Enema Kopi, Cara “Minum” Kopi Antimainstream

Share

“Minum” kopi dari jalan belakang …

Dulu enggak kebayang, bahwa saya akan melakukan ritual ngopi yang antimainstream ini secara rutin. Bahkan Pak Suamipun sukses saya ajak ber-tujess- ria. Ha..ha… Awalnya ngeri campur rada jijay juga pas pertama dapat informasi soal enema kopi ini. Appaaaah? Kopi dimasukin ke sono? Ampun deh, kakak! Enakan juga kopi disruput, lewat jalan yang benar ah!

Enema Kopi, Minum Kopi Jalan Belakang

Enema Kopi, Minum Kopi Jalan Belakang

Namun kemudian sadar, bahwa saya membutuhkan jalan ini untuk menebus dosa masa lalu. Iya, dosa pola makan yang salah selama lebih dari dua puluh tahun. Akhirnya entah keberanian dari mana, tahu-tahu saya sudah melakukannya. Tujuan lain adalah untuk memaintain kesehatan tubuh saya.

Apa Sebenarnya Enema Kopi?

Ceritanya, akhir dari apa yang kita makan adalah di usus besar. Di sanalah segala substansi buruk bermuara. Celakanya, sistem pembuangan tubuh yang oleh Maha pencipta sudah dirancang demikian baiknya, seringkali terganggu. Pola makan misalnya, akan banyak berpengaruh terhadap kelancaran urusan pembuangan ini. Saat pembuangan terganggu, toksin yang ada dalam feses akhirnya terserap kembali. Bisa dibayangkan jika hal seperti ini terjadi berulang-ulang sepanjang hidup kita. Pernah tahu kan, cerita-cerita orang-orang yang BAB nya hanya 2-3 hari sekali? Nah, seberapa banyak toksin yang tertimbun? Enema kopi ini adalah satu prosedur pembersihan usus besar, dengan cara mengalirkan cairan kopi hangat menggunakan slang, melalui anus.

Kenapa kopi?

Kafein dan teofilin yang terkandung dalam kopi, mampu memperlebar saluran empedu dan meningkatkan fungsi pengeluaran melalui usus. Berikut ini beberapa manfaat enema kopi yang saya ringkas dari buku The Gerson Therapy :

  • Melancarkan aliran darah serta usus
  • Memperlebar pembuluh darah serta mencegah pembengkakan usus
  • Palmitate pada kopi menghasilkan gluthatione S-transferase, yang berperan menghilangkan radikal beracun dari darah
  • Aliran enema sendiri akan menstumulasi gerak peristaltik, memindahkan racun usus yang cair dari usus dua belas jari ke usus besar
  • Enema kopi merupakan salah satu bentuk dialisis darah melalui rongga usus

Enema kopi, sudah lama menjadi bagian dari Terapi Gerson. Suatu terapi untuk berbagai macam penyakit berat mulai dari kanker, epilepsi, serangan jantung dan stroke dan penyakit serius lainnya. Dalam terapi ini, enema kopi dilakukan hingga beberapa kali sehari, dan pola makannya diatur secara ketat. Kisah tentang seorang teman survivor yang terbantu dengan enema kopi bisa di baca di blogpost sebelumnya : Menghadapi Breast Cancer Ala Arie Primadewi Sukamto: Pola Hidup Sehat Dan Saklar Syukur Selalu On

Mengapa Saya Rutin Enema Kopi?

Ada beberapa kekhawatiran yang biasa muncul bagi seseorang yang baru mengenal prosedur ini. Misalnya: amankah? Apakah tidak merusak dinding usus? Apa enggak bikin kebiasaan, sehingga kalau belum enema kemudian susah BAB ? dan banyak pertanyaan lainnya. Sangat wajar kekhawatiran di atas. Apalagi enema kopi juga bukan menjadi suatu kelaziman di sini.

