Makin Produktif dan Kreatif Ala Emak Penulis Bersama ASUS E202

Share

ASUS EeeBook E202

Mamak-mamak ransel…
Mungkin itu salah sebutan buat saya, karena sudah bertahun-tahun saya setia nggembol ransel kemana-mana. Apa sebab? Pertama sih, karena pola makan saya yang rada khusus, sehingga kerap bawa-bawa bekal, plus air minum dalam tumbler. Kedua, saya hampir selalu bawa laptop. Sebagai penulis, ide kudu segera ditangkap, agar tidak segera menguap. Paling enak nangkapnya langsung di laptop, jadi mudah nanti memfinalisasinya.

Nah, kombinasi keduanya, menghasilkan beban yang lumayan mantap, bukan? Apalagi makin hari saya bukannya makin muda euy! Sempat beberapa waktu lalu, suami sampai bela-belain membelikan backpack yang lumayan bermerk dan harganya, wow buat saya. Alasan beliau, supaya bebannya terdistribusi merata, nyaman bawa gembolan saya yang berilo-kilogram setiap hari.

So far, saya enggak masalah sih meski ke mana-mana jalan kaki dan nggembol ransel. Alhamdulillah diparingi sehat. Hanya… sisi endel dalam diri saya terkadang merindukan bawa tas yang gaya gitu loh. Masa gembolannya ransel terus? Tapi apa ya perangkat yang bisa lebih enteng dibawa? Yang ringkas, namun tetap menawarkan kinerja cukup oke dan kudu bandel alias awet. Seperti notebook Asus saya yang pertama ini. Cinta pertama saya!

 

Jreng…jreeeng. Kenalan dulu dong dengan yang satu ini

 

Beneran, ukurannya memang super ringkas, mungil, tipis dan bahkan lebih kecil dari kertas A4. Ukurannya hanya sebesar 193 x 297 mm Dengan bobot 1.21kg. Sangat ringan, untuk ukuran sebuah notebook. Ukuran segini, mengingat kan saya pada notebook Asus pertama saya. Di masa pakai laptop itu, saya biasa membawanya di tas-tas gaya. Bahkan di tas anyaman yang talinya kecilpun, cukup aman.

 

Kita juga bisa memilih sesuai warna kesayangan, karena ASUS EeeBook E202 hadir dalam 4 warna yang ekspresif: ada Silk White, Dark Blue, Thunder Blue, dan Red Rouge. Aww…saya terpesona pada biru cantiknya si Dark Blue! Eh…tapi, merah juga kece abis!

 

ASUS EeeBook E202

Kelebihan ASUS EeeBook E202 ini adalah, meski mungil, dia punya touchpad yang cukup luas dan sangat responsif. Ukuran touchpadnya 36% lebih besar dibandingkan touchpad milik laptop sejenis ukuran 11.6 inci. Keyboardnyapun sangat nyaman untuk digunakan. Keyrboard dengan desain one-piecce chiclet keyboard ini, bikin aktifitas mengetik terasa sangat berbeda. Jarak antar keyboard yang 1.66 mm, membuat pengetikan makin nyaman. Keawetan keyboardnya? Hmm…jangan khawatir. Ini diklaim akan tahan hingga 10 juta kali pengetikan. Cocok nih, untuk penulis buku seperti saya, yang setiap hari berkutat dengan ribuan kata dalam menyusun draft.

Bagaimana dengan kecepatan internetnya? Ini penting banget untuk penulis, karena kudu riset juga kan? ASUS EeeBook E202 dengan dukungan teknologi Wi-Fi terbaru 802.11ac memiliki kecepatan hampir tiga kali lipat dari 802.11n. Ini sangat cocok buat yang hobi browsing, download, serta streaming video, atau yang pekerjaannya mengharuskan demikian.

Inti sebuah perangkat, adalah prosesornya. Bagaimana dengan ASUS EeeBook E202 ini? Perangkat mungil ini menggunakan Intel® processor terbaik. Ini memberikan kapasitas performa dalam berkomputasi khususnya pada saat web surfing, menonton video, mengetik, dan multitasking sehari-hari.

ASUS EeeBook E202

Ketahanan baterai, adalah salah satu hal penting juga dari sebuah perangkat. Nah, ASUS EeeBook E202 ini baterainya tahan sampai 8 jam sehari. Jadi kita enggak perlu khawatir kehabisan baterai pada saat lagi asyik-asyiknya bekerja. Perangkat ini juga dapat diisi ulang dengan cepat lewat port USB 3.1 Type-C.

Jadi bagaimana? Kalau menurut saya, menilik spesifikasi di atas, rasanya sudah cocoklah ASUS EeeBook E202 ini dilirik sebagai salah satu pilihan jika kita menginginkan perangkat mungil, ringan namun tetap dengan performa tidak mengecewakan. Kalau saya sih, cukup tertarik. Anda?

 

Blog Competition ASUS E202 by uniekkaswarganti.com.

 

15 comments

  1. Phie says:

    Halo, Mamak Ransel. 😀
    Mbak Wid, aku juga sering disebut ‘kura-kura’ karena ke mana2 nggendong ransel. Hehehe..
    Btw, aku juga pengguna Asus. Pertama punya notebooknya 2012, belum ganti sampai sekarang. Kompie yang di kantor juga sejak 2013 masih oke buat ngebut kejar target redaksi. Bandel dan awet 😀

Leave a Reply to Acarancam Cancel reply