ASUS X550D : Partner Kerja Ayah, Kesayangan Sekeluarga

ASUS x550d

Perangkat ini, sebenarnya adalah milik Ayah (Pak Suami). Namun kadang saya dan anak-anak turut menggunakannya, saat Ayah jeda dari pekerjaannya. Sementara saya sendiri akhirnya memilih menggunakan perangkan ASUS 14” dengan alasan, lebih ringan aja. Karena pulang atau pergi ke kantor biasanya saya berjalan kaki. Jadi bukannya tak ingin perangkat 15 “, yang memang sangat nyaman untuk bekerja. Apalagi untuk saya yang sebagaian besar waktu bekerja adalah didepan laptop. Ada beberapa hal yang saya sukai dari ASUS X550D kepunyaan suami ini.

ASUS X550D

Performa … performa… performa –  Ini adalah bagian terpenting dari sebuah perangkat, khususnya perangkat kerja kalau buat saya. Dan laptop Pak suami ini cukup OK performanya baik untuk dipakai bekerja maupun hiburan. Dilengkapi prosesorAMD A8-5550M APU, membuat ASUS X550D bisa menjadi perangkat yang bisa diandalkan untuk bekerja dan hiburan.

asus x550D (3)

Denger Musik Dan Tilawah Bening Dengan Sonic Master – Teknologi eksklusif SonicMaster yang dimiliki perangkat ini, menghasilkan audio yang cukup berkualitas untuk ukuran sebuah laptop.Suara cukup jernih, powerfull dan No sember. Denger musik atau tilawah dengan suara bening di sela-sela waktu kerja, rasanya bisa menjadi salah satu terapi jiwa.

Nonton Makin Asyik Dengan ASUS Splendid – Di rumah kami tidak ada televisi. Anak-anak menonton kartun atau acara anak-anak lain dengan menggunakan laptop. Terkadang pakai laptop ayah ini, atau laptop saya, tergantung mana yang sedang tidak digunakan bekerja. Senangnya, perangkat ini dilengkapi dengan Teknologi Splendid eksklusif. Tampilan lebih kaya warna dengan kualitas gambar yang oke membuat acara nonton menjadi makin asyik.

Keypad Adem Anti-Panas – Pernah nggak sih teman-teman merasakan, salah satu faktor yang bikin enggak nyaman bekerja dalam waktu lama dengan laptop adalah panas dari keypad. Iya, sudahlah tangan dan jemari kita memang aslinya lelah, ditambah suhu panas. Duh… enggak nyaman banget. Untunglah, ASUS X550D ini menggunakan teknologi IceCool. Pad tetap adem, kerja jadi lebih nyaman. Apalagi buat Pak Suami yang harus bekerja dalam jangka waktu lama di depan laptop, tentu kenyamananya menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan.

Aksesibilitas Bak Smartphone – Perangkat ini juga sangat menyenangkan untuk urusan accessibility. Ini dikarenakan adanya teknologi eksklusif ASUS Super Hybrid Engine II pada perangkat ini. Karenanya, fitur Instant On 2 second yang dibawanya menjadikan perangkat ini bak smartphone saja, dia nyala langsung dalam 2 detik dari posisi sleep.

Bagi beliau, ini menguntungkan banget, karena beliau tipe yang suka multitasking. Kerjanya di depan laptop kadang disela jemput anak sebentar, atau disela menyiram tanam-tanamannya, atau menyengaja memberi jeda untuk sekadar melakukan peregangan ringan. Beliau termasuk orang yang sadar kesehatan, dan tahu benar bahwa duduk diam terlalu lama tidak baik buat kesehatannya. Jadi perlu jeda untuk bergerak. 

asus x550D (1)

Perangkat ini adalah laptop ASUS kedua kami. ASUS pertama milik kami adalah ASUS notebook mungil Asus Eee PC X101H yang sudah menemani saya bertahun-tahun dan baru saja kami purnatugaskan. Sedangkan ASUS ketiga adalah X453S yang sekarang sedang saya pakai menulis artikel ini. Lalu, kenapa kali ini akhirnya kami memilih perangkat 15 inchi? Bukan 14 inchi atau dibawahnya lagi?

