THR Untuk Asisten Rumah Tangga

Share

Seseorang yang sangat berjasa dalam karir saya, tentu adalah Mbak ART. Mbak ART yang sekarang bekerja di rumah kami, adalah ART terlama dalam sejarah per-ART an kami. Kami melewati masa-masa berganti-ganti ART hingga kemudian bertemu yang ini di tahun 2012. Alhamdulillah Mbaknya amanah, baik tutur katanya, lembut pada anak-anak. Kualitas pekerjaannya juga cukup lumayan.

Menjelang lebaran begini, biasanya kami memberikan THR padanya. Sebagai tanda tanggung jawab kami sebagai majikan dan untuk membantu persiapan menjelang lebarannya, tentunya. Biasanya kami berikan berupa uang tunai, ditambah dengan sembako dan pakaian. Namun tahun ini, karena rempongnya kami tak sempat membelikan pakaian untuknya (biasanya juga sekalian pakaian buat anaknya).

Kenapa enggak uang saja? Kenapa repot-repot memberikan bingkisan segala? Iya sih, beliin baju buat ART dan anaknya butuh waktu ya. Tapi, selagi masih sempat, saya enggak keberatan melakukannya. Karena buat saya, ini juga menunjukkan perhatian kami kepada keluarga ART. Sangat wajar, saya pikir. Karena ART bagi kami, sudah seprti keluarga sendiri.
Menurut saya, karena THR ini sudah rutinitas tahunan, jadi layak diperhitungkan

sejak jauh-jauh hari sebelumnya. Jangan sampai merasa tidak sanggup memberikan THR hanya gara-gara kita tidak prepare dari awal. Kalau masalah besaran, sih, untuk ART kami berusaha memberikan memper-memper besaran gajinya. Atau bahkan dilebihkan, jika ada keluasan rezeki.

Bagaimana dengan teman-teman? Sudahkah memberikan THR para pekerjanya? Share yukkk…

Leave a Reply