Inovasi Hijau Ala Lovely Zia

Saya selalu tertarik dengan ide-ide waste minimization alias minimisasi limbah. Eh, minimisasi apa nimalisasi sih istilahnya ang bener? Auk ah? Seingat saya pas kuliah dulu di Jurusan Teknik Lingkungan ITS, nyebutnya ya minimisasi limbah. He…he….

Akhir-akhir ini saya mengamati trend waste minimization makin bergaung dimana-mana, termasuk menyentuh juga industri fashion. Banyak pengusaha garmen yang memberikan sisa bahan tak terpakai kepada pihalk lain untuk dimanfaatkan. Misalnya saja sisa kain disulap menjadi keset, cempal, dll. Sisa kain katun yang cantik-cantik dipakai untuk membuat bros, kalung dan aneka asesoris lain. Banyak lah yang masih bisa di create dari seonggok sampah atau bahan sisa.

IMG-20150131-WA0009

 

IMG-20150131-WA0010

Lovely Zia, salah satu brand yang konsisten menggarap batik serta pakaian muslimah juga melakukannya. Sisa kain tidak dibiarkan begitu saja terbuang menjadi limbah. Menurut Mba Ozie, owner Lovely Zia yang cantik ini, sisa bahan yang masih cukup lebar digunakann sebagai kombinasi untuk memproduksi pakaian lainnya. Sedangkan sisa bahan yang kecil-kecil, dengan kreativitasnya diubah menjadi bros, necklace dan asesoris lainnya.

Beberapa waktu lalu, bahkan Lovely Zia bekerjasama dengan pihak lain untuk membuat pouch cantik dan unik dari sisa bahan batiknya. Menurut Mba Ozy, puch-pouch cantik tersebut tidak dijual, melainkan diberikan sebagai gift untuk para konsumen Lovely Zia. Wuiiihhh mau doooong!

Saya melihat Inovasi Hijau Ala Lovely Zia ini adalah bagian dari kiat tetap survive Ala Lovely Zia yakni berinovasi setiap hari. Ya, kita memang harus selalu bergerak. Karena diam, bisa berarti mati.

2 comments

  1. novie@vierose22 says:

    kalo di rumah sendiri, bisa dimulai dengan memanfaatkan baju dan kaos robek menjadi keset, patchwork, dan masih banyak DIY kreatif lainnya dari blog-blog craft.saya sendiri memanfaatkan botol-botol slei untuk dijadikan wadah bumbu yang dibuat menyatu sebagai rak di dapur

Leave a Reply