Nikmat Berbagi Di Bulan Ramadan

Share

Nikmat Berbagi Di Bulan Ramadan – Beberapa waktu lalu, saya melihat status yang sungguh super dari seorang teman, sayangnya saya lupa siapa sehingga tidak bisa men-screenshoot. Intinya begini:

Saat Penghasilanmu bertambah, bukan berarti isyarat untuk menambah belanjamu. Tetapi itu adalah isyarat untuk menambah sedekahmu.

Plashhh…. saya jadi seperti tertampar.

Well…tahun ini memang bukan tahun yang ringan secara finansial. Banyak sekali kebutuhan besar yang harus kami biayai. Sekolah dan aktifitas anak-anak yang makin meminta biaya dan juga studi saya yang menguras habis-habisan tabungan kami. Tapi… bukan berarti kami tekor, karena rezeki-Nya sungguh tak henti-henti ngucur dari langit. Bisnis yang terbilang masih stabil meski saya izin undur tak ikut mengurusnya sementara saya kuliah, job sebagai blogger dan buzzer yang nyaris tak putus-putus (sampai saya harus benar-benar selektif), belum lagi pekerjaan memberi training yang masih kepengang meski tidak tiap bulan.
Ah… saya sungguh merasa bersalah, beberapa bulan terakhir lumayan sering jajan barang branded, meski …beberapa yang harus disantuni telah diselesaikan. Ah… apalagi Ramadan sebentar lagi. Mungkin ini saat terbaik bagi saya untuk mulai memperbanyak yang bisa di-share, bukan yang dipakai sendiri. Janji deh no more beli-beli baju baru, dan setelah saya browsing dan berpikir, mungkin inilah beberapa hal yang bisa menjadi jalan berbagi di bulan Ramadan nanti:

 

Berbagi Ilmu
Ini adalah cara berbagi paling murah meriah. Mungkin, saya memang belum bisa membuat training gratis, seperti yang dilakukan beberapa blogger ataupun mentor lainnya. Tapi sepertinya saya ingin merealisasi rencana memberikan beasiswa kepada beberapa perempuan Indonesia yang betul-betul ingin belajar ngeblog, tetapi merasa berat membayar biaya Training Blogging saya di Indscript.

Membagi ilmu tentang food combining tampaknya seru juga ya. Mungkin saya akan buat postingan berseri di instagram dan bisa juga kultwit di twitter. Siapa mau ikut menyimak? Cuuuung?! Karena Ramadan nanti saya libur kuliah, mungkin juga saya bisa sempat membuat video singkat tentang bagaimana membuat smoothies buah yang sehat dan lezat dan masakan sederhana namun sehat lainnya yang sudah lama dirikues beberapa teman tapi belum sempat saya penuhi.

 

Sedekah
Sedekah (maksud saya yang berupa materi) ternyata bisa berbagai macam caranya. Paling sederhana, kumpulin barang-barang yang masih bagus tapi jarang kita pakai. Ini sudah menjadi kebiasaan sih, kalau di rumah kami, tanpa menunggu Ramadan, tapi kalau pas ramadan lebih afdol kali ya? Misal baju-baju, buku, atau mainan anak. Baju-baju bisa dicuci dulu dan diberi pewangi supaya lebih kece saat diterima.
Sedekah dalam bentuk sederhana namun sangat bermanfaat lainnya adalah dengan memberikan alat sholat (mukenah dan sajadah) untuk masjid dan musholla. Pernah kan ke masjid trus mendapati mukenah di sana dalam kondisi kurang menyenangkan? Nah, saatnya kita berbuat, bukan hanya mengeluhkan.
Sedekah dalam bentuk sembako atau uang tunai juga ide bagus kok. Terutama kalau di masyarakat sekitar rumah saya, uang tunai itu dianggap jauh lebih bermanfaat. Maka biasanya mereka senang diberi uang tunai.

 

Zakat
Kalau zakat fitrah udah pasti sebagian besar terpikir lah ya. Memasuki bulan ramadan apalagi pada minggu-minggu terakhir pasti umat islam udah pada sibuk menyiapkannya. Nah, bagaimana dengan zakat mal dan zakat profesi? Dulu saya pernah membaca tulisan seorang teman blogger, beliau mengingatkan blogger untuk juga tertib mencatat penghasilannya. Apalagi saat ini, blogger rezekinya ngalir bok! Teman saya mengatakan, sebaiknya penghasilan ngeblog juga dicatat dan dikeluarkan 2,5 persennya. Wah… saya teledor untuk ini. Mulai saat ini kudu dicatat deh.

 

Tentang Zakat Mal

Ngobrol soal zakat mal, terkadang masih bingung apakah kita sudah wajib zakat? kalau iya, bagaimana menghitungnya? Berapa besarnya dan ke mana membayarkannya? Nah, kalau teman-teman pernah mengalami seperti yang saya rasakan ini, ini ada kabar bagus dari Matahari mall. Teman-teman bisa menggunakan kalkulator zakat buat hitung-hitung berapa yang seharusnya kita keluarkan. Mudah banget, tinggal masukkan nominal sesuai kondisi atau harta yang kita miliki. Contohnya begini:

matahari mall zakat

Di atas itu cuma simulasi ya teman, bukan hitungan zakat saya kok. Mau bayar zakatnya lewat Matahari Mall juga bisa. untuk pengelolaannya, Matahari Mall bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional, jadi insyaallah amanah ya teman-teman.

Nah, akhirnya saya mengucapkan Selamat Ramadan. Selamat berpuasa dan mohon maaf lahir dan batin 🙂

Leave a Reply