Yanty Dygg : Mengudap Sehat Tanpa Rasa Bersalah

Share

Yanty Cakery _ Gluten Free

 

Siapa yang tak suka mengudap? Masyarakat kita punya budaya mengudap. Di sisi lain, tubuh perlu asupan di antara waktu makan utama. Kalau bagi penganut food combining, kudapan pagi setengah siang, sudah jelas. Pasti buah! Nah, bagaimana dengan cemilan sore?

 

Kalau mengikuti pola food combining, yang jelas harus sesuai juklak. Misalnya, jangan ada kombinasi karbohidrat dan protein hewani seperti dalam kue-kue pada umumnya. Kudapan yang netral biasanya adalah salad sayuran. Atau kukus-kukusan seperti ubi kukus, singkong kukus, pisang kukus, dsb.

Tapi ya…. Ngebayangin seumur menjalani food combining atau pola makan sehat lainnya, harus ngudap model begitu terus, pasti bosan! Pastilah, sesekali ingin kembali merasakan kudapan umumnya, seperti roti atau cake. Tapi, yang banyak beredar di pasaran sudah pasti nabrak juklak. Pasti ada telur, tepung, masih ditambah margarin yang disebut-sebut sebagai lemak terburuk.Susu juga sudah pasti jadi salah satu ingredients nya. Nah… gimana dooong?

Nih, saya kenalin dengan teman saya yang jagoan bikin kue. Besar di keluarga baking, punya bisnis cake bahkan kue pengantin dan pernah diliput beberapa media. Beliau adalah Mbak Yanty Dygg, sang owner Yanty Cakery.

Guten free

 

 

Gluten Free

Liputan Mengenai Yanty Cakery DI Berbagai Media

Nah, kini, selain membuat kue-kue pada umumnya, beliau juga mulai memenuhi kebutuhan konsumen akan kudapan sehat, khususnya gluten free. Jadi kue-kue yang biasanya berbahan dasar terigu, kini bisa dibikin tanpa terigu, yang artinya juga bebas gluten.

Bukan cumagluten yang dihindari, penambahan bahan-bahan aditif seperti pewarna, essence, emulsifier yang biasa dipakai dalam pembuatan kue-kue, juga tidak ditemukan dalam kue GF buatannya.

Yuk kita ngobrol dengan beliau.

 

T: Halo Mbak Yanty. Pertanyaan pertama, Kenapa sih harus Gluten Free?

J: Kalau dari sisi kesehatan sih, banyaknya permintaan pelanggan yang sudah dan bisa manjalankan pola makan sehat. Kemudian kebutuhan anak-anak yang intoleran gluten, autisme, dll. Mau tidak mau, kondisi tersebut harus menghindari/menghilangkan asupan gluten.

Selain itu juga untuk memberdayakan bahan pangan dalam negeri misalnya singkong dan umbi-umbian lainnya. nah, bahan-bahan tersebut ternyata bisa diolah menjadi tepung yang jika dijadikan makanan, tak kalah lezat dengan makanan berbahan terigu yang masih impor.

Dan juga untuk memberikan variasi pilihan makanan dari yang tadinya terigu melulu. Selain itu juga meningkatkan kreatifitas olahan biar tidak bosan.

Plain Bread, Salah Satu Produk Gluten Free dari Yanty Cakery

Plain Bread, Salah Satu Produk Gluten Free dari Yanty Cakery

T: Sejak kapan Mbak Yanty bikin kue-kue gluten free (GF)? Cerita dong Mbak, bagaimana awal mulanya tertarik ke jenis makanan yang belum terlalu umum ini?

J:  Sebenarnya kalau bikin kue-kue sudah lama ya. Kebetulan keluarga mamiku emang tukang bikin kue-kue bahkan juga bikin kue pengantin. Terakhir aku suka dekor-dekor kue dan sejak 6 tahun terakhir banyak permintaan.

Sejak 2014 aku mulai FC, dikenalkan teman baking juga. Awalnya bikin GF untuk konsumsi keluarga sendiri. Karena menurutku jajan di luar sudah tidak sehat lagi.

 

T: Dimana Mbak belajar bikin kue-kue sehat tetapi menurut saya tetap tampilannya menggiurkan?

J: Googling, tanya-tanya teman dan famili yang tinggal di luar negeri. Secara, disana udah GF minded. Lalu juga ikut demo-demo, dan nyoba sendiri.  Itu bikin roti setelah nyoba 3 bulan baru jadi. Jadi ikut demo bulan september, barulah desember aku baru sukses bikin.

 

T: Sampai sekarang, apakah sudah punya banyak konsumen untuk roti GF ini?

J: Ini termasuk baru mulai. Ha..ha…. baru 3 mingguan. Tapi lumayanlah, ada saja permintaan untuk manula pengidap diabetes atau anak-anak autis yang intoleran terhadap gluten.

 

T: Apa tantangannya bergelut dengan GF ini Mbak?

J: Wah, Banyak! Pertama belajar setahun lalu, ketemu tepung singkong merk M****. Tapi tim mereka enggak support. Saya sendirian disuruh baca ingredients ….. tepar saya, lalu stucked!

Trus belajar nyampur, kira-kira bahan apa yang cocok dipadukan. Kenalan sama ingredients yang aneh-aneh. Ada buckwheat, oat, xanthan gum, dll. Bikin, gagal. Bikin, gagal. Dan bahannya mahal! Trus bahannya juga aneeeeeh handlenya. Jadi seteres! Pusing 7 keliling 8 puteran 9 tanjakan. Ha..ha…

 

T: Nah Mbak, ini sudah 2016. Apa rencana baru dan bagaimana predikisi dan harapan Mbak tentang perkembangan produk GF di Indonesia tahun 2016 ini?

J: Banyaaaak. Pengen nambah varian GF, kue kering dan cake. Sekarang kan baru (bikin) roti aja yah. Pengen ngajar juga tapi susah cari waktunya.

Kalau prediksi, sepertinya GF masih minim kalau di Indonesia. Tampaknya baru di Jakarta dan Bali saja. Tapi semoga 2016 makin banyak dan berkembang dan makin mudah mencari bahan bakunya.

 

Itu tadi teman-teman obrolan singat dengan Mbak Yanty yang kelihatan awet muda bangeeeet. Jika ada yang membutuhkan produk-produk gluten free, bisa kontak beliau di Fanspage Yanty Cakery ya.

Jangan lupa untuk selalu makan sehat dan hidup sehat.

Salam hangat 🙂

 

Foto-foto koleksi pribadi Yanty Dygg

20 comments

Leave a Reply