Memesona Itu Cantik Luar Dalam!

Share

memesona itu

Siapa bilang memesona itu hanya milik mereka yang masih muda belia? Siapa bilang memesona itu hanya milik para perempuan yang secara fisik terlahir “sempurna”? Ah, kalau saya sih percaya banget, siapapun bisa tampil memesona.

Ah beneran, makin berumur ini, masih bisa memesona? Mungkin akan ada yang berkata demikian, dan saya akan bilang: Iya dong! Karena kita tak harus “awet muda” dalam artian hanya terlihat lebih muda dari usia kita. Yang terbaik adalah kita bisa memesona dalam berapapun usia kita. Selain itu, bagi saya urusan memesona itu bukan urusan fisik belaka. Banyak aspek yang terkait. Ini dia tips memesona versi saya.

Jangan Ingin Awet Muda!
Sejujurnya, sampai di tahap ini, saya enggak percaya istilah “awet muda”. Kita semua menua, dan yang kita sebut “awet muda” itu sebenarnya adalah orang-orang yang menua sesuai dengan usianya, tidak menua lebih cepat. Begitu aja sih menurut saya.

Bagi saya, tak mungkin ada cantik memesona tanpa sehat. Jadi, menjaga kesehatan bagi saya wajib hukumnya. Apalagi dalam usia segini dengan aktifitas padat, wuih… kalau enggak pintar-pintar menjaga kesehatan, bisa ngos-ngosan deh! Berkat food combining yang saya lakukan konsisten hampir tujuh tahun, alhamdulillah saya merasa fit senantiasa. Enggak ada deh lelah yang kebangetan, meski aktifitas seabreg. Tubuh juga sangat terjaga dalam berat dan kondisi idealnya.

Iya, syukur banget menemukan food combining. Saya enggak terlalu gila workout. Paling yoga dengan pose yang simpel-simpel saja, setiap pagi streching dan tiap hari berjalan kaki sekitar 20 menit. Tapi dengan latihan begitu saja, tubuh sudah sangat terjaga. BB stabil di kisaran 51-52 dengan TB 160 cm. Untuk perempuan jelang 40 tahun itu sungguh suatu anugrah.

Casing Tetap Penting
Kalau sudah sehat dari dalam, pasti memancar ke luar. Tapi…. tetap, upaya jaga kecantikan dari luar itu penting banget buat saya. Saya bukan tipe perempuan yang tergila-gila pada make-up, memang. Tapi, belanja sebiji-dua biji lipstick di saat pikiran sedang lelah, itu bisa juga jadi hiburan juga. Ha..ha..

Yang terpenting buat saya adalah perawatan. Saya memilih skincare alami sejak awal tahun lalu, ini selaras dengan keyakinan saya dan prinsip-prinsip sustainable living yang saya anut. Enggak neko-neko juga sih saya merawat kulit wajah dan tubuh. Kalau wajah, yang paling penting selalu dibersihkan setidaknya saat akan tidur malam. Membersihknnya juga fleksibel saja. Kalau lagi tajir, pakai cleansing oil organik yang rada mihil itu. Kalau lagi bokek, cukup pakai extra virgin coconut oil 20 ribuan sebotol kecil juga udah oke. Ha..ha..

Berusaha Positif
Dunia tak melulu berisi hal-hal indah. Terkadang bahkan lebih sering, kenyataan tak sesuai dengan ekspektasi. Jadi? Being positive itu penting banget. Tak peduli secarut-marut apapun isi dunia, jika kita bisa selalu positif, maka insyaallah hidup terasa selalu penuh kebahagiaan.Di usia segini, saya merasa sudah sepantasnya diri ini menebar aura positif. Saya berusaha menghindari sindir menyindir di kehiduan nyata maupun di social media. Saya juga berusaha menghindari perdebatan dan hal-hal yang tidak perlu.

Seseruan Dengan Teman-teman Belia Yang Lucu-lucu

Banyak bersyukur juga penting banget. Setiap pagi, bangun tidur dengan tubuh sehat tak kurang suatu apapun, itu saja sudah wajib disyukuri. Anak-anak yang sehat dan tidak rewel meski harus saya tinggal 4 hari dalam seminggu, juga berkah luar biasa. Kesempatan kembali studi, di tempat yang sangat luar biasa ini juga buat saya sangat wajib disyukuri. Bahkan hal-hal kecil yang sepintas terlihat remeh, semisal, teman-teman yang lucu dan menyenangkan , itu juga wajib banget lo disyukuri.

Berani Bermimpi
Satu hal yang saya tak pernah ingin itu hilang adalah keberanian bermimpi. Dulu…dulu banget, ketika kehidupan kami masih kere, saya dan suami sering berulang-ulang membicarakan rencana masa depan kami. Terkadang, saking seringnya diulang, kami bosan juga sebenarnya. Meski kala itu, apa yang kami bicarakan sepertinya mustahil banget. Apaan pakai impian segala, wong mau makan saja kadang masih susah kok! Tapi syukurlah, kami tak pernah kehilangan keberanian bermimpi. Dan perempuan memesona itu, bagi saya adalah perempuan yang berani bermimpi dan bersedia bangun untuk mewujudkan mimpinya.

memesona itu (3)

Well… sedikit lagi saya memang sudah akan 40. Namun saya masih punya banyak mimpi, dan saya tahu saya sangat berhak memilikinya. Bagi saya, keberanian bermimpi itu membuat perempuan (tak peduli berapapun usianya) memancarkan energi yang sulit dijelaskan. Dan itu memesona! Kembali kuliah, juga masuk dalam daftar mimpi saya. Saya tak lagi peduli, berapa usia saya.

Seimbang
Keseimbangan adalah kunci penting. Tahu kapan harus berlari, kapan harus melambat, bahkan kapan harus berhenti. Tahu kapan harus serius, kapan bisa ngebodor. Enggak asyik banget kan kalau kehidupan kita serius terus. Sekarang saya banyak belajar untuk sesekali melupakan deadline ini-itu, lalu tertawa keras terbahak-bahak dengan teman-teman belia saya. Karena esok masih tanda tanya, dan kemarin sudah masa lalu, maka saya pikir, saya harus belajar benar-benar menikmati hari ini. Buat saya, terlalu serius enggak asyik juga. Dan, enggak mungkin memesona. Ah… saya mau memesona, kok!

Jadi, begitu lo memesona versi saya. Memesona itu, pendeknya cantik luar dalam! Jadi mau kulit item geseng, bodi kurus kerempeng, atau bahkan kulit mulai berkerut termakan usia kek, tetap saja bisa memesona.

Begitulah memesona versi saya. Teman-teman mungkin akan punya versi yang berbeda. Nah… daripada disimpan saja dalam hati, bagaimana kalau sekalian ikut ini:

memesona itu

Hadiahnya menarik banget, persyaratannya mudah dan cukup 500 kata udah bisa ikutan. Yang enggak punya blog bisa juga ikut, dengan menuliskan langsung micrositenya di sini: www.pancarkanpesonamu.com. Jadi, tunggu apa lagi? Tuh…. kamera mirrorless udah melambai-lambai.

14 comments

Leave a Reply