Sayapun tadinya ngeri membayangkannya. Alasan utama akhirnya berani melakukan adalah karena saya percaya dengan apa yang dikatakan Hiromy Shinya dalam bukunya. Jadi, beliau ini adalah gastroenterolog kelas dunia yang sudah memeriksa ratusan ribu usus pasiennya. Tingkat keberhasilan pengobatan kankernya terbilang baik, beliaupun juga melakukan enema kopi ini setiap hari selama 30 tahun terakhir. Secara logis, tak mungkin beliau menyarankan sesuatu yang buruk bagi usus lebih-lebih bagi tubuh.

Selain itu, enema kopi juga terbukti secara ilmiah, Lho. Pembuktian ilmiah enema kopi dilakukan oleh Lee Wattenberg pada tahun 1981 yang menyebutkan bahwa,enema kopi mendukung sistem enzim yang menteralisir toksin dalam darah. Bahkan Terapi enzim dikombinasikan enema kopi, telah dimanfaatkan secara umum sebagai terapi pelengkap kanker yang revolusioner di Amerika Serikat.

Lho, saya kan sehat, ngapain enema kopi? Iya benar, saya memang merasa sangat sehat beberapa tahun terakhir setelah melakukan food combining (meski saya juga cheating). Beberapa penyakit masa lalu seperti: alergi dingin, ambeien, bronkhitis, infeksi saluran kencing, maag, nyeri haid, alhamdulillah juga sudah tidak saya derita. Tetapi, ingin dong saya meningkatkan kualitas kesehatan. Apalagi, kan tidak setiap hari, selamanya saya bisa lurus di pola makan. Sesekali juga saya harus begadang demi menyelesaikan tenggat tulisan. Saya juga bertugas di laboratorium, yang sedikit banyak pasti saya terpapar chemical. Belum lagi terkadang juga ada stres dsb. Nah, itu semua kan ancaman buat kesehatan. Makanya apapun cara yang aman dan efektif buat sehat, tentu akan saya coba. Sakit itu tidak enak teman…

Oya, alasan lain kenapa saya lakukan enema kopi adalah, karena saya sadar, pola makan sebelum mengenal food combining dulu juga lumayan slengekan. Makan sayur sih banyak, tapi nyampur karbo dan protein hewani cukup sering. Apalagi kami sekeluarga adalah tea lover, minum teh seperti sudah ritual. Pagi begitu melek, langsung teh. Sore juga. Kopi? Iya juga, dulu saya biasa minum kopi pakai mug besar. Nah, sadar dong saya, pasti banyak fosil-fosil toksik yang ngendon dijalan belakang. Ha..ha…

Kopi apa?

Bukan sembarang kopi yang bisa digunakan buat enema. Jangan coba-coba enema pakai kopi instan, apalagi yang pakai krimer ya. Lebih-lebih coba enema pake cappuchino. Jangan ya, ingat, Haaaa…raaam! Ha…ha… risiko tidak ditanggung. Kopi yang bisa digunakan untuk enema adalah kopi organik. Biji kopinya juga biasanya tidak disangrai sampai gosong betul, gilingannya juga giling kasar.

Perlengkapan Untuk Enema Kopi

Perlengkapan Untuk Enema Kopi

Kenapa mesti kopi organik? Pernah membaca, lupa di mana, bahwa kopi termasuk tanaman yang sangat banyak menggunakan pestisida (kalau enggak salah), jadi akumulasi pestisida dalam kopi non organik itu cukup tinggi. Nah, maksud kita melakukan enema kan salah satunya adalah buat bersih-bersih, jadi kita menghindari masuknya kembali zat-zat berbahaya buat tubuh, dengan memilih biji kopi yang organik.

Prosedur Enema Kopi

Untuk melakukan cara pemakaian enema kopi, tentunya pertama harus disiapkan larutan kopinya dulu. Air yang digunakan di sini adalah air yang bebas dari klorin. Jadi jangan gunakan air PDAM yang umumnya di treatment dengan klor. Panci yang digunakan merebus juga panci stainless.

Persiapan Larutan Kopi:

  • Tiga sendok makan kopi giling ditambah 1 quart air (sekitar 946 ml)
  • Didihkan larutan di atas kompor.
  • Biarkan mendidih selama 3 menit, kecilkan api dan masak terus hingga 15 menit
  • Angkat, biarkan hingga suam kuku, saring, siap digunakan

Setelah larutan siap, sekarang saatnya ngopi!

