Happy Eating Golangsing: Cara Langsing Yang Efektif, Mudah Dan Menyenangkan

CARA LANGSING
Halooo…
Apa kabar teman-teman?
 
Sudah 14 hari berlalu dari Lebaran. Ada yang masih belum bisa move on dari nastar? Masih nyimpen (dan terus ngemilin) aneka cookies dan kripik serta kudapan kering lainnya? Hellowww… apa kabar jarum timbangan? Geser ke kiri? Geser ke kanan? Atau masih anteng di tempatnya kah? Kalau saya sih emang enggak pernah (atau tepatnya sangat jarang) nimbang badan. Ha..ha… jangan bilang saya curang yaaa… please. Saya jarang pakai ukuran berupa timbangan. Ukuran saya mengenai langsing adalah baju dan celana. Kalau rada sesak berarti saya menggemuk. 

 
Mungkin teman-teman ada yang merasa aneh, tumben ngobrolin soal cara langsing? Bukankan sudah ber-food combining dan dapat bonus langsing? Yup! Benull. Bagi saya pribadi, food combining memang sudah menjadi pilihan dan langsing seringkali sudah bukan menjadi tujuan. Langsing, kemudian “hanya” menjadi side affect saja dari food combining yang diterapkan dengan benar dan konsisten. 
 
 
 
Tapi… eh tapi…. kepingin menjadi langsing itu sangat wajar lo! Bukan dosa lo! Ha..ha.. yang menjadi perhatian saya adalah, bagaimana saya bisa membagi cara- cara langsing yang aman bagi teman-teman. Nah… makanya saya menuliskan blogpost ini.
 
Sudah pernah tahu buku Happy Eating Golangsing? Pernah lihat di Toko Buku mungkin, atau melihatnya wira-wiri di internet? Atau bahkan sudah membacanya? Nah… ngaku deh saya, saya termasuk rada telat membacanya. Baru beberapa bulan lalu akhirnya saya beli buku ini.
 
Well, sejauh ini saya memang tak pernah bermasalah dengan berat badan, namun banyak cerita berhubungan dengan “bagaimana mendapat bb ideal?” yang sangat menggelitik hati saya untuk tahu lebih banyak soal urusan langsing melangsingkan ini. Dan ternyata setelah dibaca memang banyak hal menarik dibahas dalam buku ini.
 
Di bagian-bagian awalnya penulis membalikkan pandangan umum : “Big Is Beautiful". Salah satu sub tittle nya adalah: Big Is Beautiful, Benarkah?  Nah… saya dulu pernah menulis soal keyakinan saya akan pandangan ini, namun kemudian runtuh saat menemukan kenyataan ibu saya (yang bertubuh gemuk) terkena skoliosis. Bagian ini ditulis cukup “berani” oleh Ibu Nunny, sangat jujur dan apa adanya. Namun memang sangat penting untuk membentuk pola pikir yang proporsional soal gemuk-langsing, menurut saya. 
 
Cerita Ibu saya berjuang keluar dari Obesitas bisa di baca di:  Tips Mengatasi Obesitas
 
Ungkapan “tidak apa gemuk, yang penting sehat” juga makin lumrah didengar dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang kemudian mempertahankan hobi makan berlebih dibalik keyakinan ini. Merekapun berlindung dibalik gaya hidup trendi dengan mengenakan pakaian yang fashionable untuk meningkatkan rasa percaya diri meski berbadan gemuk. Mereka tak lagi menganggap kegemukan sebagai masalah yang perlu diatasi (halaman 17, Happy Eating Golangsing)
 
Inti dari buku ini kalau yang saya tangkap adalah, bagaimana cara langsing dengan cara menyenangkan, fokusnya pada membangun persepsi yang proporsional tentang makan. Sekilas begini: pernah merasa sedih lalu pelampiasannya ke makanan? Pernah (atau sering bahkan sering)  memutuskan makan sesuatu hanya karena mencium aromanya padahal perut belum lapar? Atau pernah sampai pada keyakinan bahwa “saya sudah ditakdirkan gemuk, enggak mungkin melangsing”. Atau pernah enggak teman-teman mendengar keluhan, “saya sudah makan sedikit, tetapi mengapa tetap gemuk?” Nah…. hal-hal di atas menjadi sebagian bahasan dalam buku ini. Apa saja hal menarik yang ada di buku ini? Yuk kita ulik satu-satu.
 
