Mengapa Harus Go Green?

Share

Mengapa Harus Go Green? – Berkenaan dengan urusan pekerjaan, beberapa hari terakhir saya acap bersentuhan dengan keywords: go green, green lifestyle, sustainability, sustainable lifestyle, dan lain sebagainya yang sejenis. Opo tho Go green iku? Apaan sih go green?

Image Courtessy David Castillo, www.freedigitalphotos.net/

Image Courtessy David Castillo, www.freedigitalphotos.net/

Kalau meminjam definisi milik urbandictionary, go green didefinisikan sebagai gaya hidup ramah lingkungan misalnya dalam wujud: membeli produk lokal, memilih bersepeda, mendaur ulang sampah, dll. Gaya hidup ramah lingkungan sebenarnya sudah mulai menggejala beberapa tahun terakhir. Namun mungkin hingga saat ini masih ada keraguan juga, kenapa sih harus go green? Segenting apakah situasinya sehingga semua harus kembali pada gaya hidup ramah lingkungan ini? Nah saya merangkumkan beberapa alasan di bawah ini untuk teman-teman.

1. Keterbatasan sumberdaya

Disadari atau tidak, faktanya tak semua sumberdaya itu renewable. Bahan bakar minyak misalnya, okelah kita bisa mencari teknologi penggantinya, namun nyatanya hingga saat ini kita masih menggunakannya. Contoh lain, air. Memang sih siklus hidrologi akan terus berputar. Namun berapa persen air sih yang bisa kita gunakan? Nyatanya akses terhadap air bersih masih belum 100 persen lo. Data tahun 2011 menunjukkan akses terhadap air bersih yang baik di pedesaan 84 persen. Itu rata-rata, lo. Banyak daerah yang masih di bawah itu. Contohnya seminggu lalu pada saat saya mengikuti rapat Pokja Sanitasi di daerah saya, akses terhadap air bersih terhitung hanya pada kisaran 50-60 persen.(Baca Juga : Seven Billion Dreams One Planet – Consume With Care )

2. Pencemaran Dan Kerusakan Lingkungan

Ada yang masih menyimpan kenangan masa kecil, misalkan berenang jebar-jebur di sungai yang jernih segar? Tengoklah lokasi yang sama sekarang sudah, banyak perubahan? Besar kemungkinan sudah jauh lebih keruh dan kotor. Saya pernah mendapat cerita seorang bapak sepuh, ketika itu saya sedang sampling air di suatu sungai. “dulu, disini sangat banyak ikan. Kalau mancing di sini pasti dapat banyak ikan. Sekarang? Enggak ada lagi”.

Nah, kedua ilustrasi tadi hanya secuil hal yang menggambarkan betapa telah terjadi pencemaran dan kerusakan lingkungan. Itu belum bicara data empiris. Data resmi yang dirilis dalam Status Lingkungan Hidup Indonesia (SLHI) 2010 oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup menyebutkan bahwa sampai tahun 2007, kualitas air sungai di Jawa Barat menunjukkan kondisi memprihatinkan. Hasil penelitian yang terhadap 7 sungai utama yaitu Cimanuk, Citarum, Cisadane, Kali Bekasi, Ciliwung, Citanduy dan Cilamaya, semuanya menunjukkan status mutu D ( kondisi sangat buruk).

Sungai Citarum bahkan sudah masuk ke tingkat pencemaran berat. Banyak parameter kunci yang sudah melebihi baku mutu, baik dari limbah organik hingga kandungan logam berat. Penyebabnya? Kurang lebih 40 persen limbah Sungai Citarum adalah limbah organik dan rumah tangga, sisanya limbah kimia atau industri dan limbah peternakan serta pertanian. (Pikiran Rakyat, 30 Desember 2009). Nah! Jangan lupa, yang 40 persen limbah domestik itu kontribusi penduduk lo ya. Sedangkan sektor industri, pertanian, peternakan, siapa konsumennya? Ya, kita!

