Tips Membuat Jus Sayur Yang Enak

Share

Jus sayur 1

Salah satu cara makan sayur segar mentah dalam jumlah besar, dengan mudah adalah dengan membuatnya sebagai jus. Jus sayur melimpahi tubuh dengan enzym dan berbagai substansi penting lainnya, dan praktis pula mengkonsumsinya. Sayangnya, banyak pemula merasa sulit mengkonsumsi jus sayur, dengan alasan rasanya yang tidak bersahabat.

Memang, menurut saya, dibanding jus atau smoothie buah, jus sayur  lebih membutuhkan trick agar enak dikonsumsi.

(Baca juga: Variasi Jus dan Smoothie Buah)

Sebetulnya ada banyak cara untuk menyiasati agar jus sayur anda enak dikonsumsi. Ini dia beberapa pengalaman saya.

 

Pilih bahan

Gunakan bahan sesegar mungkin. Sayuran segar biasanya cenderung manis dan beraroma segar. Sementara, sayur yang kurang segar biasanya makin dominan rasa dan bau langunya. Ini akan membuat jus Anda makin sulit untuk dapat dikatakan enak.

Jika stok sayuran yang ada di kulkas sudah sedikit layu, sebaiknya diolah dengan cara dikukus atau diblansir saja. Yang terbaik sih, menyetok sayuran secukupnya saja, maksimal untuk 3 hari. Dengan demikian kesegaran bahan senantiasa terjaga.

Oh, ya. Penting juga untuk bisa memilih sayurannya ya. Biasanya sayuran yang enak dijus adalah yang sedang matangnya, atau cenderung masih agak muda. Jangan terlalu tua, airnya sedikit dan rasanyapun sudah kurang manis dan kurang segar. Wortel dan bangkuang misalnya, pilih yang tidak terlalu tua.

 

Pilih juicer

Banyak teman mengatakan, menggunakan slow juicer bisa menghasilkan jus yang lebih enak. Panas yang dihasilkan saat juicer (non-slow) berproses akan menyebabkan sedikit langu. Karena slow juicer lumayan mahal juga, ya kalau bisa diusahakan sebaiknya memang pakai si woles juicer. Tetapi kalau memang masih belum bisa tersedia, jangan sampai tidak ngejus hanya gara-gara gak punya si woles.

 

Padu padan yang tepat

Aneka jenis sayur, kenali karakter masing-masing

Aneka jenis sayur, kenali karakter masing-masing

Kenali rasa dan karakter sayuran. Ini akan membantu kita membuat padu padan yang pas. Saya membagi sayuran menjadi beberapa kelompok:

Kelompok netral – yang saya masukkan kelompok ini contohnya terong, buncis, labu siam. Kelompok ini rasanya tawar atau sedikit manis. Jika Anda benar-benar pemula, gunakan kelompok ini dalam jumlah agak banyak

Kelompok pemberi rasa manis – wortel dan bangkuang, saya masukkan dalam kelompok ini. Untuk yang ingin jus sayurnya terasa manis, boleh gunakan kelompok ini dalam jumlah besar

Kelompok pemberi rasa asam segar – Tomat, terong belanda blimbing wuluh, dan semua sayuran berasa asam, saya golongkan dalam kelompok ini. Golongan ini menurut saya penting untuk mengurangi rasa eneg atau bau langu pada jus.

Kelompok daun – Kalau bagi pemula, sayur-sayuran berdaun hijau seperti bayam, sawi, pakchoy, itu rasanya lumayan kurang ramah. Maka gunakanlah sedikit dulu dalam jus Anda. Atau kalau Anda benar-benar baru pertama mengkonsumsi jus sayur, untuk sementara skip dulu golongan ini. Yang penting, Anda terbiasa dulu dengan rasa sayuran lain. Nanti seiring waktu, bisa dicoba mulai dari jumlah kecil dulu, lalu tingkatkan kemudian.

