Rumah Wahidin, Penginapan Murah Meriah Di Pusat Probolinggo

Share
Rumah Wahidin
Kami terhitung sudah dua kali menginap di tempat ini. Kalau buat kami, untuk keperluan sekadar transit, naruh barang dan tidur aja, penginapan ini sudah cukup oke. Apalagi dari sisi harga juga ramah kantong banget, jadilah hotel ini jujugan ketika kami ke Probolinggo.

 
 
Terletak di pusat kota Probolinggo, dan tak sulit menemukan lokasinya, menurut saya dari sisi lokasi hotel ini bisa lah dapat nilai 7 dari 10. Dari sini tak jauh kalau mau ke alun-alun kota atau ke stasiun kereta api, dekat aja. Jaraknya ke BJBR, tempat wisata yang cukup ngehits di Probolinggo pun dekat. Kalau ditempuh dengan mobil, mungkin hanya sekitar 10 menit.
Rumah Wahidin
Bagaimana dengan kamarnya? Kebersihannya dapat nilai 8 deh, hanya untuk kerapian, kelengkapan dan kenyamanan kamar nilainya 6 saja. Karena, kamar superior yang kami tempati tergolong sempit. Apalagi kamar mandinya, supersempit sehingga kurang leluasa juga aktifitas didalamnya. Mandi pakai shower kalau pakai semburan maksimal, bisa muncrat sampai pintu dan juga membasahi toilet paper. Agak repot memang. Oya, untuk kamar superior ini tidak ada fasilitas air panas. Tapi kalau buat kami ini sama sekali bukan masalah, Probolinggo panas euyy! Ha.. ha… Kecuali kalau Anda lagi perlu mandi kembang tengah malam, nah… baru repot deh nggak ada air panas.
 
Namun secara keseluruhan, menurut saya, kondisi tersebut ya sudah sesuai dengan harganya. Untuk kamar superior ratenya Cuma Rp.215.000/night. Murah ya? Kamarnya udah dengan fasilitas AC, televisi, ada lemari dan meja kerja, cermin, lampu emergency. Kami juga mendapat air mineral 2 botol free di kamar dan dapat breakfast yang diantar ke kamar. Untuk menunya tamu bisa memilih sesuai selera. Ada roti panggang dengan selai atau telur, tersedia juga masakan jawa seperti pecel, rawon, nasi campur, dll. 
 
Meski hotelnya kecil dan harga kamarnya murah, makanannya menurut saya memuaskan. Pada kunjungan akhir tahun lalu, anak-anak memilih breakfast dengan menu rawon. Rawonnya banyak dan enak. Dan pada kunjungan kami beberapa hari lalu, anak-anak pilih menu roti. Kak Asa minta roti dengan selai, rotinya ada 3 lembar plus 2 kemasan kecil selai merk ternama. Mbak Raniah minta sarapan roti dengan telur, dia dapat dua lembar roti plus 1 telur ceplok. Saya dan suami? Ha..ha.. kami sarapan buah saja. Karena meski traveling kami selalu bawa-bawa jeruk nipis dan buah untuk sarapan kami berdua. Oya, anak-anak sebenarnya sarapan round 1 nya juga buah lo. Round 2 barulah mereka melahap menu hotel.
 
Rumah Wahidin (4)
 
Rumah Wahidin
Yang  saya suka dari penginapan sederhana ini adalah suasananya. Di halaman terdapat taman yang cukup luas, hijau dan asri. Ada gazebo yang sangat nyaman untuk duduk-duduk sambil ngobrol. Penataannya yang ada sedikit sentuhan etnis bikin suasananya hangat. Beberapa bagian dinding menggunakan bata ekspose, bangku-bangku teras dan beberapa perabot kayu, kursi taman dari batu, ditambah benda-benda pajangan yang artistik, buat saya itu asyik banget.
 
Nah, untuk teman-teman yang perlu transit di Probolinggo, atau memang sengaja ingin menikmati kota Probolinggo, hotel ini bisa jadi pilihan bagus. Terutama, kalau mencari penginapan dengan harga murah tapi tetap dengan kualitas pelayanan yang cukup oke.
 
Salam hangat,
 
WY

20 comments

    • wyuliandari says:

      Riska

      Wah… aku pengen banget deh ke Bangkalan. Baru 2 kaliΒ aku ke Madura. Pertama tahun 99 kayaknya, menghadiri resepsi teman. Trus kedua beberapa bulan lalu, cuma nyeberang karena pengen tau suramadu thok. Wkwkwkw

  1. Eko Nurhuda says:

    Saya pernah transit di Probolinggo. Ceritanya mau ke Banyuwangi dari Jogja, tapi ketinggalan kereta. Akhirnya baik yg jurusan Probolinggo. Cuma numpang salat di masjid agungnya itu, terus naik becak ke entah daerah mana untuk nyegat bus jurusan Banyuwangi. Pengen ke sana lagi kayanya.

    Btw, makanan khas Probolingga apa ya selain rawon?

Leave a Reply