Nah, itu baru urusan air. Bagaimana dengan udara? Di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya konsentrasi beberapa pencemar udara seperti HC, karbon monoksida juga sudah berada di atas baku mutu (SLHI 2010).

Itu tadi data-data pencemarannya, lalu bagaimana dengan kerusakan lingkungan? Sektor kehutanan misalnya, deforestrasi hutan yang terjadi pada tahun 2000-2005 di Indonesia sebesar 1,05 juta hektar (SLHI 2010).

Baca Juga : Menyusun Puzzle Kali Sampean

 

3. Global Warming

Ada yang masih meragukan global warming? Semacam enggak percaya, beneran enggak sih bumi kita memanas? Dan serentetan bahaya lainnya. Nonton deh The Inconvinient Truth, faktanya jelas terpapar di sana. Iya sih, ada juga yang bilang si mister Al Gore ini lebay, rada menakut-nakutin dengan isu global warming ini. Sedihnya saya harus bilang, ini nyata!

Baca Juga: Upaya Pencegahan Pemanasan Global

 

4. Agama Apapun Mengajarkan

Agama, apapun itu, selalu membawa pesan kebaikan, salah satunya ajaran untuk menjaga lingkungan. Dalam agama Islam misalnya, dien yang saya yakini banyak sekali ayat dari kitab suci maupun sunnah (perkataan atau perbuatan yang dicontohkan Nabi) yang sangat berpihak pada kepentingan lingkungan. Misalnya saja tidak berlebih-lebihan dalam menggunakan air untuk wudhu. Bayangkan, untuk wudhu saja yang berhubungan dengan hal ibadah, diperintahkan untuk tidak berlebihan, apalagi hal lain yang mungkin sifatnya bukan hal yang pokok.

 

5. Alasan Kesehatan

Bumi yang sakit membuat manusia juga sakit. Polusi udara membuat manusia sakit pernapasan. Air yang tercemar juga membuat manusia sakit dari gatal-gatal hingga diare. Tanah yang tercemar membuat tanaman tak lagi sesubur sebelumnya, dsb. Sayuran dan bahan pangan yang mengandung residu pestisida tinggi juga menyebabkan berbagai gangguan pada kesehatan manusia. Jadi, konsekuensi logis, bahwa jika kita mencemari lingkungan, maka lingkungan akan membuat kita sakit. Langsung maupun tak langsung.

Nah, itu tadi beberapa alasan Mengapa Harus Go Green. Lalu apa saja yang bisa dilakukan untuk turut berkontribusi buat lingkungan? Bagaimana caranya go green? Tunggu di postingan mendatang ya.

 

Salam hangat.

 

7 comments

  1. Pakde Cholik says:

    Manusia sebagai khalifah di muka bumi selayaknya menjaga dan memelihara alam semesta yang telah memberi kehidupan kepadanya.

    Semua bencana yang terjadi sedikit banyak disebabkan oleh manusia sendiri yang berbuat seenaknya akibat keserakahan dan kurang peduli.

    Terima kasih atas pencerahannya.
    Salam hangat dari Jombang

  2. rita asmaraningsih says:

    Iya nih Mbak.. dimana2 skrg ini rame dibicarakan mengenai "go green" … Terkait dengan kahidupan di alam semesta sudah saatnya kita sbg makhluk hidup menjaga ekosistem di atas bumi ini agar tetap lestari.. Yah minimal hal terkecil yg bisa kita perbuat adalah menghijaukan rumah kita sendiri..

  3. beautyasti1 says:

    Suami ku go green makk, sedangkan aku cenderung cuek.. Aku buang sampah sembarangan, nanti suami yang buang ke tempatnya hehehe.. Lama lama jadi ingin ikut berbuat kebaikan juga dari hal kecil seperti yang diajari oleh suami. Kayak mengurangi pembelian maupun pemakaian kantong plastik juga tuh makk..

Leave a Reply