Susan Indriany: Tuhan, Dermatitis Atopik Dan Nebulizer

Share

susan-indriany-cover

 

Hai…. Arisan link yang di Inisiasi Blogger Perempuan udah berjalan sekian lama. Nah, kali ini giliran Mbak Susan Indriany pemenangnya. Blogger perempuan ini adalah salah satu teman yang blognya betah saya sambangi. Kenapa? Tulisannya asyik untuk dinikmati. Juga…. ada cerita soal kesehatan anak, terutama terkait kesehatan dua buah hatinya Abby dan Nolan. Ada beberapa tulisan khususnya tentang parenting serta kesehatan anak yang bagi saya sangat menarik untuk dibaca, kemudian diambil sebagai pelajaran.

Salah satunya adalah cerita dermatitis atopik yang dialami Abby. Mbak Susan sangat rajin dan telaten menulis pengalaman perjuang melawan dermatitis (yang emang sering lo, jadi permasalah anak seusia Abby). Ini salah satu tulisan tentang dermatitis atopik di blog Mbak susan: Dermatitis Atopik dan Abby bag. 1

Yang bikin saya rada mewek adalah pas baca tulisan tentang “protes” nya Abby ke Tuhan. Ini dia …

susan-indriany-2

Selain cerita tentang dermatitis atopik yang dialami Abby, Susan juga pernah menulis tentang batuk yang mengarah ke asma yang juga pernah dialami Abby hingga harus menggunakan nebulizer. Pengalaman Pertama Abby Dengan Nebulizer

Kalau dicermati kedua cerita tersebut, saya jadi ingat kondisi anak sendiri, Kak Asa dan Raniah. Keduanya saya terka punya bakat alergi. Kenapa saya bilang “terka” karena faktanya keduanya tidak pernah menjalani tes alergi. Asa dan Raniah sangat rentan batpil di masa kecilnya, sedangkan Raniah ketambahan rentan masalah pencernaan plus gatal-gatal yang luar biasa. Gatal-gatalnya Raniah, kalau udah kambuh, sulit banget untuk mencegahnya menggaruk. Makan konsekwensinya ya muncul luka di mana-mana.

Syukur sebelum kondisi makin memburuk, ada tetangga menyarankan agar kulit diborehi daun sambiloto yang ditumbuk. Nah… sembuh ternyata. Dan sesudahnya saya juga memperkenalkan food combining pada keduanya. No susu juga, mereka hanya konsumsi susu sebulan 1-2 kali, itu ketika kami berbelanja bulanan. Tak tega saya menolaknya. Lebih dari itu frekuensi minum susu, biasanya Mbak raniah langsung kambuh gatalnya, dan Kak asa mulai deh dehem..dehem…karena ternggorokannya enggak nyaman.

Lewat percakapan WA, Mbak Susan menceritakan pada saya, Abby 8 tahun dan Nolan 18 bulan, kemungkinan mendapatkan alergi dari garis suami mbak susan. Abby hingga kini alerginya masih kambuh-kambuhan, meski sudah dieleminir faktor alerginya. Nah, Nolan, Abby… sehat-sehat terus yaa…. kalau berusaha, pasti Tuhan kabulkan kok. Tuh… kak Asa dan Mbak Raniah juga sekarang sehat.

Oh ya, yang mau mampir ke Blog nya Mba Susan, cuss ke: dekathati.com

4 comments

  1. Damar Aisyah says:

    Dalam keluarga saya, ada keturunan alergi, dari garis suami. Dan nampaknya menurun ke anak-anak saya juga. Melas kalau lagi pada kumat gatelnya. Tapi, biasanya sembuh beberapa saat kemudian, meskipun tanpa obat. Tapi ya muncul lagi, di lain waktu.

  2. TheGold.Asia says:

    Dulu saya termasuk yang suka alergi ikan, udang, dan kerang-kerangan sejenis kupang (makanan khas jawa timur).

    Dan baru tahu setelah dewasa bahwasannya alergi juga ada yang dari pikiran bukan faktor keturunan. 

    Sekarang alhamdulillah makan apa aja sudah tidak pernah alergi lagi. 😀

Leave a Reply