Trend Menyantap Rawfood

Selain food combining, salah satu hal berkenaan dengan pola makan yang menjadi trend saat ini adalah raw food diet. Pola makan dengan mengutamakan sebanyak mungkin asupan makanan mentah (buah sayur dan bebijian) ini mulai banyak yang melirik. Bahkan pola makan ini juga mulai dilakukan oleh kalangan pesohor negeri ini. Sophie navita salah satunya.

Salad, Rawfood Populer

Salad, Rawfood Populer

 

Lalapan Mentah, Rawfood Asli Indonesia

Lalapan Mentah, Rawfood Asli Indonesia

Tak Selamanya 100% mentah

Mungkin yang menjadi pertanyaan adalah, benarkah seumur hidup harus mengasup 100% hanya makanan segar yang tidak dimasak? Memang sih, berdasarkan penelusuran saya, ada sejumlah penganjur rawfoodism yang memang total tak mengkonsumsi makanan yang tersentuh api. Namun saat ini banyak pula penganjur rawfoodism yang menyarankan bahwa setidaknya porsi 50 persen rawfood sudah cukup untuk membuat perubahan signifikan yang positif dalam kesehatan seseorang.

 

Banyak teman di grup food combining juga sudah menyantap rawfood di atas 50 persen dari total konsumsi hariannya. Saya rasa memang food combining dan rawfood diet itu memiliki sejumlah kesamaan. Bagi food combiner, sudah pasti mengkonsumsi buah segar sebagai sarapan, kalau dihitung itu sudah bisa 30 persen bahkan lebih dari total makanan dalam sehari. Jadi kalau mau di atas 50 persen rawfood, tinggal menambahkan 2 porsi salad aja, sudah beres! (Bisa di baca juga : Cara Sehat Dan Langsing Dengan Food Combining)

 

Enzim, “nyawa” Bagi Tubuh Sehat

Salah satu alasan mengkonsumsi makanan segar mentah adalah untuk mendapatkan enzim semaksimal mungkin. Nah,enzim inilah yang berfungsi mendukung hidup kita. Saat persediaan enzim tubuh menipis, maka saat itulah fungsi tubuh makin berkurang.

 

Masih ingat pelajaran tentang enzim? Salah satu cirinya, adalah enzim akan rusak pada suhu tinggi. Nah, lebih rincinya, enzim mulai proses rusak pada suhu 40 sekian derajad celcius dan menjadi nyaris rusak sempurna pada suhu 100 an. See? Itu suhu saat kita memasaknya, so? Saya jadi ragu apakah kita masih tetap mendapatkan enzim dengan hanya mengasup fully-coocked alias seluruhnya makanan yang dimasak.

 

Sehat, Awet Muda Dan Berkelanjutan Dengan Rawfood

Banyak hal yang bisa didapat dengan konsisten menyantap rawfood. Sebagian besarnya memang manfaat kesehatan, kecantikan. Namun jangan lupa, ada manfaat besar pula bagi keberlanjutan lingkungan. Yang terakhir ini akan saya bahas di tulisan yang lain saja ya, agar lebih fokus.

Dalam berbagai literatur yang saya baca tentang rawfood, sejumlah manfaat kesehatan yang disebutkan antara lain: pencernaan lebih baik, tubuh lebih berenergi, daya tahan tubuh meningkat, dll. Bahkan saat ini rawfood sudah digunakan dalam perawatan pasien penyakit-penyakit serius, semisal cancer.

Hwang Sung-Joo dalam bukunya Miracle of Rawfood bahkan menyebutkan bahwa makanan untuk kanker itu ya rawfood. Sung – Joo juga menyebutkan bahwa rawfood adalah makanan terapeutik dan preventif, yang mampu mengembalikan kondisi tubuh kembali prima seperti sebelum terserang penyakit.

Oya, di Indonesia juga ada lo dokter yang mengharuskan pasien-pasiennya menyantap hanya rawfood saja. Pernah tahu, atau menyaksikan tayangan di TV tentang dokter Tan Shot Yen, kan? Nah, dokter keren itu menyembuhkan pasien-pasiennya dengan menganjurkan makan rawfood.

