Berat Badan Ideal Saat Puasa

Share

berat badan ideal

Tadinya saya tidak terlalu perhatian dengan topik ini, baru ketika awal Ramadan ini melihat status beberapa teman yang mengalami kenaikan BB saat puasa. Beberapa justru turun BB saat puasa dan melonjak lagi dengan cepat saat Lebaran tiba. Sebenarnya bagaimana atau seberapa berat badan ideal saat puasa, sih?  Isenglah saya bikin status, siapa sih teman-teman saya yang BB nya naik justru saat puasa? Ternyata banyak juga, teman. 

Memangnya mengapa kalau BB naik saat puasa? Apa karena waktu dan porsi makan berkurang lalu BB harusnya turun? Menarik untuk menyimak komentar salah satu guru FC saya dalam status rada iseng tersebut. Sudah kenal kan, guru FC saya yang masih cantik menik-menik di usia di atas 50an? Beliau adalah Mbak Eti Widayati, seorang dosen, ahli gizi lulusan IPB yang juga pecinta yoga.

Berikut kutipan komentar Mbak Eti:
Kalau berat badan sebelum puasa memang kurang dari normal set point tubuh, meski puasa asal dengan pola makan sahur dan buka yang baik, bisa naik lo dik…., naik yang sehat karena opimalnya penyerapan zat gizi.
Yang berat badannya sudah ideal set poin tubuh , BB tidak akan turun dan tidak naik.Yang berat badannya lebih…., akan turun. Masyaa Allah…selama buka dan sahur serasi dengan kerja metabolisme organ tubuh sesuai ketetapan Allah. (Sunatullah)

Nah, dari komentar Mbak Eti ini saya mendapatkan kesimpulan begini:
Dengan pengaturan pola makan yang baik, naik atau turunnya BB saat puasa sebenarnya tidak perlu dirisaukan. Bagi tubuh yang BB nya masih belum mencapai BB idealnya (kalau bahasanya Mbak Eti= normal set poin tubuh), dengan pengaturan makan yang baik selama puasa, dia bisa saja naik, makin mendekati BB ideal. Sebaliknya bagi tubuh yang melebihi BB ideal, pengaturan makan yang baik saat puasa dapat menurunkan BB.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan BB menjadi naik atau turun saat berpuasa. Namun yang perlu diperhatikan adalah, apakah BB kita naik/turun dengan sehat? Nah, salah satu indikator yang bisa dengan mudah kita cek adalah bagaimana pola makan kita selama Ramadan. Kalau berbuka selalu dengan takjil full of santan, gula, es, tepung-tepungan dengan makanan utama nasi plus protein hewani minim sayuran apalagi sayuran segar, dan lantas BB nya naik, wajar? Wajar! Sehat? Tunggu dulu… he..he…

Indikator lain adalah tubuh kita sendiri, jika dengan kenaikan ataupun turunnya BB kita tetap atau bahkan merasa makin sehat, makin berenergi saat puasa maka rasanya tidak ada masalah dengan naik atau turunnya BB tersebut. Tapi jika yang terjadi adalah lonjakan BB diikuti rasa tidak nyaman pada tubuh, kurang berenergi, menurunnya stamina, apalagi kalau sudah ditambah pusing-pusing, perut tidak nyaman, sebah dsb, masih mau bilang bahwa lonjakan BB itu wajar? Please, jangan abaikan tanda-tanda bahaya dari tubuh, kalau sudah begini. Cara mengatasinya bagaimana? Ya, lakukan saja pola hidup sehat.

Yang sangat utama memang pengaturan pola makan. Di blog ini saya sudah pernah menulis, bagaimana pengaturan pola makan selama puasa (ramadan atau puasa sunnah lainnya) dengan pola food combining.

Baca juga:

Menu Food Combining Selama Ramadan

Setidaknya, meski merasa masih sulit menerapkan food combining, berupaya makan makanan yang sehat dan mudah cerna selama puasa. Hindari makanan kosong gizi yang hanya akan melambungkan berat badan secara instan. Hindari pula minuman-minuman yang memiliki efek diuretik seperti teh dan kopi, untuk menjaga supaya tubuh kita jangan dehidrasi.

Khusus buat teman-teman yang mengalami kelebihan berat badan dan ingin menurunkannya sambil beribadah puasa, tentu saja sangat bisa. Saya sedang menyiapkan tips-tipsnya, dan insyaallah akan tayang di blogpost mendatang. Jadi nantikan Tips menurunkan berat badan saat puasa ala saya ya…

Selamat berpuasa, semoga Allah menerima ibadah puasa kita.

10 comments

  1. Hairi Yanti says:

    Ditunggu tipsnya ya mbak… 10 hari belum turun2 juga nih 😀
    Oh ya mbak.. kalau es tanpa tambaha gula bikin gemuk juga? Seperti air es atau es kelapa muda murni tanpa sirup, hanya didinginkan di kulkas.

Leave a Reply