Pengalaman Puasa Sehat Ala Food Combining

Share

puasa sehat

Pengalaman Puasa Sehat Ala Food Combining – Tahun ini adalah tahun ke 7 (kalau tidak salah) saya berpuasa dengan pengaturan buka dan sahur ala food combining. Bagi saya, mengenal food combining dan menerapkan food combining saat ramadan, sungguh sebuah berkah tak ternilai. Jika saya belum mencoba buka dan sahur dengan tata cara sesuai food combining, mungkin hingga saat ini saya tetap berpandangan bahwa saat berpuasa itu wajar jika: sering ngantuk dan lebih banyak tidur, perut perih di siang hari dan sebah pasca berbuka, kulit dan bibir kering, badan tidak fit.

Syukurlah mengenal food combining, kini meski puasa, tubuh tetap bugar dan fresh. Kulit juga tidak sangat kering. Bahkan yang saya juga baru menyadari adalah berkurangnya bau mulut. Ini juga saya baru ngeh ketika anak perempuan saya kemarin berkomentar, “Bunda puasa, tapi mulutnya kok enggak bau?”. Langsung dong saya ribut ngecek abab. Yang jawa pasti ngerti abab. Haha…. dan memang ternyata tidak seperti dulu-dulunya.

Nah, dalam tulisan ini saya ingin berbagi beberapa kunci puasa sehat ala saya selama bulan ramadan.

 

Pola Makan Yang Baik

Tentu kalau teman-teman yang udah sering main ke mari sudah hapal betul ya dengan pola makan saya. Iya, jangan bosen karena ini kenyataan, bahwa saya mengatur pola makan dengan pola food combining, baik saat puasa maupun tidak puasa.

Food combining selama puasa membuat saya terpandu untuk makan sealami mungkin dan sesuai kebutuhan tubuh. Dengan makan makanan berkualitas, berlimpah buah dan sayur, maka tidak khawatir kekurangan nutrisi meski kita berpuasa dan jendela makannya hanya sempit saja, pun kemampuan perut menampung makanan rasanya makin berkurang saja.

Nourishment dari makanan yang baik, bikin puasa saya jauh lebih berenergi, tubuh enggak gampang lemes, pun rasa laparnya enggak lebay. Side effectnya? Adaaaaa…. saya tak pernah rungsing di dapur menyiapkan aneka menu. Paling hanya kupas-kupas dan potong-potong buah. Memasakpun lauk sederhana saja. Karena makanan sehat justru memang simpel dan singkat preparasinya. Makan sedekat mungkin dengan bentuk alaminya, selain sehat juga sangat hemat waktu dan tenaga.

Sejak menganut pola food combining, tak ada lagi harus repot menyetok susu kental manis, sirup aneka rasa, nata de coco, agar-agar bubuk, dll. Seperti kebiasaan sebelumnya. Ini memberi rasa lebih nyaman dan tentram di hati. Bersahaja, membuat kami merasa lebih “dapat” feel puasanya.

Baca Juga:

Menu Food Combining Selama Ramadan

 

Cukup Minum Air Putih Berkualitas

Ketika berpuasa, kita punya kesempatan makan-minum yang terbatas, namun asupan cairan harus tetap cukup. Selain menjaga agar jangan sampai dehidrasi, juga agar jalannya detoksifikasi bisa makin lancar. Bukankan air adalah pelarut? Sehingga toksin-toksin bakalan terbilas lebih mudah jika cukup air untuk flushing. Kira-kira sederhananya demikian. Lalu bagaimana pengaturan minumnya, agar tetap cukup?

Segelas air mengawali berbuka

Segelas atau dua gelas sekitar 1 jam sesudah makan

Segelas atau dua gelas air sesudah sholat tarawih

Segelas air sebelum tidur

Segelas atau dua gelas air sebelum makan buah saat sahur

Segelas air sesaat sebelum imsak

Perlu diperhatikan untuk menghindari minuman bersifat diuretik terutama selama puasa. Ini untuk mencegah tubuh kita makin tekor cairan. Ini rada sulit buat saya akhir-akhir ini. Kenapa? Peran sebagai mahasiswa menuntut tetap melek mengerjakan tugas. Ada saat-saat emergency dimana saya, jujur, belum menemukan “bantuan” lain selain teh atau sedikit kopi.

 

Detoks Jiwa

Proses detoksifikasi itu bakalan berjalan baik dalam kondisi jiwa yang tenang. Dan Ramadan adalah “sekolah” terbaik untuk membasuh jiwa. Detoks ragawi melalui pengaturan makan-minum, disempurnakan dengan detoks jiwa, menurut saya adalah kombinasi luar biasa. Gusti Allah sungguh, sebaik-baik dzat yang tahu betul kebutuhan kita sebagi ciptaannya.

Detoks jiwa maksudnya piye? Yah…. kurang-kurangin baper, kurang-kurangin nyinyir, ikut bahagia kalau temannya hepi, memaafkan, mensyukuri sekecil apapun nikmat yang kita terima, dll. Banyaaaakkk.

 

Perawatan Kulit Alami

Terkadang, sesekali memang kulit terasa kurang nyaman. Ini juga dipicu lokasi tempat saya tinggal, Bondowoso itu dinginnya minta ampun. Mengoleskan kulit dengan oil-oilan itu enak banget kalau buat saya.

Kalau buat teman-teman yang punya masalah dengan kulit kering, saya menyarankan ganti sabunnya dengan sabun natural yang tidak mengandung diterjen dan bahan sintetis lain. selain juga sangat bermanfaat buat kesehatan, juga nyaman dan bagus buat kecantikan kulit.

Dalam salah satu buku Hiromy Shinya, disebutkan bahwa kandungan surfaktan dalam sabun yang biasa beredar di pasaran, akan merusak lapisan kulit yang punya fungsi pertahanan juga terhadap kuman penyakit. Nah… rugi tho?

Baca Juga:

7 Tips Menggunakan Kosmetik Alami

Sabun Alami Dengan Keharuman Rempah

 

Bergerak Proporsional

Puasa jangan mager! Jangan mentang-mentang disebut tidurnya orang puasa adalah ibadah, lantas mau tidur terus. Wkwkwk kalau begitu sih, kucing aja kuat puasa (peace, sis broo). Selama seminggu awal puasa kemarin, saya masih jalan kaki bolak-balik ke kampus. Bahkan kadang balik dua kali. Alhamdulillah baik-baik saja meski matahari Surabaya waktu itu benar-benar lagi galak.

Teman-teman yang terbiasa berolah raga lainnya juga bisa tetap lho olah raganya selama puasa. Yang perlu diatur hanya waktu dan intensitasnya. Oleh raga ringan asal teratur, rasanya cukup memberi manfaat buat badan bugar.

Nah, teman-teman punya kiat sehat apa selama puasa? Bagi yukkkk ….

2 comments

  1. Eni Rahayu says:

    Kiat saya ya ikutinsarannya mbak wid. Sukak liat pola makan FC. Selalu saya coba meski tidak selalu berhasil. Siapa tahu suatu saat bisa jd mastah juga.amiin

Leave a Reply