Saya sendiri sebagai pelaku food combining juga pada saat-saat tubuh terasa agak drop biasanya akan meningkatkan konsumsi rawfood sampai di atas 80% dari keseluruhan yang saya makan, bahkan pada kondisi-kondisi tertentu saya sengaja makan fully raw. Hasilnya memang sungguh memuaskan, badan dengan cepat menjadi kembali fit. Rawfood tersebut biasanya saya buat dalam berbagai bentuk sajian, agar tak bosan. Kalau untuk buah, biasanya cukup disajikan sebagai buah potong atau smoothie. Sayur disajikan sebagai salad, atau lalapan mentah bersama sambal, dalam bentuk traditional salads seperti trancam atau karedok, raw pecel atau raw gado-gado. Kalau buat saya, sih yang tradisional lebih nendang. He..he…maklum lidah ndeso. (Baca juga: Cara Enak Makan Raw Veggies)

Dan sejak beberapa minggu lalu kami sekeluarga rajin minum jus sayur sebagai hidangan penutup di malam hari, sekitar jam delapan malam. Awalnya, sih untuk menyemangati Ibunda yang sedang program weightloss karena bermasalah dengan tulang belakangnya. Jadi serumah ikut minum, termasuk kiddos kalau pas jenisnya cocok. Tapi kemudiaan jadi kebiasaan juga, karena pasca neggak itu jus rasanya badan makin bugar saja. (Baca: Tips Agar Anak Suka Makan Sayur) Jadi saya mau ajak Anda mencoba rawfood, yukk berani mencoba! Enak kok.

 

 

19 comments

  1. Efi Fitriyyah says:

    Wah  selama ini orang-orang  malah takut  ga higienis  kalaumakan raw food, ya? Aku suka salad dan lalapan tuh, Mba. Ga tiap hari, sih.  Tapi  kalau ada jamuan dan nemu  menu  salad past  aku ambil. Penjelesan soal enzim itu, aku baru kepikiran  hehehehe…. 🙂

  2. echaimutenan says:

    aku nggak raw food mak…tapi ngesemi vegan*halah istilahnya. Jadi ada sekali dalam 1 minggu aku jadi carnivora xD.
    walau g pure2 banget…tapi sukses bikin enakan badanku ^^

  3. Ratna says:

    Baca artikel ini, jadi inget ajaran alm ibu saya. Jaman kecil dulu, setiap hari dicekokin sayuran. Sampe bosen rasanya.  Sekarang, kalo ga ada sayur, badan 'nagih' ^_^.  Sejarah berulang, kini saya terapkan hal yang sama pada anak-anak.  Protein bisa apa aja, sayur ngga boleh ketinggalan hehehe

  4. nhana says:

    Assallamuallaikum slm knl smua..wah sy beruntung tersesat k blog ini..sy br sajja sembuh dr sakit maag n tyfus.. sy bru insyaf hrs memulai pola hidurp sehat dgn  raw food,,sy msh awam ..sy msh bingung,. Tp sy ingin mencoba.. dan mdh2n penyakit sy yg menyiksa ini tdk kambuh n kambuh lg,, mhn saran untuk pemula buat sy.. mksh bnyk

  5. Devi Lisutami says:

    Salam kenal mbak…

    Mw tny niy. 50% konsumsi makanan harian didominasi sayuran segar itu cara menghitungnya gmn ya mbak? 

    Trimakasih…

    • wyuliandari says:

      kalau saya dihitung gampan2an aja mbak. Berdasarkan volume, ukurannya piring. Misal, saya biasa sarapan bertahap 3 piring buah (raw semua kan), misal makmal saman maksinya rawnya setengah piring, berarti dalam sehari itu saya udah makan 4 piring raw. Persentasenya kira-kira: 4 piring/5piring x 100%  80 persen

      Kalau 50 % berarti kalau kita makan total 5 piring sehari, 2,5 piring raw, 2,5 piring cooked. Kira-kiranya gitu 😀

  6. Mery says:

    Salam kenal mbak,

    ini baru 3 hari jalanin FC,.. banyak baca dan jd semangat… kadg2 ada kendala kalo pas makan diluar dan tidak menemukan sayur segar.. apakah sayur mateng spt sapo tahu tanpa daging juga termasuk FC ? apakah harus minum jus sayur ?

    Terima kasih,

    Salam

  7. eugenia ardani says:

    hallo mba, blog2nya sangat bermanfaat bagi saya.. terimakasih banyak ya mbaa, mba mau nanya, saya biasa pagi dan mlm itu membuat jus mentah tanpa gula dan susu, tapi biasanya untuk sayuran baru coba wortel dan tomat, ada recomend sayur lain gak?

Leave a Reply