[Review] Merawat Kecantikan Kulit Di Hayyu Syar’i Skin Clinic

Share

hayyu syari skin clinic

Kalau saya boleh jujur, sebenarnya ada kalanya saya merasa lelah. Saya lelah begadang mengejar deadline tugas berlembar-lembar paper. Saya lelah membaca kata demi kata dalam belasan jurnal yang terkadang tidak mudah saya mengerti. Puji syukur saya masih sehat. Menghajar kelelahan dengan banyak sayur dan buah memang cukup membantu. Namun kulit saya TIDAK! Dark eye circle yang memang genetik ini makin menjadi, kulit wajah kian kusam dan bahkan saya melihat kerut halus muncul demikian cepatnya. Sementara skincare natural yang biasanya jadi andalan saya, belum sempat terbeli, saking sibuknya. Aaaaakkkk….. enggak sukaaaa!

Bukan kebetulan kalau seorang sahabat saya mengajak bertemu di suatu siang. Karena memang tidak ada suatu hal apapun yang terjadi sekadar karena kebetulan. Bukan sebarang nge-date, karena kami janjian di sebuat pusat perawatan kulit di Surabaya dan menjadwalkan hangout sesudahnya. Ah, tidak ada yang kebetulan. Jiwa raga lelah ini langsung menyambutnya. Maka disinilah saya di suatu jumat siang yang terik.

hayyu syari skin clinic

Saya Dan Mbak Avy Siang Itu

 

hayyu syari skin clinic

Mbak Avy Sedang Dilayani Petugas Yang Ramah

Hayyu Syar’i…. membaca embel-embel syar’i di belakangnya saya jadi menebak-nebak, apa ya kira-kira yang akan berbeda dari klinik-klinik kecantikan kulit yang kini sangat banyak bermunculan? Dan tanya saya menemukan jawabnya, ketika saya membaca brosur dan datang langsung mencoba treatment di sini. Nanti deh saya cerita.
Saya datang jumat siang itu, dan diterima dengan ramah banget oleh mbak-mbak yang ada di bagian reception. Sesudahnya saya diminta mengisikan data-data diri di selembar form. Petugas menginformasikan bahwa mungkin saya harus menunggu agak lama, sekitar 1 jam. Saya enggak masalah, karena sebenarnya kehadiran saya siang itu meleset dari jadwal yang sudah disepakati sebelumnya.

hayyu syari skin clinic

Ruang Tunggu Yang Nyaman

Tidak terasa lama menunggu, karena ruang tunggunya sangat nyaman, nama sayapun dipanggil. Saya diantar masuk ke ruangan dokter. Dokter Ira, yang membantu saya siang itu, masih sangat belia dan cantik pula. Saya menyampaikan kepadanya, bahwa saya enggak memiliki target neko-neko untuk wajah saya. Saya suka tone kulit saya yang sawo matang (rada kematengan), saya hanya ingin kulit lebih terawat dan tidak kusam, itu saja sudah cukup. Dokter memahami keinginan saya. Dan lucunya, setelah ngobrol lebih panjang, barulah saya tahu bahwa dokter belia ini ternyata juga berasal dari Bondowoso dan ayahnya ternyata adalah rekanan saya. Haha. Dunia sempit!

Oh ya, doker Ira menyarankan saya menjalani treatment Gold Peeling. Menurut beliau, treatment ini tidak berisiko menimbulkan kemerahan atau reaksi tidak menyenangkan lain di kulit. Itu memang yang saya minta, karena esoknya saya harus beraktifitas outdoor di bawah terik matahari.
Usai konsultasi dengan dokter, saya diantar menuju ruangan treatment di lantai 2. Asisten dokter mempersilakan saya bersiap-siap. Sebelum memulai treatment, Mbak Ana, asisten dokter sore itu memperkenalkan diri, lalu menjelaskan jenis treatment yang akan saya jalani sore itu berikut step by stepnya. Persis sebelum dimulai, Mbak Ana mengajak saya mengawali dengan membaca basmalah.
Lalu wajah saya dibersihkan dan setelah bersih diberikan toner. Selanjutnya dilakukan scrubbing. Aaahhh…. rasanya alusss…. enggak sabar elus-elus pipi. Setelah scrubbing adalah step yang paling saya suka, yaitu massage. Pijatannya nyaman banget, cukup kuat tapi nyaman. Selesai proses pemijatan, treatment diambil alih oleh dokter. Dokter ira melakukan ekstraksi komedo (untungnya enggak sakit, Bok!) dan sesudahnya mengoleskan peeling. Pasca peeling, wajah saya kembali dibersihkan.

Mbak Ana kembali mengambil alih treatment. Kali ini lanjut dengan masker.
Karena lelah, saya sempat tertidur saat menunggu masker mengering. (dasar tukang tidur!) treatment sore itu ditutup dengan membersihkan masker lalu mengoles tabir surya ke kulit wajah saya (karena matahari masih bersinar). Sebelum pulang, saya dibekali krim siang/malam, facial wash, toner, dan sunscreen. Mbak-mbak petugas berpesan agar jangan menggunakan mekap dahulu selama 3 hari. Oke deh!
Dua hari lalu saya kembali melakukan treatment kedua di Hayyu Syar’i. Kali ini saya mengajak seorang teman. Jelang ujian akhir semester ini memang rasanya tubuh dan kulit kami minta disayang-sayang. Haha. Dan karena merasa cocok treatment di sini, maka kembalilah saya ke Hayyu Syar’i.
Ada beberapa hal yang menurut saya menjadi nilai plus Hayyu Syar’i, seperti ini misalnya:
• Lokasi strategis mudah sekali ditemukan
• Petugas dan dokter yang sangat ramah
• Ruangan dan fasilitas yang cukup oke
• Tidak memberikan layanan yang sifatnya “mengubah” ciptaan Allah, hanya sekadar merawat yang telah diberikan. Nah, ini salah satu cirinya, sehingga cocoklah diberikan embel-embel syar’i pada namanya.
• Sering sekali ada paket-paket promo. Misalnya, seperti awal Ramadan ini ada Promo diskon 20 %, selama bulan mei ada juga Promo Acne Treatment hanya Rp.150.000 khusus buat student, dll. Ini saja, kemarin teman saya menggunakan referal code yang didapat dari Mbak Nurul Rahma, mayan lah dapat diskon 100 ribu. Teman saya ambil Radiance peel, yang harusnya Rp. 375.000, jadi hanya bayar Rp, 275.000.

Secara keseluruhan saya senang dan puas treatment di Hayyu Syar’i. Kalau teman-teman yang di Surabaya mau coba, jangan lupa tengok-tengok dulu instagramnya: @hayyusyari, Siapa tahu pas kebetulan ada promo menarik, sayang kan kalau dilewatkan.

One comment

Leave a Reply