Worksheet Terlihat Lebih Jelas – laptop ini akan lebih banyak dipakai oleh ayah. Ini akan digunakan untuk bekerja dalam waktu lama. Jadi kami ingin beliau bisa bekerja dengan pandangan yang jelas ke arah area kerjanya.

Bekerja lebih nyaman – area sentuh yang lebih lega jelas memberikan kenyamanan yang lebih dalam bekerja. Lebih asyik dipakai untuk nonton –layar yang lebih lebar, tentu dong lebih nyaman buat nonton. Apalagi kalau anak-anak lagi nonton kartun berdua, mereka bisa duduk leluasa enggak berdesak-desakan dihadapan laptop. Beberapa hal yang istimewa dari perangkat ini yang sepengetahuan saya lumayan berbeda dari laptop 15 inch sekelasnya adalah:

Dan, ingin tahu apa alasan kami kembali memilih ASUS untuk laptop ketiga kami yang 15 inchi? Ini alasannya:

asus x550D (5)

Tipis, Ringan Namun Kompak – Dimensi dan beratnya perangkat ini lumayan ramping dan enteng. Dengan ukuran 380 x 251 x 25.1 mm dan berat 2,26 kg sebenarnya perangkat 15 inchi ini masih cukup memungkinkan untuk orang yang mobile.

Meski ringan dan cukup tipis, perangkat ini cukup kompak sehingga tak terasa ringkih. Tak perlu khawatir memegangnya, cukup mantap kok!

Performa Lebih Ok – Urusan performa, kami tidak pernah meragukan ASUS. Ini adalah laptop ASUS ke 3 yang kami beli. Semua menjadi sahabat kami yang andal dalam bekerja. Untuk saya, ASUS menjadi mitra dari mulai urusan kerjaan kantor, bisnis, sampai ngeblog Harga

Sangat Masuk Akal – Performa kece tak selalu berbanding lurus dengan harga yg juga tinggi. Tidak untuk ASUS.

Bagi kami, soal harga ASUS selalu sangat logis. Termasuk laptop 15 inchi milik ayah ini.

asus x550D (7)

Berikut spesifikasi lengkapnya:

Processor AMD A8-5550M APU with Radeon(tm) HD Graphics
Memory 2048MB RAM
Resolusi   1336 x 768
Layar  15.6”
Resolusi   1336 x 768
Interkoneksi         USB 2.0 x 1
    USB 3.0 x 2
    Audio In/Out
    D-Sub
    HDMI
    Ethernet
    DVD-RW
Baterai 4 Cell 3000mAh

Dimensi    

380 x 251 x 25.1 mm
Berat   2.26 kg
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ada satu hal lagi yang sangat penting saya ceritakan tentang laptop ini. Peristiwa beberapa bulan lalu yang membuat kami (yang memang ASUS lover) jadi makin cinta sama ASUS. Ceritanya begini, beberapa waktu lalu laptop ini tetiba rusak, entah apa sebabnya. Karena benar-benar sudah tak dapat kami tangani, akhirnya kami bawa ke tempat service terdekat. Ternyata, kerusakannya lumayan parah. Jika di service perkiraannya butuh dua jutaan. Tapi seingat kami, laptop ini masih dalam masa garansi.

Inilah saatnya membuktikan janji ASUS. Ternyata benar, after sales ASUS enggak main-main.

Enggak pakai lama, terhitung hanya sebulanan ASUS kami balik pulang dalam kondisi kembali prima. Bagi kami ini terhitung cepat, karena pengirimannya saja dari tempat kami ke Jakarta bisa makan waktu seminggu hingga 10 hari PP. Berapa yang kami keluarkan? Nyaris 0 rupiah. Kami hanya dibebani biaya kirim saja. Wow! Terimakasih ASUS, janjimu beneran. NO PHP! Ha..ha…

Nah, itu cerita ASUS 15 Inchi kami. Ceritamu mana?

 

One comment

Leave a Reply