Cerita JNE Dan Blogger Ndeso: Dari Buku, Skincare Hingga Produk Fashion 

jne express

 

Halo…
Assalamualaikum

Sudah tahu kota Bondowoso, kota di mana saya tinggal sejak tahun 2003 lalu? Sudah pernah ke Bondowoso? Atau, setidaknya pernah melihatnya di peta? Atau jangan-jangan ada yang bertanya, “memangnya Bondowoso ada di peta?”

Jangan bilang saya lebay kalau menyebut diri saya Blogger Ndeso. Ya… apalagi kalau teman-teman belum pernah ke Bondowoso. Bondowoso memang letaknya masih di pulau Jawa, pusatnya keriuhan di Indonesia, sekaligus pulau di mana sebagian besar duit di republik ini beredar. Tapi… saya ceritain ya…. kalau dari Bondowoso, mau ke Surabaya saja, itu harus rela duduk 6-7 jam di bus atau travel. Itu kalau kita tidak menggunakan kendaraan sendiri. 

Kereta? Oh…. ada…. tapi itu dulu. Jauh sebelum saya menginjakkan kaki di kota ini, stasiun kereta api di Bondowoso sudah mati suri. Saat ini, bangunan ini hanya berfungsi untuk museum dan penjualan tiket saja. Kalau mau naik kereta, ya harus ke kota sebelah, Jember (satu jam perjalanan).

Karenanya, saya mungkin menjadi salah satu blogger yang jarang sekali menghadiri event. Satu-satunya event di tahun 2016 yang saya hadiri adalah salah satu acara launching produk sebuah smartphone di Bali. Tahun lalupun, saya harus rela memilih hanya 1 event saja di Surabaya. Mau tidak mau saya harus selektif. Kalau tidak, energi akan habis di jalanan. Sementara saya bukan fulltime blogger. Saya juga PNS yang harus hadir dari senin hingga jumat di kantor. Lalu, bagaimanalah saya bisa eksis?

 

Blogger, Review dan JNE
Jangan …. jangan buru-buru mencela blogger yang jarang datang event. Jangan katakan mereka tidak total ngeblognya. Karena siapa tahu, seperti yang saya alami, terlalu besar energi yang harus kami upayakan untuk menghadiri event. Dan juga, jarang bisa hadir ke event tak menghalangi rezeki mengalir ke rekening. Ingat, event bukan satu-satunya alasan seorang blogger bisa eksis. Terimakasih pada JNE. Terimakasih pada owner, agen, karyawan hingga mas-mas kurir yang setia mengantar aneka paket ke rumah, lantaran blog. 

Seminggu berkali-kali Mas-mas kurir setia mengantar paket, mulai dari skincare-skincare organik, produk kesehatan hingga produk-produk fashion khususnya hijab untuk bisa saya review atau endorse di sosmed saya. Blogger tanpa sosmed memang bagai sayur tanpa garam, bagai ambulan tanpa wiuwww…wiuwww….. maka kemudian, lantaran senang main instagram dan suka share produk yang sedang senang saya pakai, sebuah label disematkan pada saya. E n d o r s e r …..

Jangan…. jangan pikir semua hanya soal rupiah. Saya bahkan sering mengendorse secara gratis. Banyak juga produk yang saya dapat dengan membeli secara online, dengan duit saya sendiri, namun dengan senang hati saya endorse, karena saya suka dan mendukung produknya. Buat saya endorse bukan sekadar soal mendapatkan produk-produk gratisan dan fee. Bukaaaaaan… meng-endorse adalah memberikan dukungan. Itulah kenapa saya tak pernah merasa rugi mengendorse OS-OS kecil apalagi yang baru merintis.

Dan siapakah yang berjasa membawa barang tersebut dari Jakarta, Surabaya, Bali, dan tempat-tempat jauh lainnya sampai ke Bondowoso nun ndeso, tempat tinggal saya? JNE dong … Mas-mas kurir JNE datang silih berganti. Kadang mereka datang saat hujan mulai turun. Kadang mereka datang saat matahari begitu garang bersinar. Maturnuwun ya Mas-mas…


Jangan Hanya Menerima, Memberilah ….
Saya termasuk blogger yang suka mengadakan giveaway, walau kecil-kecilan. Mengapa? Selain alasan-alasan teknis, untuk meramaikan blog dan sosmed saya, giveaway itu bagi saya adalah cara seru untuk berbagi. Seru, karena ada proses yang harus dilewati oleh sesiapa yang hendak mendapatkan hadiahnya. 