Kalau saya melakukan enema di kamar mandi menggunakan bath-up untuk berbaring. Tujuannya, agar jika sampai tercecer tidak mengotori ruangan seperti jika misanya enema di kamar tidur. Anda juga bisa menggunakan alas plastik untuk tempat berbaring di lantai kamar mandi.

Cara Melakukannya :

  • Masukkan cairan kopi ke enema bag, pastikan klem terpasang. Lalu gantungkan enema bag kurang lebih semeter di atas tempat Anda akan berbaring.
  • Lumasi ujung slang dengan olive oil atau minyak alami lainnya. Ada juga yang menggunakan jenis lubrikasi lain, misal baby oil. Tetapi kalau saya prefer yang lebih alami ya.
  • Ambil posisi berbaring miring ke kanan, dengan kaki sedikit ditekuk.
  • Masukkan selang perlahan-lahan. Sepanjang 5-7 cm slang harus masuk. Untuk memastikan bagian yang masuk tepat panjangnya (tidak terlalu dalam masuk tidak pula terlalu ke luar), sebelumnya bisa diberikan selotip, ikat dengan karet gelang, atau penanda lain pada slang.
  • Jika sudah nyaman, mulai buka klem.
  • Setelah cairan telah masuk, lepaskan slang.
  • Sambil menunggu waktu, bisa lakukan relaksasi sambil pijat perlahan bagian perut, searah jarum jam.
  • Setelah 12-15 menit, BAB seperti biasa.

Sensasinya?

Mari kita ulik bagaimana rasanya setelah tujess dan air kopi yang hangat mengalir memasuki usus besar kita. Anget-anget di perut, lalu selanjutnya akan tergantung kondisi Anda. Kalau awal-awal melakukan enema, rasanya akan sangat mules. Mulesnya tuh, seperti pas kontraksi, pas udah bukaan sekian menjelang persalinan.

Bahkan di awal biasanya akan sulit mempertahankan sampai 12-15 menit, brojol duluan Bok! Pasca enema, dan segala hal buruk yang harus keluar telah berhasil dituntaskan, yang ada rasa enteng. Kalau di saya, perut terasa nyaman, lega, dan tubuh terasa segar.

Bukan Penebus Pola Makan Ugal-ugalan

Mungkin banyak yang akan berfikir, “wah, kalau dengan enema saja, racun bisa terdetoks, yuk kita makan saja ugal-ugalan.” “Toh mudah saja dibersihkan!” Eitsss… tunggu dulu. Begini, logikanya, tidak ada jaminan loh bahwa semua racun di tubuh bisa serta merta keluar dengan enema. Lalu, logika selanjutnya, enema hanya sekadar membersihkan apa yang tidak dibutuhkan atau berbahaya bagi tubuh, tetapi enema kan tidak bisa “memasukkan” nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Tahu kan, kalau kita makan sembarangan, nutrisi yang dibutuhkan kemungkinan besar tak terpenuhi. Nah, enema tidak menjangkau itu kan? Ini logika saya aja sih. Tapi insyaallah, begitulah adanya.

Saya sudah test pada diri saya sendiri. Saya coba enema setiap hari, dengan kondisi setiap hari itu pula saya cheating. Padahal ya cheatinggnya juga enggak heboh-heboh banget. Tiap hari masih sarbu, masih makan sayur, gak makan nasi dengan prot hew. Tapi nyomot biskuit dikit. Nenggak teh, dikit… dsb. Dan efeknya? Tetep aja gak nyaman di tubuh. Artinya? Ya dalam kondisi begini, manfaat enema tidak lagi optimal. Begitu kira-kira.

Bagi saya dan banyak kawan pelaku hidup sehat, enema diletakkan secara proporsional saja. Enema adalah pelengkap. Pelengkap pola makan dan komponen lain dari hidup sehat lain yang sudah kami jalankan. Enema tapi makan ngacau? Ya mirip sama abis nguras bak mandi trus langsung dikotorin lagi. He..he… 

Nah, sepertinya sudah cukup lengkap ya Infonya. Yang mau coba enema kopi, silakan. Jangan lupa cerita, bagaimana pengalaman tujess pertama Anda.

