Liburan Singkat Di Surabaya Bersama RedDoorz

Share

Berjarak dengan keluarga, …
Ah… jauh sebelumnya, sungguh tak terbayangkan. Saya dan suami termasuk yang berupaya tidak memilih LDM. Bahkan peluang demi peluang pekerjaan bagus, ditolak suami demi menghindari LDM. Memilih jatuh bangun membangun bisnis sendiri, demi berdekatan dengan keluarga. Saya juga paling ogah harus berjauhan dengan suami dan anak-anak. Bahkan untuk tugas dinas luar kota saja, biasanya saya cukup selektif, hanya berangkat jika benar-benar penting dan tidak bisa didelegasikan.

Namun, ternyata hal ini adalah konsekuensi, ketika saya memutuskan untuk kembali ke kampus, untuk melunasi mimpi-mimpi saya tentang pendidikan yang lebih tinggi. Pengorbanan? Hmmm… saya tidak suka menggunakan istilah pengorbanan. Ini adalah pilihan. Tidak ada yang menjadi korbankan, pun tak ada yang dikorbankan. Sekali lagi, hidup adalah tentang pilihan.

Semua cita-cita yang diperjuangkan, adalah cita-cita sekeluarga, bukan sekadar keinginan pribadi. Anak-anak sejak jauh-jauh hari sudah tahu, bahwa ketika Bunda kembali sekolah, maka perjuangan baru dimulai. Bukan perjuangan Bunda seorang diri, tetapi juga perjuangan ayah, dan mereka sebagai anak-anak. Anak-anak harus menjadi lebih mandiri saat jauh dari saya. Suami juga dengan legawa mengambil alih sebagian tugas saya, ketika saya tak di rumah. Semua sadar, inilah arti kata “berjuang”.
Tapi, meski keputusan telah diambil bersama, konsekuensi dijalani dengan sabar bersama, honestly…. terkadang ada perasaan ingin menebus waktu-waktu yang hilang bersama mereka. Secara kuantitas, saya memang tidak akan pernah dapat mengganti waktu bersama-sama yang hilang (karena dalam seminggu, lebih banyak hari di mana saya berada di Surabaya, sementara suami dan anak-anak di Bondowoso. Namun saya tahu, kami masih memiliki kesempatan menjalani kebersamaan selama liburan singkat nanti dengan lebih berkualitas.

Bagaimana caranya? Salah satu jalan terbaik yang saya pikirkan adalah traveling. Tak ada satupun anggota keluarga kecil ini yang sanggup menolak daya tarik traveling sekeluarga. Semua selalu hepi dengan rencana traveling, setidaknya itu yang selalu terjadi bertahun-tahun belakangan ini. Traveling bersama, telah menjadi semacam “bahasa cinta” kami sekeluarga.

Kami tak punya waktu banyak. Menunggu liburan semester nanti rasanya terlalu lama. Kami mungkin punya waktu 2-3 hari saat anak-anak selesai ujian. Ke mana pilihannya? Saya dan suami tidak ingin pergi terlalu jauh, energi harus dihemat, begitu juga biaya. Karena asyiknya traveling bukan soal “pergi ke mana” atau “sejauh apa” Anda pergi. Traveling adalah soal bagaimana kita memaknai dan menikmati setiap perjalanan.

“Kita liburan ini ke Surabaya aja ya, Ay”. Kata saya sore tadi kepada Pak suami. Saya ingin anak-anak menghirup aroma kota tempat bunda mereka berjuang mencari ilmu. Saya ingin sekali mengajak anak-anak ke kampus, selain tentu ke beberapa mall dan tempat wisata asyik di Surabaya. Beberapa minggu lalu memang suami dan anak-anak sempat menjenguk saya di Surabaya, kami baru sempat mengunjungi Monumen Kapal Selam, berhubung waktunya sangat singkat.

Saya, Suami dan Kak Asa di Depan Mokasel (Foto oleh Dek Rani 10 tahun)

 

Nah, liburan singkat yang akan datang, sepertinya saya ingin membawa anak-anak mengunjungi Surabaya North Quay. Kakak Asa sangat ingin menyeberang ke luar pulau dengan menggunakan kapal laut. Meski beberapa waktu lalu kami sudah sempat menyeberang ke Bali dengan Ferry, namun tampaknya belum memuaskan bagi si petualang kecil ini. Cita-citanya mengunjungi Bude di Kendari, naik kapal laut katanya. Setidaknya melihat kapal-kapal bersandar, syukur kalau pas ada kapal pesiar, mungkin akan menyenangkan hatinya.

