Urban Farming menanam di area terbatas 2

Saya pernah menulis di sini tentang kegiatan bertanam saya di lantai dua rumah kami. Lihat artikel : Urban Farming, Menanam Di Area Terbatas bagian 1 . Saya menjanjikan untuk menceritakan kembali pada Anda bagaimana progresnya. Dan ini dia sedikit ceritanya.

0_buah pare

Menanti Terong Tumbuh Bayam

Waktu itu saya sedikit desperado dengan si benih terong, kenapa tak tumbuh-tumbuh. Sampai capai menunggu, menyiramnya dan mengajaknya bicara, namun si biji terong tak hendak berkecambah. Yasudahlah. Mungkin memang benar kata seorang teman, “Mbak, biji terong tak bisa disimpan lama”. Apalagi ini memang benih bikinan sendiri jadi mungkin tanpa pengawetan atau perlakuan khusus begitu, ya. Saya mendapatkan dari seorang kawan kantor yang saat ini sudah pensiun. Akhirnya si benih terong harus saya ikhlaskan. He..he…

Etapi ternyata ada benih lain yang justru tumbuh dengan suburnya, padahal saya tak merasa menanamnya. Si biji bayam, saya tak tahu apa si Ayah yang menebarnya, atau biji ini kebetulan saja ada di sana, karena sekitar rumah kami dulunya memang banyak tanaman bayam. (baca juga: Sirih gading tanaman cantik penyerap racun )

Paria Berbunga Dini

Nah, lain lagi dengan si baby pare alias paria yang merupakan salah satu sayur favorit. Dia tiba-tiba berbunga pada saat pertumbuhan egetatifnya saja masih belum optimal, iya tinggi masih dua jengkal. Wah… terlalu dini sepertinya. Kenapa ya? Kata seorang teman yang juga petani, mungkin akibat suhu di lokasi tumbuhnya terlalu panas. Iya sih, kalau lagi siang hari di lantai dua emang amboooiii panasnyoo.

Harusnya bunga itu saya gunting dan buang ya. Namun saya ndak tega, biar sajalah. Akhirnya bunga yang terlalu dini itu gugur dengan sendirinya tanpa sempat menjadi buah. Apakah saya masih mengajak tanaman bicara? Ohhh tentu saja.

Ternyata, beberapa hari kemudian muncul lagi bunga-bunga paria itu. Kali ini jumlahnya agak banyak, hampir setiap beberapa senti ada bunga. Nah… saat ini si bunga paria sudah menjadi buah-buah kecil sebesar kelingking. Sayapun sudah harap-harap cemas menantikan saat panen dan membayangkan oseng paria teri pedas kesukaan saya. Hmmmm….

O ya, untuk semua tanaman ini, tidak ada perlakuan istimewa. Saya belum pernah memupuk, hanya awal pas tanam medianya sudahdiusahak subur. Dari tanah kebun nan gembur tempat orang desa membuang kotoran ternaknya, plus kompos. Disiram setiap hari dan saya ajak ngobrol sesempatnya saja. He..he…

Leave a Reply