasa energi kitapun turut negatif? Nah, hindari saja kalau menurut saya. Kecuali saat energi positif kita benar-benar jauh lebih gede dari energi negatif yang ditimbulkannya. Kalau di sosmed tinggal unfoll atau unfriend jika kebangetan. Kalau di dunia nyata? Saya biasanya menjaga jarak saja.

Baca juga:

Menjalani hidup sebenar-benarnya jelang usia empat puluh

Catatan Emak Kuliah

Menjaga Hubungan Dengan Tuhan

Bukan sekadar sholat, baca kitab suci dll, kalau menurut saya banyak aktifitas kecil yang menjaga keterhubungan kita dengan-Nya. Nah, itu juga turut memelihara energi positif dalam diri kita. Bersyukur saat melihat ciptaan-Nya, misalnya, itu aja udah bisa menghadirkan energi positif.

Bahkan dalam teguk demi teguk dari segelas air jeruk peras murni yang biasa saya nikmati setiap pagi, bisa saya temukan limpahan energi positif. Kok bisa? Iyalah. Menghirup air jeruk manis segar perlahan, sambil membayangkan tangan-tangan petani yang membesarkannya dengan penuh cinta, duh….

Membangun Suasana Kondusif

Kalau buat saya, suasana itu bisa dibangun dengan hal-hal yang bersifat fisik juga yang bersifat lebih abstrak. Ruangan yang rapid an ditata indah, bisa juga menghadirkan perasaan lebih positif. Maka, salah satu obat saat sedang jengkel dan dilingkupi aura negatif, bagi saya adalah membersihkan dan menata rumah. Mendekorasi ruangan dengan kata-kata penyemangat, juga bisa lo, beri kita semangat positif.

Berdekatan dengan teman-teman yang menebar aura positif juga sangat diperlukan untuk memelihara energi positif di sekitar kita. Dan, kalau buat saya, makanan itu juga penting banget, terlalu banyak makanan pembentuk asam misalnya (seperti protein hewani, gula, dll.) bikin mood kurang baik yang ujung-ujung bisa menebar aura negatif.

Menghirup Udara Segar

Jalan-jalan adalah salah satu cara menghalau energi negatif dan mengisi jiwa dengan sebanyak mungkin energi positif. Tak perlu jauh-jauh, jika memang dana dan waktu memang belum memungkinkan. Kalau buat saya, jalan-jalan di hutan kecil atau bukit dekat rumah saja, sudah bisa lo menjadi terapi jiwa penghalau energi negatif.

Nah, kalau teman-teman bagaimana? Punya cara apa untuk menghalau energi negatif yang terkadang singgah?

 

15 comments

  1. rainhanifa says:

    Kalau saya sih paling suka sih refreshing, jalan-jalan dulu 😀
    Tapi bener loh poin pertama, kalau kita dikelilingi orang-orang dengan energi negatif, lama-lama kita juga tertular dengan kebiasaan negatifnya.

  2. Dama Vara says:

    Suka banget dengan istilah monster energi. Saya juga merasa mbak, kalau dekat-dekat dengan orang yang penuh energi negatif, kitas juga bawaannya jadi negatif. Kalau dekat dekat dengan orang yang penuh energi positif seperti ceria dan suka tertawa, kita juga bawaannya happy.

    Salam kenal mbak! Semangat terus ya untuk ODOP nya!

  3. eva arlini says:

    energi negatif maksdnya pikiran negatif bukan mbak? kalau saya boleh tambahin, dekat dengan jamaah, bisa saling mengingatkan sehingga ketika pikiran/ energi negatif mulai menghinggapi yang terdekteksi dari prilaku diri, ada yang mengingatkan.. wallahu a’lam bishawab..

Leave a Reply