Kelompok Horor – ha..ha… maafkan penamaannya. Ini subjektif berdasar pengalaman saya. Ada yang lebih horor lagi, misalnya pare atau daun pepaya, bahkan sambiloto. Ampuuuun pahitnya. Tidak perlu memaksa jika memang belum bisa. Nikmati dulu prosesnya. Sayang sekali kalau kemudian mutung dan enggak lagi mau mencoba jus sayur, hanya gara-gara memaksakan jenis tertentu yang memang masih susah diterima.

Saya sendiri, sampai saat ini belum berminat mencoba jus pare. Kalau bagi saya, mending pare saya kunyah saja dalam kondisi mentah, dengan cocolan sambal.

 

Tambahkan Rasa Dan Aroma  

Anda bisa menambahkan jeruk nipis atau lemon, sebagai penghalau langu. Selain itu, keduanya menyumbang basa dalam jumlah signifikan. Sesekali, coba pula tambahkan jahe untuk memberi aroma dan rasa sedikit hangat. Bisa juga sesekali tambahkan sedikit seasalt dalam jus sayur Anda.

Ingat, penambahan rasa atau aroma di sini tidak termasuk penambahan gula, susu, yoghurt, madu dll. Sayang sekali jus sejat Anda jika dirusak oleh kehadiran gula, apalagi susu. BIG NO!

 

Variasi

Untuk mencukupi kebutuhan tubuh akan berbagai unsur, sesekali tambahkan aneka bebijian. Anda bisa pakai flaxseed misalnya, wijen putih atau wijen hitam. Ini juga akan menghasilkan rasa yang unik di jus sayuran.  

Contoh Resep

Ini beberapa resep juice kesukaan anak-anak saya. Rasanya, bagi pemula ini termasuk ramah ya. Buktinya anak-anak saya aja suka. Bahkan si bujang yang sangat pemilih pun masih punya jus kesukaan. Jadi Anda jangan kalah ya. Ha..ha… malu ama bocah!

Mirip susu ya? Padahal jus sayur

Mirip susu ya? Padahal jus sayur

 

  1. Bangkuang-Labu Siam

Kombinasi ini saya dapat setelah berkali-kali trial, dan si bujang tak kunjung mau minum jus sayur. Awalnya dicobalah bikin jus bangkuang. Murni bangkuang. Eh, dia suka! Kayak susu katanya. Oh, okey Boy.  Maaf ya, bunda siasatin sedikit biar kamu nggak hanya dapet enzym bangkuang. Ha..ha… jadi ibu kudu banyak akal. Akhirnya saya tambahkan sedikit labu siam. Jangan lupa labu siamnya pilih yang muda dan segar. Labu siam yang terlalu tua kurang enak dijus. Rasanya kurang manis.

 

Kalau bikin untuk Kak Asa, perbandingan bangkuang-labu siamnya, harus jauh lebih dominan bangkuang. Supaya warna putihnya tetap seperti putih susu dan dia tidak curiga. Tapi kalau buat yang lain, justru bangkuangnya yang lebih sedikit. Sebagai pemanis saja.

 

  1. Timun – Labu Siam

Timun menurut saya adalah komponen jus sayur paling fleksibel. Dipadukan sama apa saja dia enak. Raniah anak kedua saya, cenderung mudah menerima jus asal dari bahan katagori manis dan netral. Termasuk timun dan labu siam ini. Keduanya komponennya sama-sama enak menurut saya. Jadi terserah Anda saja perbandingannya. Mau 50:50 atau mau dominan salah satunya juga nggak masalah.

 

  1. Wortel-Tomat-Bangkuang

Campuran inipun sangat ramah di lidah bagi pemula. Raniah juga suka campuran ini. Jadi kalau anak saya saja bisa suka, Anda yang pemula nggak boleh kalah ya. Hi..hi… untuk perbandingannya, biasanya saya menggunakan wortel dalam jumlah paling banyak. Bangkuang sedikit, untuk rasa manis, dan tomatpun sedikit untuk penambah rasa segar. Ahhhh…. Gleksss…..aduh saya ngetik sambil pengen nge-cess nih membayangkannya.

