Food Combining Untuk Anak Kos

Share

 

Food Combining Untuk Anak Kos (3)

 

Food Combining Untuk Anak Kos – Setiap kali ngomongin pola makan sehat untuk anak kos, selalu saja ada yang komentar. “anak kos mah, asal udah bisa makan aja udah bagus. Jangankan mau ber-food combining, bisa makan mie instan aja sudah syukur! Di situ saya merasa sedih. Duh… pe er mengedukasi pola makan sehat masih paaanjang dan laaaamaaaa *lebay Emangnya, apa karena anak kos sering identik dengan kondisi terbatas, lalu kemudian dianggap sah-sah saja jika mengalami salah gizi?

Enggak saya sebut kurang gizi. Karena faktanya seringkali kurang di unsur satu tetapi lebih di unsur lain. Ya kan? Dan kalau merujuk informasi Mbak Eti Widayati yang pernah saya muat dalam blogpost yang terdahulu, seringnya masyarakat kita berlebih di unsur makro, misal karbohidrat, tetapi kekurangan unsur mikro.

(Obrolan saya dengan beliau bisa dibaca di tulisan: Lebih Dekat Dengan Ety Widayati, Ahli Gizi Yang Pro Food Combining)

Nah! Saya sendiri mengalami jadi anak kos plus dengan kondisi sangat terbatas. Tahun 1998 saat puncak-puncaknya krisis moneter, bapak saya berpulang. Ibu saya adalah ibu rumah tangga, bukan working mom. Jadi, DO (drop out) sudah seperti ada di depan mata waktu itu. Dalam kondisi seperti itu, bisa kok mengakali agar duit yang Cuma segitu-gitunya, bisa terbelanjakan denga bijak sehingga saya tak sampai kurang gizi bahkan sakit serius. Tentu sesekali masih mengkonsumsi mie instan. Tapi ya diakali, bagaimana supaya tidak terlalu dahsyat efeknya. Diatur frekuensinya, juga. Jadi dalam semingu mungkin hanya 2-3 kali nge-mie. Air rebusan mie diganti, dan bumbu instannya tidak dipakai semua. Itu yang saya lakukan. Setidaknya, ada lah effort buat menghalau si toksin di dalamnya.

(Cerita lengkapnya ada di tulisan: Tips Makan Sehat dan Hemat Untuk Anak Kos)

Sekarang saya mau cerita. Ternyata ada teman-teman yang dalam kondisi kos bisa lo, ber-food combining. Dalam buku pertama saya Food Combining (Pola Makan Sehat, Enak dan Mudah), ada cerita kawan yang FC pada saat nge-kos. Bagaimana mensiasati? Pada dasarnya FC memang tidak ribet kok! FC juga sangat fleksibel, jadi salah besar kalau mengira FC itu kaku.

(Bisa baca tulisan saya tentang Food Combining: Cara Sehat Dan Langsing Dengan Food Combining)

Misalnya, Mirma teman saya, pas nge-kos dia mendapatkan suplay buah dari abang-abang penjual buah potong. Biasanya ada kan tuh abang-abang yang ngider pakai gerobak. Enggak ada abang khusus jual buah? Ah cari akal lain dong, kadang kan ada abang jualan rujak buah. Beli aja di situ, pesan khusus, tanpa saus/bumbu rujak. Udah jadi sarbu! Ya, food combining itu sesimpel itu. Kalau sekarang, saya rasa akan lebih mudah lagi kalau hanya urusan cari buah. Mini mart kan banyak yang sedia buah. Bahkan saya lihat sekarang juga banyak yang menyediakan buah dalam bentuk slice.

food combining untuk anak kos

Contoh Menu Sederhana Ala Warung

 

food combining untuk anak kos

Contoh menu sederhana ala warung

Mudah! Lalu, bagaimana dengan makan siang dan makan malamnya? Lah, itu sih lebih gampang lagi. FC rasa warteg itu tetap FC lo namanya. Catat ya! Banyaaak kawan-kawan FC-er saya yang mengandalkan warteg atau kantin di kantor mereka sebagai tempat mendapatkan makan siang sesuai juklak FC. Bahkan saya sesekali melakukannya, misalnya saat terpaksa makan siang di luar karena harus tugas di lapangan.

