Seluk Beluk Cheating

Eyalahh… lha kok nulis tentang cheating tho ya? Iya, sebenarnya topik ini sudah lama banget ingin saya tulis. Tapi rasanya kok saya menggalau ya… kalau saya posting tips cheating ntar malah dipersepsikan seperti mempersilahkan teman-teman melakukan cheating. Tapi tidak saya tulis rasanya kok, ini akan menjadi topik menarik yang banyak food combiner terutama yang baru mulai mungkin akan membutuhkannya. Mengapa saya menyimpulkan demikian? Karena topik ini sering banget muncul di grup kesayangan, sering pula ada yang menanyakan langsung pada saya lewat inbox di FB, WA, BBM.

Oh ya, yang bukan food combiner mungkin bertanya-tanya, apakah sepanjang waktu seorang food combiner harus selalu makan ideal sesuai pakem? Jawabnya tidak harus juga kalee! Kecuali, orang yang sedang sakit yang memang butuh segera mengejar homeostasis, food combiner sah-sah saja sesekali makan enak tapi tidak sehat, di luar juklak FC yang dikenal dengan cheating.

Gudeg, kalau udah ketemu ini, suah berpaling lah judulnya

Gudeg, kalau udah ketemu ini, susah berpaling lah judulnya

Kenapa boleh cheating? Manusiawilah menurut saya. Dunia ini penuh aneka kuliner yang sangat sayang untuk dilewatkan. Lagipula, food combining itu bukan sekadar diet-dietan, tetapi pola hidup yang akan dilakukan sepanjang hidup. Jadi, agar tidak bosan boleh juga sesekali cheating.

Nah, masalahnya adalah, saat tubuh sudah terbiasa dengan pola makan sehat ala food combining, alarm tubuh kemudian fungsinya menjadi demikian optimal. Makan salah sedikit, langsung meraung-raung nyaring. Macam-macam yang dirasakan sebagai efek makan enak tapi tak sehat. Ada yang hanya sekadar sebah, mual, pusing, tenggorokan gatal dan sakit, flu. Ada juga yang langsung mun*ah. Wadowww!

Mungkin kemudian ada yang nyeletuk, “gak enak dong ng-FC. Tubuh jadi rewel, pilih-pilih makan”. Ya gak sih? Hayu ngaku, ada kan yang berpikir begitu. Justru bagi para FC-er, sinyal tubuh ini adalah anugrah. Begini logikanya, saat alarm berfungsi, dia akan mengingatkan kita sesegera mungkin kondisi bahaya. Rese memang, dikit-dikit nguing…nguingg…..nguingg. Tapi coba bayangkan jika alarm kita justru gak bisa memberitahu kondisi bahaya. Dia anteng dan kalem selalu, tahu-tahu tubuh sudah dikepung penyakit berat. Pilih mana? Kalau saya masih lebih suka yang pertama.

Nah, kembali ke persoalan cheating. Sekarang bagaimana caraya agar sesekali menikmati makanan enak tapi kurang sehat tak terlalu menderita dengan raungan alarm yang super kencang? Masing-masing FC-er biasanya punya tips n tricks, jiahh…. Tapi intinya itu sebenarnya dua, yakni: tahu diri dan perhitungan. Ha..ha…langsung aja deh, ini rambu-rambu cheating ala saya. Ala saya lo ya, jadi jangan ada yang protes karena berbeda dengan versi FC er lainnya.

  1. Sadar Risiko

Tahu kan, bahwa sebenarnya cheating itu tindakan “nakal”, jadi harus tahu juga risikonya. Dan yang penting juga harus siap dan terima akibatnya. Ha..ha… iya dong, berani berbuat ya berani bertanggung jawab. Jadi terima risiko cheating tanpa ngomel-ngomel apalagi pakai drama lo yaa.

  1. Timing

Eh, tapi sebenarnya kesempatan untuk makan enak tapi enggak sehat itu sih sewaktu-waktu aja ya. Spontan. Ha..ha…apalagi kalau ada yang nraktir. Tapi, ada dong, kondisi-kondisi yang harusnya membuat kita bisa menahan diri untuk tidak cheating dulu, misalnya saat sakit. Saat sakit apalagi penyakit-penyakit serius, targetnya adalah secepatnya mencapai homeostasis. Ya, kapan lah mau nyampai kondisi itu jika diganggu dengan cheating?

  1. Keseimbangan

Inilah enaknya FC. Intinya kan sebenarnya keseimbangan. Maka kalau saya triknya begini:  umumnya makanan cheating itu adalah dominan pembentuk asam, ya tinggal akali dengan memperbanyak pembentuk basa. Strateginya: upayakan pagi tetap jeniper dan sarapan buah, cheatingnya rada siangan aja ketika pencernaan mulai aktif, konsumsi raw veggie sebelum cheating atau sesudahnya.