 

Nah… selamat mencoba ya teman-teman. Silakan juga bereksplorasi dengan berbagai jenis sayur. Saya menunggu bocoran, apa campuran kesukaan Anda?

 

Didekasikan untuk: Mbak Tri Wahyuni Zuhri. Ayo Mbak, semangat!

 

42 comments

  1. rita asmaraningsih says:

    Wah..aku baru ngeh nih kalo gula gak boleh dicampur dlm bahan jus sayuran.. Aku kini mengubah pola konsumsi.. pengen makan sayuran tapi yg dibuat jus biar gak eneg, soalnya aku gak doyan sayuran.. Maklum usiaku sdh tkd muda lagi sdh harus memperhatikan apa yg dikonsumsi.. Mksh ya sdh merekomendasikan di atas, akan segera dicoba nih..

  2. Ipeh Alena says:

    Mba, nanya dong. Kalau minum jus2 sayur ini ada larangan agar diminum bukan saat perut kosong gak? 

     

    Sempat ikut green smothie yg di instagram itu. Eh setiap abis minum jusnya malah diare mba. Sayurnya segar allhamdulillah. Dan bersih pastinya.

     

    Apa ngaruh juga dengan penderita Maag kronis??

     

     

    Terima kasih mba

    • wyuliandari says:

      Green smoothies di IG? Maksudnya yang nyampur buah sama sayur ya? Kalau green smoothies yg itu setahuku harus dalam perut kosong ya. Krn ada unsur buahnya. Dan memang sepengetahuan aku, campuran buah dan sayur buat yg perutnya sensi, bisa bikin g nyaman sih mbak. Kalau murni sayur saja, setahuku gak ada aturan harus gini-gitu ya. Dalam perut kosong oke aja. Asal perhatikan cara minumnya. Bukan di glek…glek. Tapi seteguk demi seteguk, dikulum dahulu.

      Saranku, kalau diare. Ya coba jangan green smoothies, coba murni sayur aja ya.

  3. ofi tusiana says:

    seger.. pengen nyoba ah. airnya seberapa mbak..? kira-kira aja kah..? eh, atau tanpa pakai air? hihi, awam banget nih.. suwun resepnya 🙂

  4. Elsa Salsabila says:

    Thanks ya tips padu padan juice sayurnya… Selama ini saya antara kunyah dan juice, belum pake slowjuicer musti nabung itu mah hihihi….  Mau tanya, misal ampas juice sayur ikut dikunyah / dimakan gapapa kah…?  Trims yaa Mbak Widya…

    • wyuliandari says:

      Boleh Mbak. Terutama yang muda. Kalau masih ngeri sama getahnya, cuci air garam aja. kalao di saya dan keluarga, selama ini enggak ada masalah dg getah.

  5. retnaning says:

    mbak, saya udah coba bikin jus bengkuang dan labu siam, mungkin karena sayurnya udah tua jadi agak bau langu ya, trus saya siasati saya tambah perasan lemon bolehkah ? dan waktu itu saya minumnya ga seteguk demi seteguk, tapi pake sedotan sebentar a

  6. retnaning says:

    maaf kepotong, minum pake sedotan, sebentar aja udah langsung abis,  brarti ga boleh ya mbak? hrs seteguk demi seteguk spt minum jeniper?, trus mbak, idealnya waktu minum jus sayur itu kapan ya? ( bagi pelaku FC) karena kalo pagi khan ekslusif buah ya, mohon maaf terlalu banyak pertanyaan, mohon pencerahannya, dan makasih ya mbak sebelumnya  

  7. dini says:

    Mbak… mohoh penjelasan lebih detail mengenai

    1. mengapa buah tidak bisa dikonsumsi dg sayur?

    2. Belimbing wuluh dan daun mint kategori buah atau sayur?

    Makasihhhh…

  8. El says:

    Mbak , untuk juice terong. Apa yang digunakan terong yg warnanya ungu ya ? Kupas kulit ga ya mbak ? Atau bs lgs digunakan ? 

Leave a Reply