Oleander : Cantik Namun Beracun

Share

Tanaman Hias Oleander–Kami, saya dan suami, sedang menunggu anak-anak keluar dari sekolah. Bel telah lama berbunyi, namun mereka berdua tak kunjung muncul. Suami keluar dari mobil, melihat-lihat sekitar. Saya juga mencari-cari di sekeliling, mungkin ada yang menarik untuk dipotret, atau jadi bahan tulisan? Ha..ha… namanya juga emak blogger. Ogah rugi dong!

 

oleander_tree

Yeay…dapat. Memandang Gambar di atas, sepintas mirip bunga sakura. Flora super kondang asal Jepang. Atau jangan-jangan karena inilah, kembang cantik ini juga dipanggil dengan “kembang jepun”? entahlah.

Memandangnya juga mengingatkan saya pada kenangan masa kecil. Bermain-main dengan bunga ini bersama saudara-saudara seumuran, di halaman rumah Mbah. Tanaman cantik ini dahulu tumbuh di halaman rumah Mbah. Berdampingan rukun dengan tanaman jambu monyet.

Nama latinnya Nerium oleander, daunnya memanjang dan runcing, bunganya cantik berwarna pink. Ada pula yang berbunga pink terang, putih, dan kuning. Namun, waspadalah, dibalik kecantikannya tersimpan racun yang lumayan seram. Bahkan ada yang menjulukinya sebagai salah satu tanaman paling beracun di dunia.

Hampir Semua Beracun
Menurut berbagai sumber, hampir semua bagian tanaman oleander ini beracun. Bahkan madu yang berasal dari bunga oleander juga beracun. Konon, racunnya juga cukup dahsyat. Termakan satu helai daun saja, sudah cukup untuk menimbulkan sesuatu yang fatal pada orang dewasa. Seram juga ya! Sedangkan getahnya yang berwarna putih susu, jika terpapar pada kulit dapat menyebabkan kebas atau mati rasa.

Oleander mengandung sejumlah racun diantaranya rosagenin, nerioside, oleandroside, saponins dan cardiac glycosides. Racun oleander, jika tertelan dapat menimbulkan perlambatan jantung, bahkan gagal jantung.

Antisipasi
Ternyata, ngeri juga ya membicarakan racun oleander. Namun jangan terlalu khawatir juga, sih. Menurut saya, penampilannya sebagai tanaman hias dan bukan tanaman yang dimakan sebenarnya membuat tanaman ini kemungkinannya kecil tertelan dengan tanpa disengaja.

Meski demikian, tindakan antisipasi jelas tetap harus dilakukan, terutama terhadap anak-anak yang terkadang memiliki semangat eksplorasi yang luar biasa. Jelaskan pada anak-anak untuk tidak sembarangan memetik bunga atau bagian lain dari tanaman, apalagi kemudian memasukkannya ke mulut. Untuk anak yang masih sangat kecil, tentu harus didampingi selama beraktifitas outdoor, demi keselamatan mereka.

Mengatasi Keracunan
Bagaimana jika terlanjur termakan? Ada beberapa cara yang disarankan. Pertama, segera lakukan rangsangan untuk muntah. Kedua dapat menggunakan norit untuk mengikat racunnya. Yang jelas, segeralah menuju Rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan lainnya untuk mendapatkan pertolongan yang memadai.

5 comments

  1. oRiN says:

    waaahh.. sudah lama gak lihat bunga ini.. dulu di teras rumah buyut saya ada bunga ini, dan ditakut-takutin kalau bunga ini beracun… sekarang baru tau inget lagi.. jadi kangen rumah buyut

    • Widyanti Yuliandari says:

      Nostalgia jadinya ya Mbak 😀 Iya jam dulu banyak yang nanem tanaman ini.Kalu sekarang lebih seringya lihat di taman-taman umum.

Leave a Reply