Referensi :

Terapi Enzim, Hiromy Shinya, Gramedia Pustaka Utama, 2002

The Gerson Therapy, Charlotte gerson & Morton Walker, DPM, Hayati qualita

38 comments

  1. ila yatifa says:

    Aduhh, mbakkk….eike pecinta kopi kelas wahid. Tapi kalo caranya anti mainstream gini koq jadi mules duluan ya? 

    Pernah denger sih istilah colon hydrotheraphy, waktu itu ada berita di infotainment, artis anu yg melakukannya. Caranya hampir sama, tapi medianya air.

    Btw, kalau praktek sendiri tanpa bantuan praktisi medis gitu yakin tetep amàn ya?

    • wyuliandari says:

      Ha..ha… akupun peminum kopi. dulunya. Sejak FC dan rajin enema,itu gak begitu napsu nyeruput lewat jalan yg biasa. Wkwkwk …. Insyaallah aman. Karena udah ada protocol nya ya. Jadi semua ada aturan dan ukurannya.

  2. irma susanti says:

    Sebagai seorang survivor kanker apalagi kanker usus, rasanya lumrah saya melakukan enema kopi. Sebelum enema kopi pun dalam byk proses pemeriksaan dan pengobatan penyakit ini hal seperti ini menjadi biasa. Enema menggunakan sabun dan air panas untuk proses cleanser atau kolonoskopi, lewat belakang itu terlampau sering dan sudah membuat saya mati rasa :)))

    Tapi untuk seseorg yg gak memiliki riwayat penyakit serius dan mau concern sekali dgn kesehatannya bahkan melakukan enema yg bisa di blg prosesnya gak terlalu nyaman, angkat jempol buatmu mak 🙂

    semoga kita semua selalu sehat ya….

  3. Dianne says:

    Saya tau enema kopi dari bukunya Hiromi Shinya, MD & blog Food Combiningnya Erikar Lebang.

    Rasanya gak seseram yg dibayangkan, & sumpah bikin 'nagih' ??

  4. lusy says:

    Kalo masak kopi buat enema yg gak bole itu panci stainless ato panci aluminium ya? Soalnya aku masi pake panci seada nya di rumah yang biasa buat ngerebus air anak ku mandi haha

  5. Ardiba says:

    Jadi, menikmati kopi secara sehat ya seperti ini ya? Aku termasuk yg gampang BAB, kayaknya malah takut mau coba ini, takut belum apa2 dah brojol. Haha

  6. Rifka Buleipotan says:

    Wah kebayang geli geli nya pas ada yg masuk lwat belakang gitu, tp baca proses hangat nya kopi masuk ke usus rasanya enak #khayal

     

    Saya juga masuk kategori gak aman masalah Bab, sementara masih usaha minum banyak ama sayuran dlu, kalo dh desperado mau deh coba yg ini. Hhehee

  7. itam says:

    Saya sdh praktek enema setial pagi. Hasilnya saya perhatikan wajah saya menjadi cerah spy perawatan. Badan terasa enteng. Tp bener memang pola makan tetep dijaga. Apalagi kalo pola makannya banyak sayuran mentahnya.

  8. Fey says:

    Hi mba Wid, 
    Happy banget nemu blog mba pagi ini. Awalnya pengen searching ttg cara pengunaan kopi enema dlm bahasa Indonesia, eh ketemu ini. Oya, panggil saya Fey :). Saya berdomisili di negeri Kangguru saat ini. Saya juga "miara" (tanpa saya mau hehe) kanker payudara std 4 karena sudah menyebar di liver dan tulang. Udah lama sih, ketauannya tiga setengah tahun lalu. Singkat cerita, sy memilih pengobata alternatif saat ini setelah pengobatan mainstream ga mempan. Bebeberapa hari ini mulai nyoba (lagi) kopi enema. Suami yg gawein, saya tinggal pasrah ngejalanin hehe… Nah suami caranya agak beda dg Mba. Dia pake airnya untuk campuran kopinya cuma setengah liter, dan akunya berbaring me-ngiri kesamping. Terus dia juga didahului dengan  enema air hangat dulu , baru enema dengan kopi. Pagi ini saya nyoba cara Mba, 975 ml air dengan tiga sendok kopi, dan berbaring di sebelah kanan. Wah langsung berrojol tanpa sempat mengendap bebrapa menit Mba hehe…
    Dan aku refresh lagi baca bukunya Dr Hiromi Shinya The Miracle of Enzym yg didalamnya dia bilang usus yg dibersihkan adalah Usus Sebelah Kiri. Logikanya berarti musti nyamping ke kiri kan Mba? What do you think? Belum nanya suami methode dia didapat dari mana sih… Makasih pencerahannya ya Mba… Jadi semangat 45 buat nyoba food combaining 🙂
    Salam hangat dari OZ.
    Fey
     