  1. Waktu Cerna

Saya jarang cheating berbagai jenis makanan yg tidak kompatibel secara bertubi-tubi dalam satu waktu. Misal begini, habis makan nasi padang langsung hajarr es teler. Hadeuhhh…. Kapok saya. Pernah soalnya pas habis makan empek-empek langsung es teler, widihhh perut rasanya full, sebah, bener-bener enggak nyaman.

Jadi, walaupun yang namanya cheating, hampir bisa dipastikan makanannya lama dicerna, setidaknya jangan betubi-tubi menjejalkan berbagai jenis makanan. Biasanya saya jeda barang 1 jam.

  1. Tambah Kunyahan

Kalau biasanya Anda cukup mengunyah 30 kali, coba tambah jumlah kunyahan. Saya biasa mengunyah kue-kue berbahan terigu sampai benar-benar saaaaangat lembut, meski makanan tersebut dengan beberapa kali kunyah saja sudah terlihat lembut. Apalagi kalau sedang cheating dengan daging-dagingan, tambah kunyahan membuat perut saya agak lebih tertolong.

  1. Amunisi Tambahan

Yah…ini kalau udah mentok diakalin ini itu, tetapi apa  daya si cheating tetap berdampak hebat. Atau, kalau saya sih buat antisipasi saja, sebelum alarm nguing…nguing kencang. Yang mudah sih pakai air jahe hangat. Caranya, jahe dibersihkan lalu geprek. Guyur air panas dan diamkan, minum setelah suhunya hangat. Ingat, tanpa gula ya!

Nah begitu seluk beluk cheating versi saya. Idealnya sih, cheating 1-2 hari saja dalam seminggu. Bahkan ada kawan FC er yang hanya mengambil jatah cheating 1 kali dalam 2 minggu. Nah, kalau Anda?

17 comments

  1. Pakde Cholik says:

    Cheating memang bileh saja asal terkendali dengan baik.
    Kegagalan mengendalikan akan berakibat kurang baik sehingga dampaknya akan terasa, sekarang atau nanti.
    Melakukan kegiatan baik dan bermanfaat memang banyak godaannya. Oleh karena itu kita harus elalu “memegang teguh tujuan”

    Terima kasih pencerahannya.
    Salam hangat dari Surabaya

  2. aminah says:

    sebelum FC, setiap saya minum teh atau kopi, perut saya langsung mules,berasa pengen BAB trs. dan saya paham alarm itu baru sekarang stlh tau FC. ya ampuuunn :(( tapi alhamdulillah lah lbh baik cpt tau daripada nggak tau sama sekali πŸ˜€
    skrg kalo cheating kangen minum teh, harus siap2 mulesnya hihihiii

  3. Juvmom says:

    kadang aku sebel klo dulu sakit perut gara2 jajan di luar rumah. Pada bilang aku lemah tapi ternyata itu malah anugrah ya, berarti alarmnya masih aktif, hahaha πŸ˜€

  4. Mila Anton says:

    Lagi googling ttg terasi apakah cheating di fc ga tau nya terdampar disini…ini lagi edisi pembenaran diri pengen tumis kangkung terasi hehehe…kalo saya cheating bsknya diare berat, perutnya dah nolak duluan ya

    • wyuliandari says:

      Ha..ha… orang Indonesia susah lepas dari trasi ya mbak. Sama, saya juga. Apalah daku tanpa trasi. wkwkwk. Bolehlah mbak, dikit banget kan jumlahnya. Apalagi juga kan ga tiap hari πŸ™‚

  5. crimson says:

    sangat setuju, mbak. setelah sekian lama fc, kemarin saya cheating β€˜tak sengaja’ gara-gara kepincut aroma gorengan menjelang puasa. alhasil, tenggorokan langsung perih πŸ™

    kapok deh cheating seperti itu.?nikmatnya sesaat sakitnya lama bener.

    salam kenal

  6. Riska Ngilan says:

    Makasi, makasi banyak tipsnya mbak, aku suka galau pas diajak buber lihat menu makanan, Masya Allah berat semua. Nggak aku makan nggak enak, kalau tak makan aku yang susah, hahaha πŸ˜€

  7. Mbak Avy says:

    saya sdh mulai belajar mengkonsumsi makanan sehat mbak

    tapi ramadhan ini mmg gak bisa menahan diri

    awal puasa aja masih konsisten….lama2 gak ku ku hehehehe

Leave a Reply