Review: Asus X555QG, Notebook Andal Untuk Aktivitas Sehari-hari

Share

ASUS X555QG

Kalau menjelang Lebaran, umumnya orang-orang sibuk mempersiapkan baju baru, saya malah lagi seneng-senengnya dengan kedatangan teman baru. What? Iya, kenalin ini teman teman baru yang bakal saja ajak kerja keras segera setelah liburan Lebaran usai. Karena pasca lebaran, pekerjaan udah pada menanti. Mulai dari proses proofing buku baru, beberapa deadline blog termasuk rencana bikin satu blog baru lagi buat mewadahi aktivitas anak-anak yang super duper aktif, belum jadwal mengisi beberapa training blogging online. Well,  sampai saat ini saya sudah menggunakannya selama kurleb dua mingguan. Dan karena hepinya saya menggunakan perangkat baru ini, rasanya ada beberapa hal yang ingin saya certain tentang  Asus X555QG ini.

Pertama, seperti biasanya, concern saya setiap kali memilih gadget baru adalah soal processor. Tapi, karena saya udah pakai ASUS bertahun-tahun, dan berganti-ganti beberapa seri dari berbagai kisaran harga, saya udah tidak ragu kalau soal yang satu ini. Notebook ASUS manapun yang pernah saya pakai, dengan kisaran harga termurahpun, selalu memberikan kinerja yang memuaskan untuk penggunaan sehari-hari buat mendukung aktifitas saya.

ASUS X555QG

Bagaimana dengan yang ini? Asus X555QG menggunakan prosesor AMD generasi ke 7 APU A12-9700P Quad-cores. Menurut info yang saya dapat, Dengan berbagai fitur terbaru, AMD generasi 7 ini diharapkan  notebook ini nantinya bakalan dapat  memenuhi kebutuhan pengguna akan notebook yang andal  dalam mendukung  berbagai aktifitas sehari-hari. Misalnya dari yang ringan seperti officebrowsing, nonton film atau  Dengerin  musik  sampai aktifitas yang agak berat seperti   gaming  atau editing foto/video ataupun desain grafis. Saya enggak hobi gaming, tetapi insyaallah next time saya bakal jajal “kesaktian” perangkat ini buat task yang lumayan berat semisal menggunakan software-software yang nantinya mendukung aktifitas saya di kampus. Tapi next yaa…

ASUS X555QG

Sekarang, mari kita ulik soal tampilan luarnya. Asus X555QG berwarna hitam, bertekstur, sehingga terasa mantap dipegang dan anti tergelincir. Soal penampilan sih, termasuk standard, namun yang ini terbilang lebih elegan daripada beberapa varian notebook Asus lainnya yang pernah saya pakai.

Untuk bobotnya, yang termasuk standard saja, namun sangat wajar menilik  buat spek sekelasnya, Cuma 2,2 kg, dengan layar 15,6 inchi.  Ketika coba saya masukkan di backpack saya, enggak terlalu berat juga sih bawanya. Kecuali kalau sekalian saya bawa Buku Metcalf And Eddy, kitab suci” pengolahan air yang beratnya berkilo-kilo gram itu. Wkwkwk.

ASUS X555QG

Touchpad leluasa, sensitive dan cukup akurat. Keyboard ergonomis. Nyaman!

Hal penting dari sebuah perangkat, buat saya adalah keyboard dan touchpad. Kenapa? Karena saya menggunakan notebook dalam jangka waktu yang lama setiap harinya. Di luar waktu tidur, makan dan sholat, notebook nyaris selalu on. Jadi butuh banget notebook yang benar-benar nyaman buat kerja dan, kudu banget dia responsive. Syukurlah, Asus X555QG ini keyboardnya ergonomis. Dan saya jatuh cinta dengan kenyamanannya. Responsive, sesuai dengan ritme kerja saya yang terkadang harus lari terbirit-birit.  Dengannya, saya menjadi terbantu untuk mengetik dengan cepat ribuan kata hanya dalam waktu singkat. Ini buat penulis seperti saya, benar-benar koentji! Sungguh ngeselin kan, jika udah berbenturan deadline, lalu notebook malah susah diajak kerja cepat.

Untuk touchpadnya, buat saya Asus X555QG lumayan leluasa, akurat dan cukup sensitif. Bekerja tanpa tambahan mousse pun, sudah cukup nyaman dan cepat, dengannya. Ditambah lagi dengan teknologi IceCool yang  membuat notebook tetap sejuk, tanpa gangguan temperatur memanas yang bikin gerah dan enggak nyaman tangan yang sedang bekerja. Satu hal penting yang saya sungguh sukai dari perangkat ini adalah adanya teknologi instan on. Ini ngebantu banget karena hanya dalam dua detik saja, perangkat sudah siap bekerja dari kondisi sleep.

ASUS X555QG

Disemati SonicMaster, Suara Jadi Oke

Kemampuan multimedianya juga cukup Ok. Penting bangetkah? Yup! Saya sih, buka tipe pecinta film, tetapi ada saja materi perkuliahan yang diberikan dalam bentuk video. Jadi mendukung banget, jika perangkat yang saya gunakan bisa ok untuk memutar video. Suaranya juga cukup  ok. Cukup jernih dan ngejeger. Ini karena dukungan teknologi SonicMaster yang melengkapi perangkat ini. Nah… kalau soal suara ini, penting sangat, karena saya suka banget dengar musik atau murottal. Buat saya, musik bisa memberikan semangat dan energi, sekaligus juga bisa menenangkan di saat lain ketika dibutuhkan.

Bagaimana dengan storage? Asus X555QG BX121D dengan hard disk berkapasitas 1TB. Rupanya, penyimpanan sebesar ini termasuk standar laptop kelas menengah saat ini. Soal konektivitas X555QG udah  cukup lengkap. Ada DVD-RW, port HDMI, WiFi, port USB 3.0 dan USB 2.0, port VGA,  port LAN, juga card reader.

ASUS X555QG

Last but not least. Soal harga. Owww… ini buat mamak-mamak tentu parameter yang sangat penting buat mempertimbangkan perangkat mana yang bakal dipinang. Kalau saya cek di beberapa toko online, harganya rata-rata sekitar tujuh setengah jutaan. Buat saya, ini harga yang sangat rasional, sesuai dengan spesifikasinya. Terhitung hemat bahkan.

Oh ya. Kabarnya, notebook  ini mampu menyuguhkan performa grafis yang memadai untuk design grafis. Ini tentu kabar baik banget buat saya sebagai blogger, yang butuh dong grafis cakep. Apalagi saya sedang berniat untuk belajar grafis lebih serius (beneran, Wid? Aheummmm). Nah, untuk ini saya belum oprek betul-betul. Baru sekilas aja sih, jajal. Emang kerasa ok, lancar, jernih, sejauh ini. But wait, next time insyaallah saya bakal tulis lagi soal ini, setelah saya cukup waktu mencobanya, ya.

Sampai, disini, bagaimana? Ada yang mulai tergoda? Kalau menurut saya sih, jika Anda membutuhkan notebook kelas menengah yang andal buat mendukung berbagai aktifitas sehari-hari, Asus X555QG ini sangat layak menjadi pilihan.

Salam.

Video Unboxing Asus X555QG, Notebook Andal Untuk Aktivitas Sehari-hari bisa dilihat di bawah ini

14 comments

Leave a Reply