Tempat lain yang ingin kami kunjungi adalah Hutan Mangrove Wonorejo. Yah… maklum deh, bolang. Kemana-mana sukanya objek yang alamiah. Dosen saya sempat bercerita sedikit tentang hutan mangrove ini, dan sayang sekali jika tingal di Surabaya tapi belum pernah mengunjunginya kan? Bayangan saya, dan dari yang saya baca di blog-blog beberapa teman, hutan bakau ini sepertinya lebih luas daripada yang pernah kami kunjungki di Pantai Bama Baluran maupun di Bee Jay Bakau Resort, Probolinggo. Wah… anak-anak pasti antusias.

Oh, ya. Tapi saya ingin juga mengajak mereka ke Galaxi Mall. Kenapa? Karena saya suka makanan di foodcourtnya. Sangat variatif dan rasanya enak-enak, dengan harga standar. Bakso ketabangkali pasti bisa memuaskan selera si sulung, sementara si anak wedok, yakin deh… pasti termanjakan lidahnya dengan sajian Bebek Harisa. Buat ayah Bundanya mungkin cukup rujak cingur atau gado-gado saja.

Menginap di mana?
Nah….ini poin penting jika ingin bepergian, apalagi bersama-anak-anak. Kudu prepare akomodasi yang nyaman tapi juga terjangkau. Enggak lucu banget, kalau pulang jalan-jalan kantong jebol. Untuk kali ini saya ingin banget kami menginap di apartemen saja. Maksudnya sih, supaya anak-anak ada pengalaman baru, karena biasanya kami menggunakan akomodasi hotel. Inginnya yang dekat kampus saja, supaya bisa jalan-jalan santai ke kampus. Makanya saya pilih ini:

RedDoorz

RedDoorz Apartment near Galaxy Mall, letaknya sangat dekat dengan kampus ITS, yaitu di Jl. Kertajaya Indah Regency, Surabaya. Akomodasi ini juga hanya selemparan batu saja dari tempat kos saya. Fasilitasnya cukup lengkap, ada kolam renangnya juga, sehingga anak-anak bisa berenang ngedemin tubuh di udara surabaya yang super panas!

Urusan mempersiapkan akomodasi kini menjadi lebih praktis berkat RedDoorz. RedDoorz ini merupakan salah satu merk akomodasi budget yang sedang berkembang pesat di Asia Tenggara. Kalau buat saya pribadi, menggunakan RedDoorz selain praktis juga banyak pilihannya. Jenis akomodasi yang bisa dipilih juga bukan terbatas hotel, tetapi juga apartemen. Dari sisi harga juga menurut saya sangat hemat, dengan kualitas akomodasi yang terjamin.

Wah, saya makin enggak sabar liburan singat bersama keluarga di Surabaya. Sekarang tampaknya mamak kudu belajar dan bikin PR dulu, ya. Supaya nanti di hari H nya, tidak membawa tanggungan pekerjaan dan bisa jalan-jalan dengan santai.

2 comments

  1. Amir Mahmud says:

    Surabaya ? saya paling tau Surabaya karena ada jembatan merahnya. Btw Surabaya itu kalau sama Jakarta hampir mirip mirip ya Mbak, secara kan kota no 2 terbesar setelah Jakarta ?

  2. herva yulyanti says:

    Aku baru pulang jumat kemarin dari Surabaya namun sayang ga sempat kesana kemari uda tepar dan sekarang aku gondongan saking kecapek-an hahaha..
    Emang bener mba hidup adalah pilihan dan satu sama lain sesama anggota keluarga saling berjuang, saya rasa pilihan masing2 tentu selalu ada keputusan dari semua pihak jadi aku suka heran aja klo ada yang nyinyir blg emaknya sok sibuk haus pujian mentingin kerjaan yg kek gini kebanyakan mecin y mba hahaha

Leave a Reply