Mengenai Rasa Lapar Dan Bagaimana Menanganinya
Dalam buku ini dibahas beberapa jenis “rasa lapar”. Ternyata ketika kita merasa lapar, sebenarnya tak selamanya memang tubuh kita sedang butuh asupan nutrisi, atau yang disebut di sini sebagai lapar fisik. Terkadang kita hanya lapar mata, lapar fisik, lapar memori atau …. lapar emosi. Ini yang sangat sering terjadi dan sudah dianggap lumrah.
 
“Suasana hati hanya minta dikenali, dikasihi, dan dipenuhi”
 
 
Prinsip Mindfullness
Bagaimana cara kita makan? Terburu-buru bahkan disambi mengerjakan lainnya? Makan sambil nonton mungkin? Atau bahkan masih sambil bekerja, saking padatnya aktifitas dan beratnya target kerja yang harus dipenuhi? Nah… buku ini mengajak kita kembali pada mindfullness. Mindfull artinya hadir penuh. Secara sadar merasakan dan menikmati tindakan yang lakukan. 
 
Ibu Nunny bukan hanya membahas soal mindful eating di sini, tetapi juga ada mindful drinking, mindful breating, dll yang kesemuanya menurut saya tak hanya membantu pembaca menjadi langsing tetapi juga bahagia. 
 
 
Motivasi Melangsing
Dalam hal apapun, kelihatannya soal motivasi ini enggak bisa diabaikan. Dalam hal melangsingkan tubuhpun demikian. Di awal Bab 6 buku ini dibahas soal Motivasi melangsing. Bukan sekadar text, penulis juga memberikan isian yang bisa diisi pembacanya untuk membantu proses mereka meraih tubuh langsing dambaa.
 
 
Tips-tips Golangsing
Bagian lain yang juga menarin bagi saya dalam buku ini adalah adanya tips-tips singkat yang disebut Golangsing Tips. Jadi di banyak tempat buku ini ada tips singkat, pendek namun menggugah. Misalnya ini:
 
Makan banyak tidak menggemukkan, kecuali makan banyak terus-terusan
 
 
 
Mengubah persepsi akan mengubah hasil
 
 
Semakin Anda memahami alasan yang menyebabkan tubuh gemuk, maka Anda akan semakin bersahabat dengan diri sendiri, dan semakin mudah menjadi langsing.
 
 
 
Sejujurnya, semua bagian buku ini sangat menarik menurut saya. Tapi… jangan dong kalau ditulis disini semua. Ha..ha.. ntar jadi spoiler. wkwkwk. Jadi yang tertarik, cari aja bukunya ya. Eh, beli maksudnya.
 
Nah, teman-teman. Saya sudah sangat banyak menulis artikel tentang food combining di blog ini. Dan menurut saya, walaupun teman-teman sudah menjalani food combining dan tidak bermasalah dengan bb sekalipun, buku ini tetap menarik dibaca, karena isinya bukan sekadar cara langsing an sich. Setidaknya, mengingatkan kita tentang hubungan baik kita dengan makanan dan bagaimana kita memiliki persepsi yang benar soal makan. Tidak hanya itu, buku ini (kalu buat saya) juga menjadi pengingat bagaimana kita menyayangi dan mengasihi dan menghargai tubuh kita sebagai pinjaman dari Sang Pencipta, melalui jalan makan dengan baik.
 
Salam hangat
 
WY
 
 
 
Data Buku
 
 
Judul:
Happy Eating Golangsing
 
Penulis:
Nunny Hersianna
 
Penerbit:
Gramedia Pustaka Utama
 
Tebal:
229 halaman
 
Tahun terbit:
2015

19 comments

  1. ratna dewi says:

    Ibu saya bisa dibilang kurus dan dulu ngiri banget sama teman-temannya yang gemuk karena di masyarakat sekitar saya, gemuk itu makmur dan kurus itu nggak terurus. Eh tapi nyatanya ibu saya malah sehat sampai sekarang. Malahan yang gemuk-gemuk itu banyak penyakitnya. Sekarang kurus atau gemuk memang nggak menandakan dia sehat ya.

  2. Nchie Hanie says:

    Mulai menyayangi tubuh dan peduli dengan kesehatan intinya ya Mak, ahh aku suka sekali tulisannya. Hmm, aku tipe yang sedikit makannya tapi seriing banget hahha, dannga gemuk2.

    Tapi, dah mengenal diri sendiri nyamannya tubuh di angka 52-53 kg. Pernah sampe 60 kg beraat rasanya, males, ga bergairah, pemalasan ,makhirnya go langsing lagiii…

  3. indah nuria says:

    kayaknya buku ini asyik banget, buta referensi saya yang selalu pengen langsing hehehe :). Tapi hidup sehat memang tidak mudah ya mba..di tengah banyaknya godaan 🙂

Leave a Reply