Wirausaha Muda Mandiri 2016: Peluang Bagus Untuk Yang Muda, Inovatif, Peduli

Share

WIRAUSAHA MUDA MANDIRI

Waktu saya sedang melakukan riset buat penyusunan buku kedua saya, Kuliah Jurusan Apa? Jurusan Teknik Lingkungan, saya sempat ternganga … “Wow… di TL ITS diajarkan mata kuliah Technopreuner?”  Waktu itu, dalam hati saya antara takjub dan beryukur namun juga sedikit bertanya-tanya.


Takjub karena kewirausahaan mendapat tempat dalam kurikulum sebuah institusi pendidikan teknik terkemuka di negeri ini. Bersyukur, karena melihat pengalaman waktu lulus S1, saya dan teman-teman terombang-ambing menjadi pencari kerja. Harusnya, lulusan perguruan tinggi, S1, institusi ternama semacam kami bisa lah ya menjadi pencipta lapangan kerja. Dan, bertanya-tanya … sepenting apakah kedudukan enterpreuner di negeri ini sih? Sampai institusi kece ini yang matkul nya rata-rata mata kuliah teknik, mau memberi tempat buat matkul kewirausahaan, meski tetap bungkusnya techno.


Zaman saya kuliah, teman-teman yang meminati dunia wirausaha biasanya “mencari” sendiri di luar. Atau, paling banter bisa lah nimbrung di kegiatan-kegiatan Kopma alias Koperasi Mahasiswa. Salah satu contoh sukses sih ada. Teman saya yang memiliki Perusahaan Konsultan ternama di Surabaya, dan masih juga menggeluti bisnis di bidang daur ulang. Tapi, alumni yang seperti dia, benar-benar bisa dihitung jari. Hanya 1-2 orang untuk tiap angkatan.


Kembali ke pertanyaan di paragraf kedua, emang kenapa sih repot-repot kasih mahasiswa matkul Technopreuner? Nah… setelah saya membaca, baru saya rada manggut-manggut. Mungki… hal itu terkait dengan info berikut:Negara membutuhkan  banyak wirausaha. Indonesia membutuhkan lebih banyak lagi  entrepreneur  … Menurut info, negara maju memiliki  entrepreneur  sebanyak paling sedikit 2 % dari total populasi. Sedangkan Indonesia baru  memiliki wirausahawan sebanyak 1,65 % dari total populasi data tahun 2013, semoga sekarang sudah lebih banyak lagi ya. Tentulah, bukan asal banyak wirausaha ya, kudu yang mumpuni dong.


Nah ngobrol soal wirausaha, saya punya info terbaru nih. Pernah kan dengar program Wirausaha Muda Mandiri? Saya yakin sebagian besar sudah tahu ya, karena program ini bukanlah sesuatu yang baru. Program yang merupakan CSR dari Bank Mandiri ini sudah rutin digelar sejak tahun 2007.Apa yang ada di benak teman-teman tentang ajang ini? Kompetisi? Yeah.. tidak salah! Ajang WMM ini memang merupakan ajang kompetisi sekaligus wadah untuk memberikan apresiasi kepada para wirausaha muda. Namun…. bukan hanya itu saja. WMM juga merupakan sarana edukasi dan pengembangan kewirausaan. Diharapkan juga, WMM bakalan dapat menjadi penyebar virus kewirausahaan.


Yang menarik bagi saya, untuk WMM tahun 2016 ini ada dua hal. Pertama, temanya yang sangat mengedepankan unsur karakter wirausaha muda yang  berkeinginan besar untuk berkontribusi  bagi masyarakat. Apa tema tahun ini?  Muda Inovatif Peduli. Keren ya? 
Muda – jelas ya, karena program ini ditujukan untuk para generasi muda Indonesia yang berprestasi  dan juga  mau keluar dari zona nyaman mereka dengan  memulai usaha di usia muda.  Inovatif– Adalah semangat  dalam menciptakan hal baru. Bukan sekadar baru, tapi juga unggul dan mampu memberikan solusi atas problematika saat ini. Peduli –  Program ini  didesain untuk  dapat memberikan kontribusi positif pada masyarakat  luas. WMM dirancang untuk memberikan apresiasi kepada generasi muda yang  ingin saling berbagi dan memberikan dampak positif pada lingkungan sekitarnya. 

WIRAUSAHA MUDA MANDIRI
Hal menarik lainnya, adalah dimasukkannya katagori baru untuk WMM tahun ini. Jadi untuk tahun ini, pada bidang usaha teknologi, akan ditambahkan katagori FinTech. Katagori teranyar ini akan memberi ruang bagi wirausaha muda di bidang pemanfaatan teknologi untuk layanan keuangan. Lalu bagaimana cara mengikutinya? Singkatnya silakan simak pada gambar berikut ya…

WIRAUSAHA MUDA MANDIRI

 

Masih belum jelas? Mau tahu lebih detail ? Cuss aja ke website resminya: www.wirausahamandiri.co.id  Nah, yang ngerasa muda, Inovatif dan peduli … tunggu apalagi?

 

35 comments

  1. Anita Makarame says:

    Aku di IPB dapat mata kuliah kewirausahaan, Mbak. Dan banyak sosialiasasi wirausaha gini. Mulai dari PKM sampai WMM juga ada. Makin gencar setelah kemenangan Kak Elang Gumilang. 

    Dulu ga kebayang juga buat usaha. Mikirnya sekolah trus kerja. Eh, skrg malah jadi wirausaha. Alhamdulilah 😀

  2. Inayah says:

    di jurusanku juga ada mba kewirausahaan teknik. lebih ke terapan dari ilmu engineering. outputnya kita bikin proposal bisnis ke dikti. challenging banget

  3. Nining says:

    Hmmmm, jumlah wirausahawan di Indonesia trnyta masih kurang dari 2% ya. Baru tau nkh, scara jumlah penduduk kita banyaaaaak banget. Mudahan dengan adanya program WMM dari Bank Mandiri ini, orang2 yg awalnya maju mundur cantik saat mau berwirausaha. Jadi termotivasi kembali ya Mba.

  4. Ratusya says:

    Entah gimana atau entah mengapa, dulu waktu kuliah, abis lulus goalnya ya nyari kerja. Yg artinya kerja ke org unt cari duit. Jarang ada yg punya goal buka usaha sendiri berwiraswasta. 

    Kalo jaman sekarang mungkin harus ada opsi bahkan target unt berwiraswasta, apalagi segala macem bs dicari pake teknologi, peluang ini gede banget

  5. Eva Sri Rahayu says:

    Jadi teringat waktu kuliah dulu ada program beasiswa kewirausahaan. Kalau banyak pihak yang peduli pengusaha muda gini, semoga jadi banyak bibit baru pengusaha di negeri kita ya, Mbak.

  6. Susindra says:

    Iya Mbak, matkul wirausaha juga sudah ada di kampusku. Pernah diundang tuk sharing ilmu di kampus terkait wirausaha. Semoga, ada banyak mahasiswa kampusku yang ikut.

  7. JangIpan says:

    Yang saatnya beraksi dengan segudang karya dan inovasi, peran Enterpreneur di negeri ini sangat penting untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat lebih unggul dan produktif dengan adanya peluang usaha yang diselenggarakan disetiap daerah atau wilayah oleh generasi muda.

Leave a Reply