    • wyuliandari says:

      Hai…haiii Mbak Fey…. bahagia menemukanmu 🙂 semoga tulisan ini bermanfaat ya.

       

      Mbak, saya coba ulas ya, dimana kemungkinan yang bikin kurang efektif. Tentu hanya sebatas yang ada di kepala saya ya Mbak.

      1. Untuk teman-teman yg bermasalah serius dg kesehatan, artinya kadar toksin juga sangat tinggi di tubuhnya. Apalagi kalau Mbak pernah menjalani terapi medis semacam kemo dll. Nah… toksin ini yang bikin saat enema amboi cenatcenut rasanya. Mulas tak tertahankan dan wajar jika pertahanan ambrol di deti-detik awal. Sebaiknya:

      -Di tahap awal, dosis kopi jangan langsung full 3SDM, bertahap dari 1 sendok dulu, tar ditingkatkan perlahan.

      -Panas/hangatnya larutan yang akan dimasukkan, juga harus diukur ya Mbak. Suam kuku saja, sekitar 37-38. Kepanasan bikin mlonyoh, wkwkwk dan juga jelas makin bikin cepet mules karena efek kpinya makin cepet dan dhsyat setahu saya.

      – tingginya menggantung juga sangan penting. jarak dg tempat mbak baring, semeteran aja.

       

      2. Larutan kopi 900 ml saja ya, kuatirnya luber ke bagian usus yg lain

      3. Miringnya ke arah kanan ya Mbak say, artinya tubuh kanan yg bagian bawah, sisi kiri dan tangan kiri di bagian atas. tubuh rada meringkuk gitu.

      Saran saya, gabung di Grup Komunitas Kopi Enema Indonesia ya Mbak, disana admin dan pakarnya bertebaran, dan bukan hanya enema tapi pelengkap terapi yang sy optimi dapat membantu mbak bertebaran di sana.

      Oiya, kalau pola makan belum ideal, enema itu emang rasanya akan sangat mules ruarrrr biasa. Nanti seiring pola makannya baik, mulesnya akan moderate atau ringan aja. Bahkan kalau pola makan luar biasa baik, enema bisa ketiduran, saking rileksnya dan nggak mulesnya. Enak pokoknya. Enema dan pola makan sehat, akan saling melengkapi.

       

      Semangat Mbakkkk….

      Salam hangat

  9. Nining says:

    Pas dulu gabung di grup FC, bahasan enema kopi ini jadi pertanyaan terbesar saya mba. Hiii kok bisa ya , hiii gimana ya, dll.

    Dan tetep ngeri setelah tau detil hahaha cemen yak ^^v 

  10. Dewi Kurniasari says:

    Haiii mbaak…
    Aku baru menemukan blog ini ternyata. Well hari ini enema pertamaku…alat dan kopinya siih dah beli dr awal tahun.. tapi takut nyobanya…

    Gegara temen fb yang abis nyoba dan mumpung libur aku beranikan nyoba.. hasilnya masyaAllah..seperti ada yang hilang… termasuk flu yang kemarenberat banget lagsg enteng.. aku siih ga berani liat isinya…cuma yang pasti baunya membuatku merasa bersalah dengan tubuhku.. sayangnya aku belum fc siih, cm sekedar mengawali makan dengan buah saja..

    Untuk pemula baiknya frekuensinya berapa hari yaaa…
    Thx untuk pencerahannya…

Leave a Reply