Bukan hadiah mewah yang bisa saya berikan setiap kali menggelar giveaway, namun intinya, berbagi dan hepi-hepi. Nyatanya, meski sederhana, bisa membuat pemenang senang dan mempererat pertemanan.  Siapa yang mengirim hadiah? Mostly, JNE lagi …..

 

Cerita JNE dan Penulis Buku 
Selain sebagai seorang blogger, saya juga penulis buku. Alhamdulillah buku Food Combining tulisan saya, terbit 2015 lalu. Lalu kemudian disusul kelahiran adiknya, Buku Kuliah Jurusan Apa? Jurusan Teknik Lingkungan, di bulan Maret lalu. Dan yang terbaru, terbit bulan ini adalah dua judul buku anak-anak.

Tahu dong, seperti apa sengitnya persaingan di dunia buku saat ini? Buku baru datang silih berganti, semua ingin mejeng lebih lama di rak-rak toko buku terkemuka di tanah air. Dan persaingan itu keras teman…. sekian bulan angka penjualan bak siput, merayap ogah-ogahan? Lempar! Iya…. didiskon gila-gilaan dengan risiko kami tak dapat apa-apa, atau bahkan teronggok begitu saja di gudang penerbit. Masih untuk kalau kemudian buku yang tak laku itu diberikan sebagi isi goodie bag kala sang penerbit membuat event, setidaknya, masih berguna. Meski…. sakitnya tuh di sini (nunjuk rekening). Karena kami tak dapat berharap royalti. Apalagi juga dengan serbuan konten-konten digital, termasuk e-book. 

Acara launching super heboh, bedah buku ke sana-ke mari adalah dua dari senjata penting bagi penulis dalam upaya promosi bukunya. Bedah buku secara online bisa saya lakukan, dan memang beberapa kali saya lakukan melalui Facebook Group beberapa komunitas yang relevan. Bedah buku di Radio via sambungan telepon pun pernah saya lakukan. Namun sayangnya, saya sulit untuk bisa roadshow, membedah buku saya di kota-kota besar yang menjadi target penjualan buku saya. Apalagi sebabnya kalau bukan kendala lokasi.

Lagi-lagi, dalam hal ini saya dibantu JNE. How? Kirim saja beberapa buku pada teman-teman blogger yang bersedia mereview. Teman-teman saya yang baik hati selalu bersedia mereview buku saya dengan tulisan yang cethar dan enggak ecek-ecek. Jujur, itu sangat membantu menyokong angka penjualan buku.

 

jne-cerita-baik

Sebagian dari resi-resi pengiriman, yang masih saya simpan

Cara lain? Giveaway lagi! Saya biasanya mengoptimalkan semua social media dan blog untuk mengadalan giveaway dalam upaya promo buku-buku saya. Mengirim hadiah ke pemenang, ya urusan JNE lagi dong. Serahkan pada ahlinya!

Ada cara lain lagi? Ada dooong, dan ini pun tetap saya banyak dibantu JNE. Saya terjun langsung dalam penjualan buku saya. Bukan sekadar nulis-terbit-lalu ongkang-ongkang nunggu royalti. Enggak…. saya tahu, ada nilai menarik dari sebuah buku yang didapat langsung dari penulis.

 

Buktinya, saya sering menerima order buku dengan catatan: “Tolong diberi tandatangan, yaa Mbak”. Bahkan beberapa kali menerima pesanan khusus, misal: “Mbak ini buku untuk teman saya yang kanker. Namanya Mbak Someone, tolong tuliskan kata-kata penyemangat, dan tanda tangan ya Mbak … Oh… okay…semua saya penuhi.

jne express

Membubuhkan tandatangan beserta sepatah dua patah pesan di cover buku, adalah kebahagiaan tersendiri

jne express

Permintaan macam ini, tidak sekali dua kali lhooo

 

jne express

Hampir setiap hari, ransel saya berisi paket begini (sebelum buku sold out)

Saya rela setiap hari packing ….
Saya nikmati saja, hampir setiap hari mampir ke JNE demi mengirim pesanan para calon pembaca sesegera mungkin.
Dan, hasil memang tak pernah mengkhianati upaya. Yang paling membahagiakan adalah, teman-teman pembaca menjadi dobel hepi memiliki buku bertandatangan penulisnya.

jne


Thank God, Agen JNE Dimana-mana
JNE, mudah sekali ditemukan agen-agennya. Di kota saya ada 2 tempat dimana saya biasa mengirim paket-paket ke luar kota. Ada JNE yang lokasinya dekat dengan sekolah anak saya, biasanya kemari sekalian menjemput atau mengantar anak-anak. Satu lagi JNE persis di seberang kantor saya. Nah…yang kedua ini yang paling sering saya manfaatkan. Karena hanya beberapa langkah saja dari kantor. Kadang saat break saya berjalan kaki saja ke sana, sekalian melancarkan peredaran darah dan mencegah kekakuan otot akibat duduk terlalu lama.

Oya, teman-teman tahu, beberapa waktu lalu JNE merayakan ulang tahunnya ke 26. Ternyata sudah lama juga ya JNE melayani masyarakat Indonesia. Kemana aja ya saya, kok saya baru tahu sekitar 10 tahunan terakhir? Melalui salah satu divisinya, JNE Express yang melayani pengiriman paket maupun dokumen dalam negeri melalui lebih dari seribu lima ratus titik layanan eksklusif. Layanan ini menggunakan moda transportasi tercepat, yang juga sudah sangat berjasa dalam perjalanan blogging dan karir saya sebagai penulis buku.

Nah, dalam rangka merayakan ultahnya itu, JNE punya program HABOKIR alias Hari Bebas Ongkos Kirim. Jadi tanggal 26-27 November lalu itu, masyarakat bisa mendapatkan layanan pengiriman secara gratis, baik itu untuk layanan REG, YES maupun OKE. Ini berlaku di kota-kota tertentu dengan syarat ketentuan tertentu pula ya. Sayang kota saya tidak masuk coverage. Kalau masuk mungkin sudah saya manfaatkan kesempatan bagus ini.


Itu sedikit cerita baik saya bersama JNE. Tentu, selain itu, JNE jugalah yang memfasilitasi emak-emak doyan online shopping macam saya ini. Jaman sekarang ya, waktu begitu berharga, saya seringkali memilih online shopping saja. Praktis! Dan rasanya ketika Mas-mas JNE datang mengantar pesanan saya, seperti sedang mendapat kiriman hadiah. Senaaaang. Nah, teman-teman punya cerita baik apa bersama JNE? Yuk share di sini.

Salam hangat dari Bondowoso yang dinginnya mulai kurang santai

WY

 

banner-ga-jne

14 comments

  1. Rosanna Simanjuntak says:

    Sama dong, mbak.

    Saya juga bloger lokal, jarang datang ke event.

    Eh, btw yang minta cap bibir, gimana tuh ceritanya. Hahaha…

    Sekarang JNE semakin profesional. Senang banget bisa menjadi saksi, tumbuh dan berkembang bersama JNE.

    Tetaplah berinovasi, JNE!

     

  2. Raparapa says:

    Setiap hari packing, setiap hari menikmati. Saya pun begitu sebagai penjual online. Dan untunglah selama ini masih setia dengan JNE. Karena sejauh ini JNE memuaskan. Nggak pernah saya dibuat kecewa. 🙂

  3. Haya Aliya Zaki says:

    Keren banget itu resi masih disimpan komplet, Mbak. Aku pun setahun ini dah jarang datang ke event blogger. Banyak hitung-hitungannya. Bukan cuma soal transpor waktu tenaga, melainkan event-nya harus cocok juga sama passion dan konten blog aku. Nice posting, Mbak. 

Leave a Reply