Food Combining Saat Traveling

tips-food-combining-saat-traveling-3

Dulu…. dulu…. banget pas awal-awal nge-FC, saat traveling pasti deh saya banyak cheating. Toh sehari-dua hari dan sesekali saja, saya pikir okelah… namun makin ke sini, tubuh sudah makin tidak ingin dicurangi terlalu sering dan terlalu ugal-ugalan. Cheating tipis-tipis saja sudah terasa efeknya buat tubuh. Apalagi kemudian, traveling juga makin sering, dan seringnya saat traveling untuk tugas dinas yang membutuhkan tubuh tetap fit. Akhirnya, mikir dong, bagaimana caranya supaya pada saat traveling tidak terus-terusan cheating. Atau bahkan saat traveling justru lebih membutuhkan makan lebih berkualitas, karena memang tubuh mendapat tugas ekstra.

Coba baca ini ya….

Seluk Beluk Cheating

Nah…sebenarnya, menurut saya, saat travelingpun, tidak susah untuk tetap memelihara konsistensi ber-pola makan sehat. Buah bisa dijumpai dimana saja, sayur juga. Kecuali kita traveling ke area-area yang sangat khusus, yang benar-benar sulit mendapatkan amunisi untuk makan sehat. Di bawah ini, saya cerita ya, bagaimana saya mengatur agar tetap ber-food combining selama traveling.


1.    Jeniper hangat
Bagian ini, terus terang saya kadang masih lupa antisipasi. Kalau pas ingat, saya bawa 1-2 buah jeruk nipis dari rumah. Biasanya di kamar hotel kan ada heater air ya, jadi itu saya manfaatkan. Kalau pas backpacker, dan tidurnya di penginapan-penginapan murah, saya biasanya bawa heater sendiri.

Pas lupa nggak bawa jeniper, kadang masih bisa jeniperan dengan mencomot beberapa iris jeruk nipis yang biasanya ada di counter bubur ayam (biasanya hadir sebagai pelengkap buryam bersama sambal). Memang sudah tidak ideal sih, karena pas sarapan, sudah pasti saya sudah gosok gigi, dsb. Jadi jeniper tidak pada saat bangun tidur langsung. Tapi, namanya juga kondisi emergency ya. Saya percaya masih ada manfaatnya.

Baca Juga:

Sekali Lagi Tentang Jeruk Nipis Peras (Jeniper)

2.    Sarapan buah
Sekarang, saya sudah terbiasa membawa buah setiap bepergian. Kalau perginya sekeluarga, otomatis bawa buahnya harus banyak, karena suami dan anak-anak juga ikutan sarbu. Kalau pergi sendirian, persediaan buah biasa saya buawa buat 2 harian. Lepas itu, gampang aja, minimarket semacam Ind******, atau Alf******,  hampir selalu punya persediaan buah. Iya kan? Beli di lapak buah pinggir jalan juga bisa lah… apalagi kalau traveling dengan waktu leluasa, wah… ya mudah banget kalau hanya urusan cari buah.

food combining saat traveling

Kalau pas cukup waktu mempersiapkan, buah potong begini enak banget buat bekal di beberapa jam pertama perjalanan pagi

food combining saat traveling

Enggak perlu khawatir kehabisan buah, minimarket banyak yang jual kok!

Kalau menginapnya di hotel yang, yah… rada lumayan, urusan buah ini menjadi gampan aja. Seperti pas saya diundang ASUS menghadiri Zenvolution September lalu dan menginap di Courtyard By Marriott. Buah tersedia melimpah, beraneka jenis. Mulai dari bentuk jus, buah potong, hingga buah utuh yang masih berkulit. Nah… nikmati saja sarapan pelan-pelan sampai kenyang dengan buah potong. Dan… comot beberapa buah yang masih utuh, untuk sediaan ronde selanjutnya.

food combining saat traveling

Kalau nginapnya di hotel yang lumayan, sih. Soal buah sudah enggak perlu khawatir.

Baca Juga:

Menyiasati Angaran Food Combining

3.    Makan siang dan malam
Saya jarang sekali makan paket protein hewani, tubuh saya kurang enak kalau dikasih banyak prothew. Maka, kalau masih bisa memilih protein nabati, saya biasanya masih makan menu karbo berupa sedikit nasi dengan sayuran (syukur-syukur kalau ada raw veggiesnya) ditambah lauk nabati.Saya kadang juga membawa bekal raw veggies yang agak bisa awet, dari rumah. Misalnya ketimun. Nah, saat menu makan yang saya temui miskin rawveggies, bekal inilah yang jadi penyelamat.

food combining saat traveling

makan sederhana di warung-warung murah pun, selalu bisa tetap dalam juklak


Bagaimana kalau dalam kondisi mendesak, sulit sekali mendapat makanan sesuai juklak? Selalu ada jalan kok. Misalnya nih, bebeapa waktu lalu saya kemaleman sampai Jogja, dan dengan kondisi buru-buru masuk mall dan hanya menemukan gerai ayam goreng berlumur tepung itu satu-satunya yang buka. Ya, sudah, daripada kelaparan kan? Akhirnya pesanlah ayam goreng, tentu tanpa tambahan nasi ataupun kentang goreng or karbo lainnya. Singkir-singkirin deh tepungnya, makan saja. Agak malam sampai di kamar hotel, saya makan persediaan raw veggies yang saya bawa. Kenapa enggak pesen salad? Ah… waktu itu kemaleman banget, gerapun udah mau tutup. Salad udah kosyooong… yang ada hanya swiwi ayam sajooo … ha..ha… ya sudah… mari makan dengan gembira. Syukuri dan stay healthy! Jadi begitu ya teman-teman. NO alesyan lagi, trus ngeluh… aduh… akuhhh gak bisa FC, sering di jalan nih….

10 comments

  1. intanrawits says:

    Hebat mb, sering travelling tp msh bisa konsisten, patut dicontoh. Betul mb makin kesini malah tubuh sendiri yang protes kl kebanyakan cheating dan prohew. Semangat sehat mb

  2. sulis says:

    Nah..pas bepergian ini aku yang sulit mbak. Ada ayam bakar, nasi, lalap, sambal…tak embat semua☺☺ klo pas di rumah, bisa lmyn tertib nge fc nya..

    • wyuliandari says:

      Saya sesekali aja Mbak, kalau emang diniatin wisata kuliner biasanya. DAn pilih yang emang momennya nyantai. Kalau traveling untuk kerja, enggak terlalu berani ugal2an. kalu kolaps bisa berabe. Ha..ha..

Leave a Reply