Rainforest Aging Gracefully And Eye Butter 2 in 1, Skincare Alami Multifungsi

Share
Aging Gracefully And Eye Butter 2 In 1

Rainforest Aging Gracefully And Eye Butter 2 In 1

Ini adalah percoban kedua saya untuk switch dari skincare konvensional, ke skincare yang lebih alami ramah lingkungan. Sejak sekitar 3-4 tahun terakhir memang saya sudah berkeinginan untuk secara bertahap mengganti produk-produk yang saya pakai, dari produk biasa ke produk-produk ecofriendly. Perlahan-lahan meski kecil, saya pikir minimal mengikis rasa bersalah telah turut menjadi penyebab kerusakan lingkungan.

Percobaan pertama gagal, waktu itu saya masih belum bisa nyaman dengan tekstur krim yang saya coba, lengket dan terasa berat banget. Saya lupa nama krimnya, yang jelas produk dari Greenmommy, Malang.

Nah, sekarang saya mencoba lagi, kali ini jenis yang berbeda, namun masih dari produsen yang sama. Karena usia yang sedikit lagi akan masuk kepala empat, saya memutuskan mencoba produk yang berfungsi sebagai antiaging. Nah, karena inginnya juga bisa sekalian buat eye butter, agar ringkas maka saya pilih produk yang ini, Rainforest Aging Gracefully And Eye Butter 2 in 1.

Produk-produk dari Green Mommy Shop yang dikembangkan Ibu Deasi Srihandi, sebenarnya sudah saya kenal beberapa tahun lalu. Tapi entah kenapa memang baru kali ini ada dorongan mencobanya kembali. Setelah percobaan pertama yang gagal.

Cukup lama saya menahan diri untuk tidak terburu-buru menulis review. Jadi tulisan ini baru saya buat setelah sebulanan lebih memakai Rainforest Aging Gracefully And Eye Butter 2 In 1 ini. Maksudnya, supaya saya betul-betul bisa make sure, seperti apa sih, efek si aging gracefully ini di kulit wajah saya yang (dulunya) mudah sekali jerawatan dan komedoan. Baca juga : Bahaya styrofoam dibalik sosok putih bersihnya.

Butter alami ini terbuat dari berbagai bahan alami, di antaranya: Organic cacao butter, organic beeswax, aging oil, non gmo corn powder, honey, dan rosemary oil. Nah, kandungan madu dan kakaonya, menurut informasi produsennya, dapat membantu memperbaiki penyerapan nutrisi ke kulit. Butter ini memang disebutkan TIDAK menjanjikan perubahan superdrastis! Wajar, seperti itulah karakter produk-produk natural yang saya ketahui.

Kemasan Butter, Tampak Samping

Kemasan Butter, Tampak Samping

Oke, pertama kita lihat pakejing. Menurut saya biasa saja, mirip-mirip dengan kemasan produk homemade umumnya. Namun sebenarnya jika mau mengalokasikan energi lebih di pakejing ini, sebenarnya bisa dibuat lebih rapi dan cantik. Di sini juga tidak disertakan spatula, bagi saya sih, enggak ada masalah, karena saya terbiasa mengambil langsung produk dengan tangan yang bersih. Mungkin ini juga bagian dari idealisme produsen untuk mengurangi hal-hal yang yang memang tidak sangat penting, untuk minimisasi penggunaan plastik mungkin, ya.

Penampakan Butter

Penampakan Butter

Lalu bagaimana dengan tekstur? Saya lumayan deg-degan saat mencoba butter ini pertama kali. Karena produk sejenis yang saya coba terdahulu teksturnya sangat tidak bersahabat buat saya. Ternyata, yang ini lebih light. Lumayanlah. Jangan dibandingkan dengan krim-krim pabrikan, ya. Sangat wajar jika produk natural seperti ini tampilan dan teksturnya tak sebaik produk konvensional. Setidaknya bagi saya, produk ini mudah dicolek dari wadahnya dan mudah diaplikasikan, sudah sangat bagus.

O ya, saat akan diaplikasikan memang perlu sedikit trick, agar dapat mudah di baurkan di wajah. Kalau saya, tekstur yang agak padat ini saya siasati dengan menaruhnya dulu di telapak tangan, tepuk-tepuk sedikit dengan jari, maka dia akan lumer dan mudah diaplikasikan.

Tampilan Setelah Diaplikasikan: Kiri sebelum dibaurkan, kanan sesudah dibaurkan

Tampilan Setelah Diaplikasikan: Kiri sebelum dibaurkan, kanan sesudah dibaurkan

Saat baru diulaskan ke wajah, memang kesannya sedikit greasy. Namun setelah beberapa saat, butter ini ternyata mudah menyerap. Buat base mekap, butter ini bisa membuat tampilan glowing di wajah. Yang saya suka adalah, butter ini memberikan kelembaban yang pas di kulit berminyak saya. Meski sekilas dilihat seperti “berat” namun ternyata setelah dipakai dia sama sekali enggak berat atau lengket. Yang suka lagi, saat dipakai sebagai krim malam, saat bangun pagi harinya wajah tidak seperti kilang minyak meski kulit saya termasuk berminyak, namun wajah terasa lembab dan kenyal. Baca juga : Skincare herbal untuk menghilangkan darkcircle.

 

Oya, untuk pemakaian sebagai krim mata, saya juga melihat hasilnya. Sayangnya saya tidak ingat bikin foto before nya. Next time enggak boleh lupa lagi. Area sekitar mata saya lebih segar dan garis halus jauh berkurang, setelah pemakaian teratur sehari dua kali selama sebulanan.

Sebenarnya, produk ini juga bisa buat tubuh. Di kemasan ada tulisan "Body And Face". Hanya, kali ini saya belum coba. he..he… buat wajah dulu kalik ya? Karena bisa boros kalau dipakai seluruh badan. *alesan lu Mak 

Secara keseluruhan saya puas memakai produk ini. Setelah sebulanan menggunakannya, tekstur wajah memang terasa lebih halus, lembab dan kenyal. Repurchase? He..he… iya kali, tapi sebenernya masih galau aja, karena pengen juga mengeksplorasi krim-krim yang lain dari greenmommy. Sebenarnya sih udah merasa cocok. Tapi, kita lihat saja nanti.

Harganya? Buat ukuran produk dengan label natural, organik, atau ecofriendly, menurut saya cukup murah, hanya cepek lebih dikit. Mau coba ?

6 comments

Leave a Reply