Sekali lagi, food combining itu mudah! Juklaknya kan, pisahkan karbo dan protein hewani. Jadi ya tinggal pilih saja mau makan apa. Kalau lagi ingin menu protein, ya pilih sayuran dengan lauk hewani. Boleh ditambah lauk protein nabati dalam jumlah wajar. Sedangkan kalau lagi ingin makan nasi, ya makan nasi plus sayuran sama lauk protein nabati saja. Beres! Memang, sih belum ideal. Kalau wartegnya pro FC, bisa minta tambahan irisan ketimun. Atau kalau warung yang juga jualan menu lalapan, teman-teman bisa minta tambahan lalap mentah yang umum tersedia ya.

Contoh Menu:

Menu Karbohidrat:

  • Nasi putih, Perkedel kentang, sayur sop, tempe goreng
  • Nasi Putih, Pecel, sambal goreng tempe, tahu goreng
  • Nasi, cah jamur, tumis sayuran
  • gado-gado, tanpa telur

 

Menu Protein:

  • ayam goreng, pepes tahu, sambal, lalapan
  • Pepes ikan mas, sayur asem, lalapan dan sambal
  • gado-gado tanpa lontong tanpa kentang

 

Sesekali sempatkan main ke pasar, beli stok buah atau sayur segar sendiri, kan bisa diusahakan. Sesekali, toh tidak tiap hari. Umumnya tempat kos kan ada fasilitas lemari es, nah, itu bisa dimanfaatkan. Stok ketimun, tomat, selada, setidaknya untuk 3 hari. Saya rasa sudah cukup bisa membantu kok! Jadi masih menjadikan kondisi nge-kos sebagai alasan enggak bisa FC? Ah… tampaknya niatnya aja yang perlu dipertanyakan nih! Ha..ha… *dilemparbuah

Begitu ya, teman-teman, food combining untuk anak kos. Mau makan sehat atau tidak, itu sih pilihan. Tapi yakinlah, semua ada konsekuensinya. Yang ngotot mau makan sehat, yakali bakal sedikit rempong. Yang enggak? Engg… saya sering lo, melayani kastemer sakit serius yang usianya masih sangat belia! Dan bukan nakut-nakutin ya, sahabat saya mendapatkan tumor beberapa tahun lalu (untungnya tumor jinak dan sahabat saya langsung ubah pola hidup). Mau tahu kebiasaan makannya masa ngekos? Ya, salah satunya makan mie instan itu!

 

Salam sehat!

19 comments

  1. Helena says:

    Setuju…di warteg malah banyak sayur. FC ga bakal bosan dengan menu beragam.

    Btw mba, buah naga mahal banget yak. Ketemu di pasar 30rb/kg. Ada saran buah apa yang lebih terjangkau? Anakku MP-ASI pasti ada buahnya.

  2. Akarui Cha says:

    Waduuuuwwwww kalo aku udah mulai mengurangi masak mie instan sih mba, walaupun sebagai anak kosan, tiap akhir bulan, jatah jajannya berkurang.

    Aku sih karena susah banget nyari buah dan aku makan buahnya doyan pilih pilih, aku lebih berusaha banyakin makan sayuran, terutama sayur rebus yang bisa aku masak di kosan (pake multi cooker karena aku nggak punya kompor).

  3. Elisamonic says:

    Sederhana banget ya FC nya, mindset saya kalo food combining itu pasti mahal dan bahan2nya mesti yg di supermaket2 besar ituloh. But thank God i found